Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa KONGRES XVII I IPPNU

Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa KONGRES XVII I IPPNU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 3 Des 2015
  • visibility 111
  • comment 0 komentar

Negara-negara berkembang hanya menjadi penonton bagi masuk dan berkembangnya nilai-nilai negara maju yang dianggap nilai-nilai global ke wilayah negaranya. Bagi Indonesia, merasuknya nilai-nilai Barat yang menumpang arus globalisasi ke kalangan masyarakat Indonesia merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas khas daerah di negeri ini. Kesenian-kesenian daerah seperti wayang, gamelan, dan tari menghadapi ancaman serius dari berkembangnya budaya pop khas Barat yang semakin diminati masyarakat karena dianggap lebih modern.
 Budaya konvensional yang menempatkan tepo seliro, toleransi, keramahtamahan, penghormatan pada yang lebih tua juga digempur oleh pergaulan bebas dan sikap individualistik yang dibawa oleh arus globalisasi. Dalam situasi demikian, kesalahan dalam merespon globalisasi bisa mengakibatkan lenyapnya budaya lokal. Kesalahan dalam merumuskan strategi mempertahankan eksistensi budaya lokal juga bisa mengakibatkan budaya sebagai bentuk kearifan lokal semakin ditinggalkan masyarakat seiring kegandrungannya pada budaya yang dibawa arus globalisasi.
Hingga kini masih sering kita saksikan banyaknya konflik kekerasan, mulai dari antar individu, antar elit, antar kelompok, antar kampung, hingga antar suku dan agama di tanah air yang disebabkan oleh persoalan tidak adanya pemahaman multikultural. Keragaman dan kemajemukan kultur (budaya) ketika bersinggungan dengan ranah keagamaan, memicu tumbuh suburnya paham radikal yang acapkali direspon dengan sikap dan perilaku monolog monokultur yang sarat dengan klaim kebenaran maupun klaim keselamatan.
 “Menyikapi hal tersebut, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) sebagai bagian dari Islam mainstream di Indonesia, dengan berangkat dari kultur budaya, mengedepankan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin dan ke-Indonesia-an, merasa terpanggil untuk turut serta berkontribusi menyelamatkan generasi muda Islam dari ancaman krisis kebudayaan, kekerasan dan pengaruh radikalisme serta memberikan pemahaman penuh arti demokrasi Indonesia”. ujar Rofi’atun Ketua IPPNU Pati
Strategi yang dijalankan di antaranya adalah pembangunan jati diri bangsa untuk memperkokoh identitas kebangsaan, pemahaman falsafah budaya, dan penguatan jaringan Pelajar Nahdlatul Ulama di daerah agar mampu mentransformasikan gagasan dan ide-ide kebangsaan dalam memperkokoh integritas pelajar bangsa, mendukung penerbitan peraturan daerah yang melindungi budaya lokal, serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam mengenalkan budaya lokal ke masyarakat dunia. Tujuan mulia ini diharapkan jadi buah manis di masa mendatang.
 Begitu pula kemajemukan warga-masyarakat Indonesia adalah ibarat sebuah pelangi dalam perbedaan; justru mampu melahirkan mozaik keserasian dan keterpaduan warna-warni karena disikapi dan dikelola dengan penuh kearifan. Dengan peran demikian, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) berharap mampu menjalankan amanatnya dengan baik untuk membangun pelajar berdasarkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Manusia membutuhkan pengalaman hidup, begitu pula IPPNU butuh pengalaman untuk menyelesaikan tugas utamanya membangun pelajar Indonesia, tambah Rofi’atun
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    Eksistensi NU dalam Menjaga Nasionalisme Bangsa

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) sebagaimana yang kita ketahui merupakan organisasi sosial kemasyarakatan keagamaan terbebesar di Indonesia. Bahkan, ada yang mengatakan organisasi terbesar di dunia. Menurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Selain sebagai organisasi terbesar di Indonesia, NU juga ikut bertanggungjawab untuk memberikan […]

  • Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    Ngruwahi Apem, Tradisi Warga Tlogorejo Menjelang Ramadan

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Warga Desa Tlogorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, punya tradisi sendiri di akhir bulan Sya’ban atau Ruwah, yaitu melakukan bancakan dan berebut kue apem. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. Masyarakat sekitar menyebut perayaan ini dengan istilah “Ruwahan Apem” atau “Ngruwahi Sewu Apem”. Untuk menyiapkan acara tersebut, masyarakat setempat membutuhkan […]

  • PCNU-PATI

    Belajar Merdeka

    • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, […]

  • Siswa MAN 1 Pati Borong Prestasi di Kejuaraan Bahasa Inggris UIN Walisongo

    Siswa MAN 1 Pati Borong Prestasi di Kejuaraan Bahasa Inggris UIN Walisongo

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 115
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peserta Didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati meraih juara English Competition yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Senin, (6/5/2025). Sebanyak 4 siswa berhasil meraih 3 kategori yang diselenggarakan secara terbuka tersebut. Diantaranya yakni Raisa Salsabila Al Ghifari XI-5 yang raih juara 1 speech, Ahmad Zaki Attazi XI-5 […]

  • Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    Pengukuhan Duta Literasi SMAN 1 Tayu

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Tayu. Puncak Acara Kegiatan Bulan Bahasa SMA Negeri 1 Tayu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-96. Tema kegiatan “Bangkit Bersama Bahasa dan Budaya untuk Bangsa” yg dimotori oleh GANTARI (Gerakan Literasi Mandiri) SMA Negeri 1 Tayu, Senin, 28 Oktober 2024 di aula SMA Negeri 1 Tayu “Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh warga sekolah (peserta […]

  • Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

    Haul Mbah Mad Karim, Keluarga : Jangan Tinggalkan NU

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 127
    • 0Komentar

    GEMBONG-Habib Ali Zainal Abidin kembali hadir di Gembong untuk ke sekian kalinya. Kali ini, Minggu (20/10) Habib asal Jepara ini diundang oleh keluarga KH. Imam Shofwan untuk mengisi haul ke-36 KH. Muhammad Karim, ayah KH. Imam. Dalam kesempatan tersebut, Habib Ali tidak hanya mengumandangkan sholawat, namun juga memberikan pencerahan kepada jama’ah. Ia berpesan agar selalu […]

expand_less