Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Maaf dan Terima Kasih

Maaf dan Terima Kasih

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak.


Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. Tak ada asap bila tak ada api yang menyala. Saya mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Ia mengabulkan tanpa tapi. Karena rindu juga katanya.


Tibalah hari itu dimana saya dan dia jadi pergi. Setiba ditempat tujuan, kami melihat hal yang tak biasa dari hari biasanya. Dia yang notabene tak begitu suka keramaian lantas mengajak pulang dan saya hanya bilang iya sembari mengekor dibelakangnya untuk kembali. Jengkel sudah pasti saya rasakan. Tujuanku tidak terkabul. Karena rencana tak sesuai dengan harapan.


Sama seperti waktu sebelumnya, ketika kami pergi ke suatu tempat dan tujuannya tak tercapai saya pasti akan merasakan kejengkelan. Namun entah kenapa dengan waktu kemarin. Kejengkelan dan rasa tak enak telah mengajaknya namun gagal tercapai, nyampur jadi satu. Disitu saya merasa tak nyaman, bingung dan merasa bersalah.


Dia berjanji akan mengganti waktu yang gagal ini dihari berikutnya. Dan benar saja ia mengabulkan. Namun, karena keegoisan saya, saya bilang sudah tak minat. Janji yang akan dijadikan surprise telah gagal karena ucapan saya. Patutlah ia merasa kecewa dengan hal itu. Namun tetap saja dia tak marah bahkan setelah sebelumnya saya merasa jengkel dan cemberut, ia tetap mengalah dan meminta maaf sebab telah membuat saya jengkel. Sebab bilang maaf itu berat, karena ketika kita mengucapkan kata maaf tentu ego dan super ego kita turunkan. Bukankah kalimat maaf ada yang berasalan atau pun taka da alasan?


Malamnya ia menjelaskan tentang hal yang dijanjikan. Saya kaget dengan penjelasannya. Ternyata seperti itu rupanya. Saya menangis karena telah membuatnya kecewa dan parahnya saya belum bisa memahami dia seutuhnya. Saya kembali meneteskan air mata. Mengingat beberapa kesalahan beruntut yang saya lakukan. Pada akhirnya saya pun meminta maaf kepadanya.


Setiap kali kami berselisih ia yang akan pertama kali meminta maaf. Saya pernah berpikir dia ini manusia macam apa. Murah hati sekali. Namun jangan tanya saat ia sudah berubah wajahnya. Ibarat singa yang siap menerkam mangsanya bahkan lebih seram daripada hantu yang sering muncul pada tayangan horor. Bahkan lebih seram dari film KKN di Desa Penari yang lagi di gandrungi saat ini.


Perselisihan diantara kami selalu berlangsung tak lama. Kami saling mengintrospeksi diri dalam kesendirian. Baru mulai berbicara untuk mencari titik temu antara kami. Selalu begitu, dan biasanya yang paling lama sembuhnya adalah saya. Mungkin karena notabene seorang perempuan yang tak mudah melupakan segala masalah. Bisa jadi perempuan lebih mengedepankan perasaan.


Perselisihan diantara kami yang berawal dari keegoisan ini pasti anda sekalian pernah merasakannya. Kita tak dapat menghindarinya. Jika tak ingin dicap sebagai pecundang, kabur bukanlah solusi untuk mencari titik terang dari apa yang seharusnya dihadapi. Toh kabur atau lari dari masalah bukanlah solusi, justru akan memunculkan masalah yang lainnya.


Sebagai insan yang tak akan pernah luput dari kesalahan sudah semestinya kita mau belajar dan terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, selama masih memiliki kesempatan. Saya pun demikian. Saya jadi teringat dengan nasihat orang tua, kalimat yang paling berat untuk di ucapkan adalah maaf dan terima kasih. Kedua kalimat tersebut harus dilatih dan terus dilatih, maka kita akan terbiasa untuk menundukkan ego pribadi masing-masing.
(Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    Goal, Bupati Deklarasikan Penutupan Tempat-Tempat Prostitusi

    • calendar_month Rab, 18 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Bupati Pati, Haryanto sedang menandatangani deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi PATI-Rencana penutupan tempat-tempat prostitusi di Kabupaten Pati menemui titik terang. Rabu (18/8) Ormas-ormas islam, MUI serta FKUB melakukan audiensi dengan Bupati Pati dan Forkompinda.  Hasilnya, dalam audiensi yang berlangsung di Ruang Pragolo Kantor Bupati Pati tersebut, akhirnya Bupati bersedia menyatakan komitmen dan deklarasi penutupan tempat-tempat prostitusi. […]

  • Berlatih hingga Enam Jam Sehari, M. Akbar Siswa MAN 1 Pati Raih Juara 1 Lari 100 M se-Asia Tenggara

    Berlatih hingga Enam Jam Sehari, M. Akbar Siswa MAN 1 Pati Raih Juara 1 Lari 100 M se-Asia Tenggara

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.275
    • 0Komentar

      pcnupati.com – Siswa MAN 1 Pati, Muhammad Akbar Jabaluddinar berhasil menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih Juara 1 dalam kejuaraan lari 100 meter tingkat Asia Tenggara pada Minggu, (16/11/2025) lalu. Prestasi diraih tak lepas dari perjuangan Akbar dalam proses latihan yang ia lakukan 4 sampai 6 jam setiap harinya. “Alhamdulillah dalam event mampu meraih […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran dan Bedah Novel PRASA dan KELIR Karya Yon Bayu Wahyono di PDS.HB.Jassin

    • calendar_month Sel, 31 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Jakarta, Senin, 31/10/2023. Peluncuran dan bedah dua novel PRASA dan KELIR karya Yon Bayu Wahyono berlangsung di Aula Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin, Lantai IV, Gedung Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta, Minggu siang (29/10/2023). Untuk novel  PRASA (Operasi Tanpa Nama) dibedah oleh Pemateri Isson Khairul, Cerpernis yang juga […]

  • Peradaban Minus Manusia

    Peradaban Minus Manusia

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya. “Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman […]

  • Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Deni Dadawuk, pelatih pencak silat NU Pagar Nusa bersama murid bulenya, Nedeljka Mileusnic. (Foto : Gasmi) KUNINGAN – Seni bela diri memang memilik daya tarik tersendiri di mata penikmatnya. Tidak terkecuali pencak silat, seni bela diri asli Indonesia.  Baru-baru ini jagat persilatan nusantara digegerkan oleh seorang wanita berusia 27 tahun asal Siberia, Rusia. Dia adalah […]

  • Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    Twibon Harlah NU ke 96 PC Fatayat NU Kab. Pati

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 118
    • 0Komentar

       1. Klik Link https://twb.nz/twibonsharlahnu98 2. Klik Pilih Foto    Pilih Foto yang sesuai 3. Atur Foto dengan cara menyentuh foto dan klik Pungkas     Atur foto untuk menemukan lokasi foto yang sesuai 4. Klik Unduh untuk mendowload hasil twibons    Klik unduh untuk mendowload hasil Foto yang sudah menjadi Twibonze 5. Twibons sudah jadi

expand_less