Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Puasa dari Kecerdasan Buatan

Puasa dari Kecerdasan Buatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 8 Mar 2025
  • visibility 275
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Seperti tulisan sebelumnya berjudul “Puasa dari Media Sosial”, sebenarnya kecerdasan buatan atau AI pun sama. Apakah AI mengganggu puasa kita? Saya menjawab, jika kecandungan, mbangeti, ya berarti menganggu, dan kita harus berpuasa dari AI. Artinya, puasa itu tidak harus dari sesuatu yang merugikan, ngerusak, tapi memang dari sesuatu yang mengakibatkan kita kecanduan secara berlebihan. Jelas tidak boleh kan?

 

Realitasnya, kecerdasan buatan telah mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Dari asisten virtual di ponsel pintar hingga rekomendasi film di platform streaming. AI hadir dalam berbagai aspek kehidupan kita sehari-hari. Namun, kemudahan dan efisiensi yang ditawarkan AI juga dapat menimbulkan kebergantungan.

 

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan buatan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Dari asisten virtual yang membantu mengatur jadwal, algoritma yang merekomendasikan tontonan, hingga chatbot yang siap menjawab segala pertanyaan, AI semakin menggantikan banyak aspek interaksi manusia. Namun, keterikatan yang berlebihan pada AI dapat membuat seseorang kehilangan kemandirian berpikir dan ketergantungan yang berlebihan pada teknologi. Oleh karena itu, puasa dari kecerdasan buatan bisa menjadi langkah yang baik untuk mengembalikan kendali atas kehidupan sendiri.

 

Ketika seseorang terlalu mengandalkan AI dalam segala aspek, kreativitas dan pemikiran kritis bisa melemah. Orang cenderung menerima jawaban instan tanpa berusaha mencari solusi sendiri. Di sinilah pentingnya melakukan jeda dari kecerdasan buatan. Seperti halnya puasa dalam agama yang bertujuan untuk melatih pengendalian diri, puasa dari AI dapat membantu seseorang membangun kembali kebiasaan berpikir mandiri.

 

Bahaya Kecanduan AI

Kecanduan AI dapat ditandai dengan beberapa gejala. Pertama, terlalu sering menggunakan AI. Individu yang kecanduan AI akan merasa sulit untuk melepaskan diri dari perangkat atau aplikasi yang menggunakan AI. Mereka mungkin menghabiskan waktu berjam-jam berinteraksi dengan AI, bahkan mengabaikan kegiatan lain yang penting.

 

Kedua, mengalami masalah dalam hubungan sosial. Kecanduan AI dapat mengganggu hubungan sosial seseorang. Mereka mungkin lebih memilih berinteraksi dengan AI daripada dengan orang lain, atau menjadi kurang peduli terhadap orang-orang di sekitar mereka.

 

Ketiga, menurunnya produktivitas. Kecanduan AI dapat menyebabkan penurunan produktivitas di tempat kerja atau di sekolah. Individu yang kecanduan mungkin kesulitan berkonsentrasi atau menyelesaikan tugas karena terlalu fokus pada interaksi dengan AI.

 

Keempat, mengalami masalah kesehatan fisik. Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan perangkat yang terhubung dengan AI dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik, seperti kelelahan mata, sakit kepala, atau gangguan tidur.

 

Kelima, merasa cemas atau gelisah saat tidak menggunakan AI. Ketika tidak dapat mengakses AI, individu yang kecanduan mungkin merasa cemas, gelisah, atau tidak nyaman. Mereka mungkin merasa kehilangan atau tidak lengkap tanpa kehadiran AI.

 

Sejumlah Strategi

 

 

Sama seperti puasa dari media sosial, puasa dari kecerdasan buatan atau detoksifikasi AI juga dapat memberikan manfaat positif bagi kesehatan mental dan keseimbangan hidup kita. Terdapat beberapa strategi yang bisa Anda coba untuk “berpuasa” dari kecerdasan buatan. Pertama, batasi penggunaan AI secara bertahap. Jangan mencoba untuk langsung berhenti menggunakan semua bentuk AI. Mulailah dengan mengurangi penggunaan AI secara bertahap. Misalnya, batasi waktu yang Anda habiskan untuk berinteraksi dengan asisten virtual, atau cobalah untuk tidak terlalu bergantung pada rekomendasi AI saat memilih film atau musik.

 

Kedua, cari kegiatan alternatif. Gantikan waktu yang biasa Anda habiskan dengan AI dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan menyenangkan. Misalnya, bacalah buku, berolahraga, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, atau menekuni hobi baru.

 

Ketiga, sadarilah kebergantungan Anda. Langkah pertama adalah menyadari seberapa besar Anda bergantung pada AI dalam kehidupan sehari-hari. Perhatikan berapa banyak waktu yang Anda habiskan untuk berinteraksi dengan AI, dan bagaimana perasaan Anda saat tidak dapat mengaksesnya.

 

Keempat, tetapkan batasan waktu untuk penggunaan AI. Jika Anda tidak bisa sepenuhnya menghindari penggunaan AI, tetapkan batasan waktu khusus setiap hari untuk berinteraksi dengan AI. Dengan begitu, Anda bisa lebih mengontrol waktu yang Anda habiskan untuk menggunakan teknologi ini.

 

Kelima, cari dukungan. Jika Anda merasa kesulitan untuk “berpuasa” dari AI, jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional. Mereka dapat membantu Anda mengatasi kecanduan AI dan menjalani hidup yang lebih seimbang.

 

Puasa dari kecerdasan buatan bukan berarti harus sepenuhnya menghapus AI dari hidup Anda. Tujuannya adalah untuk menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan teknologi dan mengembalikan keseimbangan dalam hidup Anda. Dengan mengurangi ketergantungan pada AI, Anda dapat lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting, seperti kesehatan mental, hubungan sosial, dan pengembangan diri.

 

Puasa dari AI

Salah satu cara untuk berpuasa dari kecerdasan buatan adalah dengan mulai membatasi penggunaan alat berbasis AI dalam kehidupan sehari-hari. Jika biasanya seseorang mengandalkan AI untuk menulis, maka cobalah kembali pada metode konvensional seperti mencatat dengan tangan atau menyusun ide tanpa bantuan teknologi. Menulis secara mandiri dapat melatih otak untuk bekerja lebih keras dalam merangkai kata dan membangun struktur pemikiran.

 

Selain itu, dalam kehidupan sosial, AI sering kali mengambil alih interaksi manusia. Chatbot telah menggantikan komunikasi langsung dengan orang lain, sementara rekomendasi algoritma telah mengurangi keberagaman informasi yang dikonsumsi. Dengan melakukan puasa dari AI, seseorang bisa kembali berinteraksi dengan orang-orang secara langsung, bertukar pikiran tanpa perantara digital, serta menggali informasi dari berbagai sumber tanpa bergantung pada algoritma.

 

Tantangan terbesar dari puasa ini adalah rasa nyaman yang ditawarkan AI. Kenyamanan dalam mendapatkan jawaban instan, kemudahan dalam mengakses hiburan yang sesuai selera, serta kemudahan dalam menjalankan aktivitas harian menjadi hal yang sulit dilepaskan. Namun, dengan tekad yang kuat, mengurangi ketergantungan pada AI dapat memberikan manfaat yang lebih besar. Seseorang bisa kembali merasakan kepuasan dalam menyelesaikan sesuatu dengan usaha sendiri, menikmati kejutan dalam eksplorasi informasi, dan memperkuat koneksi sosial yang lebih nyata.

 

Pada akhirnya, puasa dari kecerdasan buatan bukan berarti menolak teknologi sepenuhnya, tetapi lebih kepada menggunakannya dengan bijak. Dengan memberikan jeda pada diri sendiri dari AI, seseorang dapat menemukan kembali kemandirian berpikir, meningkatkan kreativitas, dan menikmati hidup dengan cara yang lebih autentik. Seperti halnya puasa dari makanan yang bertujuan untuk membersihkan tubuh, puasa dari AI bertujuan untuk menyegarkan kembali cara kita berpikir dan berinteraksi dengan dunia.

 

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineSuasana kediaman almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/1), tampak khidmat meski hujan megguyur desa setempat dan sekitarnya sejak pagi. Ribuan warga antusias menghadiri peringatan haul pertama atau satu tahun wafatnya Rais Aam PBNU itu. Hadir dalam tahlil umum tersebut perwakilan PBNU, antara lain […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA –  MWC NU Kecamatan Wedarijaksa menggelar istighosah dan Lailatul ijtima di Gedung NU Wedarijaksa yang dihadiri pengurus Tanfidziah, Syuriah, dan Banom NU. Dalam pertemuan tersebut  juga membahas Koin NU program dari LAZISNU, Program Sistem Informasi Warga NU (SISNU) dan sosialisasi pembangunan gedung baru yang akan diresmikan saat hari santri 22 Oktober 2020 oleh PCNU […]

  • Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    Sakoma Wonosobo Gelar Kemah Perbhasama

    • calendar_month Ming, 13 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Wonosobo – Satuan Komunitas Ma’arif (Sakoma) NU Kab. Wonosobo mengadakan Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Sako Ma’arif NU (PERBHASAMA) II Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kab. Wonosobo di Bumi Perkemahan Taman Ceria Warangan Kec. Kepil, Kab. Wonosobo mulai 13-15 Agustus 2023. Dalam PERBHASAMA II yang diikuti oleh 2.384 Peserta dari tingkatan MI/SD, MTs/SMP, dan MA, […]

  • Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 128
    • 0Komentar

    CLUWAK-Sebanyak 67 anggota IPNU-IPPNU Ranting Desa Sumur, Cluwak  mengikuti kegiatan Makesta (masa kesetiaan anggota), Senin 12 Agustus sampai Selasa 13 Agustus 2019.  Acara yang diadakan di gedung muslimat NU desa Sumur ini menghadirkan instruktur dari IPNU-IPPNU cabang Pati. Pembukaan Makesta IPNU-IPPNU Desa Sumur Kecamatan Cluwak Dalam acara pembukaan, hadir pengurus ranting NU, muslimat, fatayat dan […]

  • Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    Jumat Berkah Yayasan Wahid Hasyim Santuni Yatama

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Agus Sukari (tengah), ketua Yayadan Wahid Hasyim Pati didampingi Hj. Hartami (kanan), kepala MTs Wahid Hasyim bersama para Santri yatim Wahid Hasyim usai penyerahan paket bantuan dalam acara ‘Jumat Berkah’ (10/9) PATI – ‘Jumat Berkah’, program rintisan Yayasan Wahid Hasyim Pati ini kembali melakukan kegiatan bhakti sosial, Jumat (10/9). Hal ini dinyatakan oleh Agus Sukari, […]

  • MI Ma’arif Gondang Catat Sejarah di Turnamen Mini Soccer GARUDA CUP U-10

    MI Ma’arif Gondang Catat Sejarah di Turnamen Mini Soccer GARUDA CUP U-10

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Wonosobo – Pada 18-19 Januari 2025, Lapangan Tamansari, Demak, menjadi ajang bergengsi untuk turnamen mini soccer anak-anak dalam kategori usia 10 tahun. Turnamen GARUDA CUP U-10 Regional Semarang ini diselenggarakan oleh Komunitas Sepakbola Garuda Anak Nusantara, yang bertujuan mengasah bakat sepakbola di kalangan anak-anak usia dini di Provinsi Jawa Tengah. Salah satu pemain yang […]

expand_less