Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

Ribuan Mahasiswa Baru UIN Jogja Kumandangkan Mars Syubbanul Wathon

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Agu 2019
  • visibility 128
  • comment 0 komentar

YOGYAKARTA-UIN Sunan Kalijaga mengadakan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) Senin (26/8) hingga Rabu (28/8) malam ini. Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib tahunan untuk mengenalkan para mahasiswa baru kepada kampusnya.

3.856 mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyanyikan Mars Syubbanul Wathon di Gedung Dr. Amin Abdullah 

“Selama tiga hari, mahasiswa baru diberikan edukasi seputar kampus dan organisasi-organisasi kampus dari pagi hingga sore” ungkap Hasibullah, koordinator sie acara PBAK tingkat universitas kepada pcnupati.co.id. Rabu (28/8) siang.

Namun pada PBAK tahun ini, ada satu hal yang menjadi sorotan publik. Bukan karena jumlah pesertanya, bukan pula karena brand kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Akantetapi, pembukaan PBAK yang terbilang unik. Sebanyak 3.856 mahasiswa baru diajak mengumandangkan Mars Syubbanul Wathon setiap hendak memulai acara PBAK tongkat universitas.

Bukan hanya itu, panitia PBAK di masing-masing fakultas juga mengajak para mahasiswa baru ini untuk menyanyikan Mars Syubbanul Wathon. Ritual ini selalu dilakukan di pagi hari sebelum berkumpul di Masjid Sunan Kalijaga.

“Pagi benar kami awali dengan (lagu) Indonesian Raya, Syubbanul Wathon dan mars-mars lain di fakultas masing. Setelah itu kumpul di masjid bersama-sama dengan mahasiwwa dari fakultas lain. Dan ketika acara sosialisasi organisasi mahasiswa di gedung Amin Abdullah, semua peserta PBAK dari semua fakultas berkumpul dan pasti menyanyikan mars syubbanul wathon” ungkap salah satu panitia PBAK Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Tampaknya hal ini memang sengaja di desain oleh panitia PBAK tingkat universitas hingga tingkat fakultas untuk meningkatkan kecintaan mahasiswa baru kepada tanah airnya. Di samping itu, penguatan ideologi cinta tanah air sendiri diharapkan bisa menangkal ajaran-ajaran radikalis yang kerap menjangkiti mahasiswa baru.

“Kami berusaha menanamkan dalam diri adik-adik kami ini bahwa mencintai tanah aor adalah fardhu ‘ain hukumnya. Minimal dengan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam mars Syubbanul Wathon ini” ujar Hasibullah.

Mars Syubbanul Wathon sendiri merupakan salah satu mars kebangga warga NU. Setiap acara-acara NU, lagu ini selalu dinyanyikan dalam rangka menumbuhkan kecintaan kepada tanah air. Warga nahdliyyin sendiri menanggapi dengan senang atas kegiatan PBAK di UIN Sunan Kalijaga.

“Saya bangga sebagai warga NU, virus cinta tanah air bisa menyebar ke kampus-kampus, minimal dengan lagunya” ujar Maulana, salah satu pengurus LTN NU Pati yang juga sedang menempuh pendidikan di UIN Sunan Kalijaga.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    Relawan NU Tembus Wilayah Terisolir Banjir Aceh Timur, Salurkan Bantuan untuk Warga Desa Dataran indah

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.917
    • 0Komentar

      Aceh Timur, 15 Januari 2026 — Tim relawan Nahdlatul Ulama (NU) terus bergerak menembus wilayah terdampak banjir di pelosok Aceh Timur. Khatib Syuriyah NU Aceh Timur, Kecamatan Peunaron, Ustadz Maftukhin, bersama anggota Banser dan relawan NU, melakukan perjalanan puluhan kilometer menuju daerah yang terisolir akibat banjir bandang. Perjalanan dimulai dari Kota Langsa menuju Aceh […]

  • PCNU-PATI

    Hj. Nafisah Sahal Mahfudh: Ulama Perempuan Progresif 

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Indonesia berduka, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Salah satu putra terbaiknya menghadap Sang Khaliq. Beliau adalah Ibu Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, istri Rais ‘Am Syuriyah PBNU, KH. MA. Sahal Mahfudh. Warga NU dan bangsa Indonesia sangat berduka karena kehilangan sosok ulama perempuan yang memberikan kontribusi besar dalam membangun bangsa, baik di […]

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    Mbah Hasyim Mengantar Santrinya ke Kajen

    • calendar_month Kam, 13 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Siapa sih yang tak kenal Hadratussyaikh Mbah Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur, pendiri NU, dan “sumber” ilmu dari sejumlah kiai besar di Jawa itu? Sudah pasti ada banyak kisah tentang kiai besar ini. Sebagian besar kisah tentang beliau sudah pasti pernah dituturkan, baik oleh para muridnya atau oleh orang-orang lain yang pernah mengenal sosok ini. […]

  • a close up of two people shaking hands

    Selamat Datang Kepentingan

    • calendar_month Rab, 1 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Berminggu-minggu telah berlalu, bulan telah meninggalkan dan hari telah berganti. Dan waktu terus berjalan tak bisa berputar ke belakang. Hari ini tahun telah berganti dan banyak doa doa dikumandangkan, ada yang mengatakan tahun kemarin kurang ini dan itu, tak jarang pula berkeyakinan jika tahun ini akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. […]

expand_less