Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Kopling Ibadah

Puasa dan Kopling Ibadah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • visibility 10.302
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.

 

Pada konteks ini, puasa hadir tak sebatas untuk aktivitas menahan lapar, melainkan sebagai “kopling” dalam sistem transmisi ibadah. Artinya, puasa ibarat metafora manusia dalam menyetir nafsu yang bisa belok kanan, belok kiri, lurus, bahkan tabrakan dengan siapa saja yang tidak diinginkan.

 

Mesin dan Puasa sebagai Kopling

Mesin kendaraan, secara mekanis memang menghasilkan torsi (momen gaya) yang harus disalurkan ke roda melalui sistem transmisi. Ketika mesin terus terkoneksi tanpa jeda, mobil tentunya akan meluncur tanpa kendali atau justru mati mendadak saat menghadapi hambatan. Wah bahaya tenan, Cah!

 

Dalam Al-Quran, istilah nafsu (al-nafs) berasal dari akar kata nafs – نَفْس, memiliki makna sangat luas. Secara bahasa, berarti jiwa, diri, nyawa, atau hakikat manusia. Dalam Kamus Al-Ma’any, kata Nafsu/Nafs berarti jiwa, ruh, batin, spirit, diri, pribadi, esensi, zat, alami. Nafsu dalam psikologi Islam, merupakan motor penggerak.

 

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, pada Rubu’ ke-3 yang berjudul Rubu’ al-Muhlikat (seperempat tentang hal-hal membinasakan), tepatnya pada Bab Aja’ib al-Qalb (keajaiban hati), manusia diciptakan Allah memiliki empat jenis nafsu: (1) ‎Nafsu Hayawaniyah / Bahimiyah: nafsu hewan / binatang (lokasinya perut ke bawah: makan, minum, seks). (2) ‎Nafsu Syaithoniyah: nafsu setan, seperti membujuk orang, menipu, dan lainnya. (3) ‎Nafsu Syabuiyah: nafsu serakah, nafsu ingin memakan teman, mengambil semua milik orang lain, dan lainnya. (4) ‎Nafsu Malakiyah / Robbaniyah: Nafsu malaikat, yaitu selalu taat pada Allah Swt. Puasa sebagai kopling, wajib menyeimbangkan keempat nafsu tersebut. Kapa menginjak rem, dan kapan memegang kopling, serta menekan gas.

 

Imam Ghazali dalam Ihya juga berpandangan nafsu mempunyai kecenderungan melampaui batas jika tidak dididik. Di sini, puasa berperan sebagai kopling, yaitu sebuah alat pemutus dan penghubung daya. Ketika kita menginjak pedal kopling (berpuasa), hakikatnya kita sedang memutus sementara arus energi biologis (makan, minum, seks) agar kita dapat menjalankan “perpindahan gigi” menuju level spiritual yang lebih tinggi. Begitu!

 

Self-Regulation dan Kekuatan Kehendak

Fenomena puasa secara akademis kompatibel selaras dengan teori self-regulation atau regulasi diri perspektif Roy Baumeister dalam buku Self-Regulation and Self-Control: Selected works of Roy F. Baumeister (2018). Baumeister memiliki pandangan pertama, bahwa willpower (kemauan) bekerja laiknya sebuah otot yang perlu dilatih. Kedua, dekopling biologis, yaitu ketika berpuasa, seorang muslim menjalankan interupsi pada impuls otomatis otak. Ketiga, transmisi energi, yaitu lewat aktivitas menahan diri, energi yang biasanya usai dalam proses pencernaan dan pemuasan insting dialihkan dalam bentuk ketajaman kognitif dan empati sosial.

 

Nah, dalam konteks inilah perlu analogi kopling yang sangat kompatibel. Manusia tak bisa memindahkan gigi dari “gigi duniawi” menuju ke “gigi ukhrawi” tanpa kegiatan menginjak kopling (menahan diri). Sek-sek, iki apa to urusane karo gigi. Artinya begini, tanpa puasa, perpindahan fokus hidup terasa kasar, berisik, dan merusak mesin jiwa. Begitu!

 

Menuju Destinasi Takwa

Destinasi atau tujuan puasa adalah takwa kepada Allah Swt. Ketakwaan, sebuah substansi bertakwa karo Sing Gawe Urip. Harapannnya begini, orang berpuasa sampai tujuan dengan selamat. Secara eksplisit, dalam Al-Quran menyebut destinasi puasa atau aktivitas pemasangan kopling ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu agar umat Islam bertakwa.

 

Takwa dalam konteks ini tentu bermakna sebuah kemampuan mengendalikan kemudi secara sadar (mindfulness), bukan tak sadar. Orang yang bertakwa merupakan pengemudi yang tahu kapan harus menginjak gas (beramal saleh) dan reti wayahe harus menginjak rem serta kopling (menahan maksiat) yang sangat menggoda sepanjang kehidupan manusia.

 

Untuk menuju destinasi takwa tersebut, tentu mesin sebuah kendaraan, ibaratnya, harus sehat ora rewel terus. Sebuah mobil/sepeda motor yang dipaksa melaju kencang (gas pol dan rem pol) tanpa pernah menginjak kopling untuk pindah gigi akan mengalami overheat. Isa-isa mbledos mesine. Begitu pula manusia yang terus menerus memanjakan nafsunya akan mengalami spiritual burnout alias kelelahan spiritual.

 

Dalam konteks ini, puasa memberikan jeda atau waktu bagi “mesin” tubuh menusia untuk mengalami proses detoksifikasi biologis dan “mesin” rohani menjalani sebuah proses sinkronisasi ulang. Buku Man’s Search for Meaning (1985) oleh Viktor Frankl memeparkan kebebasan manusia terletak pada celah antara stimulus atau lapar/nafsu dan respon alias tindakan. Di sini, puasa Ramadan tentunya memperlebar celah itu, yaitu memberi kita ruang untuk memilih respon yang paling mulia.

 

Dalam bahasa saya, puasa sebagai kopling ibadah berarti sebuah teknologi langit yang diberikan Allah Swt kepada manusia untuk memastikan bahwa nafsu tak mengendalikan pengemudi, mengendalikan manusia, namun harusnya pengemudilah yang mengendalikan nafsu tersebut.

 

Ketika manusia (umat Islam) bisa menguasai teknik bermain kopling lewat ibadah puasa Ramadan, maka seorang hamba bisa berpindah dari kecepatan rendah yang sekadar memikirkan perut, menuju kecepatan tinggi dalam pengabdian kepada Allah Swt. Begitu!

 

Ada pandangan lain?

 

–Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harapkan Ketua IPPNU Terpilih Istiqomah Kawal Pimpinan di Bawah

    Munajat Ketua IPPNU: Semoga yang Terpilih Bisa Istiqomah Kawal Pimpinan di Bawah

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Pati Periode 2019-2023 akhirnya memasuki masa purna. Ketua IPPNU Melisa Yusrina mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus atas pengabdiannya selama satu periode. “Saya juga minta maaf kepada seluruh pelajar NU se-Kabupaten Pati jika ada kekurangan selama kepemimpinan kami,” katanya, di sela-sela Konferensi PC […]

  • PCNU Pati Lantik Pengurus KBIH ZAM-ZAM NU

    PCNU Pati Lantik Pengurus KBIH ZAM-ZAM NU

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 619
    • 0Komentar

    Berdasarkan  hasil keputusan KBIH Zam-Zam NU Pati Pada 16 Oktober 2015 bertempat di Gemilang Resto Juwana yang telah menetapkan ketua terpilih mengantikan ketua lama yaitu H. Sa’dullah dengan menyusun Pengurus KBIH Zam-Zam NU yang baru Periode II Tahun 2015-2019, maka terpilihlah H. Mustamaji sebagai Ketua yang baru.             “Harapan saya ketua yang baru ini akan […]

  • Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang NU Kabupaten mengajak Nahdliyin untuk melaksanakan doa bersama. Ajakan ini terlebih disampaikan kepada para pengurus MWC.Diharapkan, pemangku NU di tingkat kecamatan tersebut bisa menjadi corong kepada warga. Flyer ajakan doa bersama PCNU Pati.  “Ini merupakan usaha bathin yang kita lakukan.” Tanggap K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU. Pengurus Cabang telah menentukan doa yang harus […]

  • Lazisnu Kecamatan Gunungwungkal Dilantik

    Lazisnu Kecamatan Gunungwungkal Dilantik

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL – Ada yang berbeda pada peringatan Harlah NU ke 94 yang diadakan oleh Pengurus MWC NU Kecamatan Gunungwungkal, Selasa, 4 Februari 2020. Seusai resepsi tasyakuran, dilangsungkan pelantikan pengurus NUCARE-LAZISNU Kecamatan Gunungwungkal periode 2019-2024. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, sekaligus digelar pelatihan Koin NU yang difasilitasi oleh pengurus LAZISNU Cabang Pati. Rois Syuriah MWC […]

  • NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Pleno I dengan tema “Meneguhkan Khidmat Jam’iyyah untuk Ummat”. Kegiatan itu bertempat di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Rapat pleno ini dihadiri oleh pengurus PCNU Pati, ketua dan sekretaris Lembaga serta Badan Otonom (Banom), hingga para ketua Majelis Wakil Cabang (MWC). Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    NU Temanggung Targetkan Kepengurusan Hingga Tingkat Dusun di 289 Ranting

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.464
    • 0Komentar

    Temanggung – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Temanggung menargetkan pendirian kepengurusan hingga tingkat anak ranting di seluruh dusun se-kabupaten. Target ambisius ini disampaikan Rais Suriah PC NU KH Muhammad Furqan Mazhur dalam Apel 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100. Sabtu Pagi (31/01/2026). “NU Temanggung sudah berdiri di 20 MWC dan 289 ranting. Program […]

expand_less