Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
  • visibility 877
  • comment 0 komentar
Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021

PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera Hilir Silugonggo’, para punggawa mahasiswa Pati tersebut mencoba mengisi waktu disela kuliah daring dengan kegiatan yang bermanfaat. 

“Situasi seperti ini cukup menguntungkan bagi Ormada (Organisasi Mahasiswa Daerah) untuk lebih banyak berkegiatan di kampung halaman,” ungkap Rizal Hendra Pratama, ketua KMPP Yogyakarta.

Rizal menambahkan bahwa peluang berkontribusi untuk daerah asal sangat terbuka dalam kondisi seperti ini. Oleh sebab itu, iapun mengajak para mahasiswa khususnya anggota KMPP untuk bergerak mengabdi kepada kampung halaman. 

Program Bina Desa Tahun 2021 yang digagas oleh arek-arek KMPP Yogyakarta kali ini dilaksanakan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Umpan lambung ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. 

Didik Nawardi, Kepala Desa Kedungpancing memaparkan bahwa dirinya sangat bersyukur mendapatkan mitra para mahasiswa Jogja tersebut. Pasalnya, untuk mengelola hilir Sungai Silugonggo yang melewati Desa Kedung Pancing menjadi sesuatu yang memiliki nilai tawar, pihak desa merasa sangat kesulitan. 

“Kami memang membutuhkan bantuan SDM untuk mengembangkan Desa Kedungpancing yang wilayahnya kecil dan SDM kami terbatas dalam segala aspek. Dengan adanya Bina Desa ini semoga menjadi awal yang baik,” tegas Didik. 

Keseriusan pihak desa terlihat dengan memasukkan program ini ke dalam rencana anggaran belanja dari dana desa. Sebab, di samping kekurangan SDM untuk mengelola hilir sungai, pemerintah desa juga memerlukan SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

Dengan alasan tersebut, hadirnya KMPP Yogyakarta memiliki peran yang sangat krusial dalam dua aspek. Pertama, mengembangkan SDM pengelola hilir sungai, sekaligus membangun SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

“Kami sangat berterima kasih sudah ketiban sampur menjadi mitra Bina Desa KMPP Yogyakarta,” ungkap Didik di Kantor Kepala Desa Kedungpancing, Sabtu (18/9) lalu dalan acara pembukaan program ini.

Para mahasiswa aktivis KMPP Yogyakarta sedabg berpose bersama Kepala Desa Kedungpancing di kantor balai desa setempat.

Dua Jenis Pembinaan

Terdapat dua macam kegiatan Bina Desa yaitu sinkronik dan asinkronik. Kegiatan Bina Desa secara sinkronik dilaksanakan mulai tanggal 18 September 2021 sampai 11 Oktober 2021. 

Agenda sinkronik lebih banyak berupa riset pengembangan wisata, pelatihan desain dan branding, suka ria bina desa, dan pelatihan pengolahan ikan. 

Riset pengembangan wisata dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Wisata Susur Sungai Silugonggo yang selama ini sudah berjalan. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata yang sudah dikembangkan secara ciamik oleh Pemdes Kedungpancing dibawah naungan Bumdes. 

Dalam riset ini didatangkan berbagai responden sukarelawan yang diperoleh melalui penyebaran pamflet, responden diminta datang ke lokasi wisata untuk menikmati sajian wisata yang ada, kemudian mengisi kuisioner. 

Sedikitnya, ada 30 responden yang berhasil dikumpulkan dalam acara riset pengembangan wisata yang dilaksanakan pada 19 September 2021. Harapan dari riset ini adalah pengembangan wisata susur sungai yang menyesuaikan kebutuhan terkini masyarakat, namun tetap terencana dengan matang. 

Salah satu tahap awal yang dilakukan adalah membangun fondasi dari hasil riset sebagai acuan untuk pengembangan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini, disampaikan oleg Rizal, telah sesuai dengan misi Bina Desa KMPP Yogyakarta untuk mengembangkan Kedungpancing sebagai Desa Wisata yang edukatif. 

“Klop sekali dengan misi Bina Desa yang kami gagas,” ungkapnya. 

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan Desain dan Branding serta Suka Ria Bina Desa. Desain dan Branding lebih difokuskan untuk karang taruna ‘Putra Samudra’ Desa Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa kaum muda desa harus memiliki peran aktif dalam Branding desanya sendiri. 

Branding yang difokuskan pada Bina Desa ini adalah tentang fotografi dan Sosial media sebagai sarana utama dalam membranding Desa Kedungpancing baik wisata, maupun produk UMKM yang nantinya akan coba dibangun melalui pelatihan pengolahan ikan. 

Sementara, suka ria bina Desa adalah kegiatan hiburan yang berupa lomba anak–anak untuk melepas kejenuhan di tengah belajar dari rumah dan sebagai wahana interaksi antara pihak panitia Bina Desa dengan anak-anak Kedungpancing. Dua kegiatan ini akan dilaksanakan secara bersama pada 25 September mendatang. 

Kegiatan terakhir secara sinkronik adalah pelatihan pengolahan ikan. Meskipun tampaknya Desa Kedungpancing banyak menghasilkan tangkapan ikan, nyatanya masih mengalami kendala dalam mengembangkan pengolahan ikan.

Permasalahan utamanya adalah bahan baku ikan tertentu yang hanya ada pada saat musim tertentu. Dengan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pemberi materi dan ibu-ibu PKK Kedungpancing, bekal branding dan desain yang sudah diberikan kepada Karang Taruna, serta pendampingan dari KMPP Yogyakarta diharapkan dapat menumbuhkan sektor UMKM Desa Kedungpancing sebagai persiapan untuk memunculkan daya tarik wisata baru disamping susur sungai. 

Sedangkan untuk mengakali masalah musim, diupayakan pengolahan ikan tidak disandarkan pada ikan-ikan tertentu saja, melainkan diperbanyak variasi ikan yang diolah. 

Sementara kegiatan asinkronik adalah kegiatan evaluasi bersama pihak Desa yang terlibat, pendampingan, dan monitoring yang akan dilakukan mulai terhitung semenjak selesainya kegiatan sinkronik sampai enam bulan mendatang. 

Harapan ke depan adalah Bina Desa KMPP Yogyakarta dapat terus berlanjut di Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas pemahaman dibutuhkan waktu yang panjang untuk sampai pada misi menjadi Desa Wisata Edukatif ideal, sehingga masih dibutuhkan Bina Desa lanjutan untuk melanjutkan yang dilakukan sekarang.(rizal/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Pati Khataman Quran di Makam Ki Ageng Penjawi

    Ansor Pati Khataman Quran di Makam Ki Ageng Penjawi

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pati menggelar acara 100 Khataman Al Quran di Makam Ki Ageng Penjawi, pagi ini, Kamis (19/9/2019). Acara ini merupakan pembuka dari rangkaian acara Selametan Bumi Pesantenan yang akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Anggota Ansor Pati sedang melakukan khataman Al Quran bil ghoib di makan Ki Ageng Penjawi, […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 1

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Nembak cewek mana pun yang lewat, di depan umum? “Siapa takut?!” tukas cowok itu tanpa gentar sembari bangkit dari duduk. Bukan sifatnya memang jika harus merasa ketakutan atau gemetaran sejak kotak tempat kertas berisi tantangan itu diedarkan ke sepenjuru aula. Namun, dia sempat heran. Dari sekian banyak gulungan kertas yang disodorkan pada […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Puisi Ahmad Amiruddin

    • calendar_month Ming, 25 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Hijrah Burung Burung [kutilang] yang dulu hanya ada didesa ini, sempat menjadi makanan pelor-pelor anak desa ini, kini mulai bertelur diperbatasan desa, anak-anak itu tak sadar bahwa burung yang biasa melompat menerobos cahaya melewati carang-carang daun tiba-tiba hilang. Burung itu merajut sarangnya diantara carang-carang yang belukar, agar kelak anak yang ada dalam telur ini bisa […]

  • PCNU-PATI

    Bicara Abad ke-2 NU, Gus Yahya: Berdaya Saja Tidak Cukup

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. JAKARTA – Puthut EA, pemilik kanal youtube dan media Mojok.co baru-baru ini mewawancarai Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.  Dalam video yang tayang Selasa (21/2) kemarin, Puthut menggali secara mendalam seputar pribadi Gus Yahya dan kiprah NU.  Bahkan, selama satu jam empat belas menit, banyak ilmu dan pengetahuan yang divisualisasikan. Di antaranya, makna […]

  • Menunggu Jamaah sambil I’tikaf

    Menunggu Jamaah sambil I’tikaf

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

     Pertanyaan : Bolehkah bagi seseorang, setiap menunaikan sholat jama’ah sekalian berniat i’tikaf dimasjid? Apakah ketika ia keluar (pulang) dari masjidseketika itu i’tikafnya langsung dihukumi batal? Jawaban :Hukum I’tikaf adalah sunah muakkadah jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan bagi kita untuk melakukan i’tikaf ketika kita memasuki masjid untuk melakukan semisal membaca al-quran, belajar, berdzikir […]

  • momjunction.com

    Dari Dongeng Kita Belajar Parenting

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Saat saya tengah bersantai dikamar, tiba-tiba muncul notifikasi dari salah satu akun media sosial saya. Seseorang membagikan postingan orang lain berisi 25 dongeng sebelum tidur untuk anak. Rasa penasaran saya membawa jemari untuk membuka postingan yang dibagikannya. Awalnya saya berpikir jika postingan tersebut hanyalah gambar judul semata, tapi saya salah. Ada […]

expand_less