Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Maaf dan Terima Kasih

Maaf dan Terima Kasih

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 13 Mei 2022
  • visibility 448
  • comment 0 komentar

Hidup tak luput dari perselisihan. Bagaimanapun jalannya disana pasti akan berjumpa dengan perselisihan. Salah paham, lebih mengedepankan ego dan sengaja melukai merupakan bibit awal timbulnya perselisihan. Dari perselisihan kita bisa belajar dewasa, sekaligus bijaksana, dalam berbicara dan bertindak.


Beberapa waktu lalu saya tengah menghadapi perselisihan dengan seorang kawan. Salah paham dan mengedepankan ego lah penyebabnya. Tak ada asap bila tak ada api yang menyala. Saya mengajaknya untuk pergi ke suatu tempat. Ia mengabulkan tanpa tapi. Karena rindu juga katanya.


Tibalah hari itu dimana saya dan dia jadi pergi. Setiba ditempat tujuan, kami melihat hal yang tak biasa dari hari biasanya. Dia yang notabene tak begitu suka keramaian lantas mengajak pulang dan saya hanya bilang iya sembari mengekor dibelakangnya untuk kembali. Jengkel sudah pasti saya rasakan. Tujuanku tidak terkabul. Karena rencana tak sesuai dengan harapan.


Sama seperti waktu sebelumnya, ketika kami pergi ke suatu tempat dan tujuannya tak tercapai saya pasti akan merasakan kejengkelan. Namun entah kenapa dengan waktu kemarin. Kejengkelan dan rasa tak enak telah mengajaknya namun gagal tercapai, nyampur jadi satu. Disitu saya merasa tak nyaman, bingung dan merasa bersalah.


Dia berjanji akan mengganti waktu yang gagal ini dihari berikutnya. Dan benar saja ia mengabulkan. Namun, karena keegoisan saya, saya bilang sudah tak minat. Janji yang akan dijadikan surprise telah gagal karena ucapan saya. Patutlah ia merasa kecewa dengan hal itu. Namun tetap saja dia tak marah bahkan setelah sebelumnya saya merasa jengkel dan cemberut, ia tetap mengalah dan meminta maaf sebab telah membuat saya jengkel. Sebab bilang maaf itu berat, karena ketika kita mengucapkan kata maaf tentu ego dan super ego kita turunkan. Bukankah kalimat maaf ada yang berasalan atau pun taka da alasan?


Malamnya ia menjelaskan tentang hal yang dijanjikan. Saya kaget dengan penjelasannya. Ternyata seperti itu rupanya. Saya menangis karena telah membuatnya kecewa dan parahnya saya belum bisa memahami dia seutuhnya. Saya kembali meneteskan air mata. Mengingat beberapa kesalahan beruntut yang saya lakukan. Pada akhirnya saya pun meminta maaf kepadanya.


Setiap kali kami berselisih ia yang akan pertama kali meminta maaf. Saya pernah berpikir dia ini manusia macam apa. Murah hati sekali. Namun jangan tanya saat ia sudah berubah wajahnya. Ibarat singa yang siap menerkam mangsanya bahkan lebih seram daripada hantu yang sering muncul pada tayangan horor. Bahkan lebih seram dari film KKN di Desa Penari yang lagi di gandrungi saat ini.


Perselisihan diantara kami selalu berlangsung tak lama. Kami saling mengintrospeksi diri dalam kesendirian. Baru mulai berbicara untuk mencari titik temu antara kami. Selalu begitu, dan biasanya yang paling lama sembuhnya adalah saya. Mungkin karena notabene seorang perempuan yang tak mudah melupakan segala masalah. Bisa jadi perempuan lebih mengedepankan perasaan.


Perselisihan diantara kami yang berawal dari keegoisan ini pasti anda sekalian pernah merasakannya. Kita tak dapat menghindarinya. Jika tak ingin dicap sebagai pecundang, kabur bukanlah solusi untuk mencari titik terang dari apa yang seharusnya dihadapi. Toh kabur atau lari dari masalah bukanlah solusi, justru akan memunculkan masalah yang lainnya.


Sebagai insan yang tak akan pernah luput dari kesalahan sudah semestinya kita mau belajar dan terus belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, selama masih memiliki kesempatan. Saya pun demikian. Saya jadi teringat dengan nasihat orang tua, kalimat yang paling berat untuk di ucapkan adalah maaf dan terima kasih. Kedua kalimat tersebut harus dilatih dan terus dilatih, maka kita akan terbiasa untuk menundukkan ego pribadi masing-masing.
(Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    Forum Diskusi Santri : Santri Bisa Jadi Apa Saja

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 0Komentar

    WEDARUJAKSA-Momen Hari Santri Nasional yang berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda dimanfaatkan oleh para peserta didik Yayasan Pendidikan Bustanul Ulum, Pagerharjo, Wedarijaksa. Peserta didik yang tergabung dalam Himpunan Siswa Bustanul Ulum ini menggelar diskusi publik pada Senin (28/10) kemarin. Acara bertajuk Forum Diskusi Santri (Santri Indonesia untuk Perdamaian Bangsa) tersebut menghadirkan para praktisi dari berbagai latar […]

  • PCNU Pati Gelar Apel Hari Santi di Pendopo Kabupaten

    PCNU Pati Gelar Apel Hari Santri

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.780
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan peringatan Hari Santri 2025, di pendopo kabupaten, Rabu (22/20/2025) sore. Kegiatan ini semula dijadwalkan berlangsung di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, kemudian dilanjutkan ziarah serta tabur bunga di pusara Muhammad Hasyim Mahfudh (1929-1949). Namun karena terhalang hujan lebat, maka apel dipindahkan ke pendopo kabupaten. Seratusan […]

  • Pentingnya Kemasan Produk Dalam Pemasaran

    Pentingnya Kemasan Produk Dalam Pemasaran

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Oleh : Aditiya Tri Utami* Branding adalah cara untuk mengenalkan kepada seseorang mengenai identitas terhadap sebuah obyek tertentu. Sehingga saat ini kita berbicara mengenai produk maka branding adalah cara untuk mengenalkan produk kepada konsumen.  Kemasan produk atau packaging produk sangatlah berkaitan erat dengan branding itu sendiri. Jika saat ini anda telah memiliki produk namun belum […]

  • Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berkunjung ke kantor PBNU, Selasa (14/1). Ditemui Ketua Umum (Ketum) PBNU dan beberapa pengurus lainnya, Pigai dan PBNU memyepakati sebuah kerja sama. Bersama PBNU, Kementerian HAM berencana membangun pusat studi HAM. Gagasan ini, nantinya akan diwujudkan melalui perguruan-perguruan tinggi di bawah naungan organisasi islam terbesar […]

  • AI Bisa Bantu Luruskan Informasi, Begini Tips Menurut Wibowo Prasetyo

    AI Bisa Bantu Luruskan Informasi, Begini Tips Menurut Wibowo Prasetyo

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Temanggung – Dalam menggunakan kecerdasan buatan (AI), masyarakat utamanya dosen dan mahasiswa wajib digunakan untuk meluruskan hoaks dan menyebar narasi positif di media sosial. Hal itu diungkapkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia H. Wibowo Prasetyo dalam kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah berbantuan Kecerdasan Artifisial Kerjasama Direktorat Diktis, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI […]

  • PCNU PATI - Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    Misi Tersembunyi Dibalik Lomba Tilawah dan Hias Tumpeng

    • calendar_month Sen, 22 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    SUKOLILO – Semarak hari kemerdekaan belum usai. Baru-baru ini, Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Sukolilo menggelar lomba antara ranting dan anak ranting yang tidak biasa. Kompetisi yang dihelat di Gedung Haji Sukolilo pada Minggu (21/8) tersebut mempertarungkan para qori’ di lingkungan PAC kecamatan ujung selatan Kabupaten Pati tersebut. Bukan hanya itu, Mukaeni, ketua panitia menegaskan […]

expand_less