Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

Yayasan Al Ma’arif Gembong Wajibkan Semua Pendidik Lulus PD-PKPNU

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
  • visibility 199
  • comment 0 komentar

 

pcnupati.or.id – Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama’ (PD-PKPNU) merupakan sarana kaderisasi paling awal bagi pengurus NU. Namun, menurut KH. Yusuf Hasyim, peruntukannya bukan hanya bagi pengurus. PD-PKPNU juga penting untuk semua warga nahdliyyin, terutama para guru.

“Untuk mempertebal ke-NU-an, agar mantab NU-nya, siapapun warga NU saya kira perlu memgikuti kaderisasi ini, khususnya para guru di bawah naungan LP Ma’arif” terang Kiai Yusuf.

Menindaklanjuti statemen ini, Yayasan Al Ma’arif Gembong yang berlokasi di Jalan Raya Gembong-Bageng Km. 1 Gembong, menerbitkan edaran tentang kewajiban lulus PD-PKPNU bagi seluruh pendidik di yayasan tersebut.

Melalui surat bernomor 139/Y.AM/Gb/XII/2025 itu, KH. Sholikhin, ketua yayasan, menegaskan bahwa semua guru di bawah naungan yayasannya harus mengikuti dan lulus dalam kaderisasi NU tersebut.

Itulah mengapa, pada penghujung 2025 lalu, pihaknya menggandeng MWCNU Gembong menyelenggarakan PD-PKPNU di Gedung MANU dan MTs Al Ma’arif NU Gembong. Dalam giat itu, sedikitnya enam puluhan guru Yayasan Al Ma’arif mengikuti PD-PKPNU.

“Kami wajibkan, karena memang yayasan yang kami pegang didirikan oleh ulama-ulama NU, dan juga merupakan wasiat dari para muassis, bahwa guru yang mengajar di sini harus terjaga NU-nya,” ungkap Kiai Sholikhin kepada pcnupati.or.id. Rabu (1/6).

Tindakan Tegas

Dirinya juga mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada para pendidik yang enggan mengikuti PD-PKPNU. Hingga Rabu (1/6), total 82 orang dari 86 pendidik Yayasan Al Ma’arif Gembong telah lulus PD-PKPNU.

“Tersisa empat orang yang belum,” terang Kiai Sholikhin.

Empat orang pendidik tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan. Dua orang dalam kondisi menyusui, satu orang baru bergabung di Yayasan Al Ma’arif Gembong pada tahun ajaran 2026/2027 (sehingga belum diwajibkan) dan satu orang lagi baru akan mengikuti PD-PKPNU di Asempapan, Trangkil, Jumat (3/6) mendatang.

“Kalau masih ngotot menolak PD-PKPNU ya kami persilakan meninggalkan Yayasan Al Ma’arif Gembong,” lanjut Kiai Sholikhin.

Sejauh ini sudah ada dua orang pendidik yang mengundurkan diri karena menolak mengikuti PD-PKPNU. Ke duanya merupakan pendidik di SMKNU.

“Melalui sekretaris yayasan, kami tawari beliau-beliau (yang menolak mengikuti PD-PKPNU), silakan mengundurkan diri atau kami terbitkan surat pemecatan, dan mereka alhamdulullah memilih mengundurkan diri,” pungkas dia.

Bukti Loyalitas, Tidak Tebang Pilih

Sekretaris Yayasan Al Ma’arif Gembong, Nur Afif Nashiruddin mengungkapkan bahwa, kewajiban PD-PKPNU di bawah naungan yayasannya bukan hanya kebanggaan. Namun, lebih dari itu, menurutnya, PD-PKPNU memiliki dua urgensi penting. Pertama, agar semua pendidik berwawasan luas dan tidak mudah heran dengan fenomena baru. Ke dua, sebagai bukti loyalitas guru terhadap yayasan dan NU.

“PD-PKPNU ini kan lumayan berat. Kalau dewan guru berkenan mengikuti PD-PKPNU ini, berarti loyalitas dan kecintaannya terhadap yayasan ini sudah teruji, karena ini dawuh dari sesepuh yayasan,” tandas dia.

Lebih lanjut, dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dalam melaksanakan kebijakan ini. Semua pendidik tanpa terkecuali wajib mengikuti dan lulus PD-PKPNU.

“Keluarga yayasan sekalipun, kalau mengajar, ya harus punya sertifikat PD-PKPNU. Semua rentang usia kena kebijakan ini. Kemarin ada guru sepuh berusia tujuh puluh tahun masih semangat mengikuti. Beliaulah yang saya jadikan contoh bagi guru-guru muda,” lanjutnya.(lut/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Menanti Tradisi Sahur Bersama

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaannya, mengapa hanya tradisi buka puasa bersama ayng ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda? Unik dan menarik. Maksud saya di sini, bukan sahur bersamanya, namun tradisi sahur bersama di Nusantara tak populis dan tidak familiar buka puasa bersama. Mengapa ya? Mbuh! Saat bulan Ramadan tiba, ya tentu umat muslim di seluruh […]

  • Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma'arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh "Membajak" Hak Operasional Sekolah

    Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma’arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh “Membajak” Hak Operasional Sekolah

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.432
    • 0Komentar

    SEMARANG — Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari porsi wajib (mandatory spending) anggaran pendidikan sebesar 20% mendapat sambutan positif dari kalangan pengelola pendidikan swasta. Langkah ini dinilai sebagai angin segar sekaligus upaya nyata penyelamatan anggaran pendidikan nasional agar tidak “terpangkas” oleh program di luar sektor pembelajaran. Dalam […]

  • 𝐁𝐀𝐙𝐍𝐀𝐒 𝐑𝐈 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐭𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐏 𝐌𝐚'𝐚𝐫𝐢𝐟 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐉𝐚𝐭𝐞𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮

    𝐁𝐀𝐙𝐍𝐀𝐒 𝐑𝐈 𝐁𝐢𝐚𝐲𝐚𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐮𝐡 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐭𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐠𝐚𝐧𝐠 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐋𝐏 𝐌𝐚’𝐚𝐫𝐢𝐟 𝐏𝐖𝐍𝐔 𝐉𝐚𝐭𝐞𝐧𝐠 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐊𝐮𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐌𝐚𝐦𝐩𝐮

    • calendar_month Jum, 24 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.999
    • 0Komentar

    Meraih masa depan yang lebih baik melalui program magang ke Jepang seringkali terhalang oleh tingginya biaya persiapan. Banyak pemuda berpotensi yang memiliki semangat juang tinggi harus mengubur mimpinya hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga. Menjawab tantangan tersebut, LP Ma`arif PWNU Jawa Tengah bekerjasama dengan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) RI hadir memberikan dukungan penuh terhadap pembiayaan […]

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • PCNU-PATI

    Laki-laki Cadasari Tersesat di Juwana

    • calendar_month Sen, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di dalam Bus PO Selamet, sewaktu perjalanan mudik ke Pandeglang, saya berkenalan dengan seorang penumpang laki-laki dengan perawakan kurus. Dia bersama istri dan anak laki-lakinya, kira-kira usianya sama dengan usia putriku, 4 tahunan.  “Turun di mana, mas?” tanya dia ke saya. “Di Serang, mas,”jawabku. “Sama atuh, saya juga di Serang. […]

  • LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    LFNU Pati Rukyah Awal Bulan Dzulhijjah di Pantai Kartini Jepara

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    JEPARA-Pengurus Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Pati melakukan Rukyah Hilal di Pantai Kartini Jepara. Kegiatan tersebut dilakukan pada Hari Kamis (1/7) sore. Rombongan LFNU berangkat dari pati pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB dan sampai di Pantai kartini Jepara pukul 16.30 WIB. Ru’yatul hilal yang dilakukan LFNU Pati di Pantai Kartini Jepara Setibanya […]

expand_less