Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

Ketua PCNU Cerita Pengalaman Haji : Tidak Bisa Mencium Hajar Aswad (2-habis)

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 5 Agu 2022
  • visibility 487
  • comment 0 komentar

WINONG – Cerita haji dari ketua PCNU Pati belum usai. Bahkan untuk menceritakan seputar pelayanan pemerintah, KH. Yusuf Hasyim memaparkannya selama hampir dua jam. 

Banyak servis pemerintah yang sangat memuaskan, mulai dari kesehatan, makanan dan bahkan tempat menginap. 

Pelayanan lain yang juga sangat membekas adalah servis lapangan. Menurutnya, disepanjang jalan, ada petugas PPIH yang memberikan pengarahan dan menemani.

“Untuk rute yang jauh, pemerintah juga menyediakan armada bus sholawat. Seingat saya hanya ada tiga atau empat negara yang memberi fasilitas semacam ini,” terang dia. 

Bukan hanya dari sisi penyelenggara, menurut K. Yusuf, Jamaah haji indonesia juga sangat kompak. 

“Bahkan pas kami jalan bersama iti membaca sholawat khas Nusantara. Saking banyaknya jumlah kami, jamaah dari negara lain malah nimbrung melantunkan sholawat bersama kami,” kenangnya

Harapan

Dalam kalam pamungkasnya, Kiai Yusuf Berharap pelayanan ini juga bisa bertahan atau bahkan meningkat hingga tahun-tahun berikutnya. 

“Apakah karena pelayanan yang maksimal ini karena jama’ah hajinya sedikit atau bagaimana, tapi saya berharap agar pelayana semacam ini juga dapat dirasakan oleh jama’ah haji di tahun-tahun memdatang,” terang dia. 

Selain itu, Kiai Yusuf juga menegaskan bahwa dirinya beserta istri merasa sangat puas dengan pelayanan PPIH Indonesia, serta berterima kasih untuk Kementerian Agama RI. 

Hal yang Mengganjal

Kiai Winong tersebut menegaskan bahwa selama beribadah di tanah suci, dirinya merasa hampir tidak ada kendala. 

“Baik dalam pelayanan, kekompakan sesama jamaah ataupun kelengkapan ibadah, alhamdulillah semuanya lancar,” ungkap dia. 

Hanya saja, ada satu hal yang membuatnya merasa sedikit penasaran. 

“Bukan menyesal ya, tapi terasa aga kurang komplit,” tambahnya sambil tersenyum. 

Satu-satunya hal yang mengganjal tersebut adalah ketiadaan fasilitas untuk mendekati hajar aswad. 

“Jangankan mencium, mendekat saja tidak boleh. Dipagar dan dijaga,” terangnya. 

Hal ini semata-mata karena pemberantasan Covid-19 belum sepenuhnya selesai di beberapa negara. Sehingga dikhawatirkan akan menambah penularan virus tersebut jika para jamaah haji diperbolehkan mencium hajar aswad.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.325
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

  • Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.458
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan Wisuda Perdana Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Arab IPMAFA 2025, yang digelar di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11/2025). Kiai Zulfa menilai bahwa penggunaan bahasa Arab dalam prosesi wisuda merupakan hal yang membanggakan dan mencerminkan ruh pesantren yang melekat kuat pada IPMAFA. […]

  • LP Ma’arif Jateng Luncurkan Aplikasi Berbasis Android

    LP Ma’arif Jateng Luncurkan Aplikasi Berbasis Android

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 547
    • 0Komentar

    SEMARANG-Pengurus Wilayah LP Ma’arif Jawa Tengah baru-baru ini membuat gebrakan dalam dunia digital. Terhitung sejak 5 September 2019, LP Ma’arif meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android. “Program ini merupakan salah satu wujud nyata Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) yang diinisiasi oleh Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jateng masa khidmat 2018-2023” tandas R. Andi Irawan, ketua LP Ma’arif […]

  • Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    Didatangi Cabang, Ketua UPZIS MWCNU Gembong Siap Turba

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.887
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat (UPZIS) MWC NU Gembong menerima kunjungan dari Lazisnu Pati, Ahad (30/11) di Gedung MWCNU Gembong). Kedatangan rombongan dari kabupaten tersebut adalah dalam rangka monitoring. Ahmad Shodiq Ketua Lazisnu Gembong, menilai monitoring ini sebagai langkah evaluasi. Dia menilai kendala pengelolaan ZIS di Gembong cukup kompleks. “Kami terimakasih kepada Lazisnu cabang. […]

  • Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    Bagi-Bagi Masker oleh Pelajar NU Gembong Tuai Pujian

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Salah satu pengurus IPNU membagikan dan  memakaikan masker kepada pengendara yang lewat di Pasar Gembong GEMBONG-Para pelajar NU Kecamatan Gembong yang tergabung dalam organisasi IPNU dan IPPNU kembali membuat gebrakan. Kali ini, Rabu (22/4) dengan menggandeng Polsek dan Koramil Gembong, para pelajar tersebut membagi 1000 masker untuk menanggulangi covid 19. Program ini diinisiasi oleh PAC […]

  • white concrete building during daytime

    Santri dan Literasi

    • calendar_month Sab, 25 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pesantren pada umumnya merupakan model pendidikan yang menekankan pada khazanah keilmuan kitab kuning dan ilmu agama. Sehingga pesantren lebih terkenal di lingkungan masyarakat sebagai lembaga pendidikan non formal yang fokus pada pendidikan keagamaan dan pendidikan karakter terhadap para santri. Sedangkan santri sendiri di dalam pondok pesantren merupakan salah satu unsur penting yang […]

expand_less