Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
  • visibility 826
  • comment 0 komentar
Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021

PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera Hilir Silugonggo’, para punggawa mahasiswa Pati tersebut mencoba mengisi waktu disela kuliah daring dengan kegiatan yang bermanfaat. 

“Situasi seperti ini cukup menguntungkan bagi Ormada (Organisasi Mahasiswa Daerah) untuk lebih banyak berkegiatan di kampung halaman,” ungkap Rizal Hendra Pratama, ketua KMPP Yogyakarta.

Rizal menambahkan bahwa peluang berkontribusi untuk daerah asal sangat terbuka dalam kondisi seperti ini. Oleh sebab itu, iapun mengajak para mahasiswa khususnya anggota KMPP untuk bergerak mengabdi kepada kampung halaman. 

Program Bina Desa Tahun 2021 yang digagas oleh arek-arek KMPP Yogyakarta kali ini dilaksanakan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Umpan lambung ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. 

Didik Nawardi, Kepala Desa Kedungpancing memaparkan bahwa dirinya sangat bersyukur mendapatkan mitra para mahasiswa Jogja tersebut. Pasalnya, untuk mengelola hilir Sungai Silugonggo yang melewati Desa Kedung Pancing menjadi sesuatu yang memiliki nilai tawar, pihak desa merasa sangat kesulitan. 

“Kami memang membutuhkan bantuan SDM untuk mengembangkan Desa Kedungpancing yang wilayahnya kecil dan SDM kami terbatas dalam segala aspek. Dengan adanya Bina Desa ini semoga menjadi awal yang baik,” tegas Didik. 

Keseriusan pihak desa terlihat dengan memasukkan program ini ke dalam rencana anggaran belanja dari dana desa. Sebab, di samping kekurangan SDM untuk mengelola hilir sungai, pemerintah desa juga memerlukan SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

Dengan alasan tersebut, hadirnya KMPP Yogyakarta memiliki peran yang sangat krusial dalam dua aspek. Pertama, mengembangkan SDM pengelola hilir sungai, sekaligus membangun SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

“Kami sangat berterima kasih sudah ketiban sampur menjadi mitra Bina Desa KMPP Yogyakarta,” ungkap Didik di Kantor Kepala Desa Kedungpancing, Sabtu (18/9) lalu dalan acara pembukaan program ini.

Para mahasiswa aktivis KMPP Yogyakarta sedabg berpose bersama Kepala Desa Kedungpancing di kantor balai desa setempat.

Dua Jenis Pembinaan

Terdapat dua macam kegiatan Bina Desa yaitu sinkronik dan asinkronik. Kegiatan Bina Desa secara sinkronik dilaksanakan mulai tanggal 18 September 2021 sampai 11 Oktober 2021. 

Agenda sinkronik lebih banyak berupa riset pengembangan wisata, pelatihan desain dan branding, suka ria bina desa, dan pelatihan pengolahan ikan. 

Riset pengembangan wisata dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Wisata Susur Sungai Silugonggo yang selama ini sudah berjalan. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata yang sudah dikembangkan secara ciamik oleh Pemdes Kedungpancing dibawah naungan Bumdes. 

Dalam riset ini didatangkan berbagai responden sukarelawan yang diperoleh melalui penyebaran pamflet, responden diminta datang ke lokasi wisata untuk menikmati sajian wisata yang ada, kemudian mengisi kuisioner. 

Sedikitnya, ada 30 responden yang berhasil dikumpulkan dalam acara riset pengembangan wisata yang dilaksanakan pada 19 September 2021. Harapan dari riset ini adalah pengembangan wisata susur sungai yang menyesuaikan kebutuhan terkini masyarakat, namun tetap terencana dengan matang. 

Salah satu tahap awal yang dilakukan adalah membangun fondasi dari hasil riset sebagai acuan untuk pengembangan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini, disampaikan oleg Rizal, telah sesuai dengan misi Bina Desa KMPP Yogyakarta untuk mengembangkan Kedungpancing sebagai Desa Wisata yang edukatif. 

“Klop sekali dengan misi Bina Desa yang kami gagas,” ungkapnya. 

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan Desain dan Branding serta Suka Ria Bina Desa. Desain dan Branding lebih difokuskan untuk karang taruna ‘Putra Samudra’ Desa Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa kaum muda desa harus memiliki peran aktif dalam Branding desanya sendiri. 

Branding yang difokuskan pada Bina Desa ini adalah tentang fotografi dan Sosial media sebagai sarana utama dalam membranding Desa Kedungpancing baik wisata, maupun produk UMKM yang nantinya akan coba dibangun melalui pelatihan pengolahan ikan. 

Sementara, suka ria bina Desa adalah kegiatan hiburan yang berupa lomba anak–anak untuk melepas kejenuhan di tengah belajar dari rumah dan sebagai wahana interaksi antara pihak panitia Bina Desa dengan anak-anak Kedungpancing. Dua kegiatan ini akan dilaksanakan secara bersama pada 25 September mendatang. 

Kegiatan terakhir secara sinkronik adalah pelatihan pengolahan ikan. Meskipun tampaknya Desa Kedungpancing banyak menghasilkan tangkapan ikan, nyatanya masih mengalami kendala dalam mengembangkan pengolahan ikan.

Permasalahan utamanya adalah bahan baku ikan tertentu yang hanya ada pada saat musim tertentu. Dengan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pemberi materi dan ibu-ibu PKK Kedungpancing, bekal branding dan desain yang sudah diberikan kepada Karang Taruna, serta pendampingan dari KMPP Yogyakarta diharapkan dapat menumbuhkan sektor UMKM Desa Kedungpancing sebagai persiapan untuk memunculkan daya tarik wisata baru disamping susur sungai. 

Sedangkan untuk mengakali masalah musim, diupayakan pengolahan ikan tidak disandarkan pada ikan-ikan tertentu saja, melainkan diperbanyak variasi ikan yang diolah. 

Sementara kegiatan asinkronik adalah kegiatan evaluasi bersama pihak Desa yang terlibat, pendampingan, dan monitoring yang akan dilakukan mulai terhitung semenjak selesainya kegiatan sinkronik sampai enam bulan mendatang. 

Harapan ke depan adalah Bina Desa KMPP Yogyakarta dapat terus berlanjut di Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas pemahaman dibutuhkan waktu yang panjang untuk sampai pada misi menjadi Desa Wisata Edukatif ideal, sehingga masih dibutuhkan Bina Desa lanjutan untuk melanjutkan yang dilakukan sekarang.(rizal/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mendahulukan Umroh atau Haji?

    Mendahulukan Umroh atau Haji?

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

      Pak karyo adalah seorang petani dan beliau sudah di anggap cukup atau mampu secara finansial untuk melaksanakan rukun islam yang ke lima yaitu haji. Pak karyo sudah tahu mengenai haji yang hanya di wajibkan bagi mereka yang telah mampu melaksanakannya yakni mereka yang yelah memiliki cukup bekal dan ongkos menuju tanah suci, serta kemampuan […]

  • three hand prints on white wall

    Kejahatan Seksual Bukan Milik Ormas

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.745
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Saya memilih keluar dari Islam,” kata bapak tua bau tanah kepada seorang remaja bau kencur. Lantas remaja yang masih labil itupun antusias dan menyambar dengan pertanyaan bertubi-tubi. “Mengapa, mbah? Bukankah Islam itu rahmat? Bukannya mbah sudah Islam dari lahir? Kok tiba-tiba banget, Mbah?.” Pria tua itupun menjawab pertanyaan demi pertanyaan […]

  • Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    Pelantikan Pengurus PMII Rayon Tarbiyah Staip Dibarengkan dengan Mapaba

    • calendar_month Jum, 4 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Sedikitnya lima puluh mahasiswa baru Jurusan Tarbiyah Stai Pati mengikuti Mapaba (Masa Penerimaan Anggota Baru) 2019 di Ponpes al Akrom, Banyuurip, Margorejo. Mereka adalah para mahasiswa yang terdaftar dalam organisasi kemahasiswaan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Mapaba yang digawangi oleh pengurus PMII Rayon Tarbiyah Stai Pati ini kiranya akan berlangsung selama tiga hari. Hari ini, […]

  • Posisi Mayat saat Disholati

    Posisi Mayat saat Disholati

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

      Ilustrasi : Pixabay Pertanyaan : Bagaimanakah kejelasan tentang posisi mayat saat disholati? masalahnya sebagian pihak ada yang mengatakan kepala mayat di arah utara, ada juga yang mengatakan jika mayatnya laki-laki maka kepalanya di arah selatan, jika mayatnya perempuan maka kepalanya ada di utara. Jawaban :Masalah ini merupakan masalah khilafiah, yakni masalah yang terdapat perbedaan […]

  • NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.442
    • 0Komentar

    Temanggung – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Temanggung menargetkan pendirian kepengurusan hingga tingkat anak ranting di seluruh dusun se-kabupaten. Target ambisius ini disampaikan Rais Suriah PC NU KH Muhammad Furqan Mazhur dalam Apel 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100. Sabtu Pagi (31/01/2026). “NU Temanggung sudah berdiri di 20 MWC dan 289 ranting. Program […]

  • PCNU-PATI Photo by sarangib

    Padi Tumbuh dalam Kesunyian

    • calendar_month Sen, 3 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Dua tahun lalu hampir setiap pagi jika Aghza—anakku—bangun pagi, aku sering mengajaknya jalan-jalan ke pematang sawah. Dia tampak antusias setiap kali aku ajak ke persawahan. Sebelumnya dia minta dibuatkan susu dulu. Nanti susu yang dalam dot itu diminum pada saat kami melihat sawah. Terasa lebih nikmat, mungkin pikirnya. Aku bonceng […]

expand_less