Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
  • visibility 476
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto, MA

Idul Adha atau yang kita kenal dengan sebutan Eid al-Adha merupakan salah satu Hari Raya Besar Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah di bulan terakhir dalam kalender Islam. Karena pada momentum Idul Adha ini, seluruh umat Islam di penjuru dunia ikut mengumandangkan takbir.

Sedangkan makna takbir Hari Raya Idul Adha di sini tidak lain untuk meneledani pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail untuk menjalankan tugasnya menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail, yang dalam sejarahnya diabadikan Allah dalam surat Ash-Shaffat ayat 103-105. Yang artinya: “Ketika mereka berdua, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah pasrah dan tatkala Nabi Ibrahim merebahkan Nabi Ismail pada wajahnya untuk dikorbankan. Kami (Allah) berseru “Wahai Ibrahim engkau telah membenarkan mimpimu!” Dan dia Ismail pun telah Kami tebus dengan seekor domba yang besar dan Kami jadikan hal itu teladan orang-orang yang datang kemudian.”  

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa peristiwa kurban sebagai momentum yang sarat penuh makna diabadikan Allah Swt dalam Alquran. Sehingga dalam konteks ini, kita sebagai kaum muslim yang mampu secara material sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk berkurban dengan memotong hewan kurban, seperti domba, sapi, kambing, dan onta.

Oleh karena itu, melaksanakan ibadah kurban merupakan salah satu bentuk amalan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Selain itu juga sebagai bentuk amal ibadah untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sebagai proses untuk melatih diri menjadi pribadi yang dermawan, dan sebagai bekal pahala umat Islam kelak di akhirat.

Adapun dari makna di atas, setidaknya ada lima pesan moral yang bisa kita ambil hikmahnya dalam berkurban untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail.

Pertama, peristiwa kurban sesungguhnya merupakan bentuk simbolis. Artinya ketika berkurban, tujuannya tidak lain adalah untuk memperbaiki niat awal kita, bukan karena ingin dapat pujian atau mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Melainkan adalah untuk melatih diri kita, berusaha membunuh sifat-sifat rakus, buas, ambisi, dan sifat-sifat yang tidak mengenal hukum. Walaupun secara fisikal bagi yang mampu disunnahkan untuk memotong hewan kurban, tetapi pada esensinya adalah untuk mendekatkan ketaqwaan kita kepada Allah.

Itulah alasannya mengapa Allah dengan tegas mengingatkan kita semua, “Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darah hewan tersebut, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaanmu kepada-Nya”. (QS. Al-Hajj:37). 

Kedua, melalui kisan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, kita memang harus belajar untuk berlatih iklas dan rela dalam mengorbankan apa pun yang kita miliki, bahkan sesuatu yang paling kita cintai sekalipun demi menunaikan perintah Allah.

Dalam konteks ini, Nabi Ismail merupakan putra Nabi Ibrahim yang disimbolkan sebagai orang yang paling dicintai, namun Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah. Meskipun Nabi Ibrahim masih diselimuti rasa gelisah, ragu, dan hening dihadapan latar keagungan perintah Allah. Maka Nabi Ismail memantapkan ayahnya, untuk menjalankan perintah tersebut, dan meyakinkan jangan ragu sama sekali. Begitulah keteguhan hati Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah Swt. Dan sebagai gantinya yang disembelih bukan putranya melainkan seekor domba yang diambil dari surga.

Ketiga, kepedulian terhadap sesama. Idul Adha juga menekankan pentingnya berbagi dan membantu sesama. Selama perayaan ini, umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban seperti domba, sapi, atau kambing. Daging hewan kurban tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan, termasuk yang kurang mampu. Hal ini mengajarkan nilai kepedulian, berbagi, dan keadilan sosial.

Keempat, toleransi dan persaudaraan. Idul Adha juga mengandung pesan toleransi dan persaudaraan. Selama perayaan ini, umat Muslim diundang untuk mengunjungi keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka untuk saling bertukar ucapan selamat Idul Adha dan saling berbagi kegembiraan. Hal ini mendorong terciptanya ikatan sosial yang kuat dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama.

Kelima, dengan berkurban, maka kita dituntut untuk muhasabah dan memiliki pandangan ke depan yang lebih baik. Agar kita tidak mudah tertipu oleh pemandangan dunia yang menggiurkan dan membuat kita lupa untuk beribadah kepada Allah. 

Dengan demikian, makna berkurban adalah melatih kita tabah, sabar, dan ikhlas dalam menanggung segala beban berat dalam hidup kita sekarang. Sebab kita sadar dan yakin, bahwa di balik segala keglamoran panggung duniawi ini kita akan memperoleh hasil dari segala perjuangan, jerih payah, dan pengorbanan kita.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    16 Grup Siap Meriahkan Festival Rebana Pelajar NU Pati

    • calendar_month Kam, 24 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) Pati bakal menggelar Festival Rebana se-Kabupaten Pati di MA Shirotul Ulum Trangkil pada Sabtu (26/11/2022). Sebanyak 16 grup rebana dari berbagai penjuru Bumi Mina Tani siap meramaikannya. Diantaranya, Sauqul Qolbi (PAC Margoyoso), Nurusshofa (PAC Juwana), Al Amboh (PAC Trangkil), Rebana […]

  • Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    Siap! Majelis As Saba Wonosobo Akan Sholawatan di Porsema XIII

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

      Wonosobo – Rangkaian kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII PWNU Jawa Tengah akan semakin semarak dengan digelarnya Porsema Bersholawat. Acara ini akan berlangsung pada Jumat malam, 12 September 2025 pukul 19.30 WIB di Alun-Alun Timur Wonosobo, menghadirkan lantunan sholawat penuh hikmah bersama Majelis As Saba Wonosobo. Ketua LP Ma’arif NU PCNU Wonosobo, […]

  • Prihatin atas Dugaan Kasus Asusila, GP Ansor Pati Dorong Penanganan Tegas dan Berkeadilan

    Prihatin atas Dugaan Kasus Asusila, GP Ansor Pati Dorong Penanganan Tegas dan Berkeadilan

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.796
    • 0Komentar

      Pati — Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum kiai kepada santrinya. “Peristiwa tersebut melukai banyak pihak, mengingat pesantren semestinya identik nilai moral, keagamaan, dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan,” sebut Ahmad Nashirudin. Ia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong agar persoalan tersebut dapat ditangani […]

  • MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    MUI Kota Salatiga Mengkaji Toleransi di Asean

    • calendar_month Sab, 3 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

    SALATIGA-MUI Kota Salatiga mengadakan Seminar Internasional bertajuk Toleransi di Kawasan Asia Tenggara pada Sabtu (3/8) di Hotel Laras Asri Salatiga. Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, imam besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. H. Noor Ahmad, rektor Unwahas Semarang, Dr. H. Ahmad Kamel H. Yusof, ketua Jam’iyah Ulama Fathoni Darussalam Pattani […]

  • FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    FKPT Jateng dan Duta Damai Jateng Siap Bersinergi Lawan Radikalisme

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.721
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang — Upaya pencegahan radikalisme dan terorisme di Jawa Tengah semakin diperkuat melalui rencana kolaborasi antara Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dan Duta Damai Dunia Maya Jawa Tengah. Hal itu terungkap di sela-sela kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang melalui FKPT Jawa Tengah Tahun […]

  • PCNU-PATI

    FKPT Jawa Tengah Sukses Gelar Coaching Enumerator IPR dan IRT

    • calendar_month Sel, 25 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    SEMARANG- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah baru-baru ini menggelar Coaching Enumerator Indeks Potensi Radikalisme (IPR) dan Indeks Risiko Terorisme (IRT) Tahun 2024 secara virtual Zoom Meeting, yang diikuti sebanyak 57 peserta terdiri dari 27 enumerator IPR dan 30 enumerator IRT pada Jumat, 21/06/2024. Acara dibuka langsung oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) […]

expand_less