Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Yang Terpenting dalam Sholat, Terpenting dalam Hidup

Yang Terpenting dalam Sholat, Terpenting dalam Hidup

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
  • visibility 386
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Di suatu malam cerah, di teras sebuah rumah, para pemuda yang tak punya ikatan ormas apapun sedang berdiskusi seru. Bukan untuk membicarakan resesi ekonomi atau projek kereta cepat. Cuma ngobrol ringan dan receh. 

Sampai tiba-tiba salah seorang di antara mereka melontar tanya, memecah suasana. “Bagian apa yang terpenting dalam sholat?.”

Sementara yang lain masih membagong, salah satu menjawab, “fatihah,” satunya lagi menimpali dengan volume yang lebih tinggi, berharap pembenaran argumennya, “sujud, dong.” Satunya lagi tak mau kalah, “jelas niat, innamal a’malu bin niyyah,” terangnya.

“Buat apa niat kalau ndak khusyu’,” serang kang-kang sufi.

Santri mbeling dengan tenang menimpali, “sholat masih mikir angsuran aja ndadak mau khusyu’,” semua tertawa geli, kemudian kompak mengembalikan pertanyaan kepada pemberi soal. Iapun menjawab, “yang terpenting dalam sholat adalah takbir,” jawab si penanya tadi.

Semua termenung beberapa saat dan akhirnya mengerti apa yang dimaksud. Ya, takbir lah yang menggerakkan sholat. Tanpa takbir, orang hanya akan berhenti di niat tanpa ada aksi nyata. Tanpa takbir pula, orang akan terus i’tidal dengan congkak dan tidak akan bergerak, bersimpuh dalam sujud.

Sebegitu primernya fungsi takbir dalam sholat, namun statusnya sering terabai. Acap kali hanya sebagai pelengkap penderita, tanpa kita pernah menyadari bahwa dialah yang menggerakkan setiap bagian dalam sholat, dialah motor, aktor utama. Dialah pedal gas dan transmisi dalam sholat.

Lantas, siapa atau apa wujud takbir dalam hidup kita?. Penulis menemukan semacam syair indah dalam autobiografi milik sufi mistik bernama Bayazid.

“Ketika aku masih muda,” tulis Bayazid, “aku berpikir dan berkata kepada Tuhan, dan dalam semua doaku, begini bunyinya: “berilah aku energi sehingga aku dapat mengubah seluruh dunia.”

“Bagiku semua orang tampak salah. Aku adalah seorang revolusioner dan aku ingin mengubah muka bumi. Ketika aku sedikit lebih dewasa, aku mulai berdoa:

“Ini sepertinya terlalu berlebihan. Hidup akan keluar dari tanganku, hampir setengah hidupku hilang dan aku tak bisa mengubah seorang pun. Dan seluruh dunia? terlalu banyak,” lanjut Bayazid.

Berikutnya, ia menyederhanakan rencananya, “jadi aku berkata kepada Tuhan, “Tak perlu mengubah seluruh dunia, cukuplah keluargaku. Biarkan aku mengubah keluargaku.

“Dan ketika aku menua, aku menyadari, bahkan keluarga itu terlalu banyak, dan siapakah aku untuk bisa mengubah mereka?. Kemudian aku menyadari bahwa jika aku dapat mengubah diriku sendiri, itu sudah cukup, lebih dari cukup.”

“Aku berdoa kepada Tuhan, “Sekarang aku telah sampai pada titik yang tepat. Setidaknya izinkan aku melakukan ini: “aku ingin mengubah diriku sendiri.” 

“Tuhan menjawab, “Sekarang tidak ada waktu lagi. Itulah yang seharusnya kamu minta sejak di awal. Sehingga ada kemungkinan.”

Dari syair indah itu, adakah takbir lain selain diri sendiri? Menurut penulis tidak. Kalaupun ada, mungkin hanya sub-takbir saja.[]

*Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Ilustrasi Perempuan Selalu Benar.. Photo by Siddharth Salve on Unsplash.

    Perempuan Selalu Benar

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Alih-alih mengurangi rasa gabut yang tengah melanda, saya mencoba berselancar di sosial media untuk melihat berbagai macam hal. Karena sosial media sekarang sangat digandrungi bahkan sedetik tidak membuka sosial media berasa ada yang kurang. Ibarat sayur tanpa garam. Apa saja dapat ditemukan disini. Dari mulai jualan segala macam barang sampai pada curhat perihal masalah asmara, […]

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • Photo by NEOM

    Puasa dan Kecerdasan Emosi

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Puasa telah lama dikenal karena manfaat fisiknya, seperti peningkatan kontrol gula darah, pengurangan peradangan, dan bahkan potensi untuk memperpanjang umur. Namun, aspek yang sering terlewatkan dari praktik ini adalah manfaat yang dapat diberikan terhadap pertumbuhan pribadi dan peningkatan kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi, yang meliputi kesadaran diri, empati, pengaturan emosi, dan keterampilan […]

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

  • KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    KH. Masyhuri Malik Tandaskan Tiga Sikap Pokok Hadapi Wabah

    • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    KH. Masyhuri Malik, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PB IKA PMII JAKARTA-wabah corona yang menimpa seluruh bangsa di dunia ini harus dihadapi dengan bijak. Sikap ini harus ditanamkan kepada masyarakat dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi. Menurut KH. Masyhuri Malik ada tiga sikap pokok yang harus dimiliki masyarakat untuk menghadapi wabah. Pesan ini disampaikan dalam acara […]

  • SMP Eyzzul Moslem Tanamkan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Melalui Kegiatan di Barak Militer Bantir, Sumowono

    SMP Eyzzul Moslem Tanamkan Pendidikan Karakter dan Bela Negara Melalui Kegiatan di Barak Militer Bantir, Sumowono

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.277
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sumowono – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Eyzzul Moslem Temanggung melaksanakan kegiatan Pendidikan Karakter dan Bela Negara yang bertempat di Barak Militer Bantir, Kecamatan Sumowono, pada Jumat–Sabtu, 9–10 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMP Eyzzul Moslem dengan penuh semangat, antusiasme, dan kedisiplinan tinggi. ‎ ‎SMP Eyzzul Moslem merupakan salah satu lembaga pendidikan […]

expand_less