Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Beragama dan Bernegara Harus Menyenangkan

Beragama dan Bernegara Harus Menyenangkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
  • visibility 504
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – KH. Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) mengatakan bahwa beragama dan bernegara harus menyenangkan. Sebab, kalau tidak menyenangkan maka ada yang salah dalam beragama dan bernegara seorang.

“Pada hakikatnya, agama lahir sebagai solusi bukan sebagai problem,” kata Gus Miftah dalam Talk Show Bersama Gus Miftah bertajuk ‘Orasi Kebangsaan Beragama Berbangsa yang Happy dan Menyenangkan’ yang dihadiri ribuan peserta dari unsur mahasiswa INISNU Temanggung, AKPER Al-Kautsar, pelajar SMA, SMK, dan MA se Kabupaten Temanggung pada Jumat pagi (16/6/2023) di kompleks INISNU Temanggung.

Ketika berbicara wasatiyyah, lanjutnya, wasat itu kan artinya tengah atau tengah-tengah. “Maka kalau di NU, kita harus paham konsep Tasamuh, konsep Tawassuth, konsep Tawazun, dan lainnya. Namun dalam hal ini kita belajar tentang wasatiyah,” katanya.

Dipaparkannya, bahwa landasan wasatiyah adalah Surat Al-Baqarah ayat 143 yang artinya “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu,” katanya.

Dalam Bahasa Arab, katanya, wasatiyah, tidak condong ke kanan, dan tidak condong ke kiri. “Dalam Alquran ada konsep adil, dan Allah sangat mencintai orang adil,” katanya.

Maka jika di dalam perlombaan olahraga, katanya, ada wasit. “Ini selaras dengan wasatiyah, karena wasit itu tugasnya menjadi penengah,” tegas Gus Miftah yang didampingi Rektor INISNU Dr. Muh. Baehaqi dan Kepala Kepolisian Resor Temanggung AKBP Agus Puryadi tersebut.

Konsep wasatiyah tersebut menurut Gus Miftah sudah diterapkan di Indonesia melalui Pancasila. “Maka saya tidak setuju jika Pancasila diganti dengan Trisila, Ekasila, dan lainnya karena Pancasila sudah paripurna,” katanya.

Gus Miftah menjelaskan ada tiga makna wasit. “Pertama adalah wasit sebagai penengah atau perantara misal dalam perdagangan bisnis, kayak makelar. “Makelar itu pekerjaan mulia kalau dia jujur,” katanya.

Kedua, makna wasit sebagai pelerai atau penengah, seperti tugas Pak Kapolres ini. Maka di dalam hukum saat ini ada Restorative Justice. “Tidak semua masalah hukum bisa dibawa ke ranah hukum. Ketika sudah dilaporkan, bisa dicabut,” katanya.

Ketiga adalah wasit sebagai pemimpin pertandingan. “Ini adalah yang paling umum di Indonesia seperti wasit sepak bola, tinju, dan lainnya,” katanya.

Pihaknya juga menegaskan bahwa lawan moderasi beragama adalah beragama dengan ekstrem, baik ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Maka semua jemaah yang hadir untuk tidak melakukan ekstrem yang mengatasnamakan agama. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AI Bisa Bantu Luruskan Informasi, Begini Tips Menurut Wibowo Prasetyo

    AI Bisa Bantu Luruskan Informasi, Begini Tips Menurut Wibowo Prasetyo

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Temanggung – Dalam menggunakan kecerdasan buatan (AI), masyarakat utamanya dosen dan mahasiswa wajib digunakan untuk meluruskan hoaks dan menyebar narasi positif di media sosial. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Wibowo Prasetyo dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah berbantuan Kecerdasan Artifisial Kerjasama Direktorat Diktis, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI […]

  • MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    MPLS dan MATSAMA di Sekolah-Madrasah Ma’arif NU Jateng Terintegrasi Makesta

    • calendar_month Kam, 13 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 783
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Semarang – Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi penyusunan kurikulum Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDIK) pada Rabu (12/2/2025). Hadir Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Koordinator Tim Penyusun Kurikulum MOPDIK Hamidulloh Ibda, Ketua PW IPNU Jawa Tengah M Irfan Khamid, Ketua PW IPPNU Jawa […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • PCNU-PATI Photo by pixel2013

    Tuan Muda Albana

    • calendar_month Ming, 18 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Sepasang mata berbingkai kacamata itu sedikit membeliak ketika menemukan wajah pucat tapi cantik dari jarak yang begitu dekat. “Lepas!” Gadis berhidung mancung itu berteriak dengan suara parau yang berat. “Kalau takut ngapain mau bunuh diri? Sudah gila kamu? Sudah nggak punya iman?” Balas lelaki itu tak kalah emosional. Lelaki bersarung biru […]

  • Haflah Khotmil Quran Pon Pes Al-Roudloh Kajen

    Haflah Khotmil Quran Pon Pes Al-Roudloh Kajen

    • calendar_month Kam, 28 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Pati. Pondok Pesantren Al Roudloh Kajen Pati mengadakan acara khotmil quran, peringatan Rajabiyah serta muawwada’ah bagi santri-santri yang telah purna. (Selasa 26/4)kemarin.              Acara seperti ini di ikuti oleh seluruh santri putra dan putri Pon Pes Al Roudlah dengan harapan sebagai bentuk motivasi kepada santri lainnya untuk segara menghatamkan al-Qurannya dan semakin giat dalam belajarnya, […]

expand_less