Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

MBG Dalam Perspektif Maqashidus Syariah

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
  • visibility 11.968
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani
Makan bergizi gratis (MBG) menjadi sorotan publik. Banyaknya kasus keracunan yang mencapai angka lima ribu lebih menjadikan program ini menunai kritik pedas. Wali murid dan publik sangat menyayangkan kasus keracunan ini. Analisis banyak kalangan menyatakan bahwa anggaran besar MBG yang mencapai 335 triyun ini jika tidak diawasi dengan ketat dan disiplin hanya menjadi proyek besar yang ujung-ujungnya adalah mengambil keuntungan besar. Jajaran eksekutif, legislatif, dan orang-orang yang mempunyai akses kekuasaan yang bisa mendapatkan proyek menggiurkan ini. Ke depan, pemerintah harus melakukan evaluasi total pelaksanaan MBG ini sehingga tepat sasaran, tidak ada kasus keracunan dan mampu meningkatkan gizi kader-kader penerus bangsa sebagai modal dalam pengembangan kemampuan di berbagai aspek. Jika tidak, maka program ini hanya sarat proyek yang jauh dari tujuan mulianya.
Dalam tulisan ini akan dikaji program MBG ini dalam perspektif maqashidus syariah. Maqashidus syariah adalah tujuan pemberlakuan syariat yang berisi rahasia, makna dan tujuan implementasi syariat Islam. Maqashidus syariah intinya adalah mewujudkan kemaslahatan. Kemaslahatan menurut Syaikh Said Ramadlan al-Buthi dalam kitab Dlawabithul Maslahah adalah mendatangkan kemanfaatan dunia akhirat dan menolak kerusakan dunia akhirat.

Kemaslahatan ada tiga tingkatan. Pertama adalah dlaruriyyat (primer), yaitu sesuatu yang menjadi sendi utama kehidupan. Jika tidak ada sesuatu tersebut, maka kehidupan menjadi tidak stabil dan hancur. Masuk dalam kategori dlaruriyyat ini adalah menjaga agama, jiwa, harta, akal, dan keturunan. Menegakkan moral publik, menghidupkan tempat ibadah, meningkatkan layanan kesehatan, mengembangkan sektor ekonomi, melakukan inovasi pendidikan, dan menjaga ketahanan keluarga adalah contoh kemaslahatan dlaruriyyat.

Kedua adalah hajiyyat (sekunder), yaitu sesuatu yang tujuannya memudahkan urusan manusia. Jika tidak ada sesuatu itu, maka kehidupan manusia tetap berjalan, namun mengalami kesulitan dan kesempitan. Misalnya, jual beli, sewa menyewa, dan lain-lain yang dibutuhkan manusia dalam kehidupan untuk memenuhi kebutuhan harian. Ketiga adalah tahsiniyyat-takmiliyyat (komplementer), yaitu sesuatu yang tujuannya menambahkan keindahan kehidupan manusia. Hal ini berkaitan dengan keindahan kebiasaan manusia (mahasinul ‘adat). Berbagai alat transportasi modern, komunikasi dan media digital adalah salah satu kebutuhan komplementer.

Dalam kehidupan manusia, prioritas utama adalah kebutuhan dlaruriyyat (primer) yang menjadi denyut nadi kehidupan mayoritas masyarakat. Dalam bahasa KH. MA. Sahal Mahfudh, kebutuhan dlaruriyyat ini adalah basic needs (kebutuhan dasar) yang meliputi sandang, papan, pangan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dasar ini menurut Imam Yusuf al-Qaradlawi harus dipenuhi oleh masing-masing individu dengan bekerja. Jika individu tidak mampu karena penyakit dan faktor lain, maka orang kaya harus memenuhinya dengan zakat, infak dan sedekah.
Selain orang kaya, dalam konteks pemenuhan kebutuhan primer ini, Negara harus hadir, khususnya untuk rakyat yang tidak mampu.

Hal ini sesuai kaidah ‘tasharruful imam alar ra’iyyah manuthun bil maslahah’, kebijakan seorang pemimpin harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyat. Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab Asybah Wan Nadlair menjelaskan bahwa seorang pemimpin dalam membuat program harus berdasarkan riset akurat dan valid, tidak boleh karena kesenangan dan selera (tasyahhi). Jika kebijakannya belum jelas kemaslahatannya, maka harus dipending dulu sampai terbukti kemaslahatan riilnya. Dalam menerapkan kebijakan, seorang pemimpin juga harus menerapkan prinsip al’ahamm fal ahamm, yang lebih penting dan lebih penting. Artinya, program yang dicanangkan harus sesuai skala prioritas sesuai kebutuhan rakyat.

Imam Jalaluddin As-Suyuthi menegaskan bahwa anggaran Negara harus ditujukan kepada orang yang lebih membutuhkan (ahwaj). Tidak boleh seorang pemimpin mendahulukan orang yang tidak membutuhkan (ghairal ahwaj) dengan mengalahkan orang yang membutuhkan (al-ahwaj). Keadilan seorang pemimpin terlihat ketika ia mendahulukan orang yang membutuhkan dan memberikan porsi sama kepada orang yang kebutuhannya sama. Dalam konteks maqashidus syariah yang berintikan kemaslahatan, MBG sesuai dengan prinsip ini. Paling tidak ada dua hal.

Pertama, makan (pangan) adalah termasuk kebutuhan dlaruriyyat (primer) yang harus dipenuhi. Dalam bahasa agama, yang ditekankan adalah halalan thayyiban (halal-bergizi). Oleh sebab itu, MBG ini sangat penting untuk menjaga stamina anak didik supaya mereka mempunyai kekuatan fisik kuat yang berpengaruh terhadap daya pikir yang kritis, inovatif dan produktif. Dalam konteks ini, siswa yang dari kalangan keluarga bawah harus mendapat priroitas supaya sesuai dengan prinsip taqdimul ahwaj (mendahulukan orang yang sangat atau lebih membutuhkan).

Kedua, pelaksanaan MBG ini melalui aturan main yang ketat untuk memastikan bahwa makanan yang disajikan benar-benar bergizi. Hal ini sesuai kaidah ‘al-wasail bi hukmil maqashid’, sarana sesuai dengan tujuannya. Artinya, mekanisme yang dibuat harus benar-benar memastikan MBG ini mampu menghadirkan makanan bergizi yang bermanfaat bagi anak didik. Oleh sebab itu, jika ada kasus keracunan yang terjadi di banyak tempat, maka pemerintah harus proaktif melakukan monitoring, perbaikan, dan sanksi yang tepat kepada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Jangan sampai masa depan anak dikorban oleh kasus keracunan yang dilakukan pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk mencari keuntungan besar dengan mengorbankan anak.
Dengan dua hal ini, maka MBG harus dievaluasi secara kritis konstruktif, supaya implementasinya benar-benar professional sehingga membawa kemajuan dan kesejahteraan anak didik supaya mereka benar-benar mampu menjadi kader penerus bangsa yang berkualitas tinggi.

Selain itu, masyarakat harus aktif melakukan pengawasan terhadap implementasi MBG ini karena sangat bermanfaat bagi perbaikan MBG ini terus menerus. Kekuatan netizen sangat efektif menekan pemerintah supaya tetap di jalan yang benar (on the right track). Dalam bahasa Prof. Dr. Nurcholis Majid, pengawasan (tawashau bil haqqi) adalah pilar demokrasi yang harus dijaga dan diperjuangkan. Pengawasan lewat media sosial sangat efektif. Inilah salah satu kelebihan media sosial yang mampu menciptakan kekuatan penyeimbang dalam demokrasi, sehingga program yang dicanangkan benar-benar dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Masyarakat berharap MBG ini benar-benar meningkatkan daya fisik dan pikir anak sehingga Indonesia akan melahirkan kader-kader penerus bangsa yang berkualitas tinggi yang mampu membawa era keemasan di masa depan. Jangan sampai MBG ini disalahgunakan oknum yang tidak bertanggungjawab yang menyebabkan menu MBG tidak sesuai standar. Dalam kaidah agama disebutkan ‘daful mafsadah muqaddam ala jalbil maslahah’, mencegah kerusahakan didahulukan dari mendatangkan kemaslahatan dan kaidah ‘al-umuru bi maqashidiha’, program harus diorientasikan kepada tujuannya.

Wallahu A’lam Bish Shawab
Dosen IPMAFA dan Wakil Ketua PCNU Pati, Direktur Lembaga Studi Kitab Kuning (LESKA) Pati

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    PC Lazisnu Pati & Tokopedia Bagi-Bagi Beasiswa

    • calendar_month Rab, 21 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PC Lazisnu Pati menyalurkan bantuan beasiswa pendidikan untuk 40 anak se-kabupaten pati, Rabu (21/02). Adapun kategori penerima beasiswa ini adalah semua jenjang dari SD sampai Perguruan Tinggi. Diketahui bahwa bantuan beasiswa ini merupakan kerjasama Lazisnu Pusat dengan Tokopedia yang kemudian diteruskan kepada PC Lazisnu Pati. Bantuan yang digelontorkan dari Lazisnu Pusat adalah senilai Rp […]

  • Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengajian Umum dan Haflah Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dalam rangka Haul Al Imam Assayid Syekh Abu Al Hasan Aly Assadily Al Hasany, bersama Maulana Al Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan terselenggara dengan lancar. Menurut KH. Ahmad Syairozy yang mewakili panitia, acara ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan. Bukan […]

  • Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    Rakerdin, Ketua PWNU Gus Rozin Sebut SDM Guru Ma’arif Harus Berkualitas

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Kudus – Lembaga Pendidikan Ma`arif NU PWNU Jawa Tengah pada Minggu (19/1/2025) menggelar kegiatan Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Zona 1 di Kabupaten Kudus. Rakerdin dihadiri 557 Kepala satuan pendidikan Ma`arif NU dari Cabang Kudus dan Jepara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Abu Rohmad, Wakil Sekretaris LP Ma’arif NU PBNU, […]

  • Perkuat Organisasi, IPNU-IPPNU Gembong Minta Wejangan Sayyid Muhammad

    Perkuat Organisasi, IPNU-IPPNU Gembong Minta Wejangan Sayyid Muhammad

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    GEMBONG-Serangan eksternal akhir-akhir ini kian tajam menghantam NU. Kelompok-kelompok yang sering mengaku ingin kembali ke al qur’an dan hadits banyak menberikan tudingan terhadap amaliyah-amaliyah yang dikerjakan warga Nahdliyyin. Fitnah bid’ah, syirik hingga kafir sering tersemat untuk orang-orang dalam tubuh NU. Demi menanggulangi gangguan ini, diperlukan adanya kekuatan internal. Para Pemgurus Anak Cabang IPNU-IPPNU Gembong bersama […]

  • Fida’.

    Fida’.

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

     Telah kita ketahui bersama, bahwa diantara masyarakat kita sering terjadi pelaksanaan bacaan tahlil sebanyak 100.000 kali, atau bacaan sûrat al-ikhlâsh sebanyak 100.000 kali, yang keduanya dikatakan sebagai fida’. Adapun hal tersebut biasanya dimaksudkan untuk mengirim orang yang telah meninggal.   Pertanyaan : Adakah nash Hadits atau keterangan Ulama` yang menerangkan tentang fa’idah tersebut diatas ? […]

  • LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    LPBI NU Pusat Dan PC Ansor Pati Salurkan Air Bersih

    • calendar_month Jum, 6 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Menyikapi kemarau panjang dan melihat kondisi beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pati yang mengalami kekeringan, Pengurus Cabang  GP Ansor Pati mendatangi sejumlah titik terparah bencana kekeringan di kabupaten Pati, Senin (2/11). Mereka mendatangkan pasokan air bersih untuk menutupi kekeringan yang melanda sumur-sumur warga. Gerakan sosial yang terselenggara atas kerja sama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim […]

expand_less