Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua Ma’arif Jateng: Alhamdulillah, Dana Bos Madrasah Urung Dipangkas

Ketua Ma’arif Jateng: Alhamdulillah, Dana Bos Madrasah Urung Dipangkas

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
  • visibility 207
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id-Semarang – Ketua Ma’arif Jateng, Fakhrudin Karmani menyatakan, dana BOS Madrasah tidak jadi dipotong. “Alhamdulillah, Juknis sudah keluar, BOS tidak jadi dipotong!” tegasnya saat penutupan Diklat Pelatihan Penguatan Kompetensi Kepala Madrasah, di Balai Diklat Keagamaan Semarang, Jumat (14/3/2025).

Untuk diketahui, sebelumnya beredar surat dari Kementerian Agama, tentang tindak lanjut efisiensi rekonstruksi belanja Ditjen Pendidikan Islam tahun anggaran 2025, salah satunya berisi pemangkasan dana BOS,

Dalam surat dijelaskan, besaran dana BOS jauh lebih sedikit dari sebelumnya, yakni 500 ribu rupiah per siswa per tahun, sedangkan MTs 600 ribu rupiah, dan MA 700 ribu rupiah per siswa per tahun.

Fakhruddin menjelaskan, pihaknya juga telah bergerak secara birokratis, merespon rencana penurunan besaran dana BOS.

“Sebelumnya kami telah mengirim surat ke Kemenag dan Ma’arif,” tukasnya.

Di hadapan 236 kepala madrasah peserta Diklat tersebut, pihaknya mengaku lebih memilih menyuarakan aspirasi Madrasah se Jawa Tengah secara birokratif, cara itu dipandangnya lebih efektif.

“Bergerak diluar adalah cara terakhir, apabila secara birokratif tidak berhasil,” ungkapnya.

Fakhruddin juga menyinggung urgensi dana BOS, khususnya bagi madrasah yang tak memiliki sumber dana lain, “dana bos adalah penghidupan, terutama sekolah madrasah yang kecil,” imbuhnya.

Komitmen kerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Semarang

Fakhruddin menyatakan komitmennya untuk terus bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Semarang.

Menurutnya, kerjasama dengan BDK Semarang tak berhenti di tahun ini saja, tapi berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya

Selepas kegiatan Diklat penguatan kompetensi kepala madrasah, sambung Fakhruddin, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelatihan bagi pustakawan madrasah.

“Bulan April nanti akan ada Diklat pustakawan di BDK,” sambungnya.

Selanjutnya Fakhruddin berpesan kepada peserta Diklat, agar benar-benar menerapkan apa yang didapatkan dari Widyaiswara BDK selama pelatihan.

Pihaknya juga mengajak 236 peserta yang terdiri dari 30 Kamar MA, 126 Kamad MI, dan 80 kepala MTs itu untuk adaptif dengan keadaan termasuk perubahan kurikulum.

“Belum sempat kurikulum merdeka, sudah deep learning, namun apapun kurikulum kita, hasil peserta didik yang menentukan kita sendiri,” ungkapnya menyemangati.

Kamad menurutnya harus senantiasa membuat inovasi, agar proses pendidikan di madrasah berhasil.

Diklat kamad Madrasah yang berlangsung lima hari, Senin hingga Jumat (10 hingga 14 Maret 2025) diakhiri dengan penyerahan sertifikat kelulusan, dan ditutup oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Diklat Keagamaan Semarang, Hj. Siti Nur Maunah, S.H.I, M.Si.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.859
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Kabupaten Pati periode 2025-2030, resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di aula kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Ketua PGSI Kabupaten Pati, Sunoto mengatakan, usai pelantikan ini, pihaknya bakal melalukan penguatan kader. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar perjuangan para guru terus berlanjut. “Pengurus daerah […]

  • Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma'arif NU Jepara Gelar Workshop

    Perkuat Pembelajaran Ke-NU-an, Ma’arif NU Jepara Gelar Workshop

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.idJepara – Dalam rangka capacity building guru-guru ke- NU-an, LP. Ma’arif NU PCNU Jepara menggelar Workshop Penguatan Aswaja guru MI, MTs, MA, dan SMP se- Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling. Kegiatan yang digelar di Gedung MWC NU Donorojo hari Selasa 25 Februari 2025 diikuti 70 guru Ke- NU- an di lingkungan LP Ma’arif NU […]

  • Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    Kalau Ada Fetish, Jangan Digeneralisasi

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.445
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Shalikhin* “Wow, coba lihat, susunya besar dan kencang,” kata seorang pria yang fetish pada payudara. Setiap melihat wanita dengan body montok, dia selalu berseloroh soal susu kepada siapapun yang berada di dekatnya. Dirinya beranggapan bahwa, semua lelaki sama, fetish pada susu. Ini namanya generalisasi. Padahal kenyataannya kan tidak demikian. Ada lelaki yang […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Orang-orang Berkerumun.. Photo by Jacek Dylag on Unsplash

    Curah

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya butuh uang. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Apalagi gratisan. Kali ini pemerintah kita kembali menggelontorkan uang BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid-19. Sedikit cerita di desa tempat saya tinggal, ada salah satu warga yang mendapat bantuan. Sebut saja namanya Mbah Rah, sudah sepuh berjalan saja […]

  • Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    Ini Komentar NU Soal Prokes dan PPKM

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KH. Afifuddin Muhajir, Rois Syuriyah PBNU KOTA-Masa pandemi yang telah mencapai satu tahun lebih, membuat sebagian kalangan masyarakat mulai jenuh. Salah satu wujud kejenuhan mereka adalah dengan mengabaikan protokol kesehatan.  Beberapa warga mulai tidak mengenakan masker saat keluar rumah. Padahal pandemi corona masih mengintai masyarakat luas.  Peraturan yang ketat dan tepat sudah selayaknya digalakkan. Dengan […]

expand_less