Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati selenggarakan Muskercab

PCNU Pati selenggarakan Muskercab

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Jul 2014
  • visibility 355
  • comment 0 komentar
PCNU PATI (26/6/14). Dalam sejarah yang panjang dan monumental, NU memiliki catatan-catatan historiografis. Dengan massa organisasi yang tersebar di berbagai wilayah, NU memiliki agenda strategis untuk membantu bangsa ini keluar dari keterpurukan dan kemiskinan.
Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi keagamaan  dibentuk oleh masyarakat tetapi  dalam melaksanakan pengabdian ke masyarakat harus bekerja sama dengan semua pihak baik pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga lain yang tidak mengikat. Maka dalam rangka mengembangkan  dan sekaligus mensosialisasikan  program kerja  ke masyarakat terutama warga nahdliyin di Pati perlu dilakukan pranata-pranata kegiatan untuk menuju ke program yang telah dicanangkan.
Menyadari pentingnya melakukan penataan organisasi (jam’iyyah), maka PCNU Kab. Pati menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang Nahdlatul Ulama Kab. Pati pada hari Kamis, 28 Sya’ban 1435 H/26Juni 2014. Muskercab ini bertempat di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Pakis Kec. Tayu Pati atau di pondoknya Rois Syuriyah PCNU Pati KH. M. Aniq Muhammadun.
Acara Muskercab diikuti oleh seluruh pengurus pleno PCNU Kab. Pati, Utusan dari pengurus pleno Lembaga/Lajnah PCNU Pati dan utusan dari MWC.NU se-Kab. Pati yang berjumlah sekitar 250 peserta.  Muskercab ini bertujuan untuk merrumuskan program kerja PCNU Kab. Pati periode tahun 2013-2018.
Pada dasarnya  kegiatan ini dikandung maksud untuk mengaktualisasikan dan memanfaatkan sumber daya manausia (SDM) menuju sumder daya manusia, disamping itu terwujudnya tatanan penyelenggaraan organisasi kemasyarakat yang kondusif  di wilayah Kabupaten Pati.
Tujuan umum kegiatan Muskercab ini adalah untuk pemberdayaan pengurus di semua banom, lajnah, lembaga-lembaga dibawah Nahdlatul Ulama. Sedangkan secara khusus bertujuan untuk meningkatnya kedisiplinan berorganisasi terutama meningkatkan pendidikan dan kebersamaan dalam wadah NU sehingga akan muncul kemandirian, dan kematangan berorganisasi di masa  mendatang
Oleh karena itu momentum Musyawarah Kerja Cabang NU Pati hendaknya menjadi refleksi untuk menyegarkan kembali strategic planning bagi kader nahdliyyin dan membangkitkan peran sosial NU di tengah badai krisis kebangsaan. Di tingkat praksis, NU seharusnya berada di garda depan (avant garde) yang menjadi pelopor suksesnya kebijakan yang menyejahterakan warga.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam menulis artikel populer (opini/esai), penulis bisa menggunakan dua gaya yaitu gaya teknokratis dan gaya sosiologis. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMP Tahfidz Al Furqon Karangawen Demak Junaidi Abdul Munif saat menjadi narasumber Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 2 Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik bertema “Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini/Esai) bertema Pendidikan” […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

  • Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    Tujuh Juta Kader Ansor Tersebar di Dunia

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    PATI-Gerakan Pemuda (GP) Ansor memiliki pengaruh besar dalam tatanan peradaban dunia. Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor Korwil Jateng dan DIY Mujiburrohman menyebut, jutaan kader Ansor tersebar di dunia.“Ansor merupakan organisasi yang anggotanya sekitar tujuh juta orang dan tersebar di seluruh dunia. Ada tujuh negara di dunia yang telah memiliki pimpinan cabang (PC) GP Ansor, […]

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

  • Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah vakum selama kurang lebih dua dekade, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Bermi mulai menata kembali langkah. Sebagai permulaan, para pengurusnya sowan guna memohon doa restu kepada para ulama dan masyayikh setempat. Sejak Selasa (5/7), Pimpinan Ranting GP Ansor Bermi telah menyowani beberapa kiai. Di antaranya, KH. Masruron, KH. Abdul Mu’in, Gus […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

expand_less