PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh
- account_circle admin
- calendar_month 21 jam yang lalu
- visibility 6.622
- comment 0 komentar

PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh
JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Sebelum bertolak ke Serambi Mekkah, para relawan telah menjalani pembekalan intensif melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin).
Kiai Ubaidillah menekankan bahwa tugas yang diemban para relawan bukan sekadar aksi sosial biasa. Ia menyebut pengabdian ini sebagai perwujudan nyata dari konsep hablum minannas (hubungan antarmanusia) yang menyatu dengan hablum minallah (hubungan dengan Allah).
“Misi kemanusiaan ini sangat lekat dengan dimensi ketuhanan. Allah menolong saudara-saudara kita di sana melalui tangan panjenengan semua,” ungkap dia.
kiai Ubaid juga memberikan wejangan mengenai kondisi psikologis para penyintas bencana. Ia mengingatkan relawan untuk menyiapkan mental baja dalam menghadapi situasi lapangan yang tidak menentu.
Di antaranya, relawan harus menjaga kesabaran, sebab korban bencana seringkali berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Kemudian keikhlasan, relawan diharapkan tetap tulus bekerja meski kehadiran mereka mungkin belum bisa langsung dirasakan atau direspon dengan hangat oleh warga yang sedang berduka.
Salah satu prioritas utama NU Peduli dalam misi ini adalah rehabilitasi fasilitas ibadah dan pendidikan, seperti masjid, musala, langgar, hingga madrasah. Kiai Ubaid menilai kerja fisik ini merupakan sedekah jariyah yang memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan beragama di Aceh.
“Bukan hanya sedekah sembarang sedekah, tapi sedekah yang juga punya kemanfaatan keagamaan secara langsung,” terang dia.
Misi ini juga ditegaskan sebagai bentuk Syiar Persaudaraan dan solidaritas antara nahdliyin di Jawa Tengah dengan masyarakat Aceh. Kehadiran fisik dan atribut NU di lokasi bencana menjadi simbol bahwa ukhuwah Islamiyah melampaui batas geografis.
“Kita harus datang secara fisik, kita harus datang secara bendera, kita harus datang secara materi, dan kita harus datang secara tenaga. Ini syiar persaudaraan NU Jawa Tengah dengan masyarakat muslim dan NU di Aceh,” tegas dia.
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar