Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

Mbah Syahid Kemadu, Kiai Alhamdulillah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
  • visibility 318
  • comment 0 komentar

 

Kiai pada umumnya dipersepsikan sebagai seseorang yang memiliki wawasan pengetahuan di bidang agama. Persepsi ini tak ayal diberikan masyarakat, karena sumbangsih dan kontribusinya di lingkungan masyarakat dalam berdakwah maupun saat membimbing masyarakat dalam kajian sosial-keagamaan. Sehingga labeling kiai secara tidak langsung disematkan kepada seseorang yang unggul dalam ilmu keagamaan. 

Sebagai orang yang dipersepsikan demikian, seorang kiai selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan dan fatwa dalam berdakwah. Karena ucapan dan tindak lakunya akan ditiru masyarakat awam yang masih minim dalam pengetahuan agama. Maka, persepsi kiai tidak semua orang bisa mendapatkannya hanya bermodalkan dalil saja, akan tetapi penghormatan dan penyematan kiai yang diberikan masyarakat tidak lain karena sumbangsih dan wawasan keilmuan agama yang memadai dalam memecahkan problematika sosial di lingkungan masyarakat.

Sepertihalnya manusia biasa, kiai juga memiliki sifat humoris, jenaka, tawadlu, ‘alim, dan rendah hati dalam kehidupan sehari-harinya. Di sisi lain kiai juga terkadang memiliki sifat kekanak-kanakan. Bahkan untuk menghibur dirinya maupun santrinya, kiai tidak lepas dengan sifat humornya. Karena dengan humor rasa lelah, penat, dan depresi akan hilang. Maka humor di lingkungan pesantren merupakan oase untuk menghidupkan ghirah santri dalam belajar.

Kiai seperti ini biasanya tipikal kiai yang sudah terbiasa dalam berdakwah dan mengisi sebuah pengajian di berbagai tempat. Sehingga selera humor tidak ketinggalan untuk disampaikan kepada masyarakat dengan maksud dan tujuan agar suasana bisa cair dan tidak membosankan. 

Akan tetapi beda lagi dengan KH. Ahmad Syahid bin Solihun Kemadu, Sulang, Rembang, Jawa Tengah. Mbah Syahid Kemadu panggilan akrab beliau, memang terkenal dengan julukan Kiai Alhamdulillah. Julukan Kiai Alhamdulillah ini tidak lepas dari kebiasaan beliau kapan pun dan di mana pun beliau selalu melafalkan kalimat zikir “Alhamdulillah”.  Sehingga apa pun yang terjadi ya Alhamdulillah.

Di mana kalimat ini sebagaimana diceritakan oleh KH. A. Mustofa Bisri atau yang lebih akrab dipanggil dengan Gus Mus, menceritakan, bahwa “ Suatu ketika ada rombongan para kiai yang berkunjung ke Semarang untuk menghadiri suatu acara. Di sepanjang perjalanan, menjelang masuk kota Demak para kiai melewati kawasan sungai  yang dilabeli masyarakat dengan istilah “kamar mandi terpanjang di dunia”.

Kawasan yang berada di jalan Demak-Semarang memang terbentang sungai yang panjang, bahkan saban harinya digunakan penduduk untuk segala macam keperluan mulai dari mandi, cuci, kakus, dan mancing. Sehingga tak ayal apabila ada pengendara yang melintasi jalan Demak-Semarang melihat pemandangan bidadari sedang mandi menghiasi di sepanjang kamar mandi terpanjang di dunia tersebut.   

Oleh sebab itu, melihat pemandangan yang terbentang di jalan Demak-Semarang. Ada seorang kiai tiba-tiba berteriak Astaghfirullah. Dan kiai yang lain juga penasarn ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi dan menyebabkan salah satu kiai yang ada dalam rombongan tersebut menyebut bacaan zikir yang penuh dengan nada tinggi dan mengundang penasaran kiai lainnya.

Dan kiai yang ada dalam rombongan tersebut penasaran ingin melihat apa yang terjadi. Maka dilihatlah sungai  itu, ada adegan buka-bukaan ada bidadari yang sedang mandi di sungai. Sehingga semua kiai mengucapkan lafal zikir yang beragam mulai Astaghfirullah, Masya Allah dan ada juga yang menyebut Innalillah.

Akan tetapi, ada satu kiai yang melafalkan bacaan yang berbeda dengan kiai lainnya, lafal Alhamdulillah selalu melekat pada diri Mbah Syahid Kemadu. Melihat adegan yang membuat gempar semua rombongan kiai tadi. Beliau tetap mengucapkan “Alhamdulillah”. Sehingga dari situ, label Kiai Alhamdulillah disematkan kepada Mbah Syahid hingga akhir hayatnya. . (Siswanto, Perintis Taman Baca ABATA Trikoyo)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergerakan Pelajar NU, Benteng Aswaja dari Garis Terluar Pati

    Pergerakan Pelajar NU, Benteng Aswaja dari Garis Terluar Pati

    • calendar_month Sen, 17 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Geliat NU Winong Pati menjalar sampai di Banom termuda IPNU-IPPNU Ahad 16 Pebruari 2020, sekira bakdal isya’ tadi malam, telah digelar Pelantikan IPNU-IPPNU Ranting Desa Godo Winong Pati Tampak hadir menyaksikan pelantikan tersebut Tokoh Agama, Kepala Desa, Pengurus Ranting NU dan Banomnya Setelah melantik dan membacakan SK dari PC IPNU Kab. Pati, Rekan Nanang ketua […]

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Photo by Abdullah Arif on Unsplash.

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kamis besok saya dan Anda akan melakukan rutinitas yang tak seperti biasa. Jika saban pagi saya bisa sarapan, dan siang bisa minum jus alpukat dan sore minum kopi dengan teman. Rutinitas harian tersebut akan berubah selama satu bulan penuh. Bisa jadi saya dan Anda akan kaget dengan pergantian tersebut akan […]

  • Fix, Ranting IPNU Jepuro Resmi Dibentuk

    Fix, Ranting IPNU Jepuro Resmi Dibentuk

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 165
    • 0Komentar

    Suasana pemilihan Ketua Pimpinan Ranting IPNU Desa Jepuro, Juwana JUWANA – Sebagai upaya memperkenalkan NU di kalangan pelajar, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Juwana mengadakan sosialisasi keorganisasian IPNU IPPNU di Desa Jepuro,  Senin (14/02). Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar calon pengurus IPNU IPPNU di […]

  • Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

      IPNU IPPNU Triguno dan peserta KKN UIN Walisongo Semarang bersama dengan para peserta lomba PUCAKWANGI – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN), Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 107 bersama IPNU IPPNU Triguno mengadakan sejumlah lomba pada Rabu (20/10). Lomba tersebut, diantaranya lomba adzan, menulis huruf hijaiyah, hafalan asmaul […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Selamat Hari Raya. Photo by Afif Kusuma on Unsplash.

    Selamat Hari Raya

    • calendar_month Rab, 4 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Baru dua hari saya dan Anda melewati hari kemenangan, kembali ke fitri, saling bermaaf maafan, saling mendoakan, muda sowan ke lebih tua. Di hari kemenangan tersebut banyak doa dan harapan yang kita panjatkan. Dan doa doa selamat di dunia akhirat selalu dilantunkan. Begitu terus setiap tahunnya. Menjaga rutinitas, berbuat kesalahan lagi dimaafkan kembali. Semoga ini, […]

  • 100 Santri Pesantren Karang Santri Kedu Temanggung Ikuti GLM Ramadan

    100 Santri Pesantren Karang Santri Kedu Temanggung Ikuti GLM Ramadan

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Temanggung – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 4 terlaksana di Pondok Pesantren Karang Santri Bendosari, Bandunggede, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Senin (17/3/2025). Kegiatan ini diikuti 100 santri dalam kegiatan bertema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Dalam pembuka, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU […]

expand_less