Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rakerdin, Gus Rozin Sebut Jangan Ragu-ragu di Ma’arif

Rakerdin, Gus Rozin Sebut Jangan Ragu-ragu di Ma’arif

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 2 Feb 2025
  • visibility 508
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Purworejo – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Zona 6 yaitu dengan peserta LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Purworejo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Wonosobo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Banjarnegara, dan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kebumen, pada Ahad (2/2/2025). Kegiatan ini berlokasi di Wisma Budaya SMAN 7 Purworejo.

Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti 305 kepala MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA/SMK, dan puluhan peserta dari unsur tamu undangan, PWNU Jawa Tengah, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, LP. Ma’arif NU PCNU di empat kabupaten, dan Ketua PW IPNU-IPPNU Jawa Tengah. Hadir juga Sekjen LP. Ma’arif PBNU Harianto Ogi, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Dr. Hj. Saidah Sakwan, MA., Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin, Asisten Bupati Purworejo Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Bambang Susilo, dan tamu undangan lain.

Dari Rakerdin putaran pertama, Fakhrudin menyebut bahwa jumlah satuan pendidikan Ma’ari NU terus berkembang. Hal itu terbukti berdasarkan data SIMNU, saat ini bertambah 359 sehingg totala menjadi 4.316 satuan pendidikan.

“Alhamdullillah, secara kuantitas luar biasa. Pekerjaan kita adalah menjaga dan menjamin kualitas satuan pendidikan tersebut. Semoga berkah, penuh rahmat dan hidayah dari Allah Swt. Amin,” kata Fakhrudin..

Dalam kesempatan itu, pihaknya menyampaikan empat rekomendasi dari forum Rakerdin untuk LP. Ma’arif NU PBNU. Pertama, LP. Ma’arif NU PBNU harus bisa mengawal Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 mengatur tentang redistribusi guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah swasta. Peraturan ini mengatur penempatan guru ASN (baik PNS maupun PPPK) ke satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Kedua, LP. Ma’arif NU PBNU harus mengawal makan siang gratis untuk murid Ma`arif NU Jawa Tengah. Ketiga, LP. Ma’arif NU PBNU mengawal kuota PIP, Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BOP) Provinsi untuk SMK/SMA yang berkeadilan untuk Ma`arif. Keempat, LP. Ma’arif NU PBNU melanjutkan program nasional Porsemanas, Pergamanas, Perwimanas yang sudah lima tahun ini tidak dilanjutkan. “Sejak 2019 sudah tidak ada even Persemanas, Pergamanas, dan Perwimanas, padahal kita di daerah sudah melaksanakan dari cabang hingga wilayah,” kata Fakhrudin.

Sedangkan rekomendasi untuk LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah juga disampaikan dan dirangkum selama Rakerdin. Pertama, LP Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah harus melakukan peningkatan SDM Kepala Madrasah/Sekolah tetap dipriorotaskan. Kedua, Diklat guru Ke-NUan menjadi wajib bagi semua kepala satuan pendidikan dan guru Mapel ke-NU-an.

Ketiga, LP. Ma`arif NU PWNU Jateng secara rutin melaksanakan rebranding melalui pendampingan sekolah/madrasah dan membentuk tim inti wilayah. Keempat, peningkatan kualitas layanan buku, batik, dan lainnya lebih tepat waktu. Kelima, membantu penataan ulang dan penyesuaian Ijop satuan pendidikan di Ma`arif. Keenam, layanan uji kompetensi perlu ada skenario subsidi, dan seleksi magang jepangd ilaksanakan di beberapa Zona. “Ini rekomendasi dari delapan titik yang kami rangkum,” kata Fakhrudin.

Asisten Bupati Purworejo Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Bambang Susilo dalam sambutannya mewakili Bupati Purworejo, mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan selamat datang kepada semua peserta dan mengapresiasi kegiatan tersebut. “Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sangat dibutuhkan, guna mewujudkan generasi yang cerdas, berdaya saing, serta menjunjung moralitas yang tinggi. Rakerdin ini menjadi penting sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Ma’arif,” katanya.

Sekjen LP. Ma’arif PBNU Harianto Ogi, Pihaknya akan mengawal semua rekomendasi yang telah disampaikan. “Kemarin kita sudah melakukan rapat kecil dengan LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Barat dan LP. Ma’arif NU PCNU Purwakarta untuk mengkaji kesiapan even-even program nasional,” kata dia.

Pihaknya berharap, semua program-program di Ma’arif NU harus berkolaborasi. “Tidak ada individu bisa bangkit dan sukses tanpa kolaborasi. Maka saya berterima kasih kepada pada mitra yang sudah berkolaborasi, sehingga Ma’arif NU bisa semakin maju dan berkembang ke depan,” tegas pria yang akrab disapa Kanda Ogi.

Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) dalam sambutannya menegaskan bahwa jangan ragu-ragu di Ma’arif. “Karena Ma’arif ini lembaga yang berkah, lembaga yang luar biasa. Ma’arif ini adalah lembaga yang harus kita jaga dan kembangkan bersama-sama,” tegasnya.

Dijelaskannya, bahwa hari ini kita mengakhiri rangkaian Rakerdin dari sembilan zona. “Saya pribadi bisa menghadiri di Zona Kudus dan di Purworejo. Saya melihat, banyak dinamika yang bisa kita kawal. Saya memaknai, Ma’arif itu komanya harus di A yang pertama. Jangan sampai digeser komanya pada A yang kedua, nanti jadinya Maa’rif,” ujarnya.

Indonesia di tahun 2045, kata Gus Rozin, Indonesia katanya akan menyambut Indonesia Emas. “Pekerjaan rumah kita cuma tiga. Pertama SDM. Kedua, SDM, dan Ketiga SDM,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menjadi lembaga yang menjadikan pendidikan maju dan terkemuka selayaknya Mars Ma’arif yang ada petikan “Majulah terus ke muka.”

Kegiatan setelah pembukaan adalah penyerahan kenang-kenangan dan penghargaan kepada pimpinan BAZNAS RI, dan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Purworejo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Wonosobo, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Banjarnegara, LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kebumen. Kegiatan setelahnya juga dilanjutkan dengan MoU antara BRCC dengan LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, RMI NU Jawa Tengah, dan LPTNU Jawa Tengah, dan dilanjutkan Rapat Kerja Dinas dengan agenda penyampaikan dan diskusi program-program dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029. (Ibda).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    Peserta Lomba Porsema Komplain Ingin Segera Dimulai, Karena Juri Telat

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 541
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah telah berjalan hari pertama pada Jumat (10/2/2023). Sejumlah perlombaan mulai dilaksanakan dan berlangsung seru. Pantauan di lapangan, ada beberapa cabang lomba yang jurinya telat. Salah satunya adalah Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP. “Tadi jurinya telat […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • Wisuda 244 Mahasiswa IPMAFA Pati, Rektor Ingatkan Tantangan Zaman

    Wisuda 244 Mahasiswa IPMAFA Pati, Rektor Ingatkan Tantangan Zaman

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.879
    • 0Komentar

      Pati – Ratusan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati mengikuti wisuda, Sabtu (1/11/2025). Rektor IPMAFA Pati, KH Abdul Ghofarrozin, M.Ed pun mengingatkan tantangan zaman. Menurutnya, menjadi wisudawan bukan sebagai akhir perjalanan untuk belajar. Melainkan awal langkah baru untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Pesan tersebut disampaikan dalam Wisuda Program Sarjana XIV IPMAFA […]

  • Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    Tingkatkan Mutu SDM, Pelajar NU Wedarijaksa Gelar Learning Together

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

      Prosesi kegiatan ‘Learning Together’ Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa Masa pandemi tidak lantas menyurutkan semangat Pengurus Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Wedarijaksa.  Departemen Organisasi PAC IPNU-IPPNU di kecamatan tersebut justru membuat gebrakan baru. Sebuah program yang diberi nama ‘Learning Together’ justru lahir di tengah pandemi covid-19. Dimana organisasi-organisasi lain kerepotan untuk tetap menjalankan roda organisasi.  […]

  • Pelantikan MWCNU Jakenan, Ketua PCNU Ingatkan Pesan K. Ali Maksum

    Pelantikan MWCNU Jakenan, Ketua PCNU Ingatkan Pesan K. Ali Maksum

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Ketua PCNU Kabupaten Pati, KH. Yusuf Hasyim, mengingatkan ulang pesan KH. Ali Maksum Krapyak kepada pada pengurus MWCNU Kecamatan Jakenan, sesaat setelah dilantik (21/05). Pengurus MWCNU Kec. Jakenan masa khidmat 2023-2028 akhirnya resmi dilantik oleh PCNU Kabupaten Pati. Acara pelantikan berlangsung di Gedung NU Jakenan, Ahad pagi kemarin. Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kabupaten […]

  • Harlah LP Ma’arif, PCNU : Kontribusinya Sangat Besar

    Harlah LP Ma’arif, PCNU : Kontribusinya Sangat Besar

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    PATI – Hari ini, Minggu (19/9) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU tepat berusia 92 tahun. Dalam usia yang tak lagi muda, Lembaga di bawah naungan ormas islam terbesar di dunia ia telah banyak menghasilkan karya nyata di dunia pendidikan.  Hanya saja, harapan demi harapan masih digantungkan kepada LP Ma’arif dalam memajukan pendidikan. Menurut K. Yusif Hasyim, […]

expand_less