Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
  • visibility 443
  • comment 0 komentar
Gus Rozin, Rektor Ipmafa memberikan sambutan dalam acara zoominar nasional bertajuk ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ yang digelar oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Ipmafa.

MARGOYOSO-Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa), menyelenggarakan Zoominar Nasional, Sabtu, (24/7). Agenda yang mengusung tema ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ ini dihelat secara virtual dan dihadiri oleh sedikitnya seratus peserta dari lintas perguruan tinggi. 

Narasumber yang dihadirkan juga tidak tanggung-tanggung, penulis buku ‘Islam Wasathiyyah‘, Dr. Kholid Syeirazi dan sastrawan pesantren dan penulis novel best seller ‘Hati Suhita’, Ning Khilma Anis didapuk sebagai pemantik utama. Tidak cukup sampai di situ, Rektor Ipmafa, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed. atau Gus Rozin juga memberikan sambutannya secara langsung.

Dalam sambutannya, Rektor IPMAFA menyambuat baik acara yang diselenggarakan oleh PUSAT FISI ini.  Beliau juga menyampaikan bahwa Sastra Pesantren harus terus dikembangkan untuk mengasah kepekaan sosial  kemanusiaan terutama dalam masa-masa pandemi seperti ini. 

“Apalagi dalam konteks pandemi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Kepekaan sosial merupakan kata kunci untuk menghadirkan sikap saling peduli,” tutur pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Meskipun berlangsung selama hampir 3 jam, namun antusiasme peserta tidak surut. Sofyan, salah satu peserta menuturkan bahwa tema yang diusung sangat selaras dengan fenomena yang ada di Indonesia. menurutnya, banyak sekali ilmu dari zoominar tersebut yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Berbobot isinya, tapi sangat ringan pembahasannya,” ungkapnya. 

Tiga Poin Penting

Selain digelar via zoom meeting room, acara ini juga disiarkan secara live di akun Facebook PUSAT FISI. Dari kegiatan ini, setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi topik pembahasan yang disampaikan oleh kedua pemateri tersebut.

Pertama, fanatisme beragama dapat membatasi seseorang dalam mengenal dan menghargai orang lain.  konsep islam wasathiyyah (tengah-tengah) ini lah yang seharusnya dapat di kembangkan dan diterapkan dalam menghadapi keadaan yang saling bertentangan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Kholid Syeirazi dalam pemaparannya. Dengan menerapkan islam wasathiyah, lanjutnya, dapat memberikan pandangan pentingnya menghormati adat dan budaya setempat.

‘Boleh saja fanatik namun jangan sampai tidak obyektif,” tandas Sekjend ISNU tersebut.  

Ke dua, sastra pesantren merupakan perpaduan tak terpisah. Karena dengan menggabungkan kedunya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mampu melembutkan hati seseorang yang mempelajarinya. Karya-karya yang dihasilkan dan dipelajari di pesantren pun banyak berselaras dengan satra. 

“Karena dengan menghadirkan sastra dalam sebuah karya akan menjadikan bertambahnya wawasan bagi pembaca,” ungkap Ning Khilma Anis.

Ning Khilma Anis, sastrawan pesantren saat memaparkan materi sastra dan islam wasathiyah 


Poin ke tiga yang dapat dipetik adalah posisi antara sastra dan islam wasathiyyah. Kedua pemateri tersebut sepakat bahwa sastra merupakan salah satu kendaraan islam wasathiyyah. Meskipun peranan sastra belum mendominasi dalam penyebaran islam tengah-tengah ini, namun setidaknya sastra  memiliki andil yang perlu terus dieksplorasi.

“Walaupun hanya sebagian kecil. Perlu ditanamkan dalam pikiran kita, berbuat sedikit demi sedikit daripada tenggelam dalam angan-angan yang begitu banyak tapi sama sekali tidak dilakukan,” celetuk Ning Khilma. 

Pada penghujung pertemuan, mereka menegaskan khususnya bagi kalangan pesantren agar mampu meningkatkan kesusastraan, agar tidak kaku dalam mengamalkan islam wasathiyyah. Pun dalam menghadapi krisis kemanusiaan seperti akhir-akhir ini, sastra dapat dipergunakan sebagai media dakwah islam wasathiyah 

“Semoga dengan sastra dalam menjalankan Islam Wasathiyyah sedikit banyaknya dapat meminimalisir krisis kemanusiaan minimal dalam lingkup pesantren,” Pungkas Dr. Syeirazi.(musda/lut/ltn






  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sinomwidodo

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati kunjungi korban banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) siang. Ketua PMI Pati, Haryanto bersama para relawan mendistribusikan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang serta korban meninggal dunia, atas musibah di desa tersebut. Didampingi Wakil Ketua I bidang kebencanaan Sugiyono serta Kepala Markas PMI Kabupaten […]

  • Silaturrahim dan Koordinasi PCNU ke Eks Kawedanan Jakenan

    Silaturrahim dan Koordinasi PCNU ke Eks Kawedanan Jakenan

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    JAKENAN – Roashow Turba Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Pati kembali berlanjut. Ahad (22/9/2019) pagi, giliran MWCNU dan Ranting se-eks Kawedanan Jakenan yang dikunjungi menyusul dua gelaran serupa di eks-Kawedanan Tayu dan Pati Kota. Bertempat di Aula Kantor Camat Jakenan, PCNU Pati bertemu dengan jajaran pengurus MWCNU dan Ranting dari empat kecamatan sekaligus, Jakenan, Jaken, […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

  • Santri-Santri dari Berbagai Pesantren Ikuti Bahtsul Masail RMI NU Pati

    Santri-Santri dari Berbagai Pesantren Ikuti Bahtsul Masail RMI NU Pati

    • calendar_month Ming, 19 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 600
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pati menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masail Santri, di Madrasah Salafiyah Kajen, Margoyoso, Sabtu (18/10/25). Ketua RMI NU Kabupaten Pati, KH. Muhammad Liwauddin, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pesantren se-Kabupaten Pati. “25 pesantren ikut melaksanakan bahtsul masail ini. Harapan kami […]

  • Wajah Baru PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa

    Wajah Baru PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
    • account_circle admin
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Pati. Pada Sabtu (1/6/2019)  Menjadi momen hangat bagi keluarga besar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wedarijaksa dengan sukses menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab). Kegiatan yang diikuti oleh 15 Pimpinan Ranting ini dapat langsung mempraktikkan cara berdemokrasi di kalangan pelajar. Bertempat di MI Tarbiyatul […]

  • Kasatkorcab Pati: Banser Harus Siap dengan Satgas Covid-19

    Kasatkorcab Pati: Banser Harus Siap dengan Satgas Covid-19

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA. Pertemuan selapanan PAC Ansor Wedarijaksa dan Satkoryon Banser Wedarijaksa di rumah Masrukin, Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa, (12/04/2020). Agenda pertama perkenalan Kasatkorcab Banser Pati, Ashadi, yang baru menjabat dan memimpin dua tahun kedepan sampai 2022. Acara dimulai dengan pembacaan Rotibul Hadad, tahlilan, dan yasinan yang dipimpin oleh Fikrul Umam. “Perkenalkan nama saya Ashadi, saya sebagai […]

expand_less