Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » KARAKTER UNGGUL BANGSA

KARAKTER UNGGUL BANGSA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
  • visibility 202
  • comment 0 komentar

Studi Gebrakan Pati
Oleh: Jamal Ma’mur Asmani

Kesuksesan seseorang menurut sebuah penelitian adalah 80 persen ditentukan oleh kecerdasan emosi. Sedangkan kecerdasan intelektual hanya menyumbangkan maksimal 20 persen. Maka, dalam kehidupan sehari-hari kita banyak jumpai orang-orang sukses di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang nilainya di biasa, bahkan di bawah standar ketika masih menjadi murid di sekolah. Namun, karena mereka mempunyai tekat kuat, semangat tinggi, keyakinan bulat, kepercayaan diri yang teguh, selalu optimis, kreatif, berani, dan selalu belajar dari seluruh proses kehidupan yang berlangsung, maka mereka tampil sebagai pemenang (winner) dalam pertarungan hidup yang sangat kompetitif. Mereka yang ketika sekolah mendapat nilai A, namun tidak mempunyai keberanian melangkah, nyaman di zonanya, akhirnya hanya sebagai pekerja yang tidak mampu meninggalkan legacy besar yang bermanfaat bagi eksistensi bangsa di masa depan.

Saat menulis opini ini, kita sedang melihat pertarungan hebat Iran versus Israel. Iran, Negara Islam yang lama diembargo persenjataan oleh dunia, khususnya Amerika dan sekutunya, namun Iran tidak pernah menyerah. Iran kreatif mengembangkan potensi yang ada di negaranya, sehingga mampu mengimbangi kekuatan Negara digdaya dalam teknologi persenjataan global. Ini adalah salah satu contoh bahwa dalam kondisi sesulit apapun, selalu ada kekuatan dahsyat yang bisa dikembangkan jika seseorang mempunyai karakter unggul.

Maka, sudah saatnya bangsa ini tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tapi juga membangun kecerdasan emosional yang starting pointnya adalah pembentukan karakter unggul anak didik. Keseimbangan kecerdasan intelektual dan emosional menjadikan seseorang melesat potensinya dengan kemampuan melakukan terobosan-terobosan pemikiran dan keberanian melakukan eksperimentasi di lapangan sehingga akan lahir karya-karya baru yang monumental yang menggoncangkan dunia.

Karakter adalah kepribadian yang dipahat, digoreskan, dan ditanamkan dengan sangat kuat kepada jiwa anak didik sehingga menjadi sifat distingtif yang menghiasi perilaku kesehariannya dan menjadi bekal dan perisai dirinya dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Karakter ini tidak akan luntur karena sudah tertanam kuat dalam jiwa.

Tentu yang menjadi tugas agung bangsa ini adalah internalisasi karakter unggul kepada generasi penerus yang akan memegang estafet pemikiran dan kepemimpinan bangsa di masa mendatang.
Karakter unggul sangat banyak.

Dalam tulisan ini hanya dieksplorasi tiga saja.

Pertama, religius, berbasis keagamaan. Anak harus sejak dini dikenalkan Tuhannya, Sifat-Sifat Tuhannya, dan kewajiban seorang hamba kepada Tuhannya. Karakter religius ini sangat esensial bagi anak supaya mereka mempunyai visi dan misi hidup yang diperjuangkan sepanjang hayat. Dalam Islam, karakter religius ini ditanamkan kepada anak didik bahwa Allah adalah Tuhannya, Penciptanya, dan manusia adalah hamba Allah dan khalifahNya. Hamba Allah wajib menyembah Allah dan sebagai khalifahNya wajib meramaikan bumi dengan program-program yang positif-produktif dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan politik kebangsaan.

Kedua, altruis, berbasis kepedulian sosial. Anak sejak dini ditanamkan kecintaan kepada sesama, peduli kepada sesama, dan bekerjasama dalam kebaikan dan ketakwaan bersama-sama. Karakter altruis ini akan membentuk karakter nasionalis karena anak akan berinteraksi positif kepada sesama, senang membantu sesama, dan akhirnya berkolaborasi untuk memajukan bangsa sesuai potensi yang dimilikinya.

Ketiga, akademis, berbasis ilmu pengetahuan. Anak ditanamkan cinta ilmu sebagai kunci membangun peradaban kemanusiaan dan memenangkan persaingan global yang sangat kompetitif. Negara maju menitikberatkan kemajuannya pada aktivitas research and development (penelitian dan pengembangan) tanpa henti sehingga lahir inovasi demi inovasi dalam berbagai bidang kehidupan.

Keluarga menjadi ujung tombak pendidikan karakter ini. Sebagian besar waktu anak didik ada dalam kendali dan pengawasan keluarga. Jika mereka di lembaga pendidikan formal, maka pengawasan di bawah kendali sekolah dengan jam belajar yang ketat dan disiplin. Namun, jika sudah kembali ke pangkuan keluarga, maka keluargalah penanggungjawab utama pendidikan karakter anak. Anak-anak hebat lahir dari kedisiplinan orangtua dalam mendidik anak dalam aspek religius, altruis, dan akademis. Jika orangtua permissif, membiarkan anaknya melakukan aktivitas tanpa perencanaan dan tujuan yang jelas, maka kebanyakan anak akan terjerumus dalam pergaulan bebas yang sangat membahayakan masa depan mereka. Aktivitas mereka tidak pada aspek religius, altruis, dan akademis, tapi justru berkisar pada game, nongkrong di warung, dan banyak yang terlibat dalam peredaran narkoba, miras, kekerasan, dan tindak kriminal. Na’udzu billah min dzalik.

Bagaimana realitas sekarang ? kita bisa melihat kondisi keluarga kita, tetangga kita, masyarakat kita, dan kampung kita. Gambaran umumnya adalah kesibukan orangtua bekerja di luar rumah menjadikannya tidak mempunyai waktu untuk mendidik anak. Akhirnya anak memanfaatkan waktu luang di rumah untuk bergaul dengan temannya pada aktivitas yang jauh dari karakter religius, altruis, dan akademis.

Maka, revitalisasi pendidikan karakter keluarga harus segera dimulai. Jika tidak, kita tidak bisa membayangkan bagaimana generasi penerus bangsa ini di masa depan ? bangsa ini semakin mundur karena sulitnya mencari generasi penerus yang kuat karakternya. Bangsa ini tidak berwibawa di hadapan bangsa lain karena korupsinya, narkobanya, mirasnya, dan pergaulan bebasnya yang jauh dari norma agama dan budaya luhur bangsa. Tentu realitas minor ini harus kita antisipasi dengan langkah-langkah kongkrit mulai sekarang, dari diri sendiri, dan dari hal kecil dalam lingkungan keluarga kita masing-masing yang dilakukan secara konsisten sehingga menghasilkan perubahan besar di masa depan dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dunia dan umat manusia.

Gebrakan Bupati Pati

Bapak Bupati Pati dalam surat edaran nomor 400.2.1/5 Tahun 2025 tentang penguatan karakter anak melalui pembiasaan di lingkungan keluarga dan masyarakat membuat langkah terobosan yang positif. Dalam surat edaran ini, Bapak Bupati Pati memberlakukan jam belajar anak di rumah dimulai pukul 19.00 WIB sampai 21.00 WIB. Kemudian mulai jam 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB diberlakukan jam malam.

Dalam surat edaran ini, Bapak Bupati Pati memerintahkan orangtua untuk mengurangi penggunaan handphone anak dan tidak memberikan beban pekerjaan kepada mereka. Kegiatan keagamaan, seperti pengajian, sekolah minggu, atau diskusi kebajikan yang mengajarkan nilai religius dan moralitas didorong. Organisasi kepemukaan digiatkan untuk menguatkan aspek kemandirian dan nasionalisme.

Gebrakan Bupati Pati yang positif-visioner ini harus disambut antusis orangtua dalam rangka menyongsong masa depan bangsa di masa depan dengan lahirnya kader-kader penerus yang unggul di berbagai bidang kehidupan.

Dalam perspektif agama, mematuhi perintah Negara dalam hukum yang sifatnya wajib, sunnah dan mubah yang ada kemaslahatan umum, hukumnya wajib. Dalam konteks ini, perintah Bupati Pati ada dalam ranah hukum wajib, sunnah, dan mubah, yaitu belajar, mengadakan kegiatan keagamaan, dan pengurangan penggunaan handphone.

Maka, mari kepada semua orangtua di Kabupaten Pati untuk melaksanakan instruksi Bapak Bupati Pati ini dalam rangka berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) demi masa depan agama, bangsa dan umat manusia yang rahmatan lil-‘alamin.

*Praktisi Pendidikan Kampung

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sepanjang Tahun 2022 LAZISNU se-Pati Kelola Dana ZIS Mencapai Rp15,6 Miliar

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Selama tahun 2022, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah, Nahdlatul Ulama (LAZISNU) se-Kabupaten Pati, telah mengelola dana sebesar Rp15,6 miliar.  Adapun dana itu terdiri atas Rp. 2,087,913,520 dana Zakat, Rp. 742,254,261 penerimaan dana Infak non Koin, Rp. 5,180,900,204 dana Koin NU, dan Rp. 7,603,488,020 yang bersumber dari dana lainnya.  Jika dibandingkan tahun […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Bulan Tata-tata

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Iki arep ning omahe mbahe, awakmu wes tata-tata durung, Nduk? Ya, saya ingat almarhum mertua saya ketika tanya kepada istriku. “Ini mau pergi ke rumah si mbah, kamu sudah siap-siap belum, Nduk?” Ya, begitu artinya. Kata “tata” sesuai KBBI (2024) berarti aturan, hukum, kaidah, susunan, cara menyusun, sistem. Kalau dalam bahasa Jawa, […]

  • Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok […]

  • Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    Nanti Malam, Pengurus NU Ajak Doa Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang NU Kabupaten mengajak Nahdliyin untuk melaksanakan doa bersama. Ajakan ini terlebih disampaikan kepada para pengurus MWC.Diharapkan, pemangku NU di tingkat kecamatan tersebut bisa menjadi corong kepada warga. Flyer ajakan doa bersama PCNU Pati.  “Ini merupakan usaha bathin yang kita lakukan.” Tanggap K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU. Pengurus Cabang telah menentukan doa yang harus […]

  • PCNU-PATI

    NU Ranting Cebolek Kidul adakan Lailatul Ijtima’

    • calendar_month Kam, 13 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Margoyoso. Bertempat di Masjid An Nur Desa Cebolek NU Ranting Cebolek mengadakan kegiatan Lailatul Ijtima’ dengan menghadirkan KH. M. Liwauddin Najib, M.Pd, ketua RMI Cabang Pati, Rabu 12/10 KH M. Liwauddin menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Baginda Nabi SAW sebagai bentuk mahabbah kepada Beliau.Dan sebagian mahabbah pada Baginda Nabi SAW adalah mengikuti sunnahnya. Lanjutnya KH. M. […]

  • PCNU - PATI Photo by Tanaphong Toochinda

    Anak Tantrum

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya. Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya […]

expand_less