Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
  • visibility 215
  • comment 0 komentar
Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19

PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak.

Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga dari Indonesia. Harapan mulia ini digagas dan diinisiasi oleh PCNU Pati sejak beberapa minggu sebelumnya.

Hasilnya pun di luar dugaan. Respon dari warga nahdliyin sangat positif. beberapa warga NU mengajak keluarganya untuk turut menjalankan upaya ini.

Salah satu yang tidak ingin ketinggalan adalah Hariati, kader Fatayat NU. Ia beserta suami dan anaknya menyempatkan diri untuk berdoa bagi negeri.

“Ada intruksi Fatayat dan PCNU untuk berdoa di rumah. Saya langsung bilang suami dan kita jalankan. Saya share juga di grup-grup WA medsos lain.” Tuturnya.

Beda cerita dengan Syaifullah, warga nahdliyyin asal Gembong yang juga melakukan doa bersama dengan keluarga barunya. Dirinya mengaku mendapat informasi ini dari story WA seorang teman yang juga aktif di NU Kecamatan Gembong.

“Saya buka WA habis maghrib, dan saya ajak istri saya. Tiba-tiba mertua saya juga ikut gabung.” Ungkapnya.

Hariati dan Syaiful adalah dua dari ribuan keluarga NU yang melakukan doa bersama dari rumah. Di luar sana, banyak juga kader NU yang melakukan doa dengan rekan, teman ngopi dan saudara lainnya.

Antusiasme warga sangat baik dengan imbauan ini. Seperti dikatakan Syaiful, yang mengajak serta istri dan mertuanya, ia mengaku ada peningkatan gairah NU dalam dirinya ketika melafalkan doa-doa yang telah disebarkan melalui temannya tersebut.

“Selain untuk mengusir wabah, saya merasa gairah NU saya tumbuh lagi. Kami sangat terharu. Doa-doa, sholawat yang kami baca sangat menyentuh hati kami.” Lanjut Syaiful.

PCNU berharap dengan adanya dzikir masal #dirumahaja dapat membantu Indonesia agar terbebas dari vorus corona. Selain itu, Pengurus Cabang juga merasa doa seperti ini perlu dilakukan dalam rangka menyambung silaturrohim antar warga NU.

“Biasanya hampir setiap hari bertemu dengan teman-teman di NU. Tapi karena virus, terpaksa harus menahan rindu dulu. Berkat doa bersama #dirumahaja ini, kami malah seperti dipertemukan dengan seluruh warga NU (bukan hanya pengurus NU) dalam satu frekuensi, meskipun berbeds lokasi.” Tegas K. Yisuf Hasyim, ketua PCNU Pati.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

  • PCNU-PATI

    IPPNU Kajen Punya Target Terbitkan Buku Biografi Bu Nyai

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka memperingati 1 abad NU, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPPNU) Desa Kajen menggelar workshop penulisan biografi ulama perempuan dan bu nyai di desa santri tersebut. Workshop digelar di Aula ICK area Masjid Kajen lantai 2. Ketua PR IPPNU Kajen Citra Rahma Febriaziza mengatakan, workshop digelar untuk melatih […]

  • PCNU-PATI

    PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan penghargaan kepada 56 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia, selasa (31/1/2023). Kegiatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini merupakan acara Anugerah Satu Abad NU.  Adapun puluhan ponpes yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Dari daftar penerima penghargaan tersebut, terdapat […]

  • PCNU-PATI

    Dua Mahasiswa Magang, Ikut dalam Pendistribusian Kotak Koin NU

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id-Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati bersama dua orang mahasiswa magang terjun melaksanakan kegiatan pendistribusian kotak koin NU di beberapa tempat, selasa (31/01). Kali ini lokasi pendistribusian yang menjadi target ada di lima tempat.  Syaiful Huda selaku Manajer Fundrising PC Lazisnu Pati mengatakan bahwa pendistribusian kotak koin hari ini cukup memuaskan.  “Alhamdulillah dari lima tempat yang […]

  • PCNU-PATI

    Terdampak Banjir, Ratusan Warga Desa Sinomwidodo Tambakromo Mengungsi di Masjid

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id -Ratusan warga Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, harus mengungsi karena rumah mereka terdampak banjir bandang, Rabu (30/11/2022) lalu. Ratusan warga itu mengungsi di masjid desa setempat. Penjabat (Pj) Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro mengatakan, terdapat 200 keluarga yang harus mengungsi akibat musibah tersebut. ”Kurang lebih ada 200 KK, nanti kita juga akan monitoring […]

  • PCNU-PATI

    Laki-laki Cadasari Tersesat di Juwana

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di dalam Bus PO Selamet, sewaktu perjalanan mudik ke Pandeglang, saya berkenalan dengan seorang penumpang laki-laki dengan perawakan kurus. Dia bersama istri dan anak laki-lakinya, kira-kira usianya sama dengan usia putriku, 4 tahunan.  “Turun di mana, mas?” tanya dia ke saya. “Di Serang, mas,”jawabku. “Sama atuh, saya juga di Serang. […]

expand_less