Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Kopling Ibadah

Puasa dan Kopling Ibadah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • visibility 10.218
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.

 

Pada konteks ini, puasa hadir tak sebatas untuk aktivitas menahan lapar, melainkan sebagai “kopling” dalam sistem transmisi ibadah. Artinya, puasa ibarat metafora manusia dalam menyetir nafsu yang bisa belok kanan, belok kiri, lurus, bahkan tabrakan dengan siapa saja yang tidak diinginkan.

 

Mesin dan Puasa sebagai Kopling

Mesin kendaraan, secara mekanis memang menghasilkan torsi (momen gaya) yang harus disalurkan ke roda melalui sistem transmisi. Ketika mesin terus terkoneksi tanpa jeda, mobil tentunya akan meluncur tanpa kendali atau justru mati mendadak saat menghadapi hambatan. Wah bahaya tenan, Cah!

 

Dalam Al-Quran, istilah nafsu (al-nafs) berasal dari akar kata nafs – نَفْس, memiliki makna sangat luas. Secara bahasa, berarti jiwa, diri, nyawa, atau hakikat manusia. Dalam Kamus Al-Ma’any, kata Nafsu/Nafs berarti jiwa, ruh, batin, spirit, diri, pribadi, esensi, zat, alami. Nafsu dalam psikologi Islam, merupakan motor penggerak.

 

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, pada Rubu’ ke-3 yang berjudul Rubu’ al-Muhlikat (seperempat tentang hal-hal membinasakan), tepatnya pada Bab Aja’ib al-Qalb (keajaiban hati), manusia diciptakan Allah memiliki empat jenis nafsu: (1) ‎Nafsu Hayawaniyah / Bahimiyah: nafsu hewan / binatang (lokasinya perut ke bawah: makan, minum, seks). (2) ‎Nafsu Syaithoniyah: nafsu setan, seperti membujuk orang, menipu, dan lainnya. (3) ‎Nafsu Syabuiyah: nafsu serakah, nafsu ingin memakan teman, mengambil semua milik orang lain, dan lainnya. (4) ‎Nafsu Malakiyah / Robbaniyah: Nafsu malaikat, yaitu selalu taat pada Allah Swt. Puasa sebagai kopling, wajib menyeimbangkan keempat nafsu tersebut. Kapa menginjak rem, dan kapan memegang kopling, serta menekan gas.

 

Imam Ghazali dalam Ihya juga berpandangan nafsu mempunyai kecenderungan melampaui batas jika tidak dididik. Di sini, puasa berperan sebagai kopling, yaitu sebuah alat pemutus dan penghubung daya. Ketika kita menginjak pedal kopling (berpuasa), hakikatnya kita sedang memutus sementara arus energi biologis (makan, minum, seks) agar kita dapat menjalankan “perpindahan gigi” menuju level spiritual yang lebih tinggi. Begitu!

 

Self-Regulation dan Kekuatan Kehendak

Fenomena puasa secara akademis kompatibel selaras dengan teori self-regulation atau regulasi diri perspektif Roy Baumeister dalam buku Self-Regulation and Self-Control: Selected works of Roy F. Baumeister (2018). Baumeister memiliki pandangan pertama, bahwa willpower (kemauan) bekerja laiknya sebuah otot yang perlu dilatih. Kedua, dekopling biologis, yaitu ketika berpuasa, seorang muslim menjalankan interupsi pada impuls otomatis otak. Ketiga, transmisi energi, yaitu lewat aktivitas menahan diri, energi yang biasanya usai dalam proses pencernaan dan pemuasan insting dialihkan dalam bentuk ketajaman kognitif dan empati sosial.

 

Nah, dalam konteks inilah perlu analogi kopling yang sangat kompatibel. Manusia tak bisa memindahkan gigi dari “gigi duniawi” menuju ke “gigi ukhrawi” tanpa kegiatan menginjak kopling (menahan diri). Sek-sek, iki apa to urusane karo gigi. Artinya begini, tanpa puasa, perpindahan fokus hidup terasa kasar, berisik, dan merusak mesin jiwa. Begitu!

 

Menuju Destinasi Takwa

Destinasi atau tujuan puasa adalah takwa kepada Allah Swt. Ketakwaan, sebuah substansi bertakwa karo Sing Gawe Urip. Harapannnya begini, orang berpuasa sampai tujuan dengan selamat. Secara eksplisit, dalam Al-Quran menyebut destinasi puasa atau aktivitas pemasangan kopling ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu agar umat Islam bertakwa.

 

Takwa dalam konteks ini tentu bermakna sebuah kemampuan mengendalikan kemudi secara sadar (mindfulness), bukan tak sadar. Orang yang bertakwa merupakan pengemudi yang tahu kapan harus menginjak gas (beramal saleh) dan reti wayahe harus menginjak rem serta kopling (menahan maksiat) yang sangat menggoda sepanjang kehidupan manusia.

 

Untuk menuju destinasi takwa tersebut, tentu mesin sebuah kendaraan, ibaratnya, harus sehat ora rewel terus. Sebuah mobil/sepeda motor yang dipaksa melaju kencang (gas pol dan rem pol) tanpa pernah menginjak kopling untuk pindah gigi akan mengalami overheat. Isa-isa mbledos mesine. Begitu pula manusia yang terus menerus memanjakan nafsunya akan mengalami spiritual burnout alias kelelahan spiritual.

 

Dalam konteks ini, puasa memberikan jeda atau waktu bagi “mesin” tubuh menusia untuk mengalami proses detoksifikasi biologis dan “mesin” rohani menjalani sebuah proses sinkronisasi ulang. Buku Man’s Search for Meaning (1985) oleh Viktor Frankl memeparkan kebebasan manusia terletak pada celah antara stimulus atau lapar/nafsu dan respon alias tindakan. Di sini, puasa Ramadan tentunya memperlebar celah itu, yaitu memberi kita ruang untuk memilih respon yang paling mulia.

 

Dalam bahasa saya, puasa sebagai kopling ibadah berarti sebuah teknologi langit yang diberikan Allah Swt kepada manusia untuk memastikan bahwa nafsu tak mengendalikan pengemudi, mengendalikan manusia, namun harusnya pengemudilah yang mengendalikan nafsu tersebut.

 

Ketika manusia (umat Islam) bisa menguasai teknik bermain kopling lewat ibadah puasa Ramadan, maka seorang hamba bisa berpindah dari kecepatan rendah yang sekadar memikirkan perut, menuju kecepatan tinggi dalam pengabdian kepada Allah Swt. Begitu!

 

Ada pandangan lain?

 

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    SMP Islam Juwana Salurkan Sembako kepada Warga Terdampak Banjir

    • calendar_month Kam, 5 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    JUWANA – SMP Islam Juwana melalui program “Peduli Bencana” menyalurkan bantuan berupa sembako kepada warga terdampak musibah banjir pada Rabu (4/1/2023). Guru SMP Islam Juwana bersama siswa menyalurkan bantuan sembako ke sejumlah desa di Kecamatan Juwana. Di antaranya, ke Desa Desa Doropayung, Bumirejo, Tluwah, Kedungpancing dan Desa Gadingrejo. “Mudah-mudahan melalui program ini dapat bermanfaat untuk […]

  • Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    Jamaah dan Jam’iyyah Harus Sinergi

    • calendar_month Sen, 8 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Pati, Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati memaparkan secara garis besar tentang program program selama lima tahun mendatang pada Ahad (7/7/2019) dalam musyawarah kerja cabang. Ketua PCNU Pati Yusuf Hasyim mengemukakan bahwa jamaah dan jam’iyyah dalam NU harus bersinergi.”Kenapa Jamaah jamaah kita diajak bergerak kok susah, ketika kita bertanya kepada jamaah, lha pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Ratusan Santri Pati Ziarah di Makam Gus Hasyim

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati melaksanakan apel sekaligus berziarah di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, Selasa (22/10/2024) sore. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024. Satusan santri mengikuti kegiatan ini dengan khidmat. Kegiatan apel sekaligus ziarah dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati Pati Sujarwanto Dwiatmoko. Usai apel, rombongan […]

  • PCNU-PATI

    Peringatan Hari Santri Nasional

    • calendar_month Sel, 28 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 533
    • 0Komentar

    Oleh : Arbangatun Desi Maesaroh Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Lantas tahun 2023 perayaan Hari Santri ke berapa? Dilamsir dari laman resmi Kementerian Agama RI, Peringatan Hari Santri Nasional pertama kali ditetapkan melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari santri. Berdasarkan keputusan tersebut ditetapkan bahwa tanggal 22 oktober ditetapkan […]

  • PCNU-PATI

    Lekas PC IPNU IPPNU Pati bakal Pasok 500 Cup Kopi Gratis dalam Peringatan Harlah

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Lembaga Ekonomi dan Kwirausahaan (Lekas) PC IPNU IPPNU Pati akan memberikan kopi gratis pada puncak Harlah IPNU ke-69 dan IPPNU ke-68 yang digelar di halaman Kantor PCNU setempat, Rabu (8/3/2023). Direktur Lekas PC IPNU Pati Muhammad Azka mengatakan, pihaknya akan menyediakan ratusan cup kopi gratis kepada para jamaah dan kader yang menghadiri […]

  • header-mozaik-kyai-sahal-tirto_ratio-16x9-jpg-2

    Kiai Sahal Mahfudh; Sosok Organisitatoris dan Produktif dalam Berkarya

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

      KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Beliau merupakan anak ketiga dari enam bersaudara  dari pasangan KH. Mahfudh Salam (w. 1944) dan Nyai Hj. Badi’ah (w.1945). Kiai Sahal lahir di Desa Kajen  Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah pada 17 Desember 1937. Sebuah desa yang […]

expand_less