Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

IPNU-IPPNU Margoyoso Resmi Dilantik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 18 Sep 2021
  • visibility 271
  • comment 0 komentar
Proses pelantikan Pengurus Anak Cabang IPNU Margoyoso

PATI – Jum’at (17/9) pagi Pelajar NU Kecamatan Margoyoso menggelar pelantikan dan Rakerancab. Kegiatan yang bertempat di Gedung TPQ Baitur Rahman ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB. 

Dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, para peserta dan tamu undangan yang datang diwajibkan memakai masker. Bukan hanya itu, sebelum masuk lokasi, mereka diperkenankan untuk membasuh tangan dengan hand sanitizer serta cek suhu.

Rangkaian acara mulai pembukaan, pembacaan ayat suci al-Qur’an, penayangan video pendek ucapan pelantikan dari senior lintas tingkatan baik dari Pimpinan Cabang, Pimpinan Wilayah, hingga Pimpinan Pusat serta Staffsus Presiden, hingga acara inti pelantikan terlaksana dengan baik dan lancar. 

Turut hadir Ketua MWC NU Margoyoso, perwakilan  Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, Dewan Pembina PAC IPNU IPPNU Margoyoso, Majelis Alumni, dan perwakilan delegasi dari kawedanan Tayu.  

“Jangan sampai melalaikan ikrar baiat pelantikan. Tepati apa yang telah diikrarkan, jaga, dan rawat apa yang sampean-sampean telah ucapkan sebagai janji awal sebagai penerus IPNU IPPNU karena sesungguhnya apa yang diikrarkan nanti akan dimintai pertanggungjawaban.” Pesan Ketua MWC NU Margoyoso, KH. Samu’in Wage dalam sambutannya.

Proses pelantikan Pengurus Anak Cabang IPPNU Margoyoso

Dalam kegiatan pelantikan ini Dewan Pembina PAC IPNU IPPNU Margoyoso yang diwakili Adib Luthfi menyinggung pendirian komisariat di Margoyoso.

Pendirian komisariat di sekolah atau madrasah merupakan amanat Kongres tahun 2013 lalu. Bahwa IPNU-IPPNU ingin lebih mengenalkan NU di lingkungan sekolah atau madrasah. “Tidak hanya di Madrasah, namun juga sekolah umum,” Ungkapnya.

Di Margoyoso sendiri, lanjutnya, sudah ada 6 Komisariat IPNU-IPPNU yang berdiri, satu di antaranya Komisariat Perguruan Tinggi IPMAFA. Beliau berharap baik sekolah maupun madrasah yang berada di lingkungan LP Ma’arif maupun berkultur NU. Kedepan, harapnya, bisa mendirikan komisariat.

Matsna Zakiyyatus Salwa, Ketua PC IPNU Pati yang turut memberi sambutan mengamini hal tersebut. Menurutnya,  perlu dibentuk kader militan dari sekolah maupun madrasah. Caranya dengan mengikuti pengkaderan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Karena di dalamnya diisi materi agar mengenal dunia IPNU-IPPNU. Mulai dari keorganisasian, keadministrasian hingga kepemimpinan. Ia juga mengutarakan jika masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan PAC Margoyoso dalam satu periode ke depan.

Kegiatan Pelantikan berakhir pukul 12.30 WIB, adapun Rakerancab sendiri dilaksanakan secara hybrid melalui zoom meeting.(yar/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sang Teladan,

    Sang Teladan,

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2018
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Haul 1 KH. A. Nafi’ Abdillah لسان الحال افصح من لسان المقال Bukti laku lebih tajam dari seribu teori Tidak terasa, guru kita semua, KH. Ahmad Nafi’ Abdillah sudah satu tahun meninggalkan kita. Selasa malam rabu 6 Februari 2018 ini insya Allah acara tahlil haul pertama berlangsung di ndalem beliau di Kajen Margoyoso Pati. KH. […]

  • Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    Bedah buku “Sing Penting Nulis Terus”

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Pati. Serangkaian acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-85, Yayasan Pendidikan Islam Manahijul Huda (YAPIM) kemarin,  LPS Cendekia mengadakan acara bedah buku dengan judul “Sing Penting NUlis Terus” karya Hamidullah Ibda M.Pd. Acara ini dibuka resmi oleh H. Baidlowi Ahmad S. Pd.I dan ditutup dengan do’a oleh H. Ali Makhtum di Aula MA […]

  • PCNU-PATI

    Setelah Jepara, Giliran Lazisnu Grobogan Bantu Korban Bencana Pati

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id PATI – Di tengah maraknya bencana yang terjadi di Indonesia, tingkat kepedulian masyarakat menjadi meningkat. Bahkan sebagian masyarakat tergerak merogoh kocek lebih dalam untuk membantu sesamanya yang menjadi korban bencana.  Bantuan yang datang pun beragam, mulai dari uang, sembako, pakaian layak pakai. Justru, menurut pantauan Lazisnu Pati, bantuan non-tunai inilah yang dibutuhkan korban yang […]

  • PCNU-PATI

    Mencetak Kader Kiai Sahal; Pusat Fisi Adakan Sekolah Fiqh Sosial

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) kembali menyelenggarakan Sekolah Fiqh Sosial, Kamis (23/04/2023) kemarin. Acara yang telah diadakan untuk ketiga kalinya ini bertempat di aula 2 lantai 2 kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah Pati. Acara ini diikuti oleh 27 peserta, terdiri dari mahasiswa IPMAFA lintas prodi dan beberapa santri dari berbagai pesantren […]

  • Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

    • calendar_month Kam, 2 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo. […]

  • PCNU-PATI Photo by The Cleveland Museum of Art

    Islam Ukhuwah Sebagai Ikhtiar Membangun Kesalehan Sosial

    • calendar_month Sab, 2 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Manusia pada dasarnya adalah satu, tidak ada perbedaan satu sama lain, yang ada adalah hanyalah variasi dari kesatuannya. Namun sayangnya, manusia kini terpilah ke dalam banyak kelompok suku, kelompok, ras, etnik, adat-istiadat, agama, dan negara. Agama yang semula berniat menyatukan manusia yang telah terpilah dalam suku dan nafsu di bawah satu Tuhan […]

expand_less