Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
  • visibility 870
  • comment 0 komentar
Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021

PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera Hilir Silugonggo’, para punggawa mahasiswa Pati tersebut mencoba mengisi waktu disela kuliah daring dengan kegiatan yang bermanfaat. 

“Situasi seperti ini cukup menguntungkan bagi Ormada (Organisasi Mahasiswa Daerah) untuk lebih banyak berkegiatan di kampung halaman,” ungkap Rizal Hendra Pratama, ketua KMPP Yogyakarta.

Rizal menambahkan bahwa peluang berkontribusi untuk daerah asal sangat terbuka dalam kondisi seperti ini. Oleh sebab itu, iapun mengajak para mahasiswa khususnya anggota KMPP untuk bergerak mengabdi kepada kampung halaman. 

Program Bina Desa Tahun 2021 yang digagas oleh arek-arek KMPP Yogyakarta kali ini dilaksanakan di Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana. Umpan lambung ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat. 

Didik Nawardi, Kepala Desa Kedungpancing memaparkan bahwa dirinya sangat bersyukur mendapatkan mitra para mahasiswa Jogja tersebut. Pasalnya, untuk mengelola hilir Sungai Silugonggo yang melewati Desa Kedung Pancing menjadi sesuatu yang memiliki nilai tawar, pihak desa merasa sangat kesulitan. 

“Kami memang membutuhkan bantuan SDM untuk mengembangkan Desa Kedungpancing yang wilayahnya kecil dan SDM kami terbatas dalam segala aspek. Dengan adanya Bina Desa ini semoga menjadi awal yang baik,” tegas Didik. 

Keseriusan pihak desa terlihat dengan memasukkan program ini ke dalam rencana anggaran belanja dari dana desa. Sebab, di samping kekurangan SDM untuk mengelola hilir sungai, pemerintah desa juga memerlukan SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

Dengan alasan tersebut, hadirnya KMPP Yogyakarta memiliki peran yang sangat krusial dalam dua aspek. Pertama, mengembangkan SDM pengelola hilir sungai, sekaligus membangun SDM untuk mengoptimalkan dana desa. 

“Kami sangat berterima kasih sudah ketiban sampur menjadi mitra Bina Desa KMPP Yogyakarta,” ungkap Didik di Kantor Kepala Desa Kedungpancing, Sabtu (18/9) lalu dalan acara pembukaan program ini.

Para mahasiswa aktivis KMPP Yogyakarta sedabg berpose bersama Kepala Desa Kedungpancing di kantor balai desa setempat.

Dua Jenis Pembinaan

Terdapat dua macam kegiatan Bina Desa yaitu sinkronik dan asinkronik. Kegiatan Bina Desa secara sinkronik dilaksanakan mulai tanggal 18 September 2021 sampai 11 Oktober 2021. 

Agenda sinkronik lebih banyak berupa riset pengembangan wisata, pelatihan desain dan branding, suka ria bina desa, dan pelatihan pengolahan ikan. 

Riset pengembangan wisata dilakukan untuk memperoleh data yang akan digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan Wisata Susur Sungai Silugonggo yang selama ini sudah berjalan. Hal ini untuk menambah daya tarik wisata yang sudah dikembangkan secara ciamik oleh Pemdes Kedungpancing dibawah naungan Bumdes. 

Dalam riset ini didatangkan berbagai responden sukarelawan yang diperoleh melalui penyebaran pamflet, responden diminta datang ke lokasi wisata untuk menikmati sajian wisata yang ada, kemudian mengisi kuisioner. 

Sedikitnya, ada 30 responden yang berhasil dikumpulkan dalam acara riset pengembangan wisata yang dilaksanakan pada 19 September 2021. Harapan dari riset ini adalah pengembangan wisata susur sungai yang menyesuaikan kebutuhan terkini masyarakat, namun tetap terencana dengan matang. 

Salah satu tahap awal yang dilakukan adalah membangun fondasi dari hasil riset sebagai acuan untuk pengembangan pengembangan pariwisata berkelanjutan. Hal ini, disampaikan oleg Rizal, telah sesuai dengan misi Bina Desa KMPP Yogyakarta untuk mengembangkan Kedungpancing sebagai Desa Wisata yang edukatif. 

“Klop sekali dengan misi Bina Desa yang kami gagas,” ungkapnya. 

Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan Desain dan Branding serta Suka Ria Bina Desa. Desain dan Branding lebih difokuskan untuk karang taruna ‘Putra Samudra’ Desa Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas asumsi bahwa kaum muda desa harus memiliki peran aktif dalam Branding desanya sendiri. 

Branding yang difokuskan pada Bina Desa ini adalah tentang fotografi dan Sosial media sebagai sarana utama dalam membranding Desa Kedungpancing baik wisata, maupun produk UMKM yang nantinya akan coba dibangun melalui pelatihan pengolahan ikan. 

Sementara, suka ria bina Desa adalah kegiatan hiburan yang berupa lomba anak–anak untuk melepas kejenuhan di tengah belajar dari rumah dan sebagai wahana interaksi antara pihak panitia Bina Desa dengan anak-anak Kedungpancing. Dua kegiatan ini akan dilaksanakan secara bersama pada 25 September mendatang. 

Kegiatan terakhir secara sinkronik adalah pelatihan pengolahan ikan. Meskipun tampaknya Desa Kedungpancing banyak menghasilkan tangkapan ikan, nyatanya masih mengalami kendala dalam mengembangkan pengolahan ikan.

Permasalahan utamanya adalah bahan baku ikan tertentu yang hanya ada pada saat musim tertentu. Dengan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pemberi materi dan ibu-ibu PKK Kedungpancing, bekal branding dan desain yang sudah diberikan kepada Karang Taruna, serta pendampingan dari KMPP Yogyakarta diharapkan dapat menumbuhkan sektor UMKM Desa Kedungpancing sebagai persiapan untuk memunculkan daya tarik wisata baru disamping susur sungai. 

Sedangkan untuk mengakali masalah musim, diupayakan pengolahan ikan tidak disandarkan pada ikan-ikan tertentu saja, melainkan diperbanyak variasi ikan yang diolah. 

Sementara kegiatan asinkronik adalah kegiatan evaluasi bersama pihak Desa yang terlibat, pendampingan, dan monitoring yang akan dilakukan mulai terhitung semenjak selesainya kegiatan sinkronik sampai enam bulan mendatang. 

Harapan ke depan adalah Bina Desa KMPP Yogyakarta dapat terus berlanjut di Kedungpancing. Hal ini didasarkan atas pemahaman dibutuhkan waktu yang panjang untuk sampai pada misi menjadi Desa Wisata Edukatif ideal, sehingga masih dibutuhkan Bina Desa lanjutan untuk melanjutkan yang dilakukan sekarang.(rizal/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Winong Sebarkan 1094 Vaksin

    NU Winong Sebarkan 1094 Vaksin

    • calendar_month Kam, 30 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Suasana kegiatan ‘Serbuan 1000 Vaksin Covid-19’ di gedung MWC NU Winong WINONG – Mengusung tema ‘Serbuan 1000 Vaksin Covid-19’, MWC-NU Winong Berbakti menyelenggarakan aksi vaksinasi Covid di Gedung MWC setempat. Menggandeng DPD Hipakad Provinsi Jawa Tengah, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari.  “Mulai Selasa, 28 sampai hari ini, Kamis, 30 September,” ungkap Dhofir Maqoshid, ketua […]

  • Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    Alumni Al Falah Ploso di Pati Gelar Pengajian Rutin Minahus Saniyah

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 842
    • 0Komentar

      Pcnupati – Ittihadul Mutakharrijin Al Falah Ploso (IMAP) di Kabupaten Pati, menyelenggarakan pengajian rutin kitab Minahus Saniyah, di Musala Pondok Pesantren PMH Pusat Kajen, Kecamatan Margoyoso, Jumat (27/9/2025). Sekretaris Pengurus Daerah (PD) IMAP Pati, Dedy Syarif Hidayat, mengatakan bahwa pengajian Minahus Saniyah menjadi agenda rutin triwulan alumni Pondok Ploso Kediri untuk menghidupkan serta melestarikan […]

  • Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    Apologi Non-Muslim untuk Merumat Persatuan

    • calendar_month Rab, 1 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Oleh : Maulana Luthfi Karim* Foto : NU Online Craig Considine, pendeta Nasrani berkebangsaan Amerika sempat berprasangka negatif terhadap islam. Bagaimanapun, citra islam terbentuk dari media massa yang menggiring opini publik untuk melakukan penilaian sepihak, terorisme. Di barat, kecenderungan islamophobia telah berhasil mengintegrasi atau setidaknya menyejajarkan antara islam dengan ISIS, islam dengan Bin Leiden, dan […]

  • PCNU-PATI

    Paradigma Kaum Terdindas

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 688
    • 0Komentar

    Dalam memahami islam bukanlah dengan mengeluh dan meratap. Kita membahas penderitaan demi adanya suatu kesadaran akan penderitaan itu. Ajaran yang kita yakini yaitu islam harus menjadi landasan kerja, kegiatan, pemikiran. Memahami islam ada beberapa cara menurut Dr. Ali Syari’ati yaitu, Mengenal Allah atau islam dengan membandingkan dengan sesembahan lainnya, Kitab suci Al-Quran dengan kitab-kitab lainnya, […]

  • MTs Tarbiyatul Banin Winong Rayakan Harlah ke-60 Yayasan

    MTs Tarbiyatul Banin Winong Rayakan Harlah ke-60 Yayasan

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 784
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyatul Banin, salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Tarbiyatul Banin, merayakan hari lahir (Harlah) ke-60 dengan meriah. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1.500 peserta yang terdiri dari siswa, guru, serta tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk DPRD Pati, Kementerian Agama Kabupaten Pati, Camat Winong, dan perwakilan […]

  • Harlah ke-97 Ma'arif, Ketua LP Ma'arif Jateng Minta Sistem Pendidikan Relevan dengan Lapangan dan Tagih Janji Prabowo Soal Papan Interaktif

    Harlah ke-97 Ma’arif, Ketua LP Ma’arif Jateng Minta Sistem Pendidikan Relevan dengan Lapangan dan Tagih Janji Prabowo Soal Papan Interaktif

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.121
    • 0Komentar

    SEMARANG, 26 September 2026 — Ketua LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Dr. Fakhrudin Karmani, M.Pd., menyampaikan dua sorotan tajam dalam Seminar Pendidikan Nasional memperingati Hari Lahir (Harlah) Ma’arif ke-97 di Semarang, Sabtu (26/9/2026). Selain mendesak rekonstruksi sistem pendidikan NU agar lebih realistis sesuai kondisi lapangan, ia secara terbuka menagih janji Presiden Prabowo Subianto terkait bantuan […]

expand_less