Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
  • visibility 125
  • comment 0 komentar

Pati.Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan diskusi buku di setiap bulannnya. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan keintelektualan para pengurus Lakpesdam dan para generasi muna Nahdlatul Ulama. Acara bertempat di Darul Hadlanah Waturoyo Pati, 12/9 kemarin, dengan menghadirkan narasumber Siswanto Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pada diskusi kali ini mengambil tema tema Islam Arif, Islam Nusantara; belajar mencintai sesama melalui agama.  Tema tersebut di ambil dari buku Menusantarakan Islam karya Dr. Aksin Wijaya.
“Ada beberapa hal dari hasil diskusi pertama, Islam datang di Indonesia melalui beberapa cara, baik itu berdagang, perkawinan maupun menetap di Nusantara, sehingga Islam pelan tapi pasti berkembang di Nusantara, Kedua, Islam nusantara adalah corak dari keanekaragaman islam yang masuk di Indonesia, karena Islam tidak hanya datang dari orang Arab saja, tetapi dari Eropa dan dari lokal sendiri, sehingga Islam Nusantara memiliki corak tersendiri,”jelas Siswanto
Siswanto melanjutkan, istilah Islam Nusantara adalah strategi orang NU untuk mempromosikan bahwa Islam yang baik adalah berislam secara damai, penuh kasih sayang, satun serta rahmatan lilalamin, cara ulama kita mempromosikan kepada dunia bahwa ini lho Islam yang penuh damai, meski berbeda- beda suku, ras, etnis, adat istiadat tetapi secara berkehidupan di masyarakat saling toleransi dan saling membantu antar sesama, inilah bentuk Islam yang sesungguhnya.
Hal senaga juga diungkapkan ketu Lakpesdam NU Pati, Andi Irawan, kalau kita lihat sejarahnya Islam datang di tanah Jawa melalui pendekatan sufistik pendekatan dengan acara satun dan penuh kasih sayang, seperti halnya yang sdh di cobtohkan Nabi Muhammad Saw, selain itu juga melalui akulturasi budaya, karena kalau kita lihat masyarakat nusantara mayoritas beragama hindu dan budha, dan masih meyakini animisme dan dinamisme, oleh karena para wali songo dgn melalui pendekatan hunanisme, sufistik dan akulturasi budaya tanpa menghilangkan budaya lokal seperti tahlilan, ziarah kubur, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari dan metoni berjalan sesuai dengan syariat Islam tanpa harus menghilangkan budaya lokal, akan tetapi disisipi dengan nilai-nilai keislaman, sehingga melalui pola pendekatan seperti diatas Islam bisa diterima dan memiliki ruang untuk bereksistensi dan tersebar luas di Nusansara, pungkasnya.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    Hari Guru; SMA Negeri 1 Tayu di Meriahkan dengan Ragam Kegiatan Kreatif

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Tayu,  SMA Negeri 1 Tayu memperingati Hari Guru Nasional dengan penuh semangat melalui rangkaian acara menarik yang melibatkan seluruh warga sekolah. Acara yang diadakan pada hari Jumat pagi dimulai pukul 07.00 WIB 22 November 2024 kemarin Pada kegiatan kali ini mengusung tema kebersamaan dan penghormatan terhadap guru, dengan acara pembuka berupa menghias tumpeng hasil bumi […]

  • Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    Menjaga Kelestarian Budaya Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kab Pati kembali mengadakan acara Workshop Ketahanan Budaya bekerja sama dengan Lembaga Kajian Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LENNSA) Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 2014 dengan mengangkat tema “Menjaga dan Melestarikan Seni dan Budaya sebagai Identitas Bangsa dan Negara”. Acara ini dihadiri oleh berbagai […]

  • STAINU Purworejo Gelar Wisuda Sarjana ke-29

    STAINU Purworejo Gelar Wisuda Sarjana ke-29

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) ke-29 Tahun 2023, pada Sabtu (29/7/23).Wisuda kali ini mengusung tema “Harmoni dan Sinergi: Peran LPT-PBNU dalam Membangun STAINU Purworejo Menuju Perguruan Tinggi Bereputasi”, sebagai representasi dari gerak transformatif STAINU Purworejo merealisasikan PTNU Unggulan baik dalam skala regional, nasional […]

  • PCNU-PATI Photo by Angèle Kamp

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 4 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Hembusan Masa Lalu hembusan cerita masa lalu sampai di telinga angin membawanya begitu cepat luka, kecewa, dan patah berulang kembali tak berarah menggiring keputusasaan mendekap kepiluan merusak kepercayaan hadirnya tak lagi menggenggam terganti untuk dilepaskan 26 September 2022 Tentang Kamu Kamu adalah bagian dari masa lalu Sekejap terasa indah dalam ingatan Kemudian terasa sakit untuk […]

  • Ganyang FDS

    Ganyang FDS

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Banyak tokoh yang menyatakan bahwa sedekah terbaik adalah meninggalkan generasi dengan kualitas unggul. Anak-anak yang dilahirkan dari rahim ibunya bukanlah hard diskyang hanya dijejali dengan bermacam program (yang dianggap) unggulan. Mereka bukan pula sebuah objek yang digunakan sebagai kelinci percobaan dalam eksperimen regulasi pendidikan. dengan presepsi demikian, maka selain harus mendapatkan nutrisi otak, anak juga […]

  • Perwakilan Garda Fatayat NU Pati Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional

    Perwakilan Garda Fatayat NU Pati Ikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.905
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dua kader Garda Fatayat (Garfa) Nahdlatul Ulama Pati, mengikuti Gladhen Hageng Jemparingan Nasional, sebuah ajang panahan tradisional bergaya Mataram. Mereka adalah Kasatkorcab Garfa NU Pati, Munfarihah dan Biro Kerjasama Garfa NU Pati, Diyah Ayu Purwanti. Untuk diketahui, kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-74 Kulon Progo, dan berlangsung di Alun-Alun Wates, […]

expand_less