Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

Dahlan Iskan Isi Studium General di Ipmafa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Nov 2021
  • visibility 493
  • comment 0 komentar
img-20211120-wa0048-7401794
Dahlan Iskan saat menyampaikan materinya dalam acara Studium General di Ipmafa

MARGOYOSO – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menggelar Studium General (SG) dengan narasumber Prof. Dr. (HC) Dahlan Iskan, Menteri BUMN periode 2011-2014. Acara dengan tema ‘Menumbuhkan Spirit Santripreneur di Era Society 5.0’ teraebut diselenggarakan pada Sabtu (20/11) pagi di Aula Ipmafa lantai 2 dan dihadiri lebih dari 250 mahasiswa. Turut hadir Rektor Ipmafa, KH. Abdul Ghofarrozien, beserta pimpinan dan civitas akademika Ipmafa. 

Acara SG ini merupakan kegiatan yang sasaran utamanya mahasiswa baru untuk mengenalkan dunia akademik kampus. Harapannya akan tertanam karakter entrepreneur dari tiap mahasiswa santri di Ipmafa. Ke depan, karakter entrepreneur inilah yang akan sangat menentukan masa depan. Oleh karena itu, tema Santripreneur dipilih supaya lahir entrepreneur yang santri. 

Rangkaian kegiatan SG diawali sambutan Rektor Ipmafa yang menyambut baik kehadiran Pak Dahlan selaku narasumber. Gus Rozien, sapaan Rektor Ipmafa, mengawali dengan penjelasan bahwa “kampus Ipmafa bukan perguruan tinggi yang lahir dari pesantren atau berara di lingkungan pesantren. Akan tetapi kampus yang berbasis pesantren sebagaimana pesan Kiai Sahal beberapa tahun silam”. 

Gus Rozien menekankan pentingnya entrepreneur yang merupakan bagian dari spirit ipmafa bersama nilai pesantren dan riset. Tiga hal ini adalah basis aktivitas di kampus yang diinisiasi oleh Kiai Sahal. “Entrepreneur bukan persoalan duit atau monetisasi. Entrepreneur adalah spirit, perjuangan, keberanian, visi, dan berpikir out of the box untuk melangkah ke depan”, terangnya. 

Pada inti acara, Pak Dahlan mengawali dengan mengatakan bahwa gerakan kemajuan yang akan datang, ditentukan oleh dua hal, yaitu anak muda dan wanita. “Makanya saya senang ketika mayoritas mahasiswa di sini adalah perempuan, karena saya percaya kemajuan ditentukan oleh dua hal ini”. Ia juga percaya bahwa banyaknya orang pintar Indonesia yang memilih tinggal di luar negeri, masih banyak gantinya di sini. “Justru hal itu menjadi kekayaan tersendiri, yakni kekayaan network. Network ini tidak kalah pentingnya dengan kekayaan aset/materi”, imbuhnya. 

Mantan menteri BUMN ini juga memaparkan beberapa hal terkait entrepreneur. Menurutnya entrepreneur adalah orang yang pintar dan biasanya orang pintar itu orang yang selalu gelisah memikirkan masa depan dan lingkungan sekitarnya. “Tidak ada pelatihan menjadi entrepreneur, anda boleh ikut pelatihan atau seminar menjadi pengusaha sukses tetapi setelah selesai anda tidak bisa langsung menjadi pengusaha”. Ia menambahkan juga bahwa jika ditanya tips menjadi entrepreneur maka saya jawab ‘saya tidak tahu dan memang tidak bisa memberikan tips’. 

Dalam SG kali ini, Pak Dahlan menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan entrepreneur. Diantaranya ialah niat atau kemauan, setelah mau kemudian bisa, lalu peduli kepada lainnya. Jadi kemauan dan kemampuan merupakan hal penting dalam jiwa entrepreneur. “Belajar jadi pengusaha tidak harus menunggu lulus, ada modal, ataupun lancar. Mulai saja!” ucapnya. 

Pada kesempatan ini, Pak Dahlan memanggil beberapa mahasiswa untuk maju ke panggung. Mahasiswa yang maju harus sesuai pertanyaan yakni siapa yang sudah berbisnis? Mengapa berbisnis? Dan siapa yang pernah tertipu? Hasilnya ternyata banyak mahasiswa yang sudah berbisnis dengan beragam motif bisnisnya. Menariknya, mereka yang pernah tertipu justru semakin terpacu untuk mengembangkan bisnisnya. 

Dahlan Iskan kemudian menyatakan bahwa berbisnis itu seperti naik sepeda. “pernahkah anda mengikuti pelatihan naik sepeda? Tidak ada. Yang ada kita belajar naik sepeda dari memegangnya, mendorongnya, menaikinya. Jika terjatuh, bangkit lagi hingga akhirnya lancar bersepeda”. Yang terjadi ketika kita kapok belajar naik sepeda adalah kita tidak akan pernah bisa, begitu pula entrepreneur.(shofyan/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

    Kapan Ekonomi Warga NU Mandiri ?

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Pertanyaan tersebut menggelitik seluruh elemen NU, khususnya pengurus dan kader-kader mudanya. Jangan sampai NU menjadi al-kabiiru bilaa nidlaamin yaghlibuhus shaghiiru bi nidlaamin, organisasi besar tidak terorganisir yang dikalahkan oleh organisasi kecil yang terorganisir. NU harus menjadi al-kabiiru bi nidzaamin, organisasi besar yang terorganisir. Dengan organisasi yg baik, NU akan berkembang pesat, baik secara jamaah (komunitas) […]

  • Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    Ma’arif NU Jateng akan Gelar Istighotsah Bersama Habib Umar Muthohar

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    R. Andi Irawan, ketua PW LP Ma’arif NU Jawa Tengah SEMARANG-LP Ma’arif NU Jawa Tengah menampakkan kepeduliaannya terhadap penyebaran Covid-19 yang belum juga reda. Salah satunya adalah melalui istighotsah dan doa bersama.  Rencananya, Sabtu (17/7) mendatang, Lembaga NU yang membidangi pendidikan tersebut akan melaksanakan istighotsah secara virtual.  Jika tidak ada halangan, kegiatan yang disiarkan melalui […]

  • Usung Visi Sinergi dan Mandiri, Pengurus LP Ma’arif NU Kab. Pekalongan Dikukuhkan

    Usung Visi Sinergi dan Mandiri, Pengurus LP Ma’arif NU Kab. Pekalongan Dikukuhkan

    • calendar_month Sel, 10 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Pekalongan – Dengan mengusung tema “Memperkuat Sinergitas Pendidikan Ma’arif yang Mandiri, Unggul, Profesional dan Berkarakter”, Rapat Kerja Cabang LP Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di Aula Kantor PCNU Kabupaten Pekalongan pada hari Selasa (10/12/2024). Pembukaan Rakercab dihadiri oleh Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Ketua LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Kepala […]

  • NU – Forbil Institute Sukses Gelar Sekolah Inovasi Pangan di Winong

    NU – Forbil Institute Sukses Gelar Sekolah Inovasi Pangan di Winong

    • calendar_month Sab, 6 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Suasana Sekolah Inovasi Pangan, di Balai Desa Kudur, buah kerjasama PCNU Pati, Forbil Institute dan Kemeterian BUMN. WINONG – Trio PCNU Pati, Forbil Institute Yogyakarta dan Kementerian BUMN menjalin kerjasama dalam pengembangan pertanian dan peternakan.  Sebagai langkah awal, ketiganya menyelenggarakan kegiatan bertajuk Sekolah Inovasi Pangan. Kegkatan ini dilaksanakan selama dua kali, yaitu di kawasan Pati […]

  • Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    Kiai Kampung Yang Rendah Hati

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Almaghfurlah KH Ahmad Suyuthi merupakan sosok kiai yang alim tetapi rendah hati. Kontribusinya dalam forum Sidang Syuriah Bulanan di pendopo maqbaroh Syeikh KH Ahmad Mutamakkin Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, diakui para ulama dan tokoh masyarakat. Khususnya ketika PCNU dipimpin oleh sahabat karibnya, KH Suyuthi Abdul Qodir, Pendiri Pesantren Raudlatul Ulum Guyangan.Katib Syuriah KH Abdul […]

  • Ilustrasi Branding - PCNU PATI, Photo by Eva Elijas on Pexels

    Branding

    • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan. Apabila […]

expand_less