Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
  • visibility 876
  • comment 0 komentar
Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021

PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera Hilir Silugonggo’, para punggawa mahasiswa Pati tersebut mencoba mengisi waktu disela kuliah daring dengan kegiatan yang bermanfaat. 

“Situasi seperti ini cukup menguntungkan bagi Ormada (Organisasi Mahasiswa Daerah) untuk lebih banyak berkegiatan di kampung halaman,” ungkap Rizal Hendra Pratama, ketua KMPP Yogyakarta.

Rizal menambahkan bahwa peluang berkontribusi untuk daerah asal sangat terbuka dalam kondisi seperti ini. Oleh sebab itu, iapun mengajak para mahasiswa khususnya anggota KMPP untuk bergerak mengabdi kepada kampung halaman. 

Program Bina Desa Tahun 2021 yang digagas oleh arek-arek KMPP Yogyakarta kali ini dilaksanakan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Umpan lambung ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. 

Didik Nawardi, Kepala Desa Kedungpancing memaparkan bahwa dirinya sangat bersyukur mendapatkan mitra para mahasiswa Jogja tersebut. Pasalnya, untuk mengelola hilir Sungai Silugonggo yang melewati Desa Kedung Pancing menjadi sesuatu yang memiliki nilai tawar, pihak desa merasa sangat kesulitan. 

“Kami memang membutuhkan bantuan SDM untuk mengembangkan Desa Kedungpancing yang wilayahnya kecil dan SDM kami terbatas dalam segala aspek. Dengan adanya Bina Desa ini semoga menjadi awal yang baik,” tegas Didik. 

Keseriusan pihak desa terlihat dengan memasukkan program ini ke dalam rencana anggaran belanja dari dana desa. Sebab, di samping kekurangan SDM untuk mengelola hilir sungai, pemerintah desa juga memerlukan SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

Dengan alasan tersebut, hadirnya KMPP Yogyakarta memiliki peran yang sangat krusial dalam dua aspek. Pertama, mengembangkan SDM pengelola hilir sungai, sekaligus membangun SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

“Kami sangat berterima kasih sudah ketiban sampur menjadi mitra Bina Desa KMPP Yogyakarta,” ungkap Didik di Kantor Kepala Desa Kedungpancing, Sabtu (18/9) lalu dalan acara pembukaan program ini.

Para mahasiswa aktivis KMPP Yogyakarta sedabg berpose bersama Kepala Desa Kedungpancing di kantor balai desa setempat.

Dua Jenis Pembinaan

Terdapat dua macam kegiatan Bina Desa yaitu sinkronik dan asinkronik. Kegiatan Bina Desa secara sinkronik dilaksanakan mulai tanggal 18 September 2021 sampai 11 Oktober 2021. 

Agenda sinkronik lebih banyak berupa riset pengembangan wisata, pelatihan desain dan branding, suka ria bina desa, dan pelatihan pengolahan ikan. 

Riset pengembangan wisata dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Wisata Susur Sungai Silugonggo yang selama ini sudah berjalan. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata yang sudah dikembangkan secara ciamik oleh Pemdes Kedungpancing dibawah naungan Bumdes. 

Dalam riset ini didatangkan berbagai responden sukarelawan yang diperoleh melalui penyebaran pamflet, responden diminta datang ke lokasi wisata untuk menikmati sajian wisata yang ada, kemudian mengisi kuisioner. 

Sedikitnya, ada 30 responden yang berhasil dikumpulkan dalam acara riset pengembangan wisata yang dilaksanakan pada 19 September 2021. Harapan dari riset ini adalah pengembangan wisata susur sungai yang menyesuaikan kebutuhan terkini masyarakat, namun tetap terencana dengan matang. 

Salah satu tahap awal yang dilakukan adalah membangun fondasi dari hasil riset sebagai acuan untuk pengembangan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini, disampaikan oleg Rizal, telah sesuai dengan misi Bina Desa KMPP Yogyakarta untuk mengembangkan Kedungpancing sebagai Desa Wisata yang edukatif. 

“Klop sekali dengan misi Bina Desa yang kami gagas,” ungkapnya. 

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan Desain dan Branding serta Suka Ria Bina Desa. Desain dan Branding lebih difokuskan untuk karang taruna ‘Putra Samudra’ Desa Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa kaum muda desa harus memiliki peran aktif dalam Branding desanya sendiri. 

Branding yang difokuskan pada Bina Desa ini adalah tentang fotografi dan Sosial media sebagai sarana utama dalam membranding Desa Kedungpancing baik wisata, maupun produk UMKM yang nantinya akan coba dibangun melalui pelatihan pengolahan ikan. 

Sementara, suka ria bina Desa adalah kegiatan hiburan yang berupa lomba anak–anak untuk melepas kejenuhan di tengah belajar dari rumah dan sebagai wahana interaksi antara pihak panitia Bina Desa dengan anak-anak Kedungpancing. Dua kegiatan ini akan dilaksanakan secara bersama pada 25 September mendatang. 

Kegiatan terakhir secara sinkronik adalah pelatihan pengolahan ikan. Meskipun tampaknya Desa Kedungpancing banyak menghasilkan tangkapan ikan, nyatanya masih mengalami kendala dalam mengembangkan pengolahan ikan.

Permasalahan utamanya adalah bahan baku ikan tertentu yang hanya ada pada saat musim tertentu. Dengan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pemberi materi dan ibu-ibu PKK Kedungpancing, bekal branding dan desain yang sudah diberikan kepada Karang Taruna, serta pendampingan dari KMPP Yogyakarta diharapkan dapat menumbuhkan sektor UMKM Desa Kedungpancing sebagai persiapan untuk memunculkan daya tarik wisata baru disamping susur sungai. 

Sedangkan untuk mengakali masalah musim, diupayakan pengolahan ikan tidak disandarkan pada ikan-ikan tertentu saja, melainkan diperbanyak variasi ikan yang diolah. 

Sementara kegiatan asinkronik adalah kegiatan evaluasi bersama pihak Desa yang terlibat, pendampingan, dan monitoring yang akan dilakukan mulai terhitung semenjak selesainya kegiatan sinkronik sampai enam bulan mendatang. 

Harapan ke depan adalah Bina Desa KMPP Yogyakarta dapat terus berlanjut di Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas pemahaman dibutuhkan waktu yang panjang untuk sampai pada misi menjadi Desa Wisata Edukatif ideal, sehingga masih dibutuhkan Bina Desa lanjutan untuk melanjutkan yang dilakukan sekarang.(rizal/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 31 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Minggu, 26/3 kemarin. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban […]

  • Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    Angkat Model Pentahelix Bawaslu Grobogan dan Kebumen, Dosen INISNU Juara 3 Call for Papers Bawalsu Kalsel Tingkat Nasional

    • calendar_month Ming, 11 Agu 2024
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

      Banjarmasin – Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda berhasil mendapatkan Juara 3 dalam Call for Papers yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal itu terungkap dalam kegiatan penutupan Call For Papers Seminar Nasional dan Lokakarya, dengan tema “Refleksi dan Evaluasi Penegakan Hukum […]

  • Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto sedang menandatangani deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi PATI-Rencana penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati menemui titik terang. Rabu (18/8) Ormas-ormas islam, MUI serta FKUB melakukan audiensi dengan Bupati Pati dan Forkompinda.  Hasilnya, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Pragolo Kantor Bupati Pati tersebut, akhirnya Bupati bersedia menyatakan komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi. […]

  • Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Foto Bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pati PATI-Lembaga Dakwah Nahdlatul ulama (LDNU) Cabang Pati, Minggu (14/7), mengadakan rapat konsolidasi dengan mengundang Lembaga Dakwah MWC NU se-Kabupaten Pati. Acara yang dihelat di kantor PCNU ini bertujuan agar seluruh informasi dan program LDNU Pati bisa diterima oleh LD MWC NU yang berbasis di setiap kecamatan. […]

  • 75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    75 Pemuda Ikuti PKD Ansor

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 681
    • 0Komentar

    Gus Nadhif tampak serius memaparkan materi dalam acara PKD GP Ansor Trangkil TRANGKIL – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Trangkil menggelar Pelatihan Kader Dasar yang Pesertanya berasal dari Ranting-ranting se-Kecamatan Trangkil. Dalam acara pembukaan turut hadir, ketua Pimpinan Cabang GP Ansor, Itqonul Hakim, Ketua MWC NU Kecamatan Trangkil, KH Thoifur Alam, dan ketua […]

  • Photo by Prabu Panji

    Peran NU dalam Menanggulangi Bencana

    • calendar_month Sab, 9 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Lingkungan pada dasarnya merupakan tempat untuk tempat tinggal maupun bisa juga diartikan tempat untuk bercocok tanam. Sehingga lingkungan memiliki arti yang sangat luas. Oleh karena itu, lebih spesifik lingkungan di sini yang dimaksud adalah lingkungan ekosistem yang ada di sekitar kita. Dimana dalam hal ini, penting sekali untuk menjaga ekosistem dari […]

expand_less