Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

IPNU IPPNU Juwana Gandeng Kiai Dalang Adakan Ngaji Budaya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
  • visibility 480
  • comment 0 komentar

 

img-20211111-wa0033-8291049
KH. Ilham Supriyanto sedang mengisi ngaji budaya di Juwana dengan gaya uniknya, yaitu dakwah menggunakan wayang

JUWANA- Hari Pahlawan menjadi momen bersejarah bagi Bangsa Indonesia. 10 November diperingati sebagai bentuk rasa hormat atas jasa para Pahlawan yang telah gugur dan berkorban demi Negara. Inilah yang disampaikan oleh KH  Ilham Supriyanto, ketu LDNU Pati. 

ungkapan itu disampaikan dia di depan puluhan pelajar NU yang tergabung dalam Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU Kecamatan Juwana, Rabu (10/11) malam. 

Kegiatan yang digagas oleh Departemen Olahraga, Seni dan Budaya PAC IPNU/IPPNU Juwana tersebut dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 2021. Mengusung tema besar Ngaji Budaya, agenda tersebut berlangsung cukup meriah di gedung TPQ Manba’ul Huda, Bakaran Kulon Juwana. 

Bukan hanya para pelajar NU, para pengurus Banom NU se-Kecamatan Juwana juga tampak antusias menyimak Ngaji Budaya dari kiai yabg menggunakan media wayang kulit sebagai alat dakwahnya tersebut. 

Fokus Angkat Budaya

Kehadiran KH. Ilham di Juwana bukan tanpa alasan. Panitia, diwakili Widodo Adi, Kepala Departemen Olahraga, Seni dan Budaya IPNU Juwana menegaskan bahwa para pemuda sudah saatnya kembali kepada budayanya sendiri.  

Seperti diketahui bersama, KH. Ilham merupakan sosok dai dengan metode dakwah yang unik. Kiai sekaligus dalang tersebut menggunakan wayang sebagai media dakwahnya.

“Wayang itu budaya jawa yang hampir tidak diminati,” ungkap Adi.

Dengan tema ‘Minangka Dinane Para Pejuang Lan Mongko Ojo Lali Mara Kabudaya’, para generasi muda NU tersebut begitu semangat mengikuti jalannya ngaji budaya. Hal ini, lanjut Adi juga ditujukan untuk menarik minat para pelajar dan pemuda untuk turut serta dalan organisasi IPNU dan IPPNU. Menurutnya, semangat organisasi di kalangan pemuda di Kecamatan Juwana masih perlu ditingkatkan lagi. 

Sementara itu, Faiz Alim Rosyada, ketua PAC IPNU Juwana menjelaskan alasan dibalik pengambilan tema tersebut. Menurut dia, menghormati pahlawan berarti harus juga mempertahankan budaya lokal, sebagai bagian yang ikut terjajah. 

“Dulu kita punya budaya sendiri, tapi setelah orang Eropa datang dengan gaya hidul mereka, seolah-olah budaya kita menjadi budaya kelas dua yang kehilangan eksistensi di rumah sendiri. Kita terjajah dalam konteks budaya,” terang dia.(lpj/lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

    • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    PATI-Seorang perangkat desa di Kecamatan Winong nyaris dipolisikan lantaran dianggap menghina Nahdlatul Ulama (NU). Itu buntut dari postingannya di media sosial facebook tentang Koin NU.Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Winong Sabar Halim mengemukakan, pria yang menjabat sebagai Kadus Botok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang cenderung […]

  • Photo by Mufid Majnun

    NU sebagai Pilar Utama dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.089
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) adalah salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yang telah lama menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan negara. Sejak berdiri pada tahun 1926, NU tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas sosial, politik, dan budaya di Indonesia. Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi nilai moderasi, […]

  • English Capacity Building for NU Educators PWNU Jawa Tengah Batch#4; Membuka Jalan Menuju Masa Depan

    English Capacity Building for NU Educators PWNU Jawa Tengah Batch#4; Membuka Jalan Menuju Masa Depan

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.663
    • 0Komentar

    Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris untuk Pendidik NU merupakan upaya bersama PWNU Jawa Tengah dengan Yayasan NASIMA Semarang melalui LP Ma`arif NU dan RMI NU Jawa Tengah untuk mempersiapkan pendidik NU yang lebih kompeten, percaya diri, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan pendidikan global. Jumat (8/8) bertempat di Yayasan NASIMA Semarang, 20 peserta English Capacity Building for […]

  • Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    Pendidikan Politik Ala Gus Dur

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

     Oleh: Siswanto* KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional. Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan […]

  • PCNU-PATI Photo by David Libeert

    Puisi-Puisi Muhammad Thohir

    • calendar_month Ming, 26 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Ramadan Penuh Cinta Ramadan kian menyapa Di atas permadani cinta Menyapa dengan penuh bahagia Karena rindu yang semakin membara Menyambut penuh riang Menguatkan iman takwa Membersihkan kotaran jiwa semoga hilang Mendekap pada Sang Maha Cinta Mengiringi jalan menuju ridho-Nya Di bulan suci Bertadarus membaca al-Qur’an dan menghayati Semoga kita tergolong orang-orang yang mendapat ampunan dan […]

  • Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia. Artikel bejudul Radikalisme […]

expand_less