Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Hari Santri dan Bursa Jodoh

Hari Santri dan Bursa Jodoh

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
  • visibility 336
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015.

Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaa… Sampai di satu titik perenungan, penulis menemukan misi rahasia presiden ke-7 kita itu. 

  • Dalam Bursa Jodoh Indonesia, santri sering kali dianggap tak berkemampuan secara finansial. Khususnya ya oleh bapak-bapak yang punya anak perempuan cantik.

Bapak-bapak hasil gemblengan Orde Baru selalu menempatkan PNS, Polri dan profesi berseragam lainnya sebagai kriteria nomor wahid buat buah hatinya. Karena bagi mereka, berseragam sama dengan mapan. Ya memang ada masa dimana santri sulit mengakses posisi-posisi idaman mertua itu.

Lebih sadisnya lagi, Santri juga dianggap oleh sekalangan mertua materealistik sebagai golongan orang-orang kolot dan nggak maju. Tentunya ini pandangan apriori semata.

Wal hasil, kaum santri, bahkan sampai saat Keppres Hari Santri diturunkan, masih banyak yang berkeluh tentang jodoh. Ya paling santriwan nikahnya sama santriwati, atau sama anak kiai. Itupun lewat seleksi yang berat.

Sangat jarang santriwan yang nikah sama kaum abangan. Kecuali mereka yang bejo, dapat mertua yang sadar betul bahwa pemikiran santri sebenarnya bisa lebih lhoss daripada pemikiran manusia kantor yang doktriner, yang artinya santri bisa menjadi apa saja dan berpotensi lebih maju dari siapa saja, termasuk dalan hal penghasilan.

Oke! Kembali ke permasalahan awal. Berangkat dari analisa penulis, Pak Jokowi mungkin ingin menyantrikan Indonesia dengan mengesahkan Hari Santri. Dengan adanya peringatan 22 Oktober itu, diharapkan dapat meningkatkan klasmen santri di mata mertua.

Sehingga mereka yang ndak santri, akhirnya dengan ikhlas hati mau menikahkan putrinya dengan kang-kang santri. Dampaknya apa? Betul! generasi santri dan pesantren semakin meluber. Bayangkan jika seorang santri ditanya mertua, soal profesi, lalu dia jawab, “saya santri, pak.”

“Apa hebatnya santri?,” Cecar si camer (Calon Mertua) dengan intonasi sinis.

Bi barokati Keppres Hari Santri, dengan gagah dan PD, kang-kang itupun berani menjawab.

“Bayangkan, pak. Setiap 22 Oktober, seluruh Indonesia mulai dari pemerintah pusat sampai kabupaten bahkan desa-desa, semuanya menyanjung-nyanjung saya. Apa bapak mboten bangga punya mantu yang statusnya dibanggakan negara dan ulama’?”

Kisah inipun berujung happy ending. Kang-kang itu akhirnya punya tujuh anak yang jadi santri semua. Luar biasa memang Hari Santri. Ilaa hadhroti Mbah Hasyim wa ushuulihi, wa furuu’ihi wa ashdiqoo’ihi, al faatihah.[]

(Penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam Gembong)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Muncul Gerakan Dukungan Calon Bupati Pati dari Kalangan NU, Ini Kata ketua PCNU

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id – Menjelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Pati 2024, muncul gerakan dukungan terhadap Calon Bupati maupun Wakil Bupati dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan ini bertagar “2024 Wayahe Wong NU Mimpin Pati”. Rokib Ismail, inisiator gerakan tersebut mengatakan, sudah saatnya Kabupaten Pati ini dipimpin oleh warga Nahdliyin.   “Sudah saatnya Pati dipimpin oleh orang NU. […]

  • Photo by Ismi Fitri Hodijah

    Gerimis Malam Minggu

    • calendar_month Ming, 11 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Uwes syahdu durung. Ngeyup ning ngarep alun-alun, ngombe es beng-beng mbi nyemil maklor. Ngemper ngarep ruko mbi bakul cilok, bakul pentol, bakul kopi. Nikmat tiada tara. Mbayangke janjian mbi awakmu malam mingguan. Muteri alun-alun sambil ngobrol ngalur ngidul. Ahh yuw ora bakal. Wong kowe uwes gonne wong liyo. Opo meneh kok […]

  • PCNU PATI

    Nikmat yang Terlupakan

    • calendar_month Sen, 23 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Siang ini, suasana rumah sakit mulai ramai, berbeda dengan pagi tadi. Saya sedang menemani anak saya yang bungsu, yang kini terbaring lemah di tempat tidur. Tidak ada yang lebih berat bagi seorang orang tua selain melihat anaknya sakit. Saya duduk di sampingnya, memperhatikan wajahnya yang tampak pucat, berharap ia segera […]

  • PCNU-PATI

    MI Al Ma’arif Parakan Kauman ikuti Wisuda Tahfidzil Qur’an

    • calendar_month Sel, 21 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PARAKAN-MI Al Ma’arif Parakan Kauman mewisuda 38  siswa yang telah berhasil menyelesaikan hafalan juz 30  dan juz 29. Dari 38 siswa tersebut 35 siswa diantaranya telah menyelesaikan hafalan juz 30 dan 3 siswa  sdh menyelesaikan hafalan juz 29- 30. Sebelum diwisuda siswa- siswa tersebut telah mengikuti uji publik tahfidz  oleh JQH NU  Kab. Temanggung dan dinyatakan […]

  • Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    Jelang Harlah, PBNU Instruksikan Pasang 102 Juta Bendera NU

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Peringatan Hari Lahir (Harlah) NU semakin delat. Menurut kalender hijriyah, tepat 16 Rajab 1446 H. atau bertepatan dengan 16 Januari 2025 M., Nahdlatul Ulama genap berusia 102 tahun. Untuk memperingati usia ke-102 ini, PBNU menginstruksikan kepada seluruh pengurus NU di semua tingkatan untuk memasang bendera NU. Targetnya, ada 102 juta bendera NU […]

  • PCNU-PATI Photo by NASA Hubble Space Telescope

    Pahala

    • calendar_month Rab, 20 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Bulan puasa sudah memasuki pekan kedua. Tentu kita sudah merasakan tentang dahaga dan lapar; menahan emosi dan lain seterusnya. Bulan penuh berkah katanya para pemuka agama; bulan penuh pahala yang mengalahkan seribu bulan. Dan pada bulan ini semua orang telah menobatkan apabila dirinya adalah yang mendapatkan banyak pahala. Bahkan banyak […]

expand_less