Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Satu Banding Dua

Satu Banding Dua

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
  • visibility 423
  • comment 0 komentar

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Dalam kajian ushul fiqh ada bab naskh (revisi atau amandemen hukum). Naskh adalah menghilangkan hukum lama dengan hukum baru dengan dasar dalil. Naskh hanya ada pada era Nabi. Pasca Nabi tidak lagi ada naskh, namun jika hukum tidak berlaku itu karena konteks yang belum mendukung. Sebab naskh ini adalah karena hukum Islam hadir untuk mewujudkan kemaslahatan substansial. Kemaslahatan yang berdasarkan kebiasaan dan interaksi sosial ekonomi selalu berubah sehingga hukum Islam harus menyesuaikan diri secara tepat.

Salah satu contohnya adalah kualitas umat Islam dengan nonmuslim pada ayat pertama adalah satu banding sepuluh. Kemudian diubah menjadi satu banding dua karena melihat ada penurunan kualitas (dla’f). Hal ini dijelaskan dalam Q.S. Al-Anfaal 65-66:

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantara kamu niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) diantaramu, maka mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS. 8:65)

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui padamu bahwa ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. 8:66)

Kualitas Menjadi Prioritas

Contoh di atas menunjukkan bahwa kualitas umat Islam harus di atas nonmuslim. Standar minimal adalah satu banding dua. Jika bisa mencapai kualitas tinggi, yaitu satu banding sepuluh, tentu lebih baik. Namun kualitas satu banding dua tidak boleh ditawar-tawar lagi.

Sifat yang digambarkan dalam al-Qur’an di atas adalah dla’f (lemah). Prof. M. Quraish Shihab menjelaskan makna dla’f adalah kelemahan pada aspek spiritual, keimanan, dan sifat-sifat terpuji, seperti ketepatan pendapat, ketabahan, keberanian dan lainnya yang mengantarkan kepada kemenangan.

Kelemahan di sini bukan pada kelengkapan dan jumlah personel umat Islam. Satu banding sepuluh digambarkan dengan potret umat Islam sedikit yang terlatih baik, bermental baja, serta menguasai medan dan siasat perang sehingga mampu mengalahkan kelompok musuh yang besar. Sedangkan satu banding dua digambarkan ketika ada hal-hal yang melemahkan mental umat Islam. Jadi ini sifatnya dispensasi (Shihab, 2021:4:599-601).

Meskipun satu banding dua, tapi tetap saja, kualitas umat Islam harus lebih baik dari nonmuslim sehingga ketika terjadi kompetisi atau agresi, umat Islam tampil sebagai pemenang (winner).
Nabi Muhammad memotivasi umat Islam untuk menjadi orang yang kuat dalam sabdanya: orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari mukmin yang lemah. Namun semuanya baik. Proaktiflah melakukan sesuatu yang membawa manfaat kepada kamu, mohonlah pertolongan Allah dan jangan lemah (H.R. Muslim).

Imam Ali Ash-Shabuni menjelaskan kata kuat dalam hadis di atas mencakup semua aspek, seperti fisik, mental, ilmu, dan iman. Orang mukmin yang kuat imannya, akidahnya, ilmunya dan fisiknya lebih baik dari mukmin yang lemah (Ash-Shabuni, 1970:41).

Dalam konteks sekarang, kekuatan dilihat dari semua aspek, khususnya ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, dan politik internasional. Orang mukmin yang kaya dan berilmu mampu memberikan manfaat yang besar kepada orang lain dalam skala luas dari orang mukmin yang miskin dan bodoh.

Hal ini sesuai kaidah ‘al-muta’addi afdlalu minal qashir’, orang yang manfaatnya untuk orang lain lebih utama dari orang yang manfaatnya terbatas pada dirinya sendiri. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain.

Penjelasan ini mendorong umat Islam untuk memprioritaskan kualitas dari sekedar kuantitas. Kuantitas yang tidak diimbangi dengan kualitas tidak banyak bermanfaat bagi kehidupan. Kuantitas yang diimbangi dengan kualitas akan menjadi kekuatan besar yang efektif dalam menggerakkan transformasi sosial. Peran besar umat Islam bergantung kepada kualitas yang dimilikinya. Jika kualitas umat Islam tinggi, maka pasti mampu menjadi aktor yang menghasilkan ilmu dan teknologi, membangkitkan perekonomian, dan menyatukan politik global.

Namun jika kualitasnya rendah, maka hanya menjadi bahan tertawaan pihak lain. Bukti adalah hujjah balighah (petunjuk empiris-obyektif) yang tidak terbantahkan dari sekedar retorika yang tidak berwibawa.

Umat Islam Indonesia

Dalam konteks ini, umat Islam Indonesia yang menjadi umat Islam terbesar dunia harus meningkatkan kualitasnya sehingga menjadi mampu menjadi umat dengan kualitas terbaik yang mampu menggerakkan transformasi kehidupan sosial yang adil dan bertabat.

Transformasi sosial umat Islam harus bertumpu kepada tujuan umum syariah Islam (maqashid al-syari’ah) yang jumlahnya lima: menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan. Maka kualitas umat Islam harus terdepan dalam bidang spiritualitas, kesehatan, militer, pendidikan, media, ekonomi dan pembentukan keluarga yang berkualitas tinggi. Jika tidak, maka umat Islam hanya menjadi penonton pasif dalam bidang-bidang krusial di atas.

Jika ini menjadi kenyataan, maka cita-cita agung terwujudnya ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur’, Negara yang makmur dalam naungan ampunan Tuhan, hanya mimpi di siang bolong. Wallahu A’lam Bish Shawab.

*Peminat Kajian Keislaman

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎LP Ma’arif NU Jateng dan BRCC Gelar Pelatihan Mandarin Pra-Kerja, Siapkan 17 Peserta Masuk Perusahaan China

    ‎LP Ma’arif NU Jateng dan BRCC Gelar Pelatihan Mandarin Pra-Kerja, Siapkan 17 Peserta Masuk Perusahaan China

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.851
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG — LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan BRCC Indonesia menyelenggarakan Program Pelatihan Mandarin Pra-Kerja. Sebanyak 17 peserta terpilih mengikuti pelatihan yang berlangsung di Ponpes KH. Sholeh Darat, Ngaliyan, Kota Semarang, pada 6 Agustus – 11 September 2026. ‎ ‎Pembukaan kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di Aula Ponpes KH. Sholeh Darat. […]

  • Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    Tim KKN IAIN Kudus Beri Pelatihan Pembuatan Es Krim Sayuran

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Tiga mahasiswi IAIN Kudus sedang mensimulasikan pembuatan es krim sayuran di hadapan warga WEDARIJAKSA – Tim KKN IAIN Kudus di Kecamatan Wedarijaksa mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan es krim sayuran pada hari Sabtu, (2/10) di Balai Desa Jetak. Kegiatan yang bertajuk “Inovasi Pembuatan Ice Cream dari Sayuran,” tersebut diikuti oleh seluruh anggota PKK Desa Jetak.  Matsna […]

  • Pelantikan  MWCNU Margorejo

    Pelantikan MWCNU Margorejo

    • calendar_month Sab, 23 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Pati. Kepengurusan baru Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecematan Margorejo masa khidmad 2015-2020 mengemban tanggung jawab yang besar. Karena di MWCNU ini akan berdiri lembaga pendidikan dan Perguruan tinggi. Pelantikan tersebut bertempat di  Ponpes Al-Akrom Pati Banyuurip Margorejo Pati (06/03)             Hal itu di ungkapkan oleh ketua NU Pati Drs. H. Ali Munfaat, saat […]

  • Gandeng Gusdurian Prawoto, LPBINU Salurkan Ratusan Paket Sembako Kepada Warga

    Gandeng Gusdurian Prawoto, LPBINU Salurkan Ratusan Paket Sembako Kepada Warga

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 720
    • 0Komentar

    SUKOLILO – Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76, LPBI NU Kabupaten Pati bekerja sama dengan Komunitas GUSDURIAN Peduli Posko Prawoto menyerahkan ratusan paket sembako dan bantuan kesehatan kepada warga yang membutuhkan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari program-program bantuan sebelumnya bagi masyarakat yang terdampak covid-19. Imam Rifai selaku ketua LPBI NU Kabupaten Pati, bahwa penyerahan bantuan ini […]

  • Fatayat NU Jateng Gelar Diklat di Brimob Simangon

    Fatayat NU Jateng Gelar Diklat di Brimob Simangon

    • calendar_month Jum, 19 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Puluhan kader Fatayat NU dari masing-masing kabupaten di Jawa tengah mengikuti Diklat Terpadu I Garfa di Semarang, 19 sampai 21 Nopember 2021 SEMARANG –  Sayap Pemudi NU, Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah kembali membuat gebrakan. Diawali Jumat (19/11) pagi tadi, para pemudi tangguh tersebut telah memadati halaman Brimob Simangon Semarang.  Mereka berasal dari utusan […]

  • MTs Al Fattah Feat PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    MTs Al Fattah Feat PC IPNU-IPPNU Adakan Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Sel, 5 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Suasana sesi pelatihan jurnalistik di MTs. Al Fattah Juwana JUWANA – MTs Al Fattah Juwana menggelar pelatihan jurnalistik pada Senin-Selasa (4-5/10). Kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kemampuan literasi para santri. Sejumlah materi yang disampaikan dalam pelatihan ini, diantaranya, dasar-dasar jurnalistik, teknik menulis yang baik dan jenis-jenis karya tulis. Selain itu juga diberikan kesempatan untuk praktek […]

expand_less