Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

KH Nafi’ Abdillah Kajen dan Sembilan Akhlak Mulia

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
  • visibility 467
  • comment 0 komentar

KH Ahmad Nafi’ Abdillah Kajen, Pati, Jawa Tengah dipanggil Yang Maha Kuasa. Menurut keluarga, beliau wafat di Turki pada hari ahad, 22 Jumadil Ula 1438 H/19 Februari 2017. KH A. Nafi’ Abdillah adalah putra KH. Abdullah Zein Salam bin KH Abdussalam. Kakeknya KH Abdussalam adalah pendiri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen yang dulu dikenal dengan Sekolah Arab. Bapaknya KH Abdullah Zen Salam adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah KH Mahfudh Salam, ayahanda KH MA. Sahal Mahfudh.
KH A. Nafi’ Abdillah sendiri adalah penerus estafet kepemimpinan Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) setelah wafatnya KH MA. Sahal Mahfudh. Beliau adalah sosok yang bersahaja, santun, dan ramah kepada siapa pun. Sebagai seorang mursyid thariqah, beliau mempunyai jamaah yang tingkat keilmuan dan strata sosialnya beragam, namun beliau mampu mengayomi semua tanpa diskriminasi.
Penulis bertemu pertama kali dengan KH A. Nafi’ Abdillah ketika mengenyam pendidikan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Ketika itu beliau mengajar Ushul Fiqh. Setelah membaca kitab Ushul Fiqh Ghayatul Wushul karya Zakariyya Al-Anshari rahimahullah, Kiai Nafi’ dengan tenang menulis keterangan di papan tulis secara sistematis dengan bagan-bagan yang memudahkan para siswa untuk memahami materi yang tergolong sulit ini dalam bentuk bahasa arab, kemudian beliau menjelaskannya dengan lugas dan renyah. Pancaran kewibawaan beliau dalam mengajar berbarengan dengan keteladanan beliau dalam mengajar.
 Sembilan akhlak utama Kiai Nafi’
Pertama, tawadlu’, rendah hati. Beliau sosok yang tidak ingin menonjolkan diri. Jarang beliau berkenan memberikan mauidhah hasanah di depan panggung, kecuali dalam momentum tertentu, seperti haul Masyayikh PIM yang biasa digelar akhir tahun oleh Keluarga Mathaliul Falah (KMF) sebagai organisasi alumni PIM. Dengan nada guyon, beliau sering mengatakan kepada para tamu, bahwa pondok Mathaliul Huda (PMH Pusat) bukan pondok beliau. Hal ini mencerminkan kerendahhatian beliau dalam bertutur sapa dan bersikap.
Kedua, istiqamah. Beliau mewarisi sifat utama ini dari bapaknya KH. Abdullah Zein Salam. Beliau masuk dan keluar dari kelas tepat waktu sebagai teladan bagi para guru. Menurut beliau, mengajar adalah wajib yang harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggal kecuali dengan alasan wajib. Hal ini sesuai kaidah fiqh “al-wajibu la yutraku illa lil-wajibi”, kewajiban tidak boleh ditinggalkan kecuali karena sesuatu yang wajib pula. Kewajiban tidak boleh ditinggalkan untuk sesuatu yang hukumnya sunnah, apalagi mubah.
Ketiga, ikhlas. Beliau begitu menekankan pentingnya ikhlas sebagai intisari amal. Hanya dengan ikhlas (beramal hanya karena Allah), seseorang dekat dengan Allah dan hatinya tenang dari segala gangguan yang datang dari setan, nafsu dan sesama manusia. Jangan melakukan sesuatu dengan motivasi selain Allah, karena rugi dunia-akhirat. Dalam mengajar misalnya, ikhlas adalah faktor utama terpancarnya nur (cahaya) ilmu menembus batin siswa. Tanpa keikhlasan, sangat sulit melahirkan siswa yang shaleh. Dengan ikhlas, segala urusan ditujukan dan dihadapkan kepada Allah SWT.
Keempat, mencintai ilmu. Beliau adalah sosok yang tekun membaca kitab, mulai kitab kecil, seperti Safinatus Shalah karya Imam Nawawi al-Bantani yang menjelaskan tata cara shalat secara detail, sampai kitab tasawuf legendaris karya Ibnu Athaillah al-Sakandari, yaitu Al-Hikam. Pengajian kitab ini bahkan beberapa bulan sudah diadakan di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) bersama para guru. Pengajian beliau di Masjid Jami’ Kajen dan di ndalem selalu diikuti ratusan bahkan ribuan jama’ah yang begitu merindukan petuah-petuah emas dari beliau.
Kelima, menyayomi dengan hati dan tidak mengintimidasi. Kesadaran hati beliau kedepankan daripada pemaksaan kehendak. Dengan pendekatan hati, seseorang menjadi sadar. Ketika dalam suatu rapat di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), guru-guru sedikit gundah karena masalah tertentu, beliau memberikan nasehat mengutip ucapan (dawuh) ayahandanya KH. Abdullah Zein Salam bahwa dalam hidup prinsip yang harus dipegang adalah ojo gelo (jangan menyesal) dengan setiap kejadian karena semua sudah menjadi takdir Allah SWT. Sehingga sebagai hamba Allah harus menerima dan ridla dengan takdir Allah. Semua guru ketika mendengarkan nasehat beliau ini tertegun, sadar, dan menjadi ingat Allah sebagai bekal dalam mengarungi kehidupan yang penuh cobaan dan tantangan.
Keenam, teguh memegang prinsip. Ketika mempunyai prinsip, beliau pegang dengan disiplin, sehingga orang lain segan. Dengan kegigihan memegang prinsip ini, beliau menjadi panutan bagi semua orang. Prinsip-prinsip utama beliau adalah memegang teguh tafaqquh fiddin, mencintai auliyaillah (wali-wali Allah), dan disiplin dalam menjalankan amanah.
Ketujuh, membimbing dengan keteladanan. Sebagai seorang ulama kaidah lisanul hal afshahu min lisanil maqal, tindakan lebih efektif dari pada ucapan, benar-benar beliau praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau adalah sosok dengan pertahanan mental yang sangat tinggi, sehingga dalam menyikapi segala hal selalu menampakkan kesejukan, kematangan, dan kearifan, bukan luapan emosi dan ejekan yang justru memperkeruh suasana dan tidak menjadi solusi. Sebagai seorang pemimpin dan mursyid thariqah, ucapan dan tindakan beliau menjadi marji’ul ummah (referensi umat) dalam bersikap dan bertindak.
Kedelapan, tegas dalam mengambil keputusan. Dalam mengambil keputusan apapun, ketegasan beliau jaga. Seorang pemimpin tidak boleh plin-plan dalam mengambil keputusan karena keputusannya diikuti oleh seluruh anggota tanpa terkecuali. Dalam hal masuk sekolah, beliau begitu gigih melaksanakannya. Beliau akan tetap masuk mengajar, meskipun banyak siswa yang tidak hadir. Ketegasan beliau ini menjadi teladan bagi para pemimpin di negeri ini sehingga keputusan yang diambil diikuti oleh seluruh anggotanya.
Kesembilan, kaderisasi. KH A. Nafi’ Abdillah adalah sosok yang memperhatikan kaderisasi, sehingga memperhatikan pertumbuhan kader-kader muda, karena merekalah yang nanti meneruskan estafet keilmuan dan perjuangan ulama. Ketika masih di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM), saya bersama teman-teman seksi pendidikan HSM (Himpunan Siswa Mathali’ul Falah) dan siswa-siswa yang lain pernah dua minggu di ndalem beliau untuk mematangkan persiapan berangkat ke Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang Rembang untuk mengikuti forum bahtsul masail. Di ndalem beliau saat itu, selain beliau ada KH. Zainuddin Dimyati, KH. Ali Fattah Ya’qub, KH. Ahmad Yasir, dan Kiai Nurhadi Pesarean. Beliau begitu antusias melihat semangat siswa-siswi dalam tafaqquh fiddin.
Ya Allah, ampunilah semua dosa guru kami ini, siramilah dengan rahmah dan Ridla-Mu, tempatkan beliau dalam maqam yang mulia, tabahkan keluarga dan santri yang ditinggalkan, dan lahirkan ulama-ulama yang sejuk, santun, dan ramah seperti beliau, Amiin ya Rabbal Alaamiin.( Jamal Ma’mur A, Santri KH Ahmad Nafi’ Abdillah di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Kajen Tahun 1995-1997)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Islamiyah Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, melaksanakan Salat Ghaib di halaman madrasah. Salat ini dilakukan untuk mendoakan warga Palestina yang menjadi korban serangan dari Israel.  Sebanyak 150-an siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti Salat Ghaib ini. Tak hanya itu, mereka juga menggalang donasi untuk […]

  • Fatayat NU Pati Gelar Beauty Class: “Cantik Sehati, Berseri dalam Pengabdian”

    Fatayat NU Pati Gelar Beauty Class: “Cantik Sehati, Berseri dalam Pengabdian”

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Pati – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menggelar kegiatan Beauty Class yang dikemas inspiratif dan penuh kehangatan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 12 Oktober 2025, di Gedung MWC NU Sukolilo, dengan dihadiri oleh jajaran pengurus, kader, serta perwakilan dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat […]

  • PCNU-PATI

    Komet Miror

    • calendar_month Rab, 4 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 509
    • 0Komentar

    Komet Minor sebagai novel keenam dari serial Bumi terbit pada tahun 2019, tak lama setelah Komet–novel sebelum ini–diterbitkan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa Komet Minor merupakan lanjutan dari novel sebelumnya, yakni Komet, tetapi dalam novel ini petualangan Raib, Ali, dan Seli ditemani oleh Batozar. Bagi yang belum mengenali Batozar, barangkali kalian bisa membaca novel Ceros dan Batozar terlebih dahulu, yakni novel spin-off ke-4 ½ dari serial Bumi. Di novel […]

  • Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    Inisnu Lestarikan Nyadran, Ketua PCNU Sebut “Ben Ora Kepaten Obor”

    • calendar_month Sab, 22 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 633
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1446 H tahun 2025, keluarga besar Kampus Hijau yang terdiri atas Inisnu Temanggung, Akper Alkautsar, TK/PAUD ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU Temanggung menggelar Nyandran Kampus Hijau bertajuk “Menjaga dan Melestarikan Tradisi, Mempererat Silaturahmi” pada Jumat (21/2/2025). Kegiatan yang berlokasi di halaman rektorat Inisnu Temanggung itu […]

  • Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    Gus Mus: Sejak Kapan Pemilihan Rais Aam Seperti Pilkada?

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineAlmaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh merupakan Rais Aam PBNU terakhir. Kedalaman ilmu dan keberpihakannya kepada masyarakat menjadi teladan bagi semua. Sulit rasanya mencari pengganti tokoh sekaliber Kiai Sahal untuk duduk di kursi Rais Aam.Pejabat Rais Aam Syuriah PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menuturkan hal tersebut saat memberi taushiyah pada Haul ke-1 […]

  • PCNU PATI. Dunia Anak, dunia Parenting & Dunia Film. Photo by Caroline Hernandez on Unsplash.

    Dunia Anak, dunia Parenting & Dunia Film

    • calendar_month Jum, 7 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa waktu yang lalu saya bersama teman-teman pergi ke bioskop untuk menonton sebuah film. Awalnya cuma berdua, tapi ternyata pas sampai di lokasi ketemu teman-teman yang lain. Dan tanpa disengaja pula kami menonton film yang sama. Miracle In Cell No. 7. Film yang menceritakan tentang bagaimana perjuangan seorang ayah. Sebelumnya saya […]

expand_less