Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

Catatan Juri Porsema XIII: Puisi Bukan Ajang Gaya, Tapi Kejujuran Rasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Wonosobo — Ajang Lomba Cipta dan Baca Puisi Religi dalam Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XIII LP Ma’arif NU Jawa Tengah yang digelar di Wonosobo tak hanya menyajikan panggung ekspresi seni, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran sastra. Hal ini ditegaskan oleh tim juri dari kalangan sastrawan Pati, yang memberikan catatan penting sebagai evaluasi bersama.

Seperti diketahui, Porsema XIII digelar di Kabupaten Wonosobo pada 10-13 September 2025. Salah satu cabang lomba bidang seni adalah puisi religi yang menghadirkan juri dari unsur penyair / sastrawan dan akademisi bidang bahasa dan sastra.

Dalam catatan resminya, salah satu juri puisi religi, Puji Pistols, menyampaikan keprihatinan atas kecenderungan peserta yang lebih sibuk menonjolkan gaya dibandingkan mendalami makna puisi. “Puisi itu dunia rasa, tapi dalam praktiknya banyak yang justru terjebak pada gaya,” ungkap sastrawan asal Kabupaten Pati tersebut.

Kesalahan Umum dalam Membaca Puisi
Salah satu kekeliruan yang banyak ditemukan adalah mendahulukan nada sebelum memahami makna. Peserta cenderung mengedepankan lengkingan suara dan intonasi dramatis, padahal isi puisinya belum sepenuhnya dikuasai. “Akhirnya, terdengar seperti orang karaoke yang salah pilih lagu: merdu tapi hampa,” katanya di sela-sela istirahat pada Jumat (12/9/2025).

Kesalahan lain yang disorot adalah pengubahan warna vokal. Banyak peserta memaksakan suara besar dengan membulatkan vokal secara tidak alami. Menurut Mbah Puji, suara terbaik adalah suara yang jujur, bukan yang dipaksa atau dipelintir.

Gestur tubuh yang berlebihan juga menjadi perhatian. Ada peserta yang tampil seperti sedang pentas tari alih-alih membaca puisi. Padahal, menurut juri, gerakan seharusnya hanya menjadi penguat ekspresi, bukan justru menutupi pesan yang ingin disampaikan.

Persaingan dalam hal kelantangan pun dinilai sebagai kesalahan. “Sebagian peserta mengira semakin keras semakin bagus. Akibatnya, ada puisi yang disampaikan seperti toa masjid subuh,” kritik juri dengan nada satir.

Inti dari pembacaan puisi, tegas mereka, adalah penyampaian makna, bukan sekadar volume suara.

Tak hanya itu, aspek penampilan juga ikut dikomentari. Sebagian peserta terlihat terlalu fokus pada kostum, seakan mengikuti peragaan busana. “Padahal, juri tidak menilai batik atau jas. Membaca puisi itu soal isi, bukan fashion show,” tambah mereka.

Catatan untuk Lomba Cipta Puisi
Tak hanya dari segi pembacaan, juri juga mencermati karya-karya cipta puisi yang dikirimkan. Tiga hal pokok menjadi catatan utama: kejujuran bahasa, kedalaman pengalaman hidup, dan kemampuan menjalin relasi dengan pembaca.

Menurut juri, puisi yang kuat lahir dari keintiman dan ketulusan kata, bukan dari sekadar tumpukan diksi indah yang kosong makna. “Puisi yang bernilai adalah yang berani menyentuh kebenaran, kehilangan, dan cinta,” tambahnya.

Lebih jauh, puisi yang baik harus mampu menciptakan relasi dengan pembaca. Imaji yang kuat dan narasi yang menyentuh akan membuat pembaca merasa diajak bicara, bukan hanya ditunjukkan poster kata-kata.

Catatan juri ini ditutup dengan pengingat bahwa puisi sejatinya bukan soal gaya berlebihan, kelantangan suara, atau pakaian yang rapi. “Pada akhirnya, puisi adalah soal kejujuran hati yang diolah menjadi bahasa,” tegas mereka.

Mengutip penyair besar W.S. Rendra, juri menekankan kembali esensi puisi: “Puisi bukanlah hiasan. Ia adalah suara hati yang menuntut kejujuran.”

Dengan catatan ini, juri berharap Porsema tidak hanya menjadi arena lomba, tetapi juga ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi para peserta, pendamping, hingga pegiat sastra secara umum. (Ibda)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    Forsimasu Gelar Expo Kampus, Beberkan Informasi Seputar Kampus

    • calendar_month Ming, 23 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Syamsul Ma’arif, dengan penuh semangat memaparkan materi dalam acara Expo Kampus Formasu PATI – Forum Silaturahmi Mahasiswa Silahul Ulum (FORSIMASU) menggelar kegiatan expo kampus bagi para siswa MA Silahul Ulum, Minggu (23/1). Expo Kampus tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk membantu para siswa dalam memperoleh informasi terkait dunia kampus. Imam Sholikin, Ketua FORSIMASU menuturkan, bahwa kegiatan […]

  • Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    Upaya Menghidupkan Jiwa Kebangsaan Melalui Gerakan Kebudayaan

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Oleh : M. Jadul Maula Dewasa ini berbagai tantangan kehidupan kebangsaan kita semakin abstrak, dan kemudian hal itu berdampak nyata berupa absurdnya aktualisasi nilai-nilai kebangsaan kita. Saat ini kita cenderung lebih memuja sesuatu yang verbal, yang hanya berorientasi pada sesuatu yang bersifat material, dan menomorduakan yang substansial dan spiritual. Lesbumi atau Lembaga Seni dan Budaya […]

  • Rijalul Ansor Dorong Aparat Berantas Tempat Karaoke

    Rijalul Ansor Dorong Aparat Berantas Tempat Karaoke

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

      KH. Aniq Muhammadun (peci putih), Ro’is Syuriyah PCNU Pati sedang memimpin istighotsah yang diselenggarakan oleh MDS Rijalul Ansor Pati, Sabtu (30/10) malam PATI-Dukungan dan motivasi kepada pemkab dan Forkopimda Pati untuk konsisten menindak tempat karaoke dan praktik prostitusi di Pati terus mengalir. Dukungan ditunjukkan melalui beragam bentuk, seperti istighosah yang berlangsung di gedung PCNU […]

  • Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    Seminar Kesehatan PC Fatayat NU

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, jajaran Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati mengadakan seminar kesehatan, 3/9 kemarin. Kegiatan yang dibuka oleh Bupati Pati H. Haryanto. SH, MM, M.Si, dengan mengundang 21 PAC Fatayat  se Kabupaten Pati kurang lebihnya peserta sebanyak 450 orang, dengan menghadirkan narasumber  BALKESMAS Pati dr. Aviani Tri Tanti Venusia, MM kepala […]

  • Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.967
    • 0Komentar

      Aceh Timur – Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa khidmah kemanusiaan Nahdlatul Ulama di Aceh bukan semata soal besar-kecilnya bantuan, melainkan ikhtiar merawat ikatan batin antarsesama warga Nahdliyin lintas daerah. Hal itu disampaikan Gus Rozin saat meresmikan sekaligus menyerahterimakan mushola dan TPQ di Desa Bukit Tiga, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh […]

  • Pagar Nusa Gabus Adakan Ujian Kenaikan

    Pagar Nusa Gabus Adakan Ujian Kenaikan

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Bertempat di Madrasah Abadiyah dan  SMP NU Karaban Pagar Nusa melakukan ujian tingkat. Pada Senin (15/2/2016) hal tersebut dilakukan agar bisa mengetahui prestasi sejauh mana kemampuan para siswa yang belajar di Pencak silat Pagar Nusa.             Pada kesempatan itu, Ketua PAC  Pagar Nusa Ust. Ahmad Qusyairi membuka secara resmi dan sedikit menjelaskan perihal apa itu […]

expand_less