Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

HARLAH NU KE 89 DIPERINGATI DENGAN BALAP MOTOR LAMBAT DAN PANJAT PINANG

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 4 Feb 2015
  • visibility 333
  • comment 0 komentar
IPNU-IPPNU Komisariat MA Tarbiyatul Banin Pekalongan Kec. Winong Kab. Pati,  pada hari Sabtu, 31 Januari 2015 menggelar  tasyakuran hari lahir (Harlah) ke-89 NU di halaman MA Tarbiyatul Banin, (31/1). Perhelatan kali ini mengusung tema “membangkitkan jiwa beragama dengan tetap berjiwa muda.”.
Peringatan Harlah NU ke 89 tahun ini, dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain Lomba Balap Sepeda Motor Lambat yang diikuti oleh siswa-siswi MTs dan MA Tarbiyatul Banin, Lomba Panjat Pinang, Bakti Sosial dan Tahtimul Qur’an, serta ditutup dengan acara Pengajian Ilmiah Harlah NU.
Meski hujan turun rintik-rintik, namun adik-adik IPNU-IPPNU sangat antusias mengikuti berbagai perlombaan. Acara Balap Sepeda Motor Lambat, merupakan kegiatan pembuka Harlah NU, penonton dari masyarakat dan siswa-siswi Madrasah Tarbiyatul Banin sangat antusias menyaksikan event ini, karena Lomba Balap Sepeda Motor biasanya yang menang adalah siapa yang tercepat mencapai garis finish, tapi kali ini berbeda siapa yang paling lambat mencapai garis finish maka dialah pemenangnya.
Peringatan Harlah NU ke 89 ini dilanjutkan dengan agenda kedua yaitu Lomba Panjat Pinang yang masing2 group diwakili oleh 5 orang. Mengapa panjat Pinang yang dipilih? Kata ketua IPNU MA Banin yang sekaligus sebagai penyelenggara kegiatan adalah sebagai wujud refleksi terhadap perjuangan para ulama dan santri NU yang dengan pantang menyerah dan gigih untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh para peserta panjat pinang yang berusaha mencapai puncak meskipun pinang yang dipanjat sangat licin, tapi mereka tetap semangat untuk mencapai puncak pinang yang bertengger diatasnya bendera Merah Putih.

Sebagai acara penutup adalah dengan diselenggarakannya Pengajian Ilmiah Refleksi Harlah NU ke 89 dengan pembicara Hj. Maesaroh, S.Ag, pengurus Muslimat NU Pati, Anggota LDNU Pati, sekaligus juga Anggota DPRD Kab. Pati dari PKB. Beliau berpesan kepada generasi penerus perjuangan NU agar berhati-hati dengan berbagai gerakan dan ajakan dari kelompok-kelompok Islam Sesat dan Garis Keras. Selain itu juga IPNU-IPPNU harus senantiasa menempa diri untuk mempersiapkan kepemimpinan NU di Masa yang akan Datang. Selamat Harlah NU ke-89; Berkhidmat Menjaga NKRI dan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. (Addakhil)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Buku Karya Direktur Pascasarjana INISNU Temanggung Dilaunching di UIN Sunan Kalijaga

    Buku Karya Direktur Pascasarjana INISNU Temanggung Dilaunching di UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.940
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Karya akademik berjudul Ushul Fikih Kontemporer: Epistemologi, Metodologi, dan Transformasi Hukum Islam di Era Modern yang turut ditulis oleh tim penulis, salah satunya Direktur Program Pascasarjana INISNU Temanggung, Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., resmi diluncurkan dalam rangkaian acara pelepasan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 4 “Suami?” “Iya, dengar, Shanaya. Aku ….” “Stop! Jangan berani mendekat!” Kepala Shanaya tetiba terasa berdenyar. Tangannya terkulai lemas bagai pelepah daun pisang yang layu. Kakinya terasa meleot seperti karet gelang dan jantungnya menggelosor sampai ke ujung kaki. Wajahnya yang sepucat kapas masih beradu dengan wajah kusut dan kaku di […]

  • Suluk Kajen Resmi Diluncurkan, Jadi Pusat Riset Manuskrip Kuno Mbah Mutamakkin

    Suluk Kajen Resmi Diluncurkan, Jadi Pusat Riset Manuskrip Kuno Mbah Mutamakkin

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.033
    • 0Komentar

      PATI – Sebuah langkah besar untuk mengangkat khazanah intelektual Islam dimulai dari serambi Masjid Kajen, Margoyoso, Pati. Pada Sabtu (27/6/2026), para kiai sepuh yang bernaung di bawah Yayasan Makam Mbah Mutamakkin secara resmi meluncurkan forum ilmiah bernama “Suluk Kajen”. Peluncuran ini dikemas lewat seminar bertajuk Suluk Kajen #1 dengan mengangkat tema “Pamoring Kawula Gusti: […]

  • Bupati Afif: Almadina Semakin Dicintai Masyarakat dan Layak Menjadi Kebanggaan Wonosobo

    Bupati Afif: Almadina Semakin Dicintai Masyarakat dan Layak Menjadi Kebanggaan Wonosobo

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.812
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Yayasan Almadina berlangsung meriah di Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Almadina On The Road tersebut diikuti ribuan peserta dari keluarga besar Almadina, mulai dari pengurus yayasan, guru, tenaga kependidikan, wali murid, hingga siswa dari berbagai satuan pendidikan. Momentum harlah tahun ini juga bertepatan dengan […]

  • header-mozaik-kyai-sahal-tirto_ratio-16x9-jpg-2

    Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

      KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Sebuah desa yang […]

  • PCNU-PATI

    Ya Tradisi, Ya Sholawat Nabi

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Oleh : Laily N A Sebagai warga negara baik, kita perlu melestarikan budaya yang ada. Istilah jawanya “nguri-nguri budaya”, merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga warisan leluhur Jawa dikemas dalam bentuk tata cara, nilai-nilai atau selebrasi Jawa. Salah satunya yaitu tradisi sedekah bumi. Sedekah bumi adalah dua kata yang tak asing ditelinga para masyarakat Jawa, […]

expand_less