Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Insting Parental Pemerintah

Insting Parental Pemerintah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental.

Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah mereka didaulat menjadi ‘bapak’.

Sikap waspada, peduli, menyayangi, tanggungjawab, baik untuk merawat buah hatinya maupun tanggungjawab untuk selalu berakhlaqul karimah karena dijejali perasaan: “kini engkau telah menjadi teladan bagi anak-anakmu” pun hinggap di alam bawah sadar kaum bapak.

Tadinya penulis mengira bahwa, efek parental ini hanya terjadi pada segelintir manusia. Namun ternyata, sebagian besar kaum adam mengalami hal yang sama.

Lantas, apakah para presiden, menteri hingga kepala daerah juga merasakan efek parental yang sama setelah mereka menjabat? Akankah insting parental mereka tumbuh seiring amanah sebagai ‘bapak’ yang mereka terima?

Entahlah, namun ada beberapa indikasi yanh bisa dijadikan kunci jawaban. Salah satunya adalah indeks kepuasan masyarakat. Ini hanya salah satu, lhoh, tidak bisa digunakan acuan secara komplikatif.

Sebab, warga plus enam dua sebagai ‘anak’ dari pemerintah Indonesia, kita kenal mempunyai etos qona’ah yang super. Hanya sedikit yang memiliki jiwa ‘membangkang’ untuk menuntut–yang mereka sebut–keadilan.

Lebih dari itu, indikator ‘bapak-bapak’ kita memiliki insting parental yang kuat bisa dilihat dari kesejahteraan rakyat, pendididikan baik dan merata, penegakan hukum yang tidak sempoyongan, pendapatan warga bisa memenuhi kebutuhan pokok, vasilitas kesehatan yang bisa dijangkau semua khalayak dan yang terpenting, jumlah korupsi, kolusi dan nepotisme menyusut.

Tentu saja proses itu butuh evolusi, tidak serta-merta sim salabim kun fa yakun. Namun warga yang kian cerdas dan dengan instingnya tentu bisa mengindera-rasakan apakah kebijakan-kebijakan dan perilaku pemerintah mengarah ke sana atau malah sebaliknya. Jika tidak, kita (rakyat biasa) hanya bisa mengingatkan sembari memanjatkan doa, semoga para pemangku kebijakan mendapat hidayah, kamaa qaal Pak Prie GS.: “Negara hanya mungkin dikritik, tapi mustahil dilawan.”

*penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa az Zahro’ Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Membaca Nurcholis Majid

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Namun, Cak Nur juga memberikan pertanyaan tentang sampai manakah mahasiswa di dalam mempertahankan idealisme nya tersebut? Apakah hanya sampai pada saat menjadi mahasiswa aktif? Atau bahkan sampai pada saat mereka sudah menjadi bagian daripada pemerintah itu sendiri? Cak Nur mulai mengkhawatirkan pertanyaan tersebut akan terjawab dengan kenyataan bahwa mahasiswa akan berhenti idealis apabila sudah menjadi bagian daripada pemimpin […]

  • Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    Harlah Fatayat NU Diwarnai Agenda Serba 70

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Logo resmi HUT Fatayat NU ke-70 PATI-Perayaan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke 70 dirayakan dengam berbagai agenda. Masing-masing daerah memeiliki legiatan sendiri-sendiri untuk menyambutnya. Salah satunya adalah Pengurus Cabang Fatayat NU Pati. Dengan tajuk ‘Bhakti untuk Negeri Merawat Bumi, PC Fatayat NU Pati menggelar beberapa kegiatan. Agenda 70 Khataman, 70 selawat thibbul qulub, 70 […]

  • Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    Presiden Pecinta Sholawat Berikan Sembako ke Dapur Umum NU Peduli Pati

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Presiden Pecinta Sholawat, Muh Zen, berikan sembako ke dapur umum NU Peduli Pati, yang berada di kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Sabtu (3/12/2022) siang. Muh Zen memberikan sembako berupa beras, minyak goreng dan lainnya. Sembako itu ia salurkan untuk membantu para relawan NU Peduli Pati dalam menyupali makanan untuk korban banjir.  […]

  • Rembuk Merah Putih, FKPT Jateng Ajak Gelorakan Pendidikan Damai Cegah Radikalisme

    Rembuk Merah Putih, FKPT Jateng Ajak Gelorakan Pendidikan Damai Cegah Radikalisme

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar kegiatan Rembuk Merah Putih di Wisma Perdamaian, Semarang, Selasa (1/10/2025). Dalam laporannya, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan bahwa kekerasan tidak bisa dilawan dan diselesaikan melalui kekerasan. “Beberapa waktu lalu, kita dihadapkan dengan […]

  • PCNU-PATI

    Dapat Dua Penghargaan, Dr. Ibda Berkiprah Jadi Reviewer 19 Jurnal Scopus di 14 Negara

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah  (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mendapatkan dua penghargaan sebagai doktor dengan pencapaian RPL tanpa bebas ujian terbuka, dan dosen of the year dalam bidang publikasi ilmiah terbanyak. Hal itu terungkap pada Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Dies […]

  • Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

    Meneladani Kepimpinan Abu Bakar

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2015
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Sebagai umat Islam tentu kita pasti mengetahui siapa Abu Bakar Al-Shiddiq yaitu khalifah pertama yang akan melanjutkan dan kian menyempurnakan tugas-tugas kenabian, hingga burung-burung bernyanyi dengan riang. Abu  Bakar seorang laki-laki yang bahkan Nabi Muhammad Saw pun selalu membenarkannya. Nabi selalu berkata kepadanya, “Engkau benar, engkau benar!” tanpa rasa ragu sedikit pun.             Dialah Abu […]

expand_less