Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2015
  • visibility 279
  • comment 0 komentar
Oleh: Faiz Aminuddin*                                                                                 Warga di kawasan Asia Tenggara sebentar lagi akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai pada tanggal 31 Desember 2015, atau awal tahun 2016. Secara ekonomis, ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui pengembangan basis ekonomi ke negara-negara Asean lainnya. Mengingat MEA merupakan komunitas kerjasama perdagangan bebas yang mencakup SDM (tenaga kerja terlatih), investasi, barang dan jasa yang sudah tidak ada batasan atau hambatan lagi.
Di sisi lain, MEA ini juga menjadi tantangan karena dari sisi kualitas SDM di Indonesia secara umum masih di bawah negara-negara Asean yang lain. Tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki keahlian atau keterampilan akan kalah bersaing di pasaran, dampaknya mereka akan semakin terpinggirkan dan tidak terpakai (terpuruk).
Masalahnya, meskipun kehadiran MEA sudah di depan mata tetapi belum ada gerakan nyata dari pengurus NU di semua level baik dari pusat sampai cabang untuk mempersiapkan warganya menghadapi MEA. Selama ini, gerakan yang terlihat masih berkutat dalam wacana di forum-forum diskusi, seminar, sarasehan, atau tulisan-tulisan di berbagai buku dan media. Kalaupun beberapa gerakan sudah mulai muncul, hal itu masih dalam skala kecil.
Padahal, nantinya terdapat puluhan juta warga NU di seluruh Indonesia yang akan terkena dampak langsung ataupun tidak langsung dari MEA. Secara struktur, di NU memiliki Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) yang sudah terbentuk di semua tingkatan. Hanya saja, sentuhannya dalam mengedukasi, melatih, dan mendampingi belum begitu dirasakan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam kaitannya menghadapi MEA (tanpa bermaksud mengecilkan upaya LPNU selama ini).
Waktu tersisa yang tinggal hitungan bulan harus dipakai sebaik mungkin untuk secepatnya mendorong semua pengurus NU di semua level agar secepatnya merumuskan strategi dan gerakan aksi yang sistematis, terukur dan berkelanjutan. Karena bagaimanapun juga ini merupakan tanggungjawab moral, sosial, sekaligus panggilan nurani, mengingat terdapat jutaan warga NU yang menggantungkan hidupnya dari usaha mikro atau buruh yang sebentar lagi terancam habis digulung produk dan tenaga kerja dari luar.
Sekarang ini (belum dibukanya kran pasar bebas), di pasar-pasar tradisonal sudah dibanjiri produk asing. Belum lagi, munculnya kompetitor dua waralaba ternama yang sudah berdiri hampir di setiap kecamatan atau bahkan di pedesaan, itu saja sudah cukup membuat para pengusaha kecil ngos-ngosan mengimbanginya. Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan mampu bertahan?
Dengan realitas demikian, maka dapat dibayangkan bagaimana nasib UMKM (usaha mikro kecil menengah) 10 atau 20 tahun kemudian apabila tidak dipersiapkan dari mulai sekarang. Jangan sampai nantinya bangsa Indonesia khususnya warga NU hanya menjadi penonton dalam pasar bebas Asean maupun pasar bebas dunia, atau bahkan menjadi kuli di negeri sendiri.
Tantangan demikian hendaknya mulai dibaca oleh semua elemen NU. Apabila kondisi ekonomi warga NU di akar rumput lemah berpotensi melahirkan konsekuensi-konsekuensi yang berbahaya seperti lunturnya jati diri ke-NU-annya. Merasa menjadi NU tapi tidak pernah merasa dibela oleh NU.
Oleh karena itu, NU tidak boleh “santai” (karena terlihat masih adem ayem) dalam merespon MEA yang tinggal beberapa bulan lagi. NU juga tidak boleh hanya menggantungkan peran dari pemerintah, terlebih dengan kondisi politik dan ekonomi yang belum stabil seperti saat ini, maka berat jika harus menunggu gebrakan dari pemerintah.
Justru NU yang harus membuat gebrakan sendiri dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki guna melindungi dan membela jutaan warga NU yang bergerak di usaha mikro. Sebagai ormas terbesar dan salah satu ormas tertua di Indonesia, jelas NU sudah memiliki semuanya, dan itu tinggal menggerakkannya.

Sejarah telah mencatat, NU mampu melewati masa-masa sulit di zaman kolonial, zaman pemberontakan (PKI) dan orde baru dengan gemilang. Pengalaman itu tentunya dapat ditransfer untuk membuat sebuah solusi reel dalam menghadapi MEA. Sudah waktunya NU menunjukkan sikap profesionalisme dan kedewasaannya dalam menata organisasi maupun dalam memberdayakan jama’ahnya. Saatnya NU turun dan mengayomi warga nahdliyin, karena masyarakat rindu kehadiran NU. Wallahu ‘a’lam.

*Alumnus S2 Psikologi Sosial UGM dan Sekretaris LTN NU
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urgensitas Ushul Fiqih di Era Kontemporer

    Urgensitas Ushul Fiqih di Era Kontemporer

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 235
    • 0Komentar

    Ushul fiqh merupakan warisan berharga ulama klasik yang berfungsi sebagai metode dalam menggali suatu hukum (istinbatu al-Ahkam). Berabad-abad ushul fiqh telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia hukum Islam. Berjuta-juta kitab dan berbagai produk hukum telah dihasilkan, mulai hukum yang berkaitan dengan ibadah, mu’amalah, pernikahan dan rumah tangga, kriminalitas, hukum pidana dan perdata, ekonomi, politik, […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Dakwah Secara Santun dan Damai. Photo by Muhammad Adil on Unsplash.

    Dakwah Secara Santun dan Damai

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Dakwah erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar untuk mengajak mad’u (jama’ah) ke jalan yang lebih baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan dan propaganda. Dalam bahasa aslinya, dakwah mempunyai makna mengajak, memanggil, mengundang, meminta, dan memohon. Karena esensi dakwah adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), […]

  • Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

    Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Semarang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023 menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Hotel Muria Semarang, Sabtu (26/10/2024). Musda II Sakomanu LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut mengusung tema “Merawat Wawasan, Membangun Martabat”. Dalam laporannya, Ketua Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) […]

  • PCNU-PATI

    Memasuki Tahun Politik, Rais Syuriyah PCNU Pati Ingatkan Pentingnya Berpolitik Ala Santri

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati adakan dialog kebangsaan bertajuk “Etika Santri Berpolitik Ala Imam Ghazali”. Kegiatan yang berlangsung di aula PCNU Pati, pada Sabtu (21/10/2023) pagi itu digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2023.  Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Rais Syuriah PCNU Pati, Ketua Tanfidziyah beserta para […]

  • Rundown Acara Muktamar ke-34 NU Tahun 2021

    Rundown Acara Muktamar ke-34 NU Tahun 2021

    • calendar_month Sel, 21 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Rundown Muktamar ke-34 NU Pati – Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) segera dilaksanakan besok 22 hingga 23 Desember 2021. Berdasar Rundown Acara yang diterima NU Pati, pembukaannya digelar pada Rabu (22/12) mulai pukul 10.00 hingga 12.00 dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.  Selain acara pembukaan, pelaksanaan Muktamar ke-34 […]

  • Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    Karya Siswa DKV dan Multimedia SMK Cordova Dipamerkan

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Ratusan karya siswa desain komunikasi visual (DKV) dan mutimedia, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Cordova, Margoyoso, Pati, dipamerkan di aula sekolahan setempat. Kegiatan ini mulai Rabu 9 November sampai dengan Jumat 11 November 2022. Pada pameran yang bertajuk Semangat Berkarya (Sekar) ini, ratusan karya siswa ditampilkan. Seperti film, fotografi, hingga merchandise. Ketua Jurusan DKV […]

expand_less