Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Laziz NU » Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

Sempat Hina Koin NU, Kadus Botok Winong Akhirnya Minta Maaf

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 30 Okt 2022
  • visibility 429
  • comment 0 komentar

PATI-Seorang perangkat desa di Kecamatan Winong nyaris dipolisikan lantaran dianggap menghina Nahdlatul Ulama (NU). Itu buntut dari postingannya di media sosial facebook tentang Koin NU.
Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Winong Sabar Halim mengemukakan, pria yang menjabat sebagai Kadus Botok, Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong sempat mengunggah foto kaleng Koin NU dengan narasi yang cenderung menghina dan ujaran kebencian.

“Postingannya tentang Koin NU di grup facebook Wong Asli Kecamatan Winong keterlaluan. Karena menuduh NU sebagai pengemis. Itu tidak dapat diterima karena sudah menghina warga NU secara keseluruhan,” ujarnya, Sabtu (29/10) malam.

Di grup media sosial tersebut, Kadus Botok Suharto melalui akun FB Mangkudiponggolo Putro menulis kepsen “jiwa pengemis, ngisin ngisini #oraduweuteg” di atas foto kaleng Koin NU. Itu diunggah pada 29 Oktober dan selang beberapa saat dihapus. Namun, telah banyak orang yang screenshot.
Dia pun diminta mengklarifikasi unggahan tersebut. Kades Bumiharjo Agus Pujo memediasi melalui pertemuan di kantor desa, Sabtu (29/10) malam.

Dalam pertemuan itu, Suharto menyampaikan permintaan maaf. Itu disampaikan secara lisan kepada jajaran pengurus MWC NU dan Lazisnu Winong beserta perwakilan badan otonom (Banom) yang hadir. Bahkan, dalam kesempatan itu, Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim turun langsung.

Kadus Botok juga menuangkan permintaan maaf dalam surat pernyataan bermaterai. Dalam pernyataan tersebut dia mengungkapkan permohonan maaf kepada Lazisnu, MWC NU Winong beserta seluruh Banom (GP Ansor, Muslimat, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU-IPPNU). Permintaan maaf juga ditujukan kepada seluruh warga NU karena statusnya di FB yang telah menyinggung perasaan banyak pihak.

Dalam surat pernyataan dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Mediasi dan pembuatan surat pernyataan disaksikan pula pihak kepolisian (Babinkamtibmas) dan TNI (Babinsa).

Sabar menyebut, tindakan Suharto patut menjadi perhatian semua pihak. Menurutnya, apa pun yang disampaikan di media sosial harus memperhatikan norma, termasuk tidak menghina, ujaran kebencian, atau bahkan memfitnah.

“Bisa saja persoalan itu diselesaikan di kepolisian. Tetapi, karena sudah dapat diselesaikan secara berembuk maka tidak dilanjutkan ke ranah hukum. Namun, kalau nanti terulang lagi, maka mau tidak mau harus ditempuh jalur hukum,” katanya.

Dia menjelaskan, Koin NU menjadi sarana untuk pelaksanaan zakat, infaq, dan sedekah (ZIS). Adapun pengelolanya, yakni Lembaga Amil Zakat dan Infaq NU (Lazisnu). Program Koin NU diluncurkan di Pati pada akhir 2019. Koin NU dihimpun melalui kaleng yang didistribusikan ke rumah-rumah warga NU, termasuk tempat-tempat strategis seperti warung.

Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, Koin NU merupakan salah satu bentuk kemandirian Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Adapun penyalurannya lebih mengedepankan empat pilar, yakni sosial, pendidikan, kesehatan, dan bencana alam. Selain itu, juga dapat disalurkan melalui program ekonomi melalui pengembangan usaha dan lainnya.(*)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.525
    • 0Komentar

      Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11). Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat. “Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa […]

  • PCNU- PATI Photo by ddimitrova

    Memahami Bahasa Anak

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Pada minggu yang lalu, saya membantu ibu mempersiapkan hidangan untuk menyambut teman-teman bapak yang hendak singgah ke rumah. Mereka datang dari kota seribu candi, berniat ziarah ke makam salah satu wali yang ada di kota kelahiran saya ini. Dibalik kesibukan didapur, keponakan saya Tsania tiba-tiba merengek minta ditemani belajar membaca. Maklum […]

  • Ini Sosok Adzkia, Murid Kelas 6 MI Ma’arif Gondang Juara I Karate Nasional Indikado 2025

    Ini Sosok Adzkia, Murid Kelas 6 MI Ma’arif Gondang Juara I Karate Nasional Indikado 2025

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 687
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Wonosobo – Pada ajang bergengsi Indonesia Karate-Do yang digelar di Gelanggang Olahraga Bulungan, Jakarta, pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2025, murid kelas 6 Al A’la MI Ma’arif Gondang, Wonosobo Adzkia Zahra Althafunnisa, berhasil meraih Juara 1 SD Kelas 4-6 Kumite +30 KG Putri dalam Kejuaraan Karate Nasional Indikado 2025. Keberhasilannya ini tidak hanya […]

  • Baiti Jannati

    Baiti Jannati

    • calendar_month Sen, 10 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Rumah adalah tempat untuk pulang; di rumah kita bisa merasakan surga dan neraka. Tergantung bagaimana kita bersikap dilingkungan keluarga saat berada di rumah. Bisa dikatakan rumah sebagai pelepas lelah saat kita seharian mencari rizki di luar, maka dari itu rumah akan menjadi tempat yang paling indah untuk dirindukan.  Buku  bertajuk Amalan Amalan Rumahan Berpahala Surgal […]

  • PCNU - PATI Photo by RyanMcGuire

    Ke (IRI) an

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Sepulang dari bekerja. Perjalanan pulang dengan santai. Sebab kemarin saat saya berusaha pulang lebih cepat, pada akhirnya saya terjatuh dengan kaki lecet dan tangan masih terasa linu linu hingga saat ini; bahkan saat saya menulis parodi ini, kaki, tangan dan badan masih terasa pegel linu bahkan sedikit meriang. Setelah melakukan aktifitas rutinan, saya mendapatkan pesan […]

  • PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    PCNU Pati Sosialisasikan Program Kios WarNU

    • calendar_month Sel, 6 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian PCNU Kabupaten Pati Kemarin ( Minggu, 04/10/2020) mensosialisasikan konsep ritel modern Kios Warga NU (WarNU) di gedung PCNU Pati Lantai 3 yang dihadiri oleh ketua PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, S.Ag, M.Si dan calon-calon mitra Kios WarNU Se-Kabupaten Pati. Yusuf Hasyim menyebutkan usaha ritel sebagai salah satu usaha yang paling diminati di […]

expand_less