Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

Kebijakan Nadiem Makarim Belum Sesuai Delapan Indikator Ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
  • visibility 244
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di SMP Ma’arif Grabag, Kabupaten Magelang, Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perlu terjun ke dunia politik.

“Jadi tidak semuanya harus berkiprah di dunia pendidikan, entah jadi guru, dosen, peneliti, tapi sahabat-sahabati semua perlu ada yang terjun ke dunia politik. Sebab, yang menentukan arah kebijakan pendidikan sangat strategis melalui jalur politik baik eksekutif maupun legislatif,” katanya dalam Sekolah Pendidikan Kritis (SPK) yang digelar oleh PMII Rayon KH. Subuki Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU Temanggung pada Jumat sore (16/6/2023). Kegiatan tersebut terlaksana pada 15-18 Juni 2023 dengan mengusung tema “Menumbuhkan Kesadaran Kritis dan Humanis dalam Dunia Pendidikan”.

“Jika kita merasa baik, ya perlu berpolitik. Karena jangan sampai dunia politik diisi orang-orang yang tidak baik. Sebab, kebijakan pendidikan sangat berkaitan dengan politik,” kata mantan staf ahli DPRD Kota Semarang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ibda yang juga pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menyampaikan materi ‘Analisis Kritis Kebijakan Pendidikan Indonesia’. “Jika selama ini kita hanya sebagai pihak yang menerapkan kebijakan pendidikan, maka sudah saatnya kita menjadi penentu kebijakan. Entah beberapa tahun lagi, semua itu ada di tangan Anda semua,” ujar Mabinkom PMII Komisariat Trisula INISNU Temanggung tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ibda menyampaikan delapan indikator tata kelola pemerintahan yang baik dalam mengelola, mengatur, membuat dan menerapkan kebijakan pendidikan.

“Menurut United Nation Development Programme (1997), ada delapan indikator atau karakteristik pelaksanaan good governance yang baik, meliputi partisipasi, rule of law, transparansi, responsive, consensus orientation, equity, efisien dan efektif, akuntabilitas dan strategic vision,” kata Direktur Gerakan Literasi Ma’arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Pihaknya juga menegaskan bahwa era kepemimpinan Mendikbudristek Nadiem Makarim belum sepenuhnya sesuai delapan indikator tersebut.

Ibda mencontohkan analisis kritis tentang kebijakan Merdeka Belajar dan RUU Sisdiknas yang sudah dihentikan karena berbagai masalah. Penulis buku Guru Dilarang Mengajar tersebut mencontohkan pada indikator partisipasi, pada kebijakan Merdeka Belajar dan RUU Sisdiknas, Kurikulum Merdeka makbedunduk disahkan, sebelumnya Kurikulum Prototipe. “Misal dalam perumusan RUU Sisdiknas, tidak ada pelibatan pemangku kepentingan seperti LPTK, Dinas Pendidikan, guru, akademisi, siswa, masyarakat luas, organisasi profesi guru PGRI, LP. Ma’arif NU, Dikdasmen Muhammadiyah, kurang dilibatkan,” katanya.

Dijelaskannya, partisipasi pada perumusan RUU sisdiknas ini sudah dilakukan Kemdikbud namun belum dilakukan 100%, Kemdikbud mengklaim bahwa sudah melibatkan publik. Pertanyaannya publik yang mana?
“Kemdikbud melakukan hal yang kontraproduktif dengan membentuk 400 tim bayangan yang tidak dipublikasikan ke publik dan justru Kemdikbud bangga dengan memamerkan hal itu di Forum PBB. Kebijakan seperti inilah yang harus dikawal,” tegas reviewer jurnal internasional Pegem Eğitim ve Öğretim Dergisi (PEGEGOG) tersebut.

Setelah penyampaian materi, pihaknya membuka dialog dan tanya jawab. Selanjutnya semua peserta diminta menganalisis kebijakan pendidikan di level daerah dan pusat dengan pisau analisis delapan konsep tersebut.(*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

  • FKPT Jateng Berperan Aktif dalam Persiapan Survei Risiko Terorisme 2025

    FKPT Jateng Berperan Aktif dalam Persiapan Survei Risiko Terorisme 2025

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 192
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Semarang, 14 Mei 2025 – Kabid Pengkajian dan Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah, Ahmad Ro’uf, aktif berpartisipasi dalam Sosialisasi Survei Indeks Risiko Terorisme (IRT) Tahun 2025 yang digelar oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan pelaksanaan survei IRT secara nasional guna memetakan potensi ancaman terorisme […]

  • PCNU-PATI

    Pesan Ketua FKPT: Jangan Terperdaya dengan Pergantian Bungkus Kelompok Radikal

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Semarang – Perubahan bungkus atau gerakan yang dilakukan kelompok radikal perlu diwaspadai setiap saat. Hal itu diungkapkan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof Dr Syamsul Ma’arif dalam kegiatan rapat pengurus, silaturahim dan kunjungan Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Prof Dr Irfan Idris, MA., di Delman Resto Semarang, Selasa (11/4/2023). “Beberapa […]

  • LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dalam rangka penghijauan di Pegunungan Kendeng, Laskar Lereng Muria (LLM) bekerja sama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pati, melakukan penanaman seribu pohon. Penanaman itu tepatnya di wilayah Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Pati, Selasa (18/2/2025). Ketua LPPNU Kabupaten Pati, Sutrisno mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian […]

  • PCNU-PATI

    Resiko Menikah Dini

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu kota Pati dihebohkan dengan berita viral bayi hilang. Selang dua hari berikutnya, terungkap fakta bahwa bayi tersebut dibunuh dan dibuang oleh ayahnya sendiri. Mengutip dari banyak media, motif sang ayah adalah karena merasa kesal dengan tangisan bayinya yang baru berusia tiga bulan itu. Ayah dari anak ini […]

  • Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    Akribut NU Iringi Pernikahan Kader NU

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pati. Setiap orang dalam menikah tentu sangat berbahagia. Sebab pernikahan adalah momen sakral yang di harapkan seumur hidup sekali saja. Maka dari itu, untuk menentukan calon pendamping harus, se iman, seidiologi dan seperjuangan yang mampu di ajak berdakwah dalam menjalankan panji-panji islam ahlus sunah waljma’ah.             Sebagai kader penggerak Nahdlatul Ulama Kecamatan Gembong, dalam pernikahan […]

expand_less