Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

Merajut Toleransi dan Persaudaran di Bulan Idul Adha

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Jul 2023
  • visibility 459
  • comment 0 komentar

Oleh: Siswanto, MA

Idul Adha atau yang kita kenal dengan sebutan Eid al-Adha merupakan salah satu Hari Raya Besar Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah di bulan terakhir dalam kalender Islam. Karena pada momentum Idul Adha ini, seluruh umat Islam di penjuru dunia ikut mengumandangkan takbir.

Sedangkan makna takbir Hari Raya Idul Adha di sini tidak lain untuk meneledani pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail untuk menjalankan tugasnya menyembelih putranya, yakni Nabi Ismail, yang dalam sejarahnya diabadikan Allah dalam surat Ash-Shaffat ayat 103-105. Yang artinya: “Ketika mereka berdua, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah pasrah dan tatkala Nabi Ibrahim merebahkan Nabi Ismail pada wajahnya untuk dikorbankan. Kami (Allah) berseru “Wahai Ibrahim engkau telah membenarkan mimpimu!” Dan dia Ismail pun telah Kami tebus dengan seekor domba yang besar dan Kami jadikan hal itu teladan orang-orang yang datang kemudian.”  

Dari ayat di atas sangat jelas bahwa peristiwa kurban sebagai momentum yang sarat penuh makna diabadikan Allah Swt dalam Alquran. Sehingga dalam konteks ini, kita sebagai kaum muslim yang mampu secara material sangat dianjurkan (sunnah muakkad) untuk berkurban dengan memotong hewan kurban, seperti domba, sapi, kambing, dan onta.

Oleh karena itu, melaksanakan ibadah kurban merupakan salah satu bentuk amalan untuk mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Selain itu juga sebagai bentuk amal ibadah untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan, sebagai proses untuk melatih diri menjadi pribadi yang dermawan, dan sebagai bekal pahala umat Islam kelak di akhirat.

Adapun dari makna di atas, setidaknya ada lima pesan moral yang bisa kita ambil hikmahnya dalam berkurban untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya Nabi Ismail.

Pertama, peristiwa kurban sesungguhnya merupakan bentuk simbolis. Artinya ketika berkurban, tujuannya tidak lain adalah untuk memperbaiki niat awal kita, bukan karena ingin dapat pujian atau mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Melainkan adalah untuk melatih diri kita, berusaha membunuh sifat-sifat rakus, buas, ambisi, dan sifat-sifat yang tidak mengenal hukum. Walaupun secara fisikal bagi yang mampu disunnahkan untuk memotong hewan kurban, tetapi pada esensinya adalah untuk mendekatkan ketaqwaan kita kepada Allah.

Itulah alasannya mengapa Allah dengan tegas mengingatkan kita semua, “Tidak akan sampai kepada Allah daging dan darah hewan tersebut, tetapi yang akan sampai kepada Allah adalah nilai ketakwaanmu kepada-Nya”. (QS. Al-Hajj:37). 

Kedua, melalui kisan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, kita memang harus belajar untuk berlatih iklas dan rela dalam mengorbankan apa pun yang kita miliki, bahkan sesuatu yang paling kita cintai sekalipun demi menunaikan perintah Allah.

Dalam konteks ini, Nabi Ismail merupakan putra Nabi Ibrahim yang disimbolkan sebagai orang yang paling dicintai, namun Nabi Ibrahim tetap menjalankan perintah Allah. Meskipun Nabi Ibrahim masih diselimuti rasa gelisah, ragu, dan hening dihadapan latar keagungan perintah Allah. Maka Nabi Ismail memantapkan ayahnya, untuk menjalankan perintah tersebut, dan meyakinkan jangan ragu sama sekali. Begitulah keteguhan hati Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah Swt. Dan sebagai gantinya yang disembelih bukan putranya melainkan seekor domba yang diambil dari surga.

Ketiga, kepedulian terhadap sesama. Idul Adha juga menekankan pentingnya berbagi dan membantu sesama. Selama perayaan ini, umat Muslim yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban seperti domba, sapi, atau kambing. Daging hewan kurban tersebut kemudian dibagi-bagikan kepada keluarga, tetangga, dan orang-orang yang membutuhkan, termasuk yang kurang mampu. Hal ini mengajarkan nilai kepedulian, berbagi, dan keadilan sosial.

Keempat, toleransi dan persaudaraan. Idul Adha juga mengandung pesan toleransi dan persaudaraan. Selama perayaan ini, umat Muslim diundang untuk mengunjungi keluarga, tetangga, dan teman-teman mereka untuk saling bertukar ucapan selamat Idul Adha dan saling berbagi kegembiraan. Hal ini mendorong terciptanya ikatan sosial yang kuat dan meningkatkan kerukunan antarumat beragama.

Kelima, dengan berkurban, maka kita dituntut untuk muhasabah dan memiliki pandangan ke depan yang lebih baik. Agar kita tidak mudah tertipu oleh pemandangan dunia yang menggiurkan dan membuat kita lupa untuk beribadah kepada Allah. 

Dengan demikian, makna berkurban adalah melatih kita tabah, sabar, dan ikhlas dalam menanggung segala beban berat dalam hidup kita sekarang. Sebab kita sadar dan yakin, bahwa di balik segala keglamoran panggung duniawi ini kita akan memperoleh hasil dari segala perjuangan, jerih payah, dan pengorbanan kita.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholawat Kepada Kanjeng Nabi Sebagai Solusi

    Sholawat Kepada Kanjeng Nabi Sebagai Solusi

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

      الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، […]

  • ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    ‎INISNU Silaturahmi ke Kapolres Temanggung, Perkuat Sinergi Kampus dan Kepolisian

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.065
    • 0Komentar

    ‎ ‎TEMANGGUNG – Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., beserta Wakil Rektor, dan Ketua Dewan Pengurus BPP INISNU Temanggung Drs. H. Nur Makhsun, M.S.I., melakukan silaturahmi dengan Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini, S.H., S.I.K., M.H., M.B.A., di Kantor Polres Temanggung, Selasa (27/1/2026). ‎ ‎Silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus […]

  • Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    Ma’arif NU Pati Berikan Uang Pembinaan untuk Juara Porsema

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    PATI-Ajang Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif) tingkat Provinsi telah berlalu. Sekarang saatnya para juara untuk mempersiapkan diri menghadapi Porsema tingkat nasional.  Ketua LP Ma’arif NU Kab. Pati Drs. H Adib Al Arif, M.Ag., didampingi Kepala Madrasah MA Manahijul Huda (batik putih) dan sekretaris LP Ma’arif Pati Drs. Ahmad Mustaghfiri (batik hitam) Dalam ajang […]

  • Korban Kebakaran dapat Bantuan dari NU

    Korban Kebakaran dapat Bantuan dari NU

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    NU Care- LAZISNU Kabupaten Pati telah melaksanakan pendistribusian bantuan untuk korban kebakaran di desa Pagerharjo, Rabu (30/10). Pada kegiatan tersebut LAZISNU Pati turut serta menggandeng Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Wedarijaksa beserta banomnya. Diketahui kebakaran terjadi hari selasa sekira pukul 14.00 WIB di desa Pagerharjo dukuh Prapeyan Rt 03 Rw 02 Kecamatan Wedarijaksa. Akibat […]

  • Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

    Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pemerintah Desa Bermi, Kecamatan Gembong menyelenggarakan Shalat Istisqo’ di Lapangan Bermi, Selasa (8/10) siang. Agenda ini merupakan inisiatif para ulama setempat setelah kemarau panjang yang tak kunjung usai di tahun ini. Dengan menggandeng Ranting NU dan para pengasuh pondok pesantren yang ada di desa ini, pemerintah desa berupaya memfasilitasi keinginan warga untuk melaksanakan shalat memohoh […]

  • 2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    2025, FKPT Jateng Siap Ambil Data Riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR)

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

      Pcnupati. or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah siap melaksanakan riset Indeks Risiko Terorisme (IRT) dan Indeks Potensi Radikalisme (IPR) pada tahun 2025. Riset ini akan dilakukan di 15 kabupaten/kota untuk IRT dan 10 kabupaten/kota untuk IPR dengan total responden mencapai 600 orang. “Setiap enumerator akan menghimpun data dari 20 hingga […]

expand_less