Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
  • visibility 261
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, moral (etika), karakter, dan kemandirian kepada santri. Oleh karena itu, pesantren sangat penting dalam membentuk tumbuh-kembangnya santri kelak terjun di masyarakat.

Adapun dalam perjalanan sejarahnya, pesantren terus melakukan inovasi dan konsesi tertentu untuk menemukan pola yang dinilai cukup tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kian cepat berdampak luas di dunia pesantren. Sehingga pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai lembaga yang tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga pesantren mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Yakni pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di lingkungannya. Dengan kata lain, pesantren mempunyai keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan dengan komunitas lingkungannya.

Karena adanya keterkaitan erat dengan komunitas lingkungannya, pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan. Sehingga pesantren mampu mencetak generasi muda bangsa yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perubahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ekspansi Pesantren

Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren, yang semula rural based institution menjadi juga lembaga pendidikan urban yang menyebar luas ke Nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan kata lain pesantren mengalami perubahan yang pesat dan diminati para calon orangtua santri untuk menyekolahkan dan memondokkan anaknya dalam pesantren.

Eksistensi pesantren di masyarakat tidak bisa dianggap biasa, justru mereka memiliki reputasi cukup baik dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bangsa serta lingkungan masyarakat. Salah satu kontribusi pesantren terhadap lingkungan sekitar antara lain yaitu.

Pertama, banyak alumni atau santri yang tersebar di pelosok desa di lingkungan masyarakat sekitar. Dari banyaknya alumni yang tinggal di desa rata-rata menjadi tokoh masyarakat (orang yang ditokohkan masyarakat) dalam bidang ilmu agama. Misalnya menjadi imam musala, masjid, dan menjadi rujukan hukum agama di lingkungan masyarakat. Sehingga dari situ masyarakat tidak bingung ketika mencari referensi masalah persoalan agama.

Kedua, khidmah di masyarakat. Rasa khidmah yang dimiliki santri sudah terbentuk dan tertanam di pesatren. Maka tak ayal apabila santri tinggal di lingkungan masyarakat memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Sehingga modal khidmah yang dimiliki oleh santri akan mempermudah santri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, modal khidmah dan rasa optimis harus ditanamkan dalam benak santri agar ketika santri di masyarakat tidak minder justru santri bisa mewarnai di lingkungan masyarakat melalui segudang ilmu yang diperoleh santri selama di pesantren bisa diaplikasikan.

Ketiga, pesantren selalu menanamkan sifat optimis dalam menatap masa depan. Optimis ini dimulai dari niat awal untuk menuntut ilmu, menggapai ridha Allah, menghilangkan kebodohan, bukan mencari dunia, popularitas, jabatan, melainkan hanya untuk thalabul ilmi.Setelah itu rajin melakukan riyadlah (tirakat), baik itu puasa, mengurangi tidur, dan memperbanyak membaca wirid atau zikir (ijazah dari kiai), dan lain sebagainya. Baru setelah menguasai ilmu, kembali ke tengah masyarakat dengan optimisme tinggi, berwirausaha untuk menggapai kemandirian ekonomi dan mendidik masyarakat untuk mengamalkan ilmunya.   

Keempat, pesantren melatih santri untuk melek organisasi sebagai media untuk memperjuangkan agama. Organisasi mempunyai peran penting untuk membentuk mental dan kepribadian yang toleran, demokratis, dan pluraris. Sehingga organisasi mendorong santri untuk aktif mengembangkan keilmuan dan waasan masa depan. Ineteraksi dan relasi sosial yang luas menuntut santri untuk beradaptasi agar tidak ketinggalan dan lebih dari itu berusaha menjadi pemimpin yang memandu perubahan dari hiruk-pikuk perkembangan zaman.

Kelima, pesantren mengokohkan visi sosialnya kepada santri secara efektif. Karena visi sosial adalah pandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan.

Dengan demikian dari kelima komponen di atas sangat jelas, bahwa pesantren dalam menanamkan nilai-nilai mulia kepada santri untuk senantiasa ikhlas, tulus dalam thalabul ilmi bukan karena dunia, melainkan karena Allah. Dengan begitu, santri akan dimudahkan dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Dan tentunya dari sini pesantren tidak kesulitan dalam mencetak kader bangsa untuk melakukan sebuah perubahan sosial. Dengan kata lain pesantren merupakan agen of development. Dari pesantren untuk negeri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Jelang Konfercab, PC IPNU IPPNU Pati Gelar Rapimcab

    • calendar_month Jum, 16 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Pcnu.pati.or.id-MARGOYOSO – PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati mengadakan Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) di MA Darunnajah Ngemplak Kidul, Margoyoso, Pati, Jumat (16/6/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU se-Kabupaten Pati. Dengan mengangkat tema “Eling Kancane, Eling Organisasine, Barokah Uripe”, kegiatan ini sebagai persiapan pelaksanaan Konferinsi Cabang (Konfercab) IPNU IPPNU Pati ke-XIV. […]

  • LDNU PATI Launching Sari Rempah Nusantara

    LDNU PATI Launching Sari Rempah Nusantara

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Masa pandemi Covid 19 Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama PCNU Kabupaten Pati tetap mensukseskan program Insidental, di tengah Covid-19 program LDNU tertunda namun semangat  LDNU Pati dan Jammu tetap semangat untuk bisa berkiprah di tengah tengah suasana yang memprihatinkan baik segi kesehatan maupun ekonomi. “Di saat para Dai NU pati Stay at home berinovasi dengan program […]

  • Sah! Alfi Yasin akan Pimpin Ansor Gabus sampai 2026

    Sah! Alfi Yasin akan Pimpin Ansor Gabus sampai 2026

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Gabus melakukan konferensi pada Senin (20/5) malam di MA Miftahul Huda, Sugih Rejo, Gabus. Pemilihannya sendiri berlamgsung cukup singkat, yaitu mulai pukul 19.00 WIB dan usai pada 22.00 WIB. Konferensi ini, adalah untuk melahirkan ketua PAC GP Ansor Gabus periode 2024-2026. Melalui forum demokrasi ini, Miftah […]

  • Sempat Vakum, PAC IPNU Kayen Kembali Gelar Rutinan Majelis Sholawat

    Sempat Vakum, PAC IPNU Kayen Kembali Gelar Rutinan Majelis Sholawat

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

      Suasana majelis sholawat yang digagas oleh pelajar NU Kayen setelah sekian lama terhenti KAYEN – PAC IPNU Kecamatan Kayen melalui Departemen Olahraga Seni dan Budaya (OSB) kembali menggelar rutinan majelis sholawat di Gedung MWC NU Kayen, Selasa (5/10/2021). Setelah beberapa bulan vakum, karena adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati. Kegiatan […]

  • Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2014
    • account_circle admin
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Bersedekah dan Melaksanakan Tahlilan Pada Hari Tertentu Setelah Kematian Bersedekah adalah termasuk tindakan yang disyari’atkan agama dan berpahala. Bersedekah juga mencerminkan kepedulian sosial antar umat Islam. Dalam hadits Amr bin Abasah disebtkan: قُلْتُ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ طِيبُ الْكَلَامِ وَإِطْعَامُ الطَّعَامِ [1] “Aku bertanya, “Apa Islam itu?” Beliau menjawab, “Berkata yang baik dan memberi makan.” Sedekah juga […]

  • Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    Siswa Luthful Ulum Pasucen Adakan Istigasah Pemilu Damai

    • calendar_month Sel, 13 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 193
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ratusan siswa Madrasah Luthful Ulum, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, mendadakan istigasah Pemilu damai. Kegiatan ini berlangsung di halaman madrasah setempat, Selasa (13/2/2024) pagi. Selain berharap Pemilu berlangsung damai, mereka juga berharap proses pembangunan gedung madrasah tersebut berjalan dengan lancar. Kordinator Pendidikan Yayasan Luthful Ulum Wonokerto, Jamal Ma’mur Asmani mengatakan, pihaknya […]

expand_less