Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

 ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ sedang memamerkan hasil panen padi organik

SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengajak Nahdliyin untuk merubah sikap dalam menghadapi ancaman Covid-19. Dari yang semula acuh terhadap keberadaan wabah ini menjadi peduli dan mengembangkan pola hidup sehat. Selain itu, PWNU juga mengajak warganya untuk berperan aktif dalam memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan taat  protokol kesehatan.

Sekretaris PWNU Jateng H. Hudallah Ridwan Naim mengatakan, membangun pola hidup sehat dalam arti luas dimulai dengan menjalani pola hidup, pola makan, dan pola jiwa sehat yang dimulai dengan mengkonsumsi produk-produk makanan yang diproses secara organik.

“PWNU Jateng melalui perangkatnya Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) sudah memulai aktivitas produk organik melalui gerakan penanaman padi organik di berbagai daerah di bawah pembinaan ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ PW LPPNU Jateng.

 ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ PW LPPNU Jateng.

Dikatakan, saat ini sudah memasuki masa panen raya. Di antaranya di Kabupaten Blora hasilnya sangat bagus. Secara empiris gerakan tanam padi organik ini membawa dampak positif di antaranya hasil panen berlipat, lingkungan terpelihara, menekan angka kemiskinan masyarakat tani, dan kesehatan masyarakat terpelihara.

“Secara otomatis ini akan meningkatkan imunitas diri yang dapat dikapitalisasi untuk membangun kekuatan dalam menghadapi covid secara mandiri,” tuturnya  di Semarang, Ahad (1/8).
Menurutnya, Nahdliyin perlu  merevolusi diri dengan menghentikan tiupan terompet dan genderang perang melawan covid yang nyaris melumpuhkan aktivitas manusia di muka bumi ini. Dirinya mengajak kepada masyarakat petani Nahdliyin untu mengembangkan produk pertanian organik, karena hasilnya nyata bukan’angin surga’

Disampaikan, sebagai catatan evaluasi penggunaan diksi perang melawan covid-19 yang selama ini didengung-dengungkan sangat menyedot energi diri yang pada ujungnya membangun sikap permusuhan dan kebencian tanpa akhir.

“Karena itulah diksi perang diganti diksi bersahabat dengan covid yang diikuti dengan penguatan gerakan spiritual, membuang rasa permusuhan, dan kebencian, serta menjalani hidup sehat,” ucapnya.

Sekretaris PCNU Blora Yunus mengatakan, di bawah pembinaan Kelompok Kadang Tani Sarowotulus LPPNU Kabupaten Blora, para petani berhasil mengembangkan pola tanam padi organik, produktivitas meningkat tanpa menimbulkan efek negatif lingkungan maupun yang mengkonsumsinya.

“Alhamdulillah, saat ini kami sedang panen raya di 10 titik yang tersebar di lima wilayah kecamatan. Dipastikan pada musim tanam berikutnya jumlah petani yang mengikuti program penanaman padi organik akan bertambah,” pungkasnya.(smsulhuda)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    Gus Baha Isi Posisi Rois Syuriyah PBNU

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    JAKARTA-KH. Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha’ merupakan salah satu ulama muda kharismatik. Putra KH. Nursalim tersebut terbilang kiai pendatang baru namanya melejit cukup instan. KH. Baha’uddin Nursalim (Gus Baha) sedang memberikan ceramah (foto: suaranahdliyin.com Usianya baru 49 tahun, namun wawasan keilmuwannya telah diakui oleh semua kalangan. Bukan hanya itu, sikapnya yang santai dan […]

  • NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    NU Kultural sebagai Basis Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam Khittah Nahdlatul Ulama (NU), istilah NU merujuk pada dua makna yang saling terkait, yaitu NU sebagai sebuah organisasi dan NU sebagai komunitas anggotanya. KH. Abdul Muchit Muzadi dalam buku, Ensiklopedia Khittah NU, dijelaskan bahwa istilah NU Jam’iyyah (NU secara struktural) dan NU Jamaah (NU secara kultural) sering kali digunakan untuk […]

  • PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    PATI-Indonesia dirundung duka mendalam atas kabar berpulangnya KH. Maimun Zubair, pengasuh Pindok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Berita duka ini mulai beredar Selasa (6/8) pagi dari edaran di grup What’sapp. Awalnya banyak yang tidak percaya, namun konfirmasi resmi dari keluarga akhirnya memastikan bahwa KH. Maimun Zubair benar-benar telah berpulang. Imbauan sholat ghoib untuk Mbah Maimun […]

  • Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    Kata Guru: Antologi Esai Reflektif Para Pendidik MA Salafiyah Kajen Pati

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

      PATI – Profesi guru menyimpan banyak kisah dan refleksi mendalam yang kerap menginspirasi. Melalui buku antologi esai berjudul “Kata Guru”, sebanyak 13 guru MA Salafiyah Kajen Pati mencoba merekam dan membagikan pengalaman serta pemikiran mereka seputar dunia pendidikan dalam 15 esai bernas dan menyentuh. Buku ini diterbitkan oleh Iniibubudi Publishing dengan nomor ISBN 978-602-70232-8-4, […]

  • LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Devisi Litbang telah mengajarkan bagaimana berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini di lakukan untuk mengurangi sampah.             “Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli […]

  • Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    Festival Rebana Ramaikan Haul KH Abdurrahman bin Yahya dan HUT Ke-93 YAPIM Ngagel

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

      pacnupati.or.id – Festival Rebana dalam rangka Haul ke-103 KH Abdurrahman bin Yahya dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-93 Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM), digelar di halaman Masjid Baiturrahman, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, pada Selasa (15/7/2025). Kegiatan ini menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi antarpeserta. Ketua HUT YAPIM, Ahmad Jami’in, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas […]

expand_less