Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sosok » Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

Cerita Tape Manis Mbak-Mbak Fatayat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 12 Feb 2022
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
Yeni Munifah bersama ribuan besek Tape Gembong yang siap didistribusikan 

Menjadi aktivis Fatayat NU, tak menghalangi semangat Yeni Munifah untuk berdagang. Justru menurutnya, ia akan merasa bangga jika dirinya berhasil mentasyarufkan sebagian hartanya untuk organisasi. 

“Prinsipnya kalau kita bisa jangan cari hidup di NU, tapi bagaimana kita menghidupkan NU itu sendiri,” satirnya. 

Wanita yang akrab di sapa Yeni ini sehari-hari menjaga lapaknya di depan Indomaret Gembong. Beraneka jajanan khas kecamatan yang berada di lereng Muria ini, ia jajakan di depan rumahnya. 

“Gampang kalau mau ke sini. Timur tugu pahlawan Pasar Gembong, depan Indomaret, samping Cak Coffee,” 

Mulai jeruk pamelo, ceriping tela Plukaran hingga Tape Gembong yang terkenal lezat pun tersedia di lapaknya. 

Tak cuma itu, bersama Hafidz, suaminya, hampir seminggu sekali ia mengirim ribuan kotak tape gembong untuk dijual di daerah Demak, Semarang hingga Kendal. 

“Rata-rata sekali kirim 1500 sampai 5000 besek (kotak tape),” tuturnya. 

Meski sukses berjualan makanan khas gembong, bahkan memperkenalkannya ke luar kota, dirinya tetap tidak mau meninggalkan kesibukannya sebagai aktivis Fatayat NU Gembong. 

Produk Tape Gembong ber merk ‘Mbak Yeni’ milik Yeni Munifah, Wakil PAC Fatayat NU Gembong

Di organisasi sayap pemudi NU ini, ia menjabat sebagai wakil ketua PAC Fatayat NU Kecamatan Gembong. Menurut alumni santri Kajen ini, perjuangan di NU adalah ladang mencari keberkahan hidup. Jadi, lanjut Yeni, tidak ada keinginan sedikitpun darinya untuk mencari ‘penghidupan’ apalagi popularitas di NU.

“Pokoknya bejuang aja di NU. Lillahi ta’ala, jangan ada niatan cari duit apa lagi popularitas. Na’uudzu billah lah itu,” tegasnya. 

Di mata rekan sejawat, Yeni dikenal sebagai sosok yang lincah dan mudah bergaul. Bahkan, wanita kelahiran Semarang tersebut sudah memiliki relasi pemudi NU di seluruh Kecamatan Gembong, bahkan Kabupaten Pati. 

“Padahal dia bukan asli Gembong, tapi cepet banget bergaulnya. Bahkan kita yang orang Gembong sendiri kalah saing kalau urusan jaringan sama Mbak Yeni,” terang Cika, Ketua PAC Fatayat NU Gembong.

Keinginan utama Yeni adalah membesarkan NU melalui caranya sendiri, yaitu berdagang dan memanfaatkan skill nya dalam membangun relasi. 

“Apa yang saya punya, yang saya bisa, selagi saya mampu dan suami mengizinkan, akan saya lakukan demi NU,” tandasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • PCNU - PATI Photo by Tanaphong Toochinda

    Anak Tantrum

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya. Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya […]

  • PCNU-PATI

    IPPNU Kajen Punya Target Terbitkan Buku Biografi Bu Nyai

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka memperingati 1 abad NU, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPPNU) Desa Kajen menggelar workshop penulisan biografi ulama perempuan dan bu nyai di desa santri tersebut. Workshop digelar di Aula ICK area Masjid Kajen lantai 2. Ketua PR IPPNU Kajen Citra Rahma Febriaziza mengatakan, workshop digelar untuk melatih […]

  • Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    Launching Jurnal Khittah dan Majalah Nuansa Turut Meramaikan Harlah NU ke 89

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kabar. NU. Pati Sabtu 31 Januari. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memperingati hari lahir (Harlah) NU yang ke-89 di gedung PCNU setempat, Acara tersebut dimulai dengan launcing Jurnal “Khittah” yang diterbitkan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam)  dan peluncuran Majalah “Nuansa” yang diterbitkan Lajnah Ta’lif wan-Nasyr (LTN). Dalam kedua acara tersebut, […]

  • Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di IPMAFA dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

    Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di IPMAFA dalam Peringatan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 24 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) IPMAFA bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat Islam (HMPS PMI) IPMAFA menggelar program sosialisasi bertajuk Bimbingan Remaja untuk Pencegahan Kekerasan Seksual. (Jumat, 20/12/24). Program ini merupakan salah satu inisiatif dari tim PKM dosen IPMAFA yang terdiri dari Ibu Umdah […]

  • PCNU- PATI Photo by Mufid Majnun

    Pancasila Sebagai Pilar Penanggulangan Terorisme

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Baru-baru kita digegerkan dengan adanya aksi bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar Kota Bandung. Aksi bom bunuh diri ini, sebagai dikutip melalui detik.news setidak memakan 12 korban. Adapun korban yang meninggal dunia pertama, atas nama Agus sujatno (pelaku), kedua, anggota polisi atas nama Sofyan Didu, dan 10 korban lainnya mengalami luka-luka […]

expand_less