Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman, Menyoal Kita, Agama dan Kuasa

Suluk Maleman, Menyoal Kita, Agama dan Kuasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 24 Mei 2026
  • visibility 15.376
  • comment 0 komentar

Penyalahgunaan relasi kuasa patut menjadi bahan perenungan yang serius. Keberadaan ilmu tentu menjadi penting untuk mencegah persoalan itu terjadi di tengah carut marut saat ini. Persoalan itu menjadi bahasan dalam Ngaji NgAllah Suluk Maleman yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (23/5) malam.

Anis Sholeh Ba’asyin menyebut kasus dugaan pelecehan santriwati di Pati menjadi salah satu bentuk dari penyimpangan relasi kuasa. Dimana seorang dukun atau ada yang menganggap kiyai atau tokoh, telah menyalahgunakan wewenangnya.
Sejumlah sumber menyatakan bahwa tersangka dalam dugaan pelecehan tersebut bukanlah kiyai, melainkan dukun yang kemudian membuat lembaga pendidikan berbentuk pesantren. Hal itu yang kemudian membuat Anis kembali teringat pesan gurunya.
“Saya teringat pesan guru saya, Mbah Dullah Salam. Beliau pernah mengatakan bahwa banyak yang dianggap kiyai tapi sebenarnya dukun. Banyak dukun yang berpakaian kiyai,” ujar dia.

Istilah dukun bagi Anis sendiri telah mengalami pergeseran makna. Dalam istilah Jawa, dukun identik dengan orang yang dianggap punya keahlian tertentu, dan tidak serta merta berkonotasi klenik.
“Kalau diingat dulu itu ada dukun bayi, dukun pijat, dukun sunat. Artinya bukan soal klenik, tapi penyebut bagi orang yang dianggap pintar atau cerdas. Namun ironisnya sekarang muatan maknanya lebih bergeser ke hal klenik,” imbuh dia,
Begitu pula dengan istilah kiyai yang berasal dari “ki” dan “yai”. Dalam pemahaman Jawa, “ki” merupakan istilah lelaki yang dihormati sementara “yai” menunjukkan sesuatu yang terhormat, besar dan agung.
“Kalau diingat Kiyai di Jawa, penyebutannya tidak hanya untuk manusia. Tapi bisa juga untuk keris atau pusaka hingga kerbau yang dihormati,” imbuh dia.

Kalangan ulama kemudian mendefinisikan kiyai sebagai orang yang punya ilmu kegamaan lengkap dan mampu mengaplikasikan pada dirinya. Sehingga ilmu itu selain untuk diajarkan juga diaplikasikan ke diri agar dapat menjadi teladan di sekitarnya.
“Karena akhlak dan adab jadi dihormati dan dituakan di lingkungan,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu dia juga mengingatkan kembali adanya perbedaan antara mistika dan magi. Dalam tasawuf lebih dekat dengan hal yang disebut mistika, yakni perjalanan orang yang menempuh sisi rohani untuk melakukan pendekatan pada Allah.
“Saat itu, biasanya dia akan mendapatkan semacam kemampuan. Itu sebenarnya godaan bukan kelebihan bahkan bisa berbahaya,” ucap dia.
Selain kemampuan, dalam tasawuf juga disebutkan di tingkatan mendekati kebenaran atau membersihkan diri biasanya justru ada fase yang berbahaya terkait godaan syahwat. Maka disitulah harus belajar bagaimana menahan nafsu dan syahwat.
“Maka dalam toriqoh, pengawasan guru atau mursyid terhadap murid sangat ketat,” tambah dia

Hal itu sangat berbeda dengan magi, yang lebih dekat dengan pengertian sihir. Salah satu pengertian magi menurut Anis, adalah bentuk pemanfaatan kekuatan alam atau supra natural untuk kepentingan manusia. Berbeda dengan sains, masyarakat yang cara berpikirnya masih dikuasai magi secara gaib, akan lebih mengandalkan jalan pintas, dengan memotong proses dalam menjalani hidupnya.
“Saat masyarakat umum masih dikuasi cara berpikir magis, maka biasanya akan muncul orang yang memanfaatkannya. Mereka memanfaatkan secara psikologis kemampuan maginya untuk membuat takut, waswas dan lainnya. Menjajah pihak lain karena punya kemampuan tertentu, itu sihir namanya,” imbuh dia.

Di situlah terjadi penyalahgunaan relasi kuasa. Tak hanya soal dukun atau oknum kyai, namun bisa terjadi dimana saja saat satu pihak punya kekuasaan lebih dibanding lainnya. Bisa bapak-anak, guru-murid, atasan-bawahan, pemimpin-rakyat. Penyalahgunaannya juga tak hanya seksual tapi bisa dalam bentuk apa saja,” imbuh dia.

“Agama, politik, budaya pasti melahirkan kuasa. Masalah, apakah digunakan ke arah positif atau negatif? Mari jernihkan cara berfikir. Kalau ada oknum kiai jangan salahkan sistemnya tapi personalnya. Kita juga harus ingat, barokah juga bukan seperti yang dipahami saat ini. Barokah itu saat silaturahmi pada kiyai atau orangtua kemudian kita ditambah ilmu dan didoakan,” imbuh dia.

Hanya saja masyarakat saat ini seolah ingin terburu-buru. Baik untuk menjadi kaya, mencari jodoh dan lainnya kemudian datang ke dukun dengan pendekatan magi atau sihir tersebut. Hal itulah yang kemudian membuat kekacauan serta memunculkan potensi terjadinya penyalahgunaan relasi kuasa tersebut.

“Logika magi itu cirinya biar cepat mencapai hasil. Lebih mengandalkan jalan pintas, dengan memotong proses Berbeda dengan agama yang mengajarkan istiqomah,” tambah dia.
Anis juga menekankan betapa pentingnya bertanya dalam belajar agama. Bahkan dalam belajar ilmu syariat diwajibkan bertanya sampai tuntas.
“Masyarakat kita sebenarnya masyarakat yang taqdim begitu pula dalam tradisi pesantren. Hal itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang salah dan berbeda dengan sistem feodal. Kelemahannya terkadang kita hanya takut bertanya,” imbuh dia.

Sementara itu KH. A. Nawawi Cholil dari Rembang menyebut prihatin peristiwa dugaan pelecehan santriwati di Pati berdampak pembullyan pesantren secara menyeluruh. Dimana hal itu dilakukan oleh seorang oknum yang berdampak begitu luas.
“Jangan sampai memvonis seluruh pondok. Indonesia dianggap kuat justru karena pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU). Banyak negara besar yang kemudian pecah. Tapi alhamdulillah Indonesia tak mengalaminya. Salah satunya berkat adanya jaringan pondok pesantren,” ujar dia.
Dia menyebut terjadinya penyalah-gunaan kuasa adalah lantaran ilmu tidak didasarkan pada hati. Meski alim, namun jika ilmu hanya ada di otak, maka yang terjadi hanyalah nafsu.

“Maka rezeki yang paling nikmat itu adalah ilmu yang letaknya di dada. Sementara yang paling rendah itu materi di atasnya itu kesehatan. Ilmu yang hanya di otak hanya akan melahirkan hitung-hitungan saja. Saat bersedekah saya bisa dapat apa?” imbuh dia.
Kyai Nawawi juga kembali mengingatkan pesan dari Mbah Maimoen Zubair. Dalam pesannya, disebutkan ada empat kunci agar hidup dapat mulia. Diantaranya yakni punya pekerjaan, punya wiridan, punya tabungan untuk akhirat serta punya ilmu menahan diri.
“Punya ilmu ngempet baik nafsu, atau bahkan dalam mengkritik pemerintah juga harus ngempet. Boleh mengkritik tapi tetap ada tatanannya,” ujar dia.

Topik yang begitu hangat itu mampu membuat ratusan orang menyaksikan baik datang langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman, mampu bertahan sampai akhir kajian. Iringan dari musik Sampak GusUran juga kian menghangatkan jalannya ngaji budaya tersebut.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal di Kayen

    IKA PMII Pati Gelar Halalbihalal di Kayen

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.122
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC IKA PMII) Kabupaten Pati menggelar acara Halalbihalal sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII dengan khidmat. Mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Peran Kader PMII untuk Indonesia Tangguh di Era Global”, kegiatan ini dipusatkan di TPQ Al Ittihad Jatiroto, Kecamatan Kayen, pada Ahad (12/4/2026). ​Acara […]

  • PCNU-PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Resmi Dilantik

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI,  Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati masa khidmat 2023-2025 resmi dilantik pada Senin (18/12/2023). Pelantikan dilaksanakan di Gedung IPHI Kabupaten Pati. Hadir dalam kesempatan itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, Majelis Alumni IPNU IPPNU Pati, […]

  • Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    Launching Infak via QRIS, Penggalangan Infak Masjid Al-Ittihad INISNU Terkumpul Rp10.840.000

    • calendar_month Sab, 31 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.384
    • 0Komentar

      Temanggung – Penggalangan infak Masjid Al-Ittihad Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung melalui sistem pembayaran digital QRIS berhasil menghimpun dana sebesar Rp10.840.000. Pengumpulan infak digital tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Nyadran Kampus Hijau yang digelar pada Jumat pagi (30/1/2026), sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Masehi atau 1 Abad […]

  • PCNU-PATI

    Helat Inspirasi Kewirausahaan, Fatayat NU Margoyoso Gandeng Pihak ke Tiga

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 734
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Rutinan Anjangsana ke-IX PAC Fatayat NU Margoyoso yang dilangsungkan di Desa Kajen pada Ahad (21/5) lalu berlangsung meriah.  Antusiasme peserta pun tampak sejak awal acara. Pasalnya, Rutinan ini tidak seperti biasanya. Dihadiri Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Margoyoso, penyelenggara kegiatan menggandeng Sri Jaya Catering, Snack and Bakery Ngemplak Kidul sebagai narasumber.  Dengan tajuk Inspirasi […]

  • PCNU-PATI

    Sejarah Hidup Muhammad

    • calendar_month Sab, 10 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Buku ini mengungkap kisah perjalanan hidup seorang Nabi Muhammad, mulai dari sejarah peradaban Djazirah Arab, masa-masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad, ketika beliau lahir, masa-masa kecil, masa-masa kenabian, peperangan-peperangan yang dilewati sampai wafatnya beliau yang kemudian diteruskan oleh para sahabatnya. Dijelaskan dalam buku ini, Djazirah Arab ialah sebuah Tanah Penanjung terletak di bagian Barat Daya Benua […]

  • Sambut Hari Santri 2025, LP Ma'arif NU Pati Adakan Pelatihan Koding dan AI

    Sambut Hari Santri 2025, LP Ma’arif NU Pati Adakan Pelatihan Koding dan AI

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.593
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati mengadakan pelatihan Koding dan kecerdasan artifisial (AI), di auditorium LP Ma’arif Pati, Kamis (15/10/2025).Pelatihahan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Santri 2025. ketua LP Ma’arif NU Pati, H Muhsin Moh. Sholeh, mengatakan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 156 guru maupun TU sekolah di […]

expand_less