Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pemuda Adalah Ruh Perubahan

Pemuda Adalah Ruh Perubahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
  • visibility 122
  • comment 0 komentar

Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda.
“Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam saat berusia 13 tahun. Sahabat Nabi Saw paling tua adalah Abu Bakar As-Shiddiq, yakni berusia 38 tahun. Sisi lain, kalangan tua lah yang menolak. Abu Jahal, Abu Lahab sudah berusia 60-an tahun,” paparnya dalam Pengajian Bulanan Suluk Maleman dengan tema “Bhinneka Tunggale Ilang” di kediaman Habib Anis Sholeh Ba’asin, di Kabupaten Pati, Sabtu malam (21/3).
Menurut penulis buku Atlas Walisongo itu, tidak hanya sejarah Islam, sejarah kemerdekaan Indonesia juga dimotori oleh kalangan muda. “Saat menjadi komandan batalyon pada 1948, Mantan Wapres Wirahadi Kusuma berusia 19 tahun. Para komandan yang lain pun tidak ada yang berusia di atas 25 tahun. Hanya Haji Agus Salim, tokoh yang usianya sudah sepuh. Bahkan Trunojoyo pada umur 16 tahun sudah berani melakukan pemberontakan, usia 20 tahun menjadi pemimpin pemberontakan dan dieksekusi pada usia 25 tahun. Jangan lupa, Hayam Wuruk menjadi raja saat berusia 16 tahun,” jelasnya.
Terpinggirkan
Kendati demikian, dalam pengamatan sejarawan NU itu, belakangan peran pemuda dipinggirkan oleh kalangan tua. “Para remaja dipinggirkan, mereka diberi stigma yang negatif; kenakalan remaja. Dan jika memang Indonesia ingin berjalan seperti yang dicita-citakan, maka mau tidak mau kita membutuhkan wajah-wajah baru kaum muda. Ingat pula, kejayaan Majapahit diawali dengan diberikannya kepercayaan kepada senopati muda untuk mengambil posisi penting dan strategis, sehingga perannya nyata,” tambahnya.
Lebih jauh, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta itu, menceritakan bahwa para raja zaman dahulu ketika sudah memasuki usia senja memiliki tradisi lengser keprabon, madep pendito, yakni segera mengakhiri masa kekuasaannya dan beralih menekuni ibadah mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Dulu, para pemimpin, para raja, menginjak usia 50-an mempunyai tradisi lengser keprabon, madep pendito. Tapi kini, lihatlah para kalangan tua meniru gaya Eropa dan tetap memaksakan diri mengatur kekuasaan,” ungkapnya.
Meski demikian, Kyai kelahiran Surabaya 21 Agustus 1959 ini, menggarisbawahi bahwa anak-anak muda yang dalam lintas sejarah menjadi penggerak perkembangan Islam dan kemerdekaan bangsa adalah anak-anak muda yang pintar, cerdas, dan amanah. Karenanya ia menghimbau kepada anak-anak muda supaya mempersiapkan diri sebaik mungkin demi kebaikan NKRI di masa mendatang.
“Tidak sekedar muda yang dibutuhkan NKRI hari ini. Tapi lebih dari itu, NKRI butuh pemimpin muda yang pintar, cerdas, amanah dan dapat dipercaya. Sedang generasi tua, cukup menjadi penasehat,” tegasnya.
Hadir dalam acara ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Hj. Lily Wahid, KH Abdul Ghofur Maimoen, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Drs H Ahmadi, dan Kakankemenag Pati Ahmad Mundakir. [G-penk/002 nujateng.com]
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    KH. Aniq Muhammadun: Pentingnya Kerjasama Umara Ulama

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    PATI – Dalam membina masyarakat perlu adanya kerjasama yang baik antara umara dan ulama. Demikian disampaikan oleh Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pati, KH. M. Aniq Muhammadun, saat memberikan tausyiah dalam acara Gema Pati Bersholawat 2019. Acara Gema Pati Bersholawat 2019 Bersama Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf sendiri digelar di komplek Alun-Alun Pati pada Selasa malam, […]

  • Pecah, Perayaan HUT IPPNU Di Gembong Berlangsung Semarak

    Pecah, Perayaan HUT IPPNU Di Gembong Berlangsung Semarak

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 187
    • 0Komentar

    GRMBONG-Malam perayaan hari lahir Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) ke-65 di Kecamatan Gembong berlamgsung semarak, Minggu (1/3) malam tadi. Pasalnya, PAC IPNU-IPPNU Gembong menghelat sholawatan bersama. Ketua IPPNU Gembong, diwakili oleh Ketua IPNU, Ahmad Saifuddin (ke dua dari kiri) mengecup tangan Gus Faiz (baju putih) dan K. Ro’fat Hilmy (paling kiri) sebagai simbol ketaatan kepada […]

  • Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 198
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Diskusi Upzis – Lazisnu yang digelar oleh Lazisnu MWC NU Gembong dihadiri oleh PC Lazisnu Kabupaten Pati, Ahad (19/1). Agenda yang dilangsungkan di MI Hidayatul Islam Gembong tersebut, dihadiri langsung oleh Edi Kiswanto, Ketua Lazisnu PCNU Pati. Edi, didampingi tiga rekannya menyapa para pengurus Upzis se-Kecamatan Gembong. Selain memperkenalkan kepengurusan baru Lazisnu […]

  • brown wooden chess piece on brown book

    Satu Banding Dua

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Dalam kajian ushul fiqh ada bab naskh (revisi atau amandemen hukum). Naskh adalah menghilangkan hukum lama dengan hukum baru dengan dasar dalil. Naskh hanya ada pada era Nabi. Pasca Nabi tidak lagi ada naskh, namun jika hukum tidak berlaku itu karena konteks yang belum mendukung. Sebab naskh ini adalah karena hukum […]

  • PCNU - PATI Photo by cherylholt

    Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Di sebuah desa sebut saja desa Pucuk Harum telah menjadi tradisi bahwasanya setiap tanggal 10 Muharrom diadakan acara rutinan yaitu santunan anak yatim, yang mana acara tersebut dilaksanakan dengan adanya iuran masyarakat sekitar. Pak Andi adalah panitia dari acara tersebut. Ketika pak Andi meminta iuran dari warga, pak Andi mengatakan: “Pak, anda dimintai sumbangan untuk […]

  • Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    Tanggulangi Covid 19, PCNU Pati Bagikan Bilik Antiseptik

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyerahkan sebuah bilik antiseptik kepada pengurus takmir Masjid Baiturrohim, Winong, Pati. PATI-Demi menunjang kenyamanan beribadah di tengah penyebaran covid 19, PCNU Pati segera ambil tindakan. Melalui berbagai lembaganya, pengurus  NU kabupaten Pati tersebut melakukan support upaya pencegahar penyebaran virus melalui bantuan moril dan materiil. Support moril dilaksanakan dengan […]

expand_less