Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 12 Des 2022
  • visibility 443
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

“Setiap orang punya waktu untuk melakukannya. Tapi mereka tak punya keberanian. Pekerjaan merupakan berkah kalau bisa membantu kita berpikir tentang tindakan-tindakan kita, tetapi pekerjaan itu menjadi kutukan kalau hanya digunakan sebagai alasan supaya kita tidak perlu berpikir tentang makna kehidupan kita” (Paulo Coelho)

“Setelah gak kerja di situ lagi, terus kerjamu apa sekarang?” Tanya aku kepada seorang kawan. Dia menjawab, “Aku kerja freelance. Dan, aku sangat bahagia dengan pekerjaanku ini.” Aduhai. Indah sekali mendengar jawaban dari seorang kawan itu. Betapa nikmatnya kerja yang dikerjakan penuh dengan rasa bahagia itu. Menikmati pekerjaan adalah sebentuk surga dunia.

Betapa sering aku mendengar orang-orang mengeluh dengan pekerjaannya. Terkesan tidak bahagia. Mereka bekerja hanya sebatas mencari uang. Soal nikmat atau tidak dengan apa yang dikerjakannya itu lain hal. Oleh karena itu, mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, ingin segera habis jadwal jam kerjanya, ingin segera datang hari libur, membenci hari senin, mengawali hari dengan menggerutu, dan seterusnya, dan seterusnya. Mereka bekerja hanya sebatas menjalankan kewajiban.

Namun, harus juga disadari bahwa antara pekerjaan kita dengan “pekerjaan” yang kita senangi sering kali menjadi dua hal yang berbeda. Kita bekerja, baik bekerja pada orang lain, maupun bekerja yang dikelola sendiri, selalu mendapatkan bayaran (berupa uang). Tapi, apa yang kita lakukan dengan penuh kesenangan tidak mesti menghasilkan uang. Dua hal inilah yang sering kali kita alami. Itu menjadi sebuah dilema. Meski pada akhirnya kita sering kali lebih memilih bekerja (yang menghasilkan uang) ketimbang “bekerja” dengan yang kita senangi (yang tidak mesti menghasilkan uang).

Jadi, alangkah bahagianya orang yang bisa menggabungkan di antara dua hal itu, di mana pekerjaan yang dia senangi ada yang membayarnya. Pekerjaannya tidak menjadi sebuah “penderitaan” atau “keterpaksaan”, tetapi kebahagiaan. Berbahagialah orang yang menikmati pekerjaannya. Oleh karena itu, aku ucapkan selamat kepada kawanku itu.

Ketika bekerja untuk uang, Anda sedang berorientasi kepada diri sendiri. Dan semua kegiatan yang berorientasi kepada diri sendiri memang dapat menghasilkan kesenangan dan kenikmatan, tetapi kegiatan tersebut tidak akan menghasilkan perasaan berguna dan bermakna. Dan ketika Anda hanya mendapatkan kesenangan dan kenikmatan, rasa bosan akan sering melanda diri Anda. Bukankah kesenangan itu hanya bersifat sementara dan tidak langgeng? Hal ini berbeda dengan perasaan bermakna yang akan bertahan lebih lama pada diri Anda dan senantiasa membakar semangat Anda.

“Sebab aku percaya satu-satunya cara berbagi cinta personal kita adalah dengan melalui kerja,” ujar Paulo Coelho. Ya, dengan cinta orang akan bekerja penuh dengan passion. Apabila orang bekerja dengan cinta, maka bekerja bukan lagi menjadi beban tetapi sebuah panggilan jiwa yang dikerjakan dengan penuh penghayatan. Bekerja menjadi ekspresi cinta, entah itu cinta terhadap pekerjaannya, cinta terhadap keluarganya, maupun cinta terhadap lain-lainnya.

Di antara cinta tersebut yang paling kuat adalah cinta terhadap Tuhan. Inilah hakikat cinta sejati, yang sejatinya melingkupi semua cinta, seperti cinta terhadap pekerjaan dan keluarga. Orang yang cinta terhadap Allah, sudah otomatis cinta pula terhadap lainnya yang berupa kebaikan. Bahkan, orang yang bekerja karena cinta Allah tidak akan pernah lekang oleh apa pun dan siapa pun. Dia tidak akan tergoyahkan oleh ruang dan waktu. 

Lain halnya bekerja dengan selain cinta karena Allah. Mencintai pekerjan dan keluarga, misalnya, itu akan mudah terombang-ambing, karena tergantung dengan apa yang dicintainya. Apabila pekerjaannya mengecewakan bisa saja akan menggoyahkan cintanya. Begitu juga cinta terhadap keluarganya, ketika keluarganya dilanda cobaan bisa saja akan menggoyahkan juga rasa cintanya. Karena kita melekat dengan sesuatu yang suatu saat akan fana (hilang), alias tidak baqa’ (kekal).

Cinta kepada Allah adalah cinta hakiki yang menjadi sumber motivasi diri paling kuat. Karena, itu sama saja dengan beribadah kepada Allah. Dan karena itu sebuah ibadah maka kita pun melakukannya penuh dengan antusias. Mengapa bisa antusias? Karena pekerjaan kita akan dilabeli sebagai kebaikan yang akan dibalas dengan pahala di akhirat kelak. Di sinilah letak perbedaannya bekerja karena cinta kepada Allah dan bukan karena Allah.

Jadi, niatkanlah kerja kita lillahi ta’ala—wujud cinta kepada-Nya, karena dengan begitu kita bekerja dinilai sebagai ibadah. Tentu saja, bukan berarti kita tidak boleh mencintai yang lainnya sebagai motivasi dalam bekerja, seperti cinta kepada lawan jenis, harta, keluarga, dan yang lainnya, hanya saja tidak mengutamakan rasa cinta tersebut selain cinta Anda kepada Allah  sebagai motivasi diri yang utama.

Sebuah ungkapan anonim mengatakan:

Jika Anda ingin bahagia selama satu jam, maka silakan tidur siang

Jika Anda ingin bahagia dalam satu hari, maka pergilah piknik

Jika Anda ingin bahagia selama seminggu, maka pergilah berlibur

Jika Anda ingin bahagia setahun, maka warisilah kekayaan

Tapi jika Anda ingin bahagia sepanjang hidup, maka cintailah pekerjaan Anda

Bekerjalah dengan penuh cinta, niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan. Kita akan menjalaninya penuh dengan penghayatan, makna dan nilai. Perasaan berguna dan berharga akan memenuhi diri kita. Apa pun yang kita kerjakan. Martin Luther King Jr. pernah mengatakan, “Apabila seseorang bekerja sebagai penyapu jalan, ia harus menyapu jalan, bahkan seperti Michelangelo melukis, Beethoven mencipta musik, atau Shakespeare menulis puisi. Ia harus menyapu dengan begitu baik hingga semua penghuni surga dan bumi akan berhenti untuk berseru, ‘Di sini hidup seorang penyapu jalan yang besar yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik!’”

Maka tak ada cara lain selain harus belajar untuk bahagia di tempat kerja. Karena di tempat kerja kita menghabiskan banyak waktunya. Waktu yang produktif. Mengapa harus belajar? Karena memang tidak mudah untuk melakukannya. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Butuh latihan terus-menerus. Banyak ujian dan tantangan yang kita akan temui. Dan memang jalan menuju kebahagiaan seperti itu, penuh onak dan duri. Tidak mudah untuk dilaksanakan dan diraih.

Firman Allah Swt.: 

Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat” (QS. Al-Baqarah: 214). []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Gedung NU lantai III Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati mengadakan diskusi terkait pengembangan Guru Madrasah yang harus mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas, sebanyak 60 guru madrasah dari berbagai jenjang mulai MI, MTs. dan MA di wilayah kabupaten Pati yang tergabung dalam LP Ma’arif, acara berlangsung selama sehari penuh antusias mengikuti kegiatan pengembangan diri […]

  • Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    Lazisnu Ranting Klakah, Door to Door Santuni Yatim

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Penyaluran santunan ke rumah salah satu yatim oleh Para Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Gembong, Kamis (19/8) GEMBONG – Pengurus Ranting Lazisnu Klakahkasihan, Kecamatan Gembong berkeliling desa Kamis (19/8) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyantuni anak-yatim yang berasa di desa ini.  “Karena luasnya desa, jadi kami cicil. Santunan yatama ini merupakan gelombang ke dua,” terang […]

  • Adzan Dengan Pengeras Suara

    Adzan Dengan Pengeras Suara

    • calendar_month Sab, 24 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di masjid-masjid yang adzannya menggunakan pengeras suara .padahal ada hadis yang seperti tertera di bawah ini : أن النبى صلى الله عليه وسلم : اهتمّ للصلاة كيف يجمع لها الناس فذكر له البوق فلم يعجبه ذلك أى ام يحتسنه ولم يرضه بل يكرهه وينكره . Nabi SAW.  Pernah memikirkan […]

  • Photo by Clay Banks

    Menikah; Dibatasi Musim

    • calendar_month Jum, 3 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 548
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Bulan Syawal sebentar lagi usai. Euforia lebaran kemarin berganti dengan kegembiraan dua sejoli maupun dua keluarga dalam acara pernikahan. Bulan Syawal diyakini masyarakat Jawa sebagai bulan baik untuk menunaikan sebuah hajat. Salah satunya pernikahan. Menikah di bulan Syawal diyakini akan mendatangkan keberkahan dan senantiasa dilimpahi kebahagiaan. Maka tak heran terhitung mulai […]

  • Foto: Polisi inspiratif, Aipda Hartono mengajar para santri di TPQ gratis. (PCNU Pati/Polresta Pati)

    Cerita Inspiratif, Polisi Ini Dirikan TPQ Gratis di Pati

    • calendar_month Sen, 3 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 749
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id, Pati – Kisah Aipda Hartono patut menjadi inspirasi. Anggota Polresta Pati ini mendirikan TPQ gratis di Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Di tengah kesibukannya sebagai personel kepolisian, Aipda Hartono masih menyisihkan sebagian waktunya mengelola dan mendirikan TPQ Arroyyan. Dengan berseragam polisi dan berkopiah kain goni, Aipda Hartono tampak cekatan mengajari anak didiknya […]

  • Siswi MA Salafiyah Kajen Pati Lolos Seleksi Presentasi Draf Rencana Aksi Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Tingkat Nasional Tahun 2023

    Siswi MA Salafiyah Kajen Pati Lolos Seleksi Presentasi Draf Rencana Aksi Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Tingkat Nasional Tahun 2023

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Siswi MA Salafiyah Kajen Pati atas nama Zulfa Farikha berhasil lolos seleksi tahap presentasi dan terpilih mengikuti pelatihan dalam Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Madrasah Tingkat Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari perwakilan madrasah se-Indonesia ini diawali dengan seleksi naskah dan […]

expand_less