Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Geneologi Nahdlatul Ulama

Geneologi Nahdlatul Ulama

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Mar 2023
  • visibility 632
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Sebagaimana yang sudah ditegaskan oleh Hadratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini kita kenal merupakan sebuah lembaga sosial keagamaan kemasyarakatan yang didesain untuk melestarikan dan menjaga tradisi ahlussunnah waljamaah yang sudah ada di Indonesia dan sudah ada sejak Islam turun di Nusantara.

Tradisi atau ajaran Islam Nusantara di Indonesia dicirikan dalam bentuk pemikiran keagamaan (fiqh) yang mengikuti garis pemikiran mazhab Syafi’i, sedangkan pemikiran teologis mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy’ari, dan pemikiran tasawuf yang mengikuti Imam Abdul Qadir  al-Jailani, dan Imam Abu Hasan as-Syadzili.

Dari triologi pemikiran keagamaan di atas melahirkan suatu pola keislmanan khas Islam Nusantara yang kemudian ditandai dengan tradisi ziarah kubur, tawassul, tahlil, manaqib, tawassul dengan orang-orang salih (baik masih hidup atau sudah mati), mendoakan mayit (slametan), mencintai ahlul bait, salawatan, mujahadah dan lain sebainya. Itu semua merupakan ciri khas tradisi warga NU.

Oleh karena itu, sebelum NU berdiri secara formal untuk melestarikan dan mengembangkan tradisi-tradisi di atas, para kiai sudah mengawalinya dengan mendirikan tiga organisasi yang kita kenal Nahdlatul Wathan (1914), Nahdlatut Tujjar (1918), dan Tashwirul Afkar (1918).

Geneologi Nahdlatul Ulama

Pertama, Nahdlatul Wathan merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan Islam yang fokus pada bidang pendidikan, sosial, dan dakwah. Istilah Nahdlatul Wathan sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Nahdlah yang artinya kebangkitan, pergerakan, dan pembangunan. Sedangkan Wathan yang berarti tanah air atau negara. Sehingga Nahdlatul Wathan bisa diartikan sebagai  kebangkitan tanah air, pembangunan negara, dan membangun negara.

Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan merupakan sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan peran serta yang mampu mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang termaktub dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. sehingga secara matematis banyak anak banyak yangdicerdaskan melalui lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan.

Kedua, Nahdlatut Tujjar (NT), dalam sejarahnya oranganisasi NT didirikan pada tahun 1918 yang bergerak dalam bidang ekonomi untuk mengangkat perekonomian umat Islam yang pada waktu itu mengalami penindasan yang dilakukan oleh penjajah atau yang kita kenal kolonialisme Belanda.  Karena pada abad ke 20 Indonesia masih dalam kekangan kolonialisme, sehingga masyarakat secara perekonomian sangat tereksploitasi. Disamping itu juga Belanda menerapkan sistem politik etis atau yang disebut politik balas budi agar rakyat patuh dan nurut dari kehendak kolonialisme.

Maka, dari situlah rakyat berharap betul dengan adanya NT perekonomian kembali stabil dan masyarakat secara perekonomian terangkat, akan tetapi harapan rakyat hanya sebatas harapan saja. Karena Belanda sangat cerdik dan tidak bisa diakali begitu saja. Oleh karena itu dari kejadian tersebut, organisasi NT ini lahir tidak lepas dari politik etis yang digawangi oleh Belanda. Sehingga , NT ini lahir untuk menggerakkan masyarakat supaya sadar akan Sumber Daya Alam yang kita miliki bisa digunakan dan  dimanfaatkan dengan baik agar Belanda tidak menguasai secara terus menerus.

Ketiga, Tashwirul Afkar sendiri merupakan sebuah forum diskusi untuk merespon berbagai isu aktual yang dihadapi masyarakat waktu itu. Khususnya di Kota Surabaya dan sekitarnya. Karena pada waktu itu, Wahabi lagi genjar-genjarnya melakukan gerakan anti-mazhab bid’ah, syirik, khurafat terhadap praktek-prakteh keagamaan ahlussunnah waljamaah di masyarakat yang sudah berlaku jauh sebelum wahabi masuk di Indonesia.

Sehingga dari situ, Tashwirul Afkar sesuai namanya , di dalamforum tersebut berkumpul para kiai pondok pesantren baik dari kalangan tua maupun muda bersatu-padu saling bahu-membahu untuk menghalau dan melakukan serangan terhadap kelompok-kelompok yang ingin merusak ajaran ahlussunnah waljamaah.

Oleh karena itu, pada tahun 1926 ketiga organisasi di atas dilebur menjadi organisasi baru yang kita kenal dengan sebutan Nahdlatul Ulama yang hingga sekarang tercatat sebagai ormas terbesar di jagad dunia.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Sepotong Hati yang Baru

    • calendar_month Sab, 23 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 595
    • 0Komentar

    Banyak sekali diksi yang bisa gue resap di banyak cerpennya yang walau pun mengangkat tema romance, tetapi rasa dari setiap cerpennya begitu berbeda. Di cerpen pertama, romance yang ditawarkan begitu masa kini, tentang anak muda belia yang begitu GR dengan seorang laki laki yang ternyata hanya menebar pesona yang disalah artikan saja. Endingnya, si cewek […]

  • PCNU - PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Shodaqohnya WTS

    • calendar_month Ming, 26 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    Seandainya WTS tersebut shodaqoh kepada faqir miskin atau masjid, sah atau tidakkah shodaqohnya ? Jawaban : Shodaqohnya tidak sah, karena syarat sahnya shodaqoh adalah halalnya harta yang disedekahkan. Referensi : Mau`idhot al-mu`minîn, Juz. 2 hal. 365 Faidl al-qodîr, Juz. 6 hal. 511 Bughyat al-mustarsyidîn, hal. 158-159

  • 25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    25 Ribu Peserta Meriahkan Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.673
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id Semarang — Semangat kebersamaan dan nuansa hijau khas Nahdlatul Ulama (NU) menyelimuti Stadion Pandanaran, Wujil Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (25/10/2025). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti Jalan Sehat Santri NU Jateng 2025, salah satu rangkaian utama dalam peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah. Sedikitnya 25 ribu peserta […]

  • Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma'arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    Respon Pidato Muktamar, Ketua Ma’arif Jateng Desak Presiden Tepati Janji

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.990
    • 0Komentar

    JOMBANG — Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani, menyambut baik sekaligus siap menagih komitmen pemerintah atas pidato yang disampaikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur pada Kamis (27/8/2026). ‎ ‎Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka menyampaikan komitmennya untuk mendistribusikan bantuan perangkat […]

  • SD Terpadu An Nismah Gelar Akhshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    SD Terpadu An Nismah Gelar Talkshow dan Festival FORWALI, Tekankan Sinergi Orang Tua dan Sekolah di Era Digital

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.324
    • 0Komentar

      PATI – SD Terpadu An Nismah, Desa Waruroyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menggelar kegiatan Talkshow dan Festival Forum Komunikasi Wali Murid (FORWALI) pada Sabtu (31/01/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Orang Tua dan Sekolah dalam Membentuk Generasi Berakhlak dan Berprestasi di Era Digital.” Acara tersebut menghadirkan Ibu Nyai Hj. Nawal Arafah Yasin, istri Wakil […]

  • Love is Stupid. Photo by Brigitte Tohm on Unsplash.

    Love Is Stupid

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Part : 5Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari. Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya. Shanaya juga […]

expand_less