Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Awali Puasa dengan Puasa

Awali Puasa dengan Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 352
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan basmalah. Namun dalam konteks puasa Ramadan, saya menyebut berpuasa Ramadan perlu diawali dengan puasa.

 

Kabeh wong reti, bulan Ramadan penuh berkah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025, begitu pula dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Semua sepakat 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Hakikatnya, ruasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Lebih dari itu, puasa adalah kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Ramadan telah tiba, mari kita gunakan waktu yang ada untuk merenungi diri, introspeksi atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon ampunan kepada Allah atas segala khilaf dan dosa yang mungkin pernah kita perbuat. Selain itu, kita juga perlu membersihkan hati dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

 

Awali Puasa dengan Puasa

Puasa Ramadan sebagai ibadah yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, hakikatnya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana penyucian diri, baik lahir maupun batin. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah konsep mendalam: mengawali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu. Ngono! Artinya, sebelum Ramadan tiba, kita sudah mulai menyiapkan diri dengan berbagai bentuk puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

 

Pertama, persiapan lahir dan batin. Puasa yang sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan segala bentuk hawa nafsu dan perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, persiapan menjelang Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

 

Secara fisik, tubuh perlu dibiasakan untuk berpuasa agar tidak terkejut ketika memasuki bulan Ramadan. Puasa sunah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (pertengahan bulan Hijriyah), dan puasa Sya’ban, menjadi latihan yang baik sebelum Ramadan tiba. Selain melatih tubuh agar terbiasa, puasa sunah juga menjadi ladang pahala yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Sementara itu, persiapan batin lebih dari sekadar niat. Hati harus dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Kita harus menahan diri dari perkataan yang menyakiti, menahan amarah, dan memperbanyak zikir serta doa. Membersihkan diri secara spiritual ini adalah bagian dari puasa sebelum puasa, karena sejatinya, ibadah Ramadan tidak akan sempurna jika hati masih terkotori oleh kebencian dan kedengkian.

 

Kedua, menahan puasa yang sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering beranggapan bahwa puasa hanya berarti menahan makan dan minum. Padahal, puasa sejati lebih dari itu. Puasa sejati adalah kemampuan menahan diri dari segala hal yang bisa merusak ibadah dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

 

Menjelang Ramadan, kita bisa mulai berpuasa dari kebiasaan buruk. Misalnya, menahan diri dari bergunjing, menunda pekerjaan, atau bahkan dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengontrol diri dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

 

Ketiga, membersihkan diri sebelum Ramadan. Nah iki sing penting. Mengawali puasa dengan puasa juga berarti membersihkan diri dari dosa-dosa sebelumnya. Islam mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk itu. Namun, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan, kita perlu bertaubat dan meminta maaf kepada sesama sebelum bulan suci ini dimulai.

 

Salah satu cara untuk membersihkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan shalat sunah, seperti shalat taubat dan salat hajat. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf atas kesalahan, dan memberi maaf kepada orang lain akan membuat hati lebih tenang dan bersih dalam menyambut Ramadan.

 

Keempat, berpuasa sebelum berpuasa Ramadan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, bulan yang berada sebelum Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sering melakukan puasa di bulan Sya’ban. Puasa di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai persiapan menyambut Ramadan, puasa ini juga dapat melatih diri kita untuk lebih kuat menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa Ramadan.

 

Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi tentang bagaimana kita menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual yang hakiki. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadan 1446 H, marilah kita awali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu, baik itu puasa dalam arti fisik melalui puasa sunah, maupun puasa dalam arti batin dengan menahan diri dari segala keburukan dan membersihkan hati. Jika sudah terlanjur, ada kesempatan pada Ramadan 1447 H mendatang. Dengan begitu, kita dapat menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, siap untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

 

Jika tidak mau berpuasa sebelum puasa, la arep ngapa awakem leh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education (Scopus Q1), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Ferhat Deniz Fors

    Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 570
    • 0Komentar

    Oleh :  Muhammad Rofiq Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara […]

  • PCNU PATI. Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin Photo by Aaron Burden on Unsplash.

    Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam […]

  • MWC, Lembaga dan Banom Semprot Tempat Ibadah

    MWC, Lembaga dan Banom Semprot Tempat Ibadah

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Proses penyemprotan disinfektan di Musholla An Nahdloh, Karangdalem, Gembong  GEMBONG-Beberapa hari ini, MWCNU Kecamatan Gembong disibukkan dengan agenda baru. Dengan menggandeng semua lembaga dan Banom serta Kader Penggerak NU, pengurus MWC berupaya membantu mengupayakan dampak virus corona di tengah masyarakat. “Gembong masih zona hijau. Namun demikian tindakan antisipasi berupa edukasi dan pencegahan secara dhohir perlu […]

  • PCNU PATI - PCNU Warga Nahdliyin Punya Hak Fasilitas dari Pemerintah.

    PCNU: Warga Nahdliyin Punya Hak Fasilitas dari Pemerintah

    • calendar_month Sab, 28 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, Yusuf Hasyim mengungkapkan bahwa warga NU dinilai memiliki hak untuk mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Hal tersebut disampaikan dalam acara Halal Bihalal yang diadakan oleh PCNU Kabupaten Pati pada Selasa (24/5/2022) di lantai 3 Gedung PCNU setempat. Acara tersebut dihadiri oleh segenap pengurus PCNU, lembaga, Badan […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Puasa Bukan Bulan Kapital

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.161
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ibadah yang hanya dipandang kayak dodolan, dagang, untung-rugi, oleh ganjaran pira, kayaknya itu menjadi bentuk riil cara berpikir kita itu kapitalistik. Maksude pimen? Ya, simpelnya kita beribadah hanya mengejar keuntungan pahala saja, tanpa memastikan puasa kita itu sakjane ya agar kita bertakwa dan menuju Allah Swt.   Realitas lain, tiap […]

  • a couple of people walking down a dirty street

    Islam, Perang dan Perdamaian

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 11.114
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Perang di Timur Tengah sejak Ramadlan 1447 H. menyita perhatian publik, baik di dunia nyata maupun online. Perang terjadi secara offline dan digital. Isu agama mencuat tajam. Pihak Iran menyebut ini ada perang agama sehingga umat Islam dunia harus mendukung Iran. Sedangkan Amerika lewat Menteri Pertahanan menyatakan bahwa ini adalah perang […]

expand_less