Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

Hasilkan Rp 85 Juta Sebulan, Lazisnu Winong Galakkan Zakat Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
Paket Pertaminu untuk warga kurang mampu dari dana ummat yang dikelola oleh Lazisnu Winong. Penyalurannya bantuan semacam ini tidak dilakukan oleh Lazisnu sendiri, tetapi diserahkan kepada Banom dan lembaga lain sesuai dengan program mereka masing-masing

WINONG – Lazisnu Kecamatan sudah tak asing bagi para pengurus NU di Kabupaten Pati. Prestasinya dalam mengelola keuangan dengan prinsip dari ummat, oleh ummat dan untuk ummat benar-benar realisasi dengan baik, membuat pengelola zakat, infaq, sedekah milik NU Winong ini mendadak viral di kalangan pengurus NU. 

Setiap bulan, Lazisnu Winong bisa memperoleh sedikitnya Rp 85.000.000,00 dari hasil koin NU. Jumlah tersebut masih ditambah dengan penghasilan lain yang saat ini mencapai Rp 180.000.000,00. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk membeli mobil layanan ummat. 

Maka tak heran jika Lazisnu Winong menjadi percontohan bagi MWC-MWC lainnya. Belum lagi urusan ide, yang menjadi salah satu andalan Lembaga Zakat NU Winong tersebut selain jumlah pendapatannya. 

“Lazisnu di kecamatan lain kiranya bisa mempelajari langkah-langkah Lazisnu Winong untuk kemudian diterapkan dan di sesuaikan dengan lokasi masing-masing,” imbau K. Yusuf Hasyim  ketua PCNU Pati. 

Zakat Produktif

Dua tahun terakhir ini, Lazisnu Winong susah satu langkah lebih maju dibanding Lazisnu-Lazisnu lain di Kabupaten Pati. Salah satu yang mendongkrak namanya adalah konsep zakat produktif. 

Alhasil, konsep yang benar-benar dijalankan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Kepercayaan warga terhadap Lazisnu dan NU sendiri kian meningkat dari waktu ke waktu berkat kerja keras ini. 

Dhofir Maqoshid, Ketua MWC NU Winong menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya mengentaskan kemiskinan melalui cara yang lebih praktis dan berdampak. 

Tri Handoko, ketua Lazisnu Winong menambahkan bahwa sudah selayaknya NU benar-benar melayani ummat. Mengusung tagline ‘Peningkatan Ekonomi Warga Miskin melalui Zakat Produktif’, ia beserta timnya mantab menjalankan program unggulan tersebut. 

“Kita memberikan kail, biar warga yang menentukan mau dibuat apa kail itu,” papar Tri. 

Konsep Zakat Produktif ini adalah dengan memberikan bantuan berupa barang dan uang tunai sebagai modal awal. Barang tersebut bisa sangat beragam, seperti etalase toko, paket Pertaminu, di cup sealler dan lain sebagainya. 

Bantuan cup sealler dan modal usaha dari Lazisnu Winong untuk warga 

“Tentunya kami berikan juga uang tunai untuk modal,” lanjutnya. 

Namun, Tri menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan tugas sebagai pengelola dana warga NU. Artinya, Lazisnu murni berperan sebagai pengumpul dana zakat, infaq, sedekah dari Nahdliyyin. 

“Urusan penyaluran kami serahkan kepada Banom-Banom NU lewat program-program mereka. Jadi antara Lazisnu dengan Banom dan lembaga lain saling sinergi untuk menjunjung nama baik NU,” tandas Tri.

Meski telah berjalan dengan baik, namun Tri masih menaruh cita-cita lain. Ia berharap, zakat produktif ini bisa menular ke MWC-MWC lain di Kabupaten Pati. Lebih lanjut, untuk Kecamatan Winong, mereka memiliki angan akan adanya transformasi pola pikir. 

“Intinya kami berharap agar warga kami yang kurang mampu nantinya bisa berubah menjadi warga yang memiliki kemandirian ekonomi, membuat usaha sendiri,” lanjutnya. 

Namun Tri dan rekan-rekannya menyadari bahwa membangun pola pikir mandiri sangat sulit. Oleh sebab itu, pihaknya terus bergerak menyuntikkan semangat kemandirian ummat kepada warga NU di Kecamatan Winong. 

“Membangun mindset-nya tidak mudah. Tapi kami tetap serius menggarap program ini demi meningkatkan taraf hidup masyarakat Winong. Kami mohon doanya, ya,” pungkas dia.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tebasan padi

    Tebasan padi

    • calendar_month Sel, 24 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Sering kita dengar praktek penjualan padi yang masih ada di sawah dengan sistem tebasan (borongan) pada saat musim panen tiba, hal itu dilakukan karena para petani tidak mau mengambil resiko ongkos panen yang cukup besar. Pertanyaan : Bolehkah praktek jual beli secara tebasan tersebut ? Jawaban : Tafsil : Ø Boleh bila belum mencapai nishob, Tidak boleh […]

  • Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    Muslimat NU Dukuhseti Semangat Bagikan Takjil

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Ada banyak cara untuk mengisi Bulan Ramadhan. Salah satunya adalah dengan memperbanyak sedekah dan ibadah. Kaum ibu-ibu PAC Muslimat NU Dukuhseti pun memiliki cara tersendiri untuk memeriahkan agungnya Bulan Ramadhan. Pada Senin (18/4) kemarin, emak-emak tersebut berkumpul di depan Gedung MWC NU Dukuhseti untuk membagi-bagikan takjil. Hal ini dituturkan oleh Ketua PAC Muslimat […]

  • Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    Menengok Vonis Harvey Moeis dan Viralnya Ceramah KH Zainuddin MZ

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Oleh: Umar Hanafi Pati – Belakangan ini publik Indonesia gemas dengan vonis terdakwa korupsi tambang timah Bangka Belitung, Harvey Moeis. Edan saja, dengan kerugian negara mencapai Rp 300 triliun, suami aktris cantik Sandra Dewi itu hanya divonis 6,5 tahun penjara. Vonis Harvey Moeis menyayat rasa keadilan masyarakat.  Publik pun membanding-bandingkan dengan vonis kasus pidana lainnya. […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 22 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 4 “Suami?” “Iya, dengar, Shanaya. Aku ….” “Stop! Jangan berani mendekat!” Kepala Shanaya tetiba terasa berdenyar. Tangannya terkulai lemas bagai pelepah daun pisang yang layu. Kakinya terasa meleot seperti karet gelang dan jantungnya menggelosor sampai ke ujung kaki. Wajahnya yang sepucat kapas masih beradu dengan wajah kusut dan kaku di […]

  • Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    Innalillahi, Ketua PBNU Wafat

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    JAKARTA-Kabar duka kembali menyelimuti NU. Setelah kepergian KH. Maimun Zubair (mustasyar PBNU), datang lagi berita meninggalnya salah satu Ketua PBNU. H. Sulton Fatoni berpulang ke hadirat Allah pada Kamis (8/8) pukul 00.03 WIB dini hari tadi. H. Sulton Fatoni (foto : NU Online) Kepulangannya diiringi tangis pilu keluarga dan kesedihan mendalam bagi NU. Pasalnya belum […]

  • 7 Agenda Strategis

    7 Agenda Strategis

    • calendar_month Jum, 24 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 122
    • 0Komentar

    Oleh : Jamal Makmur Asmani* Duet KH. Miftachul Akhyar dan KH. Yahya Chalil Tsaquf adalah duet fakih-intelektual. KH. Miftachul Akhyar adalah sosok ulama yang berpetualang dari pesantren ke pesantren. Beliau berkarir dari bawah. Rais Syuriyah PCNU Surabaya, Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur, Wakil Rais Am, Pejabat Sementara Rais Am, dan akhirnya menjadi Rais ‘Am PBNU. […]

expand_less