Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Des 2022
  • visibility 494
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor.

Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, Gus Dur menyambut Maba (Mahasiswa Baru) tersebut, dan menyuruh Gus Mus memasak air untuk bikin kopi.

Sambil ngobrol ngalor ngidul, Gus Dur mengambil sebuah cangkir dan membersihkannya dengan lap yang tak lazim, (mohon maaf) celana dalam. KH. Syukri  Zarkasyi tang saat itu masih belia dan mungkin sudah terbiasa dengan kemewahan Gus di Gontor, mulai curiga dengan gerak-gerik Gus Dur. Feeling-nya sudah ndak enak.

Setelah Gus Mus memberi kode kalau air sudah mendidih, Gus Dur kemudian menyeduh kopi dan mengaduknya. Double kill!, alat yang di gunakan Gus Dur untuk mengaduk kopi bukanlah sendok atau garpu, tapi sikat gigi.

Seketika Syukri Zarkasyi muda menelan ludah berkali-kali. Tapi apa boleh buat, kopi yang diaduk dengan sikat dan cangkirnya yang dilap dengan calana dalam itu memang secara spesial dibuat Gus Dur buat dia.

Sambil ngobrol ria bersama Gus Dur dan Gus Mus, ia sama sekali tak punya cita-cita untuk menyerutup kopi teraneh di dunia tersebut. Hanya saja, lagi-lagi perasaan ndak enak menyergapnya. Sudah dibuatkan kok nggak diminum. Lagi pula, Gus Dur tak henti menawarkan kopi cap CD dan Sikat Gigi itu kepada Sang Tamu.

“Ayo, monggo lho di minum kopinya, gelak dingin.”

Dengan perasaan tak karuan, Syukri Zarkasyi muda menyerutup perlahan kopi itu.

“Gimana kopi buatan saya? Enak ndak gus?.”

“Wah nikamat gus.”


Pembaca Rahimakumullah, sebenarnya, ini adalah proses pendidikan. Metodologi pembelajaran ala Gus Dur terhadap Gus Syukri sudah selayaknya diterapkan oleh siapapun yang memiliki kesempatan untuk mendidik. Baik orang tua, guru, senior di kampus, dosen, pendiri bangsa dan sejenisnya.

Begini! anak tidak harus dicekoki dengan fasilitas serba ada setiap hari. Rumah dan orang tua, tidak boleh menjadi alfamaret gratis bagi anak. Untuk menjelaskan situasi ini, sebut saja teori limitasi atau pembatasan.

Dalam konteks ini, penulis yakin, bahkan haqqul yaqin, bahwa Gus Dur punya lap yang–minimal–berstandar kos-kosan dan sendok bersih. Namun itu semua tidak tidak ‘divisualisasikan’. Demi apa? Yups, demi sebuah hikmah bahwa hidup tak seperti pergi ke mall bersama ‘om-om’.

Dengan menyuguhkan ‘puyer’ limitasi ini, Gus Dur sedang mengajak Gus Syukri agar bisa ‘bertahan’ dalam keterbatasan kopi cap sikat gigi. Namun di sisi lain, limitasi adalah tantangan untuk meraih target yang lebih ideal, serbet bersih, cangkir bersih dan sendok mengkilap yang dicuci dengan MamaNu.

Gus Dur, memberikan ‘pendidikan celana dalam dan sikat gigi’ bukan untuk dinikmati selamanya atau setidaknya ditiru secara normatif oleh Gus Syukri. Namun lebih pada proses edukatif, kemampuan survive dalam kondisi apapun, namun tetap mengedepankan tekad juang demi menaikkan taraf kenyamanan yang lebih ideal dan waras.

Kerangka berfikir seperti inilah yang sudah mulai langka. Kebanyakan orang tua menginginkan pederitaannya di masa lalu tidak dialami oleh penerusnya. Sayangnya, anak cucu hanya diajari cara mrnikmati tanpa digula wentah proses mendapatkan.

Ilaa hadhroti Gus Dur, Al faaatihah….[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AKSI GERAK CEPAT GALANG DANA PELAJAR NU KAYEN

    Aksi gerak cepat galang dana Pelajar NU Kayen

    • calendar_month Kam, 1 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. Kayen (1/12) Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ Kecamatan Kayen (PAC IPNU IPPNU KAYEN) Melaksanakan aksi gerak cepat Galang Dana Peduli Korban Bencana Alam di Pati. Kegiatan ini merupakan kegiatan sosial yang di lakukan atas dasar rasa kemanusiaan. PAC IPNU IPPNU kecamatan Kayen sukses melaksanakan Kegiatan Galang […]

  • Surat Kehidupan

    Surat Kehidupan

    • calendar_month Jum, 30 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

      Jostein Gaarder  selalu memberikan pengalaman yang  berbeda setiap kali kita membaca karya-karyanya. Penulis yang satu ini tidak perlu di ragukan kualitasnya, Dunia Shopie, Misteri Soliter, The Magic Library, Dunia Anna. Setiap buku mempunyai makna yang berbeda. Kali ini Jostein Gaarder  hadir kembali dengan novel bertajuk The Orange Girl atau lebih mudahnya yaitu Gadis Jeruk. […]

  • Dapat Penghargaan Bidang Pendidikan, Sekretaris PCNU Pati Optimis Tingkatkan Kualitas

    Dapat Penghargaan Bidang Pendidikan, Sekretaris PCNU Pati Optimis Tingkatkan Kualitas

    • calendar_month Ming, 29 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PWNU Jateng, Ahad (29/10) berbuah manis bagi PCNU Pati. Pasalnya, dalam acara yang dihelat di Ponpes Al Musyafa, Kendal tersebut, Pengurus Cabang NU Kabupaten Pati mendapat penghargaan di level provinsi. “Penghargaan yang kami dapatkan adalah pemilik lembaga pendidikan NU berbadan hukum terbanyak,” ungkap H. Maskan, Sekretaris PCNU Pati […]

  • Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini. Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul […]

  • Begini Cara MA Salafiyah Perlakukan Siswa Berprestasi

    Begini Cara MA Salafiyah Perlakukan Siswa Berprestasi

    • calendar_month Sel, 4 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

       Pemyerahan reward secara simbolis kepada peserta didik MA Salafiyah Kajen yang berprestasi PATI- Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati mengawali kegiatan  semester genap tahun pelajaran 2021/2022 dengan memberikan reward kepada para peserta didik yang berprestasi dengan di dampingi orang tuanya masing-masing. Acara diselenggarakan di halaman madrasah pada, Senin (3/01). Dalam acara tersebut, […]

  • Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 769
    • 0Komentar

      Kendati manusia sudah sangat lama menghuni bumi, tetapi masih banyak misteri di dunia ini yang belum terkuak. Sebut saja beberapa misteri seperti; adakah Alien? Peri, fakta atau mitos? Berbagai misteri fenomena alam yang menakjubkan, dan sebagainya. Buku ini mencoba memaparkan 50 misteri dunia menurut Al-Quran.             Buku ini secara garis besar terdiri atas tiga […]

expand_less