Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

Bahagiakah dengan Pekerjaan Anda?

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 12 Des 2022
  • visibility 184
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

“Setiap orang punya waktu untuk melakukannya. Tapi mereka tak punya keberanian. Pekerjaan merupakan berkah kalau bisa membantu kita berpikir tentang tindakan-tindakan kita, tetapi pekerjaan itu menjadi kutukan kalau hanya digunakan sebagai alasan supaya kita tidak perlu berpikir tentang makna kehidupan kita” (Paulo Coelho)

“Setelah gak kerja di situ lagi, terus kerjamu apa sekarang?” Tanya aku kepada seorang kawan. Dia menjawab, “Aku kerja freelance. Dan, aku sangat bahagia dengan pekerjaanku ini.” Aduhai. Indah sekali mendengar jawaban dari seorang kawan itu. Betapa nikmatnya kerja yang dikerjakan penuh dengan rasa bahagia itu. Menikmati pekerjaan adalah sebentuk surga dunia.

Betapa sering aku mendengar orang-orang mengeluh dengan pekerjaannya. Terkesan tidak bahagia. Mereka bekerja hanya sebatas mencari uang. Soal nikmat atau tidak dengan apa yang dikerjakannya itu lain hal. Oleh karena itu, mereka ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, ingin segera habis jadwal jam kerjanya, ingin segera datang hari libur, membenci hari senin, mengawali hari dengan menggerutu, dan seterusnya, dan seterusnya. Mereka bekerja hanya sebatas menjalankan kewajiban.

Namun, harus juga disadari bahwa antara pekerjaan kita dengan “pekerjaan” yang kita senangi sering kali menjadi dua hal yang berbeda. Kita bekerja, baik bekerja pada orang lain, maupun bekerja yang dikelola sendiri, selalu mendapatkan bayaran (berupa uang). Tapi, apa yang kita lakukan dengan penuh kesenangan tidak mesti menghasilkan uang. Dua hal inilah yang sering kali kita alami. Itu menjadi sebuah dilema. Meski pada akhirnya kita sering kali lebih memilih bekerja (yang menghasilkan uang) ketimbang “bekerja” dengan yang kita senangi (yang tidak mesti menghasilkan uang).

Jadi, alangkah bahagianya orang yang bisa menggabungkan di antara dua hal itu, di mana pekerjaan yang dia senangi ada yang membayarnya. Pekerjaannya tidak menjadi sebuah “penderitaan” atau “keterpaksaan”, tetapi kebahagiaan. Berbahagialah orang yang menikmati pekerjaannya. Oleh karena itu, aku ucapkan selamat kepada kawanku itu.

Ketika bekerja untuk uang, Anda sedang berorientasi kepada diri sendiri. Dan semua kegiatan yang berorientasi kepada diri sendiri memang dapat menghasilkan kesenangan dan kenikmatan, tetapi kegiatan tersebut tidak akan menghasilkan perasaan berguna dan bermakna. Dan ketika Anda hanya mendapatkan kesenangan dan kenikmatan, rasa bosan akan sering melanda diri Anda. Bukankah kesenangan itu hanya bersifat sementara dan tidak langgeng? Hal ini berbeda dengan perasaan bermakna yang akan bertahan lebih lama pada diri Anda dan senantiasa membakar semangat Anda.

“Sebab aku percaya satu-satunya cara berbagi cinta personal kita adalah dengan melalui kerja,” ujar Paulo Coelho. Ya, dengan cinta orang akan bekerja penuh dengan passion. Apabila orang bekerja dengan cinta, maka bekerja bukan lagi menjadi beban tetapi sebuah panggilan jiwa yang dikerjakan dengan penuh penghayatan. Bekerja menjadi ekspresi cinta, entah itu cinta terhadap pekerjaannya, cinta terhadap keluarganya, maupun cinta terhadap lain-lainnya.

Di antara cinta tersebut yang paling kuat adalah cinta terhadap Tuhan. Inilah hakikat cinta sejati, yang sejatinya melingkupi semua cinta, seperti cinta terhadap pekerjaan dan keluarga. Orang yang cinta terhadap Allah, sudah otomatis cinta pula terhadap lainnya yang berupa kebaikan. Bahkan, orang yang bekerja karena cinta Allah tidak akan pernah lekang oleh apa pun dan siapa pun. Dia tidak akan tergoyahkan oleh ruang dan waktu. 

Lain halnya bekerja dengan selain cinta karena Allah. Mencintai pekerjan dan keluarga, misalnya, itu akan mudah terombang-ambing, karena tergantung dengan apa yang dicintainya. Apabila pekerjaannya mengecewakan bisa saja akan menggoyahkan cintanya. Begitu juga cinta terhadap keluarganya, ketika keluarganya dilanda cobaan bisa saja akan menggoyahkan juga rasa cintanya. Karena kita melekat dengan sesuatu yang suatu saat akan fana (hilang), alias tidak baqa’ (kekal).

Cinta kepada Allah adalah cinta hakiki yang menjadi sumber motivasi diri paling kuat. Karena, itu sama saja dengan beribadah kepada Allah. Dan karena itu sebuah ibadah maka kita pun melakukannya penuh dengan antusias. Mengapa bisa antusias? Karena pekerjaan kita akan dilabeli sebagai kebaikan yang akan dibalas dengan pahala di akhirat kelak. Di sinilah letak perbedaannya bekerja karena cinta kepada Allah dan bukan karena Allah.

Jadi, niatkanlah kerja kita lillahi ta’ala—wujud cinta kepada-Nya, karena dengan begitu kita bekerja dinilai sebagai ibadah. Tentu saja, bukan berarti kita tidak boleh mencintai yang lainnya sebagai motivasi dalam bekerja, seperti cinta kepada lawan jenis, harta, keluarga, dan yang lainnya, hanya saja tidak mengutamakan rasa cinta tersebut selain cinta Anda kepada Allah  sebagai motivasi diri yang utama.

Sebuah ungkapan anonim mengatakan:

Jika Anda ingin bahagia selama satu jam, maka silakan tidur siang

Jika Anda ingin bahagia dalam satu hari, maka pergilah piknik

Jika Anda ingin bahagia selama seminggu, maka pergilah berlibur

Jika Anda ingin bahagia setahun, maka warisilah kekayaan

Tapi jika Anda ingin bahagia sepanjang hidup, maka cintailah pekerjaan Anda

Bekerjalah dengan penuh cinta, niscaya kita akan mendapatkan kebahagiaan. Kita akan menjalaninya penuh dengan penghayatan, makna dan nilai. Perasaan berguna dan berharga akan memenuhi diri kita. Apa pun yang kita kerjakan. Martin Luther King Jr. pernah mengatakan, “Apabila seseorang bekerja sebagai penyapu jalan, ia harus menyapu jalan, bahkan seperti Michelangelo melukis, Beethoven mencipta musik, atau Shakespeare menulis puisi. Ia harus menyapu dengan begitu baik hingga semua penghuni surga dan bumi akan berhenti untuk berseru, ‘Di sini hidup seorang penyapu jalan yang besar yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik!’”

Maka tak ada cara lain selain harus belajar untuk bahagia di tempat kerja. Karena di tempat kerja kita menghabiskan banyak waktunya. Waktu yang produktif. Mengapa harus belajar? Karena memang tidak mudah untuk melakukannya. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Butuh latihan terus-menerus. Banyak ujian dan tantangan yang kita akan temui. Dan memang jalan menuju kebahagiaan seperti itu, penuh onak dan duri. Tidak mudah untuk dilaksanakan dan diraih.

Firman Allah Swt.: 

Artinya: “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat” (QS. Al-Baqarah: 214). []

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Islam dan Urusan Kemanusiaan

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Untuk konteks Indonesia, langkanya kajian akademis tentang topik diatas tentu memprihatinkan di tengah-tengah meningkatnya kerja organisasi-organisasi Islam yang melakukan operasi kemanusiaan, baik yang diakibatkan konflik sosial politik atau bencana alam. Organisasi-organisasi Islam tersebut semakin outward looking, seiring dengan membaiknya ekonomi Indonesia dan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memberikan sumbangansumbangan materi bagi kegiatan kemanusiaan. Misalnya tim dari […]

  • Tingkatkan Keterampilan Berliterasi, LTN NU Pati Gandeng PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    Tingkatkan Keterampilan Berliterasi, LTN NU Pati Gandeng PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Ming, 16 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    PATI-  Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Pati menggandeng Pimpinan Cabang  (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pati mengadakan Pelatihan Jurnalistik pada Sabtu-Minggu (15-16/10/2022). Kegiatan ini berlangsung di aula lantai 3 kantor PCNU setempat.   Mengusung tema “Merawat Jagad Literasi”, kegiatan ini diikuti oleh  perwakilan Pers dari PAC […]

  • Wakil Ketua PWNU Sebut Ma'arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    Wakil Ketua PWNU Sebut Ma’arif Jateng Jadi Kawah Candradimuka Penyemaian generasi Ahlussunnah Waljamaah

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kendal – Bertempat di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kabupaten Kendal, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah resmi melakukan Kick Off (pembukaan) Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2025). Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani menyampaikan bahwa Rakerdin ini adalah tindak lanjut dari Rakerwil yang […]

  • PCNU-PATI

    Kenapa Keberadaan Tuhan Perlu Pembuktian?

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Dari sekian banyak perbedaan, perbedaan soal akidah menyumbangpaling banyak terhadap pertumpahan darah, meskipun lebih sering disusupikepentingan politik kekuasaan semata. Perbedaan akidah ini bahkanmerupakan perbedaan yang pertama kali muncul di antara umat Islam padamasa Sahabat, sehingga terjadilah peristiwa pembunuhan terhadap duakhalifah terakhir dari Khulafaurrasyidin, Sayyidina Usman dan Sayyidina Ali.Dari sini kita menyaksikan betapa vitalnya masalah akidah […]

  • Cegah Terorisme, FKPT Jateng Libatkan Pemuda Lewat Karakter ID

    Cegah Terorisme, FKPT Jateng Libatkan Pemuda Lewat Karakter ID

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 195
    • 0Komentar

      Semarang – Hotel Aston Inn Pandanaran Semarang menjadi pusat perhatian dalam rangkaian kegiatan KARAKTER ID “Kampus Rakyat Terpilih Indonesia” yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah. Acara berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 22-23 November 2023, dan memfokuskan pada pelibatan pemuda dalam upaya pencegahan radikalisme dan terorisme. Narasumber utama pada […]

  • Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan dan Wakashio Indonesia Jajaki Kerjasama

    Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan dan Wakashio Indonesia Jajaki Kerjasama

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 252
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id_Pekalongan – LP. Ma’arif NU Kabupaten Pekalongan melakukan penjajakan kerjasama dengan LPK Wakashio Indonesia dalam upaya menyiapkan dan mengirimkan tenaga kerja ke Jepang. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Senin (03/03/2025) di Kantor LPK Wakashio Indonesia yang berlokasi di Jl. Karya Bhakti RT 04 RW 02, Desa Kecepak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dalam pertemuan […]

expand_less