Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

Zoominar Ipmafa Hadirkan Penulis Novel Best Seller

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 27 Jul 2021
  • visibility 265
  • comment 0 komentar
Gus Rozin, Rektor Ipmafa memberikan sambutan dalam acara zoominar nasional bertajuk ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ yang digelar oleh Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Ipmafa.

MARGOYOSO-Pusat Studi Pesantren dan Fiqh Sosial (PUSAT FISI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa), menyelenggarakan Zoominar Nasional, Sabtu, (24/7). Agenda yang mengusung tema ‘Islam Wasathiyyah, Sastra Pesantren, dan Krisis Kemanusiaan’ ini dihelat secara virtual dan dihadiri oleh sedikitnya seratus peserta dari lintas perguruan tinggi. 

Narasumber yang dihadirkan juga tidak tanggung-tanggung, penulis buku ‘Islam Wasathiyyah‘, Dr. Kholid Syeirazi dan sastrawan pesantren dan penulis novel best seller ‘Hati Suhita’, Ning Khilma Anis didapuk sebagai pemantik utama. Tidak cukup sampai di situ, Rektor Ipmafa, KH. Abdul Ghofarrozin, M.Ed. atau Gus Rozin juga memberikan sambutannya secara langsung.

Dalam sambutannya, Rektor IPMAFA menyambuat baik acara yang diselenggarakan oleh PUSAT FISI ini.  Beliau juga menyampaikan bahwa Sastra Pesantren harus terus dikembangkan untuk mengasah kepekaan sosial  kemanusiaan terutama dalam masa-masa pandemi seperti ini. 

“Apalagi dalam konteks pandemi yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Kepekaan sosial merupakan kata kunci untuk menghadirkan sikap saling peduli,” tutur pria yang akrab disapa Gus Rozin ini.

Meskipun berlangsung selama hampir 3 jam, namun antusiasme peserta tidak surut. Sofyan, salah satu peserta menuturkan bahwa tema yang diusung sangat selaras dengan fenomena yang ada di Indonesia. menurutnya, banyak sekali ilmu dari zoominar tersebut yang bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

“Berbobot isinya, tapi sangat ringan pembahasannya,” ungkapnya. 

Tiga Poin Penting

Selain digelar via zoom meeting room, acara ini juga disiarkan secara live di akun Facebook PUSAT FISI. Dari kegiatan ini, setidaknya ada tiga poin penting yang menjadi topik pembahasan yang disampaikan oleh kedua pemateri tersebut.

Pertama, fanatisme beragama dapat membatasi seseorang dalam mengenal dan menghargai orang lain.  konsep islam wasathiyyah (tengah-tengah) ini lah yang seharusnya dapat di kembangkan dan diterapkan dalam menghadapi keadaan yang saling bertentangan. Hal ini disampaikan oleh Dr. Kholid Syeirazi dalam pemaparannya. Dengan menerapkan islam wasathiyah, lanjutnya, dapat memberikan pandangan pentingnya menghormati adat dan budaya setempat.

‘Boleh saja fanatik namun jangan sampai tidak obyektif,” tandas Sekjend ISNU tersebut.  

Ke dua, sastra pesantren merupakan perpaduan tak terpisah. Karena dengan menggabungkan kedunya dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari mampu melembutkan hati seseorang yang mempelajarinya. Karya-karya yang dihasilkan dan dipelajari di pesantren pun banyak berselaras dengan satra. 

“Karena dengan menghadirkan sastra dalam sebuah karya akan menjadikan bertambahnya wawasan bagi pembaca,” ungkap Ning Khilma Anis.

Ning Khilma Anis, sastrawan pesantren saat memaparkan materi sastra dan islam wasathiyah 


Poin ke tiga yang dapat dipetik adalah posisi antara sastra dan islam wasathiyyah. Kedua pemateri tersebut sepakat bahwa sastra merupakan salah satu kendaraan islam wasathiyyah. Meskipun peranan sastra belum mendominasi dalam penyebaran islam tengah-tengah ini, namun setidaknya sastra  memiliki andil yang perlu terus dieksplorasi.

“Walaupun hanya sebagian kecil. Perlu ditanamkan dalam pikiran kita, berbuat sedikit demi sedikit daripada tenggelam dalam angan-angan yang begitu banyak tapi sama sekali tidak dilakukan,” celetuk Ning Khilma. 

Pada penghujung pertemuan, mereka menegaskan khususnya bagi kalangan pesantren agar mampu meningkatkan kesusastraan, agar tidak kaku dalam mengamalkan islam wasathiyyah. Pun dalam menghadapi krisis kemanusiaan seperti akhir-akhir ini, sastra dapat dipergunakan sebagai media dakwah islam wasathiyah 

“Semoga dengan sastra dalam menjalankan Islam Wasathiyyah sedikit banyaknya dapat meminimalisir krisis kemanusiaan minimal dalam lingkup pesantren,” Pungkas Dr. Syeirazi.(musda/lut/ltn






  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    Paket Sembako Muslimat Tepat Sasaran Jangkau Masyarakat

    • calendar_month Sel, 12 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Paket sembako PC Muslimat NU Pati yang siap edar untuk warga yang membutuhkan PATI-Meskipun belum dilantik secara resmi, Pengurus Cabang Muslimat NU Pati telah melakukan gebrakan. Di patyh kedua Bulan Ramadhan ini, PC Muslimat NU Pati melaksanakan bhakti sosial. Kegiatan yang diawali Minggu (10/5) ini masih terkait danpak covid 19 di masyarakat. Menurut Dr. Hj. […]

  • Benarkah Puasa Menyehatkan

    Benarkah Puasa Menyehatkan

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan budaya di berbagai belahan dunia, khususnya dalam Islam. Selain sebagai bentuk ibadah, puasa juga diklaim memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, masih ada sebagian orang yang meragukan apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi tubuh. Kita harus membeda fakta ilmiah mengenai manfaat puasa yang menyehatkan. Dari […]

  • Aturan

    Aturan

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Dimana pun tempatnya disitu ada aturan yang menjadi dasar dan pedoman dalam melaksanakan dan mencapai tujuannya. Apabila kita datang atau diundang masuk kedalam ruang yang terikat aturan, bukankah sebaiknya kita mematuhi dan turut serta melaksanakan aturan tersebut untuk mencapai tujuan bersama. Bagaimana jadinya jika kita sebagai orang asing datang dan masuk […]

  • LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    LP Ma’arif PBNU Tampilkan Madrasah Inklusif Dan Inovasi Teknologi

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Jakarta – Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU menampilkan Madrasah Inklusif dan Inovasi Teknologi  oleh Madradah Dibawah LP Ma’arif Jateng pada Pameran Pendidikan Kementerian Agama RI. Dalam kesempatan itu, LP Ma’arif Jateng mewakili LP Ma’arif PBNU di Expo Pendidikan dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional tahun 2024 pada 3-4 Desember 2024 di Jakarta. Kegiatan itu adalah kegiatan yang […]

  • NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Suasana Bahtsul masail MWCNU Trangkil di Masjid Sirojul Anam, Wonokerto, Pasucen TRANGKIL – MWC NU Kecamatan Trangkil melaksanakan Bahstul Masa’il, Jumat (1/10) siang tadi. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Sirojul Anam Wonokerto, Pasucen tersebut menghasilkan satu hukum fikih yang cukup bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya para penghafal al-Qur’an.  “Forum ilmiah ini menjadi rutinan kita,” […]

  • INISNU Temanggung Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo

    INISNU Temanggung Teken MoU dan MoA dengan UNU Sidoarjo

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.995
    • 0Komentar

    ‎ ‎Sidoarjo – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU Temanggung) Temanggung secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU Sidoarjo), Rabu (14/1/2026). ‎ ‎Penandatanganan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan benchmarking dan penguatan jejaring antar-PTNU. ‎ ‎Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan lanjutan […]

expand_less