Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelantikan Pengurus NU dan Fatayat NU Dukuhseti Dihadiri Kiai Aniq

Pelantikan Pengurus NU dan Fatayat NU Dukuhseti Dihadiri Kiai Aniq

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
  • visibility 309
  • comment 0 komentar
Tausyiyah KH. Aniq Muhammadun, Rois Syuriyah PCNU Pati

DUKUHSETI – MWC NU Dukuhseti, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU beserta 14 Pengurus Ranting NU dan PR Fatayat NU se-Dukuhseti telah benar-benar absah untuk menjalankan tugas. Semua jajaran dalam kepengurusan tersebut resmi dilantik, Jumat (25/2) siang tadi, 

Pelantikan yang dilangsungkan di Gedung Haji Dukuhseti itu dihadiri langsung oleh Roi’s Syuriyah PCNU Pati, (KH. Aniq Muhammadun), Wakil Ketua PCNU Pati (KH. Jamal Makmur Asmani), Sekretaris PCNU Pati (Maskan) dan Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. 

Sebagai pengantar, KH. Fuada Abdillah, Ketua MWC NU Dukuhseti menyatakan bahwa, pelaksanaan pelantikan sengaja dilaksanakan bersamaan antara PAC dan PR dengan alasan efisiensi waktu. 

Selanjutnya ia juga mengajak kepada para pengurus di baeahnya serta Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Dukuhseti untuk ikhlas berjuang di garda terdepan Nahdlatul Ulama.

“Kita hanya berharap, kedepan apa yang kita kerjakan menjadi berkah dan diridloi Allah SWT.,” tuturnya. 

KH. Abdillah juga mengajak seluruh pengurusnya agar memiliki optimisme dalam berjihad di NU. Dia menyebut bahwa menjadi pengurus NU di bagian apapun harus memiliki sifat hisnudzon.

“Berkahnya tidak musti kita rasakan. Bisa jadi hikmah perjuangan kita di NU saat ini, baru dirasakan oleh anak-cucu kita nanti,” tandasnya. 

Tausyiyah Ro’is Syuriyah

Sebagai pamungkas, wejangan dari KH. Aniq Muhammadun mengakhiri acara tersebut. Beberapa hal menarik disampaikan oleh kiai asal Tayu tersebut. 

Menurutnya, berjuang di NU juga membutuhkan hal-hal duniawi. Menurutnya, dunia (harta) sebagai sarana perjuangan.

“Kerja kalau diniatkan ibadah, maka bernilai ibadah,” tutur KH. Aniq. 

Lebih lanjut, KH. Aniq Muhammadun menegaskan bahwa NU pada awal berdirinya sudah bergerak di jalur ekonomi. Beliau bercerita bahwa dahulu ada Nahdlatut Tujjar (asosiasi pedagang NU). 

“Dulu juga ada pembinaan nelayan. Sekarang, PWNU juga mengadakan pembinaan pertanian organik,” tandas KH. Aniq. 

Jelang akhir pidato, beliau mengajak kepada warga NU untuk tidak takut mengurus NU, apapun profesinya. 

“Yang jadi petani, ikut ngurus NU lewat jalur pertanian, yang sarjana, yang doktor berjuang lewat pendidikan, begitu juga yang fokus di sektro-sektor lain, sehingga di NU itu komplit” tuturnya. 

Lebih lanjut, beliau menyatakan bahwa beragam latar belakang yang ada dalam tubuh NU tersebut bukan sebuah masalah. Yang terpenting, lanjut KH. Aniq, perjuangan di NU diniatkan untuk menjaga NKRI.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Generasi Horeg, Bikin Cemas Untuk Indonesia Emas

    Generasi Horeg, Bikin Cemas Untuk Indonesia Emas

    • calendar_month Jum, 7 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ditengah perkembangan teknologi yang berujung pada modernisasi, seharusnya jadi era yang baik bagi kehidupan suatu bangsa. Merespon perubahan yang kian pesat pun semestinya jadi momen perkembangan ke arah maju bagi negara. Hal tersebut, semestinya juga selaras dengan tujuan negara Indonesia menjadi Indonesia Emas di tahun 2025 mendatang. Menengok pergaulan remaja yang bahkan […]

  • INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    INISNU Teken MoU dan MoA dengan Global Interfaith University USA dan Delapan Kampus Nasional

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.760
    • 0Komentar

      Temanggung – Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dan Memorandum of Agreement (MoA) atau Nota Kesepakatan dengan Global Interfaith University (GIU) USA serta delapan perguruan tinggi mitra nasional, yaitu AKPER Alkautsar Temanggung, UNUGHA Cilacap, STAI Wali Sembilan Semarang, UNDARIS Semarang, IIM Surakarta, STITMA Yogyakarta, […]

  • LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.335
    • 0Komentar

      SEMARANG – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, NUCARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Pati secara resmi menyerahkan donasi kemanusiaan tahap I untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Penyerahan donasi ini dilakukan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU PWNU Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Candi Indah, […]

  • PCNU - PATI 99 Untuk Tuhanku

    99 Untuk Tuhanku

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Tuhanku Kususun 99-ku agar sampai pada 0 dan kulahirkan kembali 1-ku sampai 99-ku yang baru. Tuhanku Kususun 99 napasku untuk meniru-Mu mendekati watak-Mu dan menjadi hati-Mu. Ini ^hanya^ suatu sembahyang, tak lebih dan tak kurang. Sepenuh-penuhnya kutumpahkan kepada Allah Swt., langsung kepada-Nya maupun melewati engkau dan semua saudara kiita. Suatu sembahyang sederhana; usaha untuk merebut […]

  • Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    Berkerumun Saat Memandikan Jenazah

    • calendar_month Ming, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

      Pertanyaan : Disuatu daerah kalau ada orang meninggal biasanya dimandikan di sebelah rumah, kadang juga di halaman dengan diberi satir (penghalang). Biasanya sebagian dari pelayat berkerumun di dekat lokasi tersebut guna melihat si mayyit yang sedang dimandikan. Kata mereka, “Disamping hal tersebut termasuk suatu penghormatan kepada mayyit, itu juga akan mengingatkan kita kepada kematian”. […]

  • PCNU-PATI

    Pengentasan Kemiskinan Melalui Fikih Sosial Kiai Sahal

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Islam adalah agama sempurna yang membawa perubahan besar dalam hidup. Perubahan yang dilakukan tidak hanya persoalan teologis (tauhid) tapi juga sosial (ijtima’iyah). Kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, keterpurukan, dan kezaliman merupakan musuh utama Islam yang harus diberantas. Namun sayang, banyak umat Islam yang terjebak dalam pengertian agama secara sempit, hanya pada aspek teologis. Maka, […]

expand_less