Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 225
  • comment 0 komentar

 ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ sedang memamerkan hasil panen padi organik

SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengajak Nahdliyin untuk merubah sikap dalam menghadapi ancaman Covid-19. Dari yang semula acuh terhadap keberadaan wabah ini menjadi peduli dan mengembangkan pola hidup sehat. Selain itu, PWNU juga mengajak warganya untuk berperan aktif dalam memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan taat  protokol kesehatan.

Sekretaris PWNU Jateng H. Hudallah Ridwan Naim mengatakan, membangun pola hidup sehat dalam arti luas dimulai dengan menjalani pola hidup, pola makan, dan pola jiwa sehat yang dimulai dengan mengkonsumsi produk-produk makanan yang diproses secara organik.

“PWNU Jateng melalui perangkatnya Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) sudah memulai aktivitas produk organik melalui gerakan penanaman padi organik di berbagai daerah di bawah pembinaan ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ PW LPPNU Jateng.

 ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ PW LPPNU Jateng.

Dikatakan, saat ini sudah memasuki masa panen raya. Di antaranya di Kabupaten Blora hasilnya sangat bagus. Secara empiris gerakan tanam padi organik ini membawa dampak positif di antaranya hasil panen berlipat, lingkungan terpelihara, menekan angka kemiskinan masyarakat tani, dan kesehatan masyarakat terpelihara.

“Secara otomatis ini akan meningkatkan imunitas diri yang dapat dikapitalisasi untuk membangun kekuatan dalam menghadapi covid secara mandiri,” tuturnya  di Semarang, Ahad (1/8).
Menurutnya, Nahdliyin perlu  merevolusi diri dengan menghentikan tiupan terompet dan genderang perang melawan covid yang nyaris melumpuhkan aktivitas manusia di muka bumi ini. Dirinya mengajak kepada masyarakat petani Nahdliyin untu mengembangkan produk pertanian organik, karena hasilnya nyata bukan’angin surga’

Disampaikan, sebagai catatan evaluasi penggunaan diksi perang melawan covid-19 yang selama ini didengung-dengungkan sangat menyedot energi diri yang pada ujungnya membangun sikap permusuhan dan kebencian tanpa akhir.

“Karena itulah diksi perang diganti diksi bersahabat dengan covid yang diikuti dengan penguatan gerakan spiritual, membuang rasa permusuhan, dan kebencian, serta menjalani hidup sehat,” ucapnya.

Sekretaris PCNU Blora Yunus mengatakan, di bawah pembinaan Kelompok Kadang Tani Sarowotulus LPPNU Kabupaten Blora, para petani berhasil mengembangkan pola tanam padi organik, produktivitas meningkat tanpa menimbulkan efek negatif lingkungan maupun yang mengkonsumsinya.

“Alhamdulillah, saat ini kami sedang panen raya di 10 titik yang tersebar di lima wilayah kecamatan. Dipastikan pada musim tanam berikutnya jumlah petani yang mengikuti program penanaman padi organik akan bertambah,” pungkasnya.(smsulhuda)

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia. Artikel bejudul Radikalisme […]

  • Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    Di Luar Dugaan! Ambulan NU Berikan 122 Layanan Sepanjang 2024

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kabupaten Pati merilis laporan penggunaan layanan kesehatan mobil Ambulan tahun 2024, Rabu (1/1).   Pada data tersebut, sedikitnya ada 122 layanan ambulan dijalankan oleh Lazisnu. Dari junlah itu, sebanyak 41 layanan di lakukan di dalam kota dan 81 lainnya di luar kota.   […]

  • Koin Kemandirian NU

    Koin Kemandirian NU

    • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    RABU, 31 Januari 2018, Nahdlatul Ulama memeringati Hari Lahir (Harlah) ke-92. Berdiri sejak 31 Januari 1926, kontribusi NU pada bangsa tidak terhitung jumlahnya, baik dalam konteks pembinaan moral, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta internalisasi nasionalisme dan patriotisme. NU berdiri dari tiga embiro gerakan, yaitu Nahdlatul Wathan yang bergerak di bidang nasionalisme (1916), Tashwirul […]

  • PCNU PATI. Ketua MWC NU Gembong, K. Sholikhin menyerahkan kenang-kenangan kepada ketua takmir Masjid Jami'atul Husna, Dukuh Godangmulyo, Gembong

    Safari Ramadhan, MWC-NU Gembong Beberkan Peran Lazisnu kepada Warga

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    GEMBONG – Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Gembong kembali memgadakan safari Ramadhan tarawih kelilih setelah dua tahun libur. Kegiatan yang menjadi salah satu agenda rutin dalam dua periode K. Sholikhin tersebut kembali digelar di lima tempat. Hal tersebut disampaikan oleh sekretaris MWC, KH. Nur Hasyim. “Setiap tahun kami pusatkan di lima desa, tahun ini […]

  • Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    Dari Kuli Bangunan Hijrah ke ‘Peng-Anggur-an’

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Juliono dan anggur-anggur hasil budi dayanya PATI – Berbagai cara ditempuh masyarakat Kabupaten Pati untuk bertahan hidup di masa pandemi ini. Tak terkecuali Juliono (25), pemuda asal Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi yang memilih banting setir dari pekeja proyek bangunan menjadi pembudidaya tanaman anggur.  Pria yang merupakan anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) sekaligus staf Lembaga Amil […]

  • PCNU-PATI

    Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya. Saya akan bercerita perihal […]

expand_less