Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

Bahtsu Masail tentang Imamah (kepemimpinan) dalam Perspektif Fiqh

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Jul 2017
  • visibility 615
  • comment 0 komentar

Pati. Jajaran Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Trangkil Pati mengadakan bahtsul masail putaran ke 51 mengkaji tentang  kepemimpinan dalam perspektif  fiqh, 18/5 kemarin.
Acara berlangsung di PP Riyadlus Shalihin Trangkil Bandung Bahtsu masail ini dipimpin oleh KH Badruddin Syathibi selaku Rais Syuriyah MWCNU Trangkil. Dr Zumradi, K Said, K Sabar, K Hambali, dan kiai kiai yg lain mendiskusikan secara serius konsep imamah dalam fiqh dengan mengutip pendapat dari Al Mawardi dalam ahkam sulthaniyah, dan dari kitab kitab fiqh lainnya, seperti al fiqhu al islami karya Dr Wahbah Zuhaili, Syarwani, dan lain lain.
Dalam bahsu masa’ail tersebut memperoleh beberapa keputusan antara lain, Pertama, imamah adalah posisi krusial untuk meneruskan fungsi kenabian dlm rangka menjaga agama dan dunia sekaligus. Kedua, tugas seorang pemimpin adalah menjaga kedaulatan bangsa, memberikan rasa aman, dan menggerakkan seluruh potensi untuk kemajuan bangsa. Ketiga, kriteria seorang pemimpin adalah sosok muslim yang adil dan amanah sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik.
Keempat,jika tidak terdapat sosok ideal, maka pertimbangannya adalah kemaslahatan. Misalnya, jika tidak ada pemimpin muslim yang adil, maka boleh mengangkat pemimpin non muslim tapi adil. Kelima,suksesi kepemimpinan dilakukan dgn penunjukan pemimpin sebelumnya (dalam sistem teokrasi, kerajaan), dipilih oleh ahlul halli wal aqdi (kelompok orang pilihan), dan dipilih oleh mayoritas umat sehingga mempunyai kekuatan (dzu syaukah).
Keenam,boleh mencopot pemimpin yg dhalim jika tidak menimbulkan kegaduhan (fitnah). Jika menimbulkan kegaduhan, maka harus sabar sampai suksesi tiba.
Tujuh,tidak boleh ada dualisme kepemimpinan dalm satu negara karena menimbulkan instabilitas politik.
            “Keenam kesimpulan tersebut kami putuskan berdasarkan musawarah dengan para kiai-kiai se kecamatan Trangkil, dan hasil tersebut mengambil rujukan dari kitab kuning  baik melalui ijma’ qiyas dan sebagainya,” ujar KH. Badrudin selaku Rois Syuriyah MWCNU Trangkil
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    Saya selalu senang dengan sikap NU. NU itu seperti organisasi Hezbullah di Lebanon. Hezbullah meski sebagai organisasi besar dan kuat di Lebanon, tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Lebanon itu negara demokratis parlementer. Sesudah perang saudara 15 tahun, mereka membangun sistem khusus di negaranya yang bernama konfesionalisme untuk menghindari kembali terjadinya perang sektarian. Disana, […]

  • Bahtsul Masail di ITB  Meriah

    Bahtsul Masail di ITB Meriah

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Bahtsul Masail yang menjadi ajang diskusi Nahdliyin seakan benar benar sudah membumi, betapa tidak, anak  sekolah pun sudah malakukannya. Paling tidak setiap tahun tak pernah sepi dari acara tersebut. Ada yang di programkan secara resmi di Osis-nya ada yang di barengkan dengan haul atau acara lainnya.             Dari sedikit madrsah yang melaksanakan program bahtsul masail […]

  • Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    Lima Hari Sekolah Belum Final, PCNU Pati: Jangan Sampai Matikan TPQ dan Madin

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

      Pcnu.or.id, Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menyebut kebijakan lima hari sekolah belum final dan masih menjadi wacana. Ia pun berharap kebijakan Bupati Pati Sudewo ini tidak mematikan lembaga pendidikan agama seperti TPQ maupun Madin. Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Pati KH Minanurrohman mengatakan lembaga pendidikan agama perlu dijaga untuk menjaga moralitas […]

  • KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    KH. Samu’in Jadi Ketua MWC-NU Margoyoso

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Para pememandu Konferensi MWC-NU Kecamatan Margoyoso. Dalam hal ini hadir langsung ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim (kedua dari kanan)  memimpin jalannya konferensi MARGOYOSO-Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati sukses menggelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru di Ma’had Aly Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen pada Ahad (16/08/2020) mulai pukul 07.30 […]

  • Puasa; Balas Dendam saat Berbuka. Photo by Ali Inay on Unsplash.

    Puasa; Balas Dendam Ketika Berbuka

    • calendar_month Rab, 29 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At MajhaSepekan saya dan Anda menjalani ibadah puasa. Pun telah banyak permintaan berbuka bersama dari teman kerja, kolega bisnis atau pun dari lainnya. Dan hanya untuk makan saja saya dan Anda harus bersama-sama. Jadi teringat pepatah Jawa makan tak makan yang penting kumpul. Bisa jadi ini yang dimaksud dengan pepatah itu. Kemarin […]

  • PCNU-PATI

    NU Peduli Pati Buka Dapur Umum untuk Suplai Makanan Korban Banjir Bandang

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – NU Peduli Pati membuka Dapur Umum di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat.  Dapur umum dibuka untuk mensuplai makanan ke para korban bencana banjir bandang di Kabupaten Pati. “Dapur umum dibuka sampai kondisi normal. Jadi berdasarkan situasi,” ungkap Ahmad Qosim, Ketua NU Peduli Pati, Jumat (2/11/2022). Sejauh ini, kata Qosim, dapur umum […]

expand_less