Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
  • visibility 208
  • comment 0 komentar

 

Pati. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, melalui NU Care meluncurkan program khitan gratis.

 

Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.

 

Khitan gratis ini terealisasi berkat kerja sama Lazisnu Pucakwangi dengan Rumah Khitan As-Syifa Tegalwero, Pucakwangi. 

 

Semenjak diluncurkan pada awal tahun ini, program tersebut telah diikuti belasan anak.

 

Ketua Lazisnu Pucakwangi Ahmad Rozi mengatakan, program khitan gratis ini mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

 

“Tak hanya membebaskan seluruh biaya khitan lengkap dengan obat-obatnya, NU Care juga menyiapkan sarana transportasi,  yakni mobil layanan umat yang lebih dulu kami kelola. Mobil tersebut dibeli dari dana umat yang dihimpun dari donatur yang ada di ranting. Armada kami siap menjemput anak dari rumahnya untuk dikhitan kemudian diantar pulang kembali,” terang dia, (28/6/2021).

 

Rozi menjelaskan, program tersebut terlaksana berkat dukungan banyak pihak, baik para relawan maupun donatur yang menitipkan sumbangan untuk keberlangsungan program.

 

“Biaya mengkhitankan anak tidak bisa dibilang sedikit. Belum tentu semua keluarga mampu menanggung saat waktunya anak dikhitankan,” kata dia menjelaskan latar belakang program ini.

 

Koordinator relawan NU Care Pucakwangi Syaiful Ma’arif menambahkan, keluarga calon peserta bisa mengikuti program ini dengan mendaftarkan diri melalui pengurus ranting NU setempat.

 

Mereka hanya diminta menyetorkan nama calon peserta, alamat lengkap, dan identitas kedua orang tua.

 

“Kriterianya satu, untuk keluarga tidak mampu. Pengurus ranting yang lebih memahami situasi di wilayahnya. Melalui mereka, kami bisa mendapatkan rekomendasi dan informasi tentang keadaan keluarga yang bersangkutan. Hal ini dilakukan agar program bisa berjalan tepat sasaran,” ungkap dia.

 

Berbeda dengan program khitan massal, peserta yang telah terdaftar dalam khitan gratis Lazisnu Pucakwangi dapat memilih hari pelaksanaan khitan sesuai keinginan.

 

Syaiful menambahkan, untuk sementara program khitan gratis akan dijalankan selama satu tahun ke depan. Kemudian untuk keberlanjutannya, pihaknya akan melakukan evaluasi terkait efisiensi dan kondisi pendanaan dari para donatur pendukung.

 

“Kegiatan ini akan dievaluasi lagi nanti setelah satu tahun. Sebab berhubungan dengan prioritas dari manajemen Lazisnu dan juga keterlibatan para dermawan yang ada,” tandas dia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

  • iPhone X beside MacBook

    Pengaruh Medsos pada Kesehatan Mental

    • calendar_month Sab, 4 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Oleh : Husaini Aktivitas kita sejak bangun tidur hingga tidur lagi kini tak bisa lepas dari gudget dan media sosial (medsos). Ada bahaya besar yang mengancam jika kita kecanduan medsos. Kita bisa saja mengalami kemunduran kemampuan mental atau intelektual karena menghabiskan waktu berlebihan untuk menikmati konten daring yang remeh, berkualitas rendah, tidak penting dan tidak […]

  • PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    PCNU Targetkan Restrukturisasi Tuntas Hingga Ranting Tahun Ini

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    PATI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menargetkan proses restrukturisasi organisasi akan rampung pada tahun 2019 ini. Restrukturisasi ini meliputi pengurus MWC NU Kecamatan hingga Pengurus Ranting NU. Demikian disampaikan oleh Ketua PCNU Kab. Pati, Yusuf Hasyim, M.S.I, saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi antara Pengurus Harian PCNU, Lembaga, dan MWC NU se-Kabupaten Pati, Ahad […]

  • LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    LAZIS MWCNU Tayu Klarifikasi Pemberitaan Tidak Akurat di Media Online

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 247
    • 0Komentar

      Pati – LAZIS MWCNU Tayu Kabupaten Pati merasa perlu memberikan klarifikasi atas pemberitaan di media online yang mengatasnamakan lembaga mereka. Pemberitaan tersebut berjudul “Banjir Rob Melanda, Pemerintah Diam Membisu, LAZISNU Tayu Turun Tangan Berikan Bantuan ke Warga” yang beredar luas di platform media online. Menurut Ketua Tanfidziyah MWCNU Tayu, Ah. Syarwo, narasi yang disampaikan […]

  • PCNU-PATI

    Hasil-Hasil Munas Alim Ulama Konbes NU 2017

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Buku ini merupakan kumpulan Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan pada pada tanggal 23-25 November 2017 di NusaTenggara Barat. Buku ini terdiri dua bagian. Bagian pertama merupakan Keputusan-Keputusan Musyawarah Nasional Alim Ulama yang membahas masalah keislaman (bahtsul masail ad-diniyyah), meliputi masalah-masalah aktual (al-waqi’iyyah), tematik (al-maudhuiyyah) dan perundang-undangan (al-qanuniyyah)

  • PCNU- PATI

    Mak Ngasimah

    • calendar_month Ming, 14 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Aku Maolan bin Margo lahir tanggal 3 September 1942. Tahun dimana penjajahan masih merajalela di Indonesia. Bapakku Margo bin Jasmo desa Asempapan kecamatan Wedarijaksa yang sekarang Trangkil. Emakku Ngasimah Binti Rasmo Sirah dari dukuh Centhong desa Purwodadi kecamatan Margoyoso. Emakku orang bodoh, tidak pernah mengenyam bangku sekolah maupun mengaji. Maka aku […]

expand_less