Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

Pesantren sebagai Agen Perubahan Sosial Masyarakat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Okt 2022
  • visibility 534
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pondok pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang ada dalam masyarakat dan mempunyai peran yang sangat urgent dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena di dalam pesantren tidak hanya memberikan pengetahuan dan ketrampilan teknis kepada santri, melainkan yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai agama, moral (etika), karakter, dan kemandirian kepada santri. Oleh karena itu, pesantren sangat penting dalam membentuk tumbuh-kembangnya santri kelak terjun di masyarakat.

Adapun dalam perjalanan sejarahnya, pesantren terus melakukan inovasi dan konsesi tertentu untuk menemukan pola yang dinilai cukup tepat dalam menghadapi perubahan-perubahan yang kian cepat berdampak luas di dunia pesantren. Sehingga pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relewan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan).

Sebagai lembaga yang tidak hanya identik dengan makna keislaman, tetapi juga pesantren mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Yakni pesantren muncul dan berkembang dari pengalaman sosiologis masyarakat di lingkungannya. Dengan kata lain, pesantren mempunyai keterkaitan erat yang tidak bisa terpisahkan dengan komunitas lingkungannya.

Karena adanya keterkaitan erat dengan komunitas lingkungannya, pesantren bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu mengembangkan diri dan bahkan kembali menempatkan diri pada posisi yang penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia secara keseluruhan. Sehingga pesantren mampu mencetak generasi muda bangsa yang mampu memberikan warna tersendiri terhadap perubahan sosial di lingkungan masyarakat.

Ekspansi Pesantren

Ekspansi pesantren juga bisa dilihat dari pertumbuhan pesantren, yang semula rural based institution menjadi juga lembaga pendidikan urban yang menyebar luas ke Nusantara dan bahkan sampai ke mancanegara. Dengan kata lain pesantren mengalami perubahan yang pesat dan diminati para calon orangtua santri untuk menyekolahkan dan memondokkan anaknya dalam pesantren.

Eksistensi pesantren di masyarakat tidak bisa dianggap biasa, justru mereka memiliki reputasi cukup baik dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan bangsa serta lingkungan masyarakat. Salah satu kontribusi pesantren terhadap lingkungan sekitar antara lain yaitu.

Pertama, banyak alumni atau santri yang tersebar di pelosok desa di lingkungan masyarakat sekitar. Dari banyaknya alumni yang tinggal di desa rata-rata menjadi tokoh masyarakat (orang yang ditokohkan masyarakat) dalam bidang ilmu agama. Misalnya menjadi imam musala, masjid, dan menjadi rujukan hukum agama di lingkungan masyarakat. Sehingga dari situ masyarakat tidak bingung ketika mencari referensi masalah persoalan agama.

Kedua, khidmah di masyarakat. Rasa khidmah yang dimiliki santri sudah terbentuk dan tertanam di pesatren. Maka tak ayal apabila santri tinggal di lingkungan masyarakat memiliki rasa sosial dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Sehingga modal khidmah yang dimiliki oleh santri akan mempermudah santri dalam berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, modal khidmah dan rasa optimis harus ditanamkan dalam benak santri agar ketika santri di masyarakat tidak minder justru santri bisa mewarnai di lingkungan masyarakat melalui segudang ilmu yang diperoleh santri selama di pesantren bisa diaplikasikan.

Ketiga, pesantren selalu menanamkan sifat optimis dalam menatap masa depan. Optimis ini dimulai dari niat awal untuk menuntut ilmu, menggapai ridha Allah, menghilangkan kebodohan, bukan mencari dunia, popularitas, jabatan, melainkan hanya untuk thalabul ilmi.Setelah itu rajin melakukan riyadlah (tirakat), baik itu puasa, mengurangi tidur, dan memperbanyak membaca wirid atau zikir (ijazah dari kiai), dan lain sebagainya. Baru setelah menguasai ilmu, kembali ke tengah masyarakat dengan optimisme tinggi, berwirausaha untuk menggapai kemandirian ekonomi dan mendidik masyarakat untuk mengamalkan ilmunya.   

Keempat, pesantren melatih santri untuk melek organisasi sebagai media untuk memperjuangkan agama. Organisasi mempunyai peran penting untuk membentuk mental dan kepribadian yang toleran, demokratis, dan pluraris. Sehingga organisasi mendorong santri untuk aktif mengembangkan keilmuan dan waasan masa depan. Ineteraksi dan relasi sosial yang luas menuntut santri untuk beradaptasi agar tidak ketinggalan dan lebih dari itu berusaha menjadi pemimpin yang memandu perubahan dari hiruk-pikuk perkembangan zaman.

Kelima, pesantren mengokohkan visi sosialnya kepada santri secara efektif. Karena visi sosial adalah pandangan jauh ke depan tentang bagaimana membangun masyarakat yang sesuai dengan nilai-nilai islam universal, seperti keadilan, kesejahteraan, kemajuan, kesetaraan, kebahagiaan, dan kerjasama dalam membangun kebaikan.

Dengan demikian dari kelima komponen di atas sangat jelas, bahwa pesantren dalam menanamkan nilai-nilai mulia kepada santri untuk senantiasa ikhlas, tulus dalam thalabul ilmi bukan karena dunia, melainkan karena Allah. Dengan begitu, santri akan dimudahkan dalam belajar untuk menggapai cita-citanya. Dan tentunya dari sini pesantren tidak kesulitan dalam mencetak kader bangsa untuk melakukan sebuah perubahan sosial. Dengan kata lain pesantren merupakan agen of development. Dari pesantren untuk negeri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif NU Jateng dan Pearson Dampingi Madrasah Menuju Standar Global

    LP Ma’arif NU Jateng dan Pearson Dampingi Madrasah Menuju Standar Global

    • calendar_month Kam, 13 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.024
    • 0Komentar

    BATANG — LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bersama tim MPM-Pearson melakukan pendampingan Program Madrasah Berstandar Global di MI Islamiyah Surodadi, Kabupaten Batang, Rabu (12/8/2026). Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya memantau progres sekaligus memastikan implementasi program berjalan sesuai target. Pendampingan secara luring berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026. Selain di MI Islamiyah Surodadi […]

  • TISARISTRA di SMA Negeri Tayu

    TISARISTRA di SMA Negeri Tayu

    • calendar_month Sen, 9 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 729
    • 0Komentar

    Tayu. Bertempat di SMA Negeri 1 Tayu kegiatan LDKR ( Latihan Dasar Kepemimpinan Rohis) yang diberi nama TISARISTRA (Latihan Dasar Rohis Trayutama) dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Desember 2024 Kegiatan tersebut mengambil tema “Membangun dan Mewujudkan Generasi Islami yang Berakhlak Mulia serta Berwawasan Global”. Tema tersebut diambil untuk mempersiapkan generasi muda yang beakhlak mulia […]

  • Dua Rumah Dibedah di Mojoagung, Ternyata Ada Campur Tangan IPNU

    Dua Rumah Dibedah di Mojoagung, Ternyata Ada Campur Tangan IPNU

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Penyerahan simbolis bantuan bedah rumahboleh Baznas kepada warga di dampingi Pemerintah Desa Mojoagung dan Pengurus Ranting IPNU setemoay TRANGKIL – BAZNAS Kabupaten Pati baru saja melakukan kegiatan bedah rumah di Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Mojoagung, Baznas dan IPNU Mojoagung. Bukan hanya turut, para pelajar […]

  • Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

    Gus Rozin di Sidang MK: Biayai Pesantren Itu Kewajiban Konstitusi Negara, Bukan Intervensi!

    • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.953
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Juni 2026 — Ketua Majelis Masyayikh, KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) kembali hadir dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (11/6/2026). Dalam sidang tersebut, Gus Rozin menyampaikan jawaban tertulis atas berbagai pertanyaan yang diajukan para hakim konstitusi pada persidangan sebelumnya. Gus Rozin menyampaikan […]

  • Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus PAC Fatayat Tayu mengadakan Bakti Sosial berupa pembagian sembako dan bazar murah bertempat di aula kecamatan Tayu, 18/6 kemarin             “Acara pembagian sembako sebanyak 500 bungkus dengan sasaran warga Nahdlyin di kecamatan Tayu dan sekitarnya, dengan bulan ramadhan ini kita tanamkan sikap peduli dengan sesama dan solidaritas terhadap lingkungan sekitar kita,”jelas Anisatul Warda […]

  • PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

    PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

    • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    PATI-Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru saja diselenggarakan Minggu (20/10) sore. Ir. H. Joko Widodo, beserta wakilnya, KH. Ma’ruf Amin resmi memimpin negeri ini lima tahun ke depan. Warga NU menyambut baik pelantikan tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa pengangkatan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wapres merupakan hadiah terbesar untuk Hari Santri Nasional. Pasalnya, kiai yang pernah […]

expand_less