Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua Baru Fatayat Sukolilo : Kami Segera Susun Proker

Ketua Baru Fatayat Sukolilo : Kami Segera Susun Proker

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
  • visibility 206
  • comment 0 komentar

SUKOLILO-Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Sukolilo baru saja memiliki hajat besar. Pergeseran kursi kepemimpinan pemudi NU kecamatan paling ujung selatan di Kabupaten Pati ini baru saja usai. Tepat sehari sebelum hari sumpah pemuda, PAC Fatayat NU Sukolilo ganti kepemimpinan. 
Minggu (27/10) pagi, konferensi PAC Muslimat NU Sukolilo menggelar konferensi di Gedung Haji Sukolilo. Eva Nuriyah, yang telah menakhodai organisasi pemudi NU ini selama lima tahun, mengakhiri jabatannya dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dihadapan para pengurus PAC dan Ranti Fatayat se Kecamatan Sukolilo.
Proses serah-terima jabatan PAC Fatayat NU Kecamatan Sukolilo, Minggu (27/10)
Paska penerimaan LPJ, pemilihan ketua baru pun dimulai. Dengan arahan dari Alfi Hidayah, S.Pd.I. dan Nur Hidayah, S.Pd.I, delegasi PC Fatayat NU Pati, konferensi berlangsung damai. Terbukti, tidak sampai petang hari, pelaksanaan ritual LPJ dan pemilihan ketua ini telah selesai.
“Pelaksanaannya berlangsung cepat singkat dan tidak terlalu banyak intrik” tutur Alfi Hidayah.
Dengan kesepakatan dari seluruh musyawirin, Mudrikah akhirnya menggantikan posisi Eva Nuriyah sebagai ketua PAC Fatayat NU Sukolilo. Rencananya, dalam waktu dekat Mudrikah akan segera melengkapi kepengurusannya dan menyusun program kerja bersama.
“Secepatnya kami upayakan untuk menyusun proker dan melengkapi pengurus” tuturnya saat ditemui pcnupati.or.id. 
Sementara itu, PC Fatayat NU Pati yang juga hadir, berpesan kepada ketua terbaru agar tidak segan untuk menjalin kerja sama dengan elemen-elemen di luar NU. Seperti halnya pengurus cabang yang senantiasa bersosialisasi dengan beberapa lembaga pemerintahan untuk meningkatkan efektifitas program kerja dan memperbanyak jaringan, PC berharap, hal ini juga dilaksanakan pada tataran PAC.
“PAC Sukolilo sebisa mungkin bersikap terbuka. Jangan menutup diri, jalin kerja sama, bangun jaringan sebanyak-banyaknya, kita kenalkan NU pada yang belum kenal melalui pergerakan kita di Fatayat” tandas Nur Hidayah.

 
Selain itu, PC Fatayat NU Pati juga memberikan arahan terkait dengan keorganisasian. Masih menurut Nur Hidayah, Fatayat pada tingkat PAC dianjurkan untuk membentuk pengurus dari tingkat ranting (desa) sebagai struktur paling domestik dalam Fatayat. Hal ini memang sangat perlu segera dilakukan demi eksistensi organisasi.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Jaringan Sekolah PAC IPNU IPPNU Kayen Bekali Siwa Baru Materi Keaswajaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KAYEN – Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) dimanfaatkan oleh Departemen Jaringan Sekolah PAC IPNU-IPPNU Kayen untuk memberikan sosialisasi Keaswajaan (Ahlusunah Wal-Jama’ah) kepada para peserta didik baru. Hal ini sebagai tindak lanjut agenda program Departemen Jaringan Sekolah (JS) PC IPNU IPPNU Pati yang akan mengadakan pertemuan dengan OSIS di beberapa sekolah. Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu […]

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.949
    • 0Komentar

      Semarang, 15102026. LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Pearson Indonesia dalam program pendampingan Bahasa Inggris bagi guru-guru sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah. Program ini diikuti oleh 29 guru dari 26 sekolah dan madrasah. Kegiatan diawali dengan pelatihan tatap muka yang dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026 di […]

  • KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    KH Ali Yafie: Sang Mujaddid Fiqh Klasik

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 228
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. H. Jamal Makmur Asmani KH. Ali Yafie adalah sosok reformer fiqh klasik. Beliau mampu menjelaskan kandungan fiqh klasik secara sistematis, argumentatif, dan kontekstual. Hal ini bisa dibaca dari karya-karya beliau yang luar. Alhamdulillah penulis bisa memiliki beberapa karya beliau yang sangat bernas. Fiqh sosial, fiqh bi’ah (fiqh lingkungan), konsultasi fiqh mengupas problematika […]

  • Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

    Mengenang KH. Asmu’i Sadzali, Sakit Pun Ngotot Datangi Acara NU

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

    PATI – Bagi warga NU kabupaten Pati, khidmat KH. Asmu’i Sadzali kepada Nahdlatul Ulama tidak ada yang berani menyangsikan. Baik ketika masih menjadi pengurus aktif di PCNU Pati maupun ketika sudah menjadi musytasar, semangat, perjuangan, dan pengabdiannya kepada NU tidak pernah berubah. Bahkan saat sedang sakit sekalipun. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, KH. Asmu’i Sadzali, ulama […]

  • PCNU-PATI

    NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

    • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada […]

  • PCNU-PATI

    Fragmen-fragmen Muktamar NU dari Era Kolonial hingga Milenial

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Muktamar secara rutin diagendakan selama lima tahun sekali, namun pada masa awal-awal NU berdiri, muktamar pertama sampai ketujuh diselenggarakan setiap tahun pada bulan Rabiuts Tsani. Ada periode ketika agenda muktamar tidak pasti, sampai kemudian sejak 1979, ketika Indonesia semakin stabil, penyelenggaraan muktamar semakin tertata. Pada masa lalu, untuk menyelenggarakan muktamar dibutuhkan perjuangan yang berat mengingat […]

expand_less