Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di SMP Ma’arif Grabag, Kabupaten Magelang, Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perlu terjun ke dunia politik.

“Jadi tidak semuanya harus berkiprah di dunia pendidikan, entah jadi guru, dosen, peneliti, tapi sahabat-sahabati semua perlu ada yang terjun ke dunia politik. Sebab, yang menentukan arah kebijakan pendidikan sangat strategis melalui jalur politik baik eksekutif maupun legislatif,” katanya dalam Sekolah Pendidikan Kritis (SPK) yang digelar oleh PMII Rayon KH. Subuki Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung pada Jumat sore (16/6/2023). Kegiatan tersebut terlaksana pada 15-18 Juni 2023 dengan mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Kritis dan Humanis dalam Dunia Pendidikan”.

“Jika kita merasa baik, ya perlu berpolitik. Karena jangan sampai dunia politik diisi orang-orang yang tidak baik. Sebab, kebijakan pendidikan sangat berkaitan dengan politik,” kata mantan staf ahli DPRD Kota Semarang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ibda yang juga pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menyampaikan materi ‘Analisis Kritis Kebijakan Pendidikan Indonesia’. “Jika selama ini kita hanya sebagai pihak yang menerapkan kebijakan pendidikan, maka sudah saatnya kita menjadi penentu kebijakan. Entah beberapa tahun lagi, semua itu ada di tangan Anda semua,” ujar Mabinkom PMII Komisariat Trisula INISNU Temanggung tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ibda menyampaikan delapan indikator tata kelola pemerintahan yang baik dalam mengelola, mengatur, membuat dan menerapkan kebijakan pendidikan.

“Menurut United Nation Development Programme (1997), ada delapan indikator atau karakteristik pelaksanaan good governance yang baik, meliputi partisipasi, rule of law, transparansi, responsive, consensus orientation, equity, efisien dan efektif, akuntabilitas dan strategic vision,” kata Direktur Gerakan Literasi Ma’arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Pihaknya juga menegaskan bahwa era kepemimpinan Mendikbudristek Nadiem Makarim belum sepenuhnya sesuai delapan indikator tersebut.

Ibda mencontohkan analisis kritis tentang kebijakan Merdeka Belajar dan RUU Sisdiknas yang sudah dihentikan karena berbagai masalah. Penulis buku Guru Dilarang Mengajar tersebut mencontohkan pada indikator partisipasi, pada kebijakan Merdeka Belajar dan RUU Sisdiknas, Kurikulum Merdeka makbedunduk disahkan, sebelumnya Kurikulum Prototipe. “Misal dalam perumusan RUU Sisdiknas, tidak ada pelibatan pemangku kepentingan seperti LPTK, Dinas Pendidikan, guru, akademisi, siswa, masyarakat luas, organisasi profesi guru PGRI, LP. Ma’arif NU, Dikdasmen Muhammadiyah, kurang dilibatkan,” katanya.

Dijelaskannya, partisipasi pada perumusan RUU sisdiknas ini sudah dilakukan Kemdikbud namun belum dilakukan 100%, Kemdikbud mengklaim bahwa sudah melibatkan publik. Pertanyaannya publik yang mana?
“Kemdikbud melakukan hal yang kontraproduktif dengan membentuk 400 tim bayangan yang tidak dipublikasikan ke publik dan justru Kemdikbud bangga dengan memamerkan hal itu di Forum PBB. Kebijakan seperti inilah yang harus dikawal,” tegas reviewer jurnal internasional Pegem Eğitim ve Öğretim Dergisi (PEGEGOG) tersebut.

Setelah penyampaian materi, pihaknya membuka dialog dan tanya jawab. Selanjutnya semua peserta diminta menganalisis kebijakan pendidikan di level daerah dan pusat dengan pisau analisis delapan konsep tersebut.(*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    Porsema XIII Wonosobo Siap Digelar, Gubernur Jateng Beri Dukungan Penuh

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 330
    • 0Komentar

    SEMARANG – Dalam rangka mematangkan persiapan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII tingkat Jawa Tengah, Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Senin (11/8/2025) di Kantor Gubernur Jawa Tengah. Audiensi ini juga dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Ketua LP […]

  • LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati (ke dua dari kanan) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah dan Ormas yang telah berusaha keras merealisasikan perobohan LI PATI – Penantian selama 23 tahun akhirnya terwujud. Lokalisasi terbesar Kabupaten Pati, Lorok Indah telah berhasil dirobohkan, Kamis (3/4) tadi.  Perobohan bangunan ini merupakan kerja keras beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang […]

  • Jelang HSN 2025, Fatayat NU Pati Gelar Jemparingan Bareng

    Jelang HSN 2025, Fatayat NU Pati Gelar Jemparingan Bareng

    • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Pati – PC Fatayat NU Pati mempunyai cara unik untuk memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN). Mereka menggelar Jemparingan bareng di Lapangan Perpatri, Taman Kota Kalidoro Pati, Sabtu (11/10/2025). Seratusan peserta mengikuti kegiatan yang terhitung baru bagi PC Fatayat NU ini. Mereka tampak antusias dan berusaha memanah target yang telah disiapkan dengan ceria. Ketua PC Fatayat […]

  • Harta Karun Terpendam di Pati

    Harta Karun Terpendam di Pati

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Kabupaten Pati, memang memiliki sejumlah “harta karun” terpendam. Salah satunya adalah Kopi Plukaran yang memiliki warna dan cita rasa berbeda dengan kopi-kopi lain seperti Kopi Lampung, Kopi Lasem, Kopi Kudus, Kopi Luwak dan berbagai jenis kopi. Salah satu pegiat, yang juga penjual Kopi Plukaran adalah Niam. Menurut dia, Plukaran memiliki sejumlah harta karun terpendam yang […]

  • PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA  (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    PENGUATAN KADER, PENDIDIK SEBAYA (LELAKI BERESIKO TINGGI DAN PEKERJA SEKS) HIV&AIDS.

    • calendar_month Sel, 27 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Peran dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan Progam Pencegahan dan Penanggulangan  HIV& AIDS di Kabupaten Pati secara promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative yang berkesinambungan dapat mempertajam kepekaan dan tindakan terhadap kasus HIV-AIDS sejak dini oleh masyarakat . Menindaklanjuti hal tersebut diatas KPA Kabupaten Pati mengoptimalkan  koordinasi  penguatan progam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS KPA Kab. Pati dengan […]

expand_less