Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

MENUNGGU GEBRAKAN NU DALAM MENGHADAPI MEA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 1 Jun 2015
  • visibility 228
  • comment 0 komentar
Oleh: Faiz Aminuddin*                                                                                 Warga di kawasan Asia Tenggara sebentar lagi akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai pada tanggal 31 Desember 2015, atau awal tahun 2016. Secara ekonomis, ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian nasional melalui pengembangan basis ekonomi ke negara-negara Asean lainnya. Mengingat MEA merupakan komunitas kerjasama perdagangan bebas yang mencakup SDM (tenaga kerja terlatih), investasi, barang dan jasa yang sudah tidak ada batasan atau hambatan lagi.
Di sisi lain, MEA ini juga menjadi tantangan karena dari sisi kualitas SDM di Indonesia secara umum masih di bawah negara-negara Asean yang lain. Tenaga kerja Indonesia yang tidak memiliki keahlian atau keterampilan akan kalah bersaing di pasaran, dampaknya mereka akan semakin terpinggirkan dan tidak terpakai (terpuruk).
Masalahnya, meskipun kehadiran MEA sudah di depan mata tetapi belum ada gerakan nyata dari pengurus NU di semua level baik dari pusat sampai cabang untuk mempersiapkan warganya menghadapi MEA. Selama ini, gerakan yang terlihat masih berkutat dalam wacana di forum-forum diskusi, seminar, sarasehan, atau tulisan-tulisan di berbagai buku dan media. Kalaupun beberapa gerakan sudah mulai muncul, hal itu masih dalam skala kecil.
Padahal, nantinya terdapat puluhan juta warga NU di seluruh Indonesia yang akan terkena dampak langsung ataupun tidak langsung dari MEA. Secara struktur, di NU memiliki Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) yang sudah terbentuk di semua tingkatan. Hanya saja, sentuhannya dalam mengedukasi, melatih, dan mendampingi belum begitu dirasakan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam kaitannya menghadapi MEA (tanpa bermaksud mengecilkan upaya LPNU selama ini).
Waktu tersisa yang tinggal hitungan bulan harus dipakai sebaik mungkin untuk secepatnya mendorong semua pengurus NU di semua level agar secepatnya merumuskan strategi dan gerakan aksi yang sistematis, terukur dan berkelanjutan. Karena bagaimanapun juga ini merupakan tanggungjawab moral, sosial, sekaligus panggilan nurani, mengingat terdapat jutaan warga NU yang menggantungkan hidupnya dari usaha mikro atau buruh yang sebentar lagi terancam habis digulung produk dan tenaga kerja dari luar.
Sekarang ini (belum dibukanya kran pasar bebas), di pasar-pasar tradisonal sudah dibanjiri produk asing. Belum lagi, munculnya kompetitor dua waralaba ternama yang sudah berdiri hampir di setiap kecamatan atau bahkan di pedesaan, itu saja sudah cukup membuat para pengusaha kecil ngos-ngosan mengimbanginya. Pertanyaannya, sampai kapan mereka akan mampu bertahan?
Dengan realitas demikian, maka dapat dibayangkan bagaimana nasib UMKM (usaha mikro kecil menengah) 10 atau 20 tahun kemudian apabila tidak dipersiapkan dari mulai sekarang. Jangan sampai nantinya bangsa Indonesia khususnya warga NU hanya menjadi penonton dalam pasar bebas Asean maupun pasar bebas dunia, atau bahkan menjadi kuli di negeri sendiri.
Tantangan demikian hendaknya mulai dibaca oleh semua elemen NU. Apabila kondisi ekonomi warga NU di akar rumput lemah berpotensi melahirkan konsekuensi-konsekuensi yang berbahaya seperti lunturnya jati diri ke-NU-annya. Merasa menjadi NU tapi tidak pernah merasa dibela oleh NU.
Oleh karena itu, NU tidak boleh “santai” (karena terlihat masih adem ayem) dalam merespon MEA yang tinggal beberapa bulan lagi. NU juga tidak boleh hanya menggantungkan peran dari pemerintah, terlebih dengan kondisi politik dan ekonomi yang belum stabil seperti saat ini, maka berat jika harus menunggu gebrakan dari pemerintah.
Justru NU yang harus membuat gebrakan sendiri dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki guna melindungi dan membela jutaan warga NU yang bergerak di usaha mikro. Sebagai ormas terbesar dan salah satu ormas tertua di Indonesia, jelas NU sudah memiliki semuanya, dan itu tinggal menggerakkannya.

Sejarah telah mencatat, NU mampu melewati masa-masa sulit di zaman kolonial, zaman pemberontakan (PKI) dan orde baru dengan gemilang. Pengalaman itu tentunya dapat ditransfer untuk membuat sebuah solusi reel dalam menghadapi MEA. Sudah waktunya NU menunjukkan sikap profesionalisme dan kedewasaannya dalam menata organisasi maupun dalam memberdayakan jama’ahnya. Saatnya NU turun dan mengayomi warga nahdliyin, karena masyarakat rindu kehadiran NU. Wallahu ‘a’lam.

*Alumnus S2 Psikologi Sosial UGM dan Sekretaris LTN NU
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

    KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    KAYEN – Selasa, 10 September 2019 pengurus Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) MWC Kayen menyelenggarakan Pelatihan Manajemen dan Fiqh Masjid. Hadir dalam acara tersebut KH. M. Aniq Muhammadun sebagai Rais Syuriah PCNU Pati. Beliau sekaligus memberikan banyak arahan kepada Ta’mir masjid se-kecamatan Kayen secara khusus, dan pengurus ranting NU pada umumnya. Rois PCNU Pati, KH. […]

  • PCNU-PATI Photo by Dino Januarsa

    Bukan Pejabat, Ekspektasi Rakyat yang Salah 

    • calendar_month Kam, 26 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Karim Sholikhin*  Kopka Azmiadi, TNI yang baru saja memperoleh kenaikan jabatan pesat sebagai Sersan Dua di Mabes TNI Angkatan Darat. Kejadiannya bermula saat Azmiadi yang merupakan Anggota Babinsa Koramil/02 Sungai Pinang, Kodim 0901 Samarinda sukses mengurai kemacetan yang terjadi selama 16 jam.  Kokap Azmiadi dengan inisiatifnya, menggadaikan sepeda motor untuk menyewa eskavator […]

  • Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    • calendar_month Sel, 7 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Pati. Fatayat, Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, jajaran Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati mengadakan seminar kesehatan, beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Pati H. Haryanto. SH, MM, M.Si, dengan mengundang 21 PAC Fatayat  se Kabupaten Pati kurang lebihnya peserta sebanyak 450 orang, dengan menghadirkan narasumber  BALKESMAS Pati dr. Aviani Tri Tanti Venusia, […]

  • PCNU-PATI

    Irmas Baitul Mukminin Hadirkan Gus Muwwafiq

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Baitul Mukminin Desa Margomulyo adakan pengajian akbar, 16 Maret yang akan datang. Pengajian tersebut diselenggarakan dalam rangka nisfu sya’ban sekaligus sebagai peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dan haul para masyayikh.  Dwi Prasetyo selaku ketua Irmas mengatakan bahwa kegiatan ini telah rutin diadakan setiap tahunnya. “Pengajian seperti ini biasanya rutin satu […]

  • Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad

    Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jajaran Pengurus ISHARI NU Pati Resmi Dilantik, Siap Kembangkan Seni Hadrah Bersanad PCNUPATI.or.id – Jajaran pengurus Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (ISHARI NU) Pati resmi dilantik. Pelantikan berlangsung saar Rapat Pleno PCNU Kabupaten Pati di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Anwar Mahroni didapuk sebagai ketua pada periode 2025 -2030. Jajarannya dilantik langsung oleh Pengurus […]

  • PCNU Pati Mintakan Sholat Ghoib untuk BJ Habibie

    PCNU Pati Mintakan Sholat Ghoib untuk BJ Habibie

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memintakan sholat ghoib untuk Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Habibie yang meninggal dunia, Rabu, 11 September lalu. Permohonan sholat ghoib ini ditujukan kepada semua warga nahdliyyin se-Kabupaten Pati. Permohonan ini disebarkan melalui Surat PCNU Kab. Pati Nomor 047/PC/A.II/XI.06/VIII/2019 tertanggal 12 September 2019. Dalam salinan surat yang […]

expand_less