Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemuda Adalah Ruh Perubahan

Pemuda Adalah Ruh Perubahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
  • visibility 490
  • comment 0 komentar

Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda.
“Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam saat berusia 13 tahun. Sahabat Nabi Saw paling tua adalah Abu Bakar As-Shiddiq, yakni berusia 38 tahun. Sisi lain, kalangan tua lah yang menolak. Abu Jahal, Abu Lahab sudah berusia 60-an tahun,” paparnya dalam Pengajian Bulanan Suluk Maleman dengan tema “Bhinneka Tunggale Ilang” di kediaman Habib Anis Sholeh Ba’asin, di Kabupaten Pati, Sabtu malam (21/3).
Menurut penulis buku Atlas Walisongo itu, tidak hanya sejarah Islam, sejarah kemerdekaan Indonesia juga dimotori oleh kalangan muda. “Saat menjadi komandan batalyon pada 1948, Mantan Wapres Wirahadi Kusuma berusia 19 tahun. Para komandan yang lain pun tidak ada yang berusia di atas 25 tahun. Hanya Haji Agus Salim, tokoh yang usianya sudah sepuh. Bahkan Trunojoyo pada umur 16 tahun sudah berani melakukan pemberontakan, usia 20 tahun menjadi pemimpin pemberontakan dan dieksekusi pada usia 25 tahun. Jangan lupa, Hayam Wuruk menjadi raja saat berusia 16 tahun,” jelasnya.
Terpinggirkan
Kendati demikian, dalam pengamatan sejarawan NU itu, belakangan peran pemuda dipinggirkan oleh kalangan tua. “Para remaja dipinggirkan, mereka diberi stigma yang negatif; kenakalan remaja. Dan jika memang Indonesia ingin berjalan seperti yang dicita-citakan, maka mau tidak mau kita membutuhkan wajah-wajah baru kaum muda. Ingat pula, kejayaan Majapahit diawali dengan diberikannya kepercayaan kepada senopati muda untuk mengambil posisi penting dan strategis, sehingga perannya nyata,” tambahnya.
Lebih jauh, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta itu, menceritakan bahwa para raja zaman dahulu ketika sudah memasuki usia senja memiliki tradisi lengser keprabon, madep pendito, yakni segera mengakhiri masa kekuasaannya dan beralih menekuni ibadah mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Dulu, para pemimpin, para raja, menginjak usia 50-an mempunyai tradisi lengser keprabon, madep pendito. Tapi kini, lihatlah para kalangan tua meniru gaya Eropa dan tetap memaksakan diri mengatur kekuasaan,” ungkapnya.
Meski demikian, Kyai kelahiran Surabaya 21 Agustus 1959 ini, menggarisbawahi bahwa anak-anak muda yang dalam lintas sejarah menjadi penggerak perkembangan Islam dan kemerdekaan bangsa adalah anak-anak muda yang pintar, cerdas, dan amanah. Karenanya ia menghimbau kepada anak-anak muda supaya mempersiapkan diri sebaik mungkin demi kebaikan NKRI di masa mendatang.
“Tidak sekedar muda yang dibutuhkan NKRI hari ini. Tapi lebih dari itu, NKRI butuh pemimpin muda yang pintar, cerdas, amanah dan dapat dipercaya. Sedang generasi tua, cukup menjadi penasehat,” tegasnya.
Hadir dalam acara ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Hj. Lily Wahid, KH Abdul Ghofur Maimoen, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Drs H Ahmadi, dan Kakankemenag Pati Ahmad Mundakir. [G-penk/002 nujateng.com]
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Teruslah Bekerja, Jangan Berharap THR!

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.249
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Detik-detik terakhir menjelang Lebaran Idulfitri 1447 H saya kepikiran berbagi Tunjangan Hari Raya (THR). Meski sederhana berupa jajan, parcel, sajadah, dan sarung, namun bagi saya memberi itu penting. Ya, tentu di akhir Ramadan seperti ini, suasana di banyak ruang kerja sering mengalami perubahan psikologis yang unik sekaligus menarik. Sebelumnya fokusnya […]

  • Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    Retreat & Ma`arif Staff Meeting; Ketua Ma`arif NU Jateng “Aku, Kamu, Kita Setara”

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 572
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Membangun organisasi itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh seorang ketua, bahkan pengurus yang dianggap paling inti, pasti banyak keterbatasan dan juga banyak tantangan. Oleh karena itu siapapun yang ada di dalam organisasi harus dijadikan unsur penting jika sebuah organisasi ingin maju, berkembang dan tumbuh kuat. Seperti halnya posisi staff yang duduk di meja […]

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Sel, 4 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana. Selasa, 28/3. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Lebaran: Berdosa di Kota, Meminta Maaf di Desa!

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.499
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ramadan tahun 2025 lalu, sekira h-3 Idulfitri saya nyetatus di WA. “Hidupnya di kota. Berbuat dosa di kota. Mudiknya ke desa. Meminta maafnya di desa.”   Ada sekira empat rekan mengomentari seingat saya. Komentarnya tidak ada yang serius. Malah tertawa semua. “Hahahahaha…..” ada yang agak panjang “Ha…. Benar, mas!.” That’s […]

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 714
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • UPZIS MWCNU Tayu Lakukan Turba dan Galakkan Program NU Care Damai

    UPZIS MWCNU Tayu Lakukan Turba dan Galakkan Program NU Care Damai

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.894
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tayu, Kabupaten Pati, rutin melaksanakan kegiatan Turun ke Bawah (Turba). Kegiatan ini merupakan program sosialisasi dan konsolidasi yang dilakukan oleh pengurus UPZIS MWC untuk mendorong aktivasi dan kinerja UPZIS di tingkat ranting. Ketua UPZIS MWCNU Tayu, Moh Fatchurrohman, menyatakan bahwa […]

expand_less