Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Awali Puasa dengan Puasa

Awali Puasa dengan Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 439
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan basmalah. Namun dalam konteks puasa Ramadan, saya menyebut berpuasa Ramadan perlu diawali dengan puasa.

 

Kabeh wong reti, bulan Ramadan penuh berkah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025, begitu pula dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Semua sepakat 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Hakikatnya, ruasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Lebih dari itu, puasa adalah kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Ramadan telah tiba, mari kita gunakan waktu yang ada untuk merenungi diri, introspeksi atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon ampunan kepada Allah atas segala khilaf dan dosa yang mungkin pernah kita perbuat. Selain itu, kita juga perlu membersihkan hati dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

 

Awali Puasa dengan Puasa

Puasa Ramadan sebagai ibadah yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, hakikatnya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana penyucian diri, baik lahir maupun batin. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah konsep mendalam: mengawali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu. Ngono! Artinya, sebelum Ramadan tiba, kita sudah mulai menyiapkan diri dengan berbagai bentuk puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

 

Pertama, persiapan lahir dan batin. Puasa yang sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan segala bentuk hawa nafsu dan perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, persiapan menjelang Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

 

Secara fisik, tubuh perlu dibiasakan untuk berpuasa agar tidak terkejut ketika memasuki bulan Ramadan. Puasa sunah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (pertengahan bulan Hijriyah), dan puasa Sya’ban, menjadi latihan yang baik sebelum Ramadan tiba. Selain melatih tubuh agar terbiasa, puasa sunah juga menjadi ladang pahala yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Sementara itu, persiapan batin lebih dari sekadar niat. Hati harus dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Kita harus menahan diri dari perkataan yang menyakiti, menahan amarah, dan memperbanyak zikir serta doa. Membersihkan diri secara spiritual ini adalah bagian dari puasa sebelum puasa, karena sejatinya, ibadah Ramadan tidak akan sempurna jika hati masih terkotori oleh kebencian dan kedengkian.

 

Kedua, menahan puasa yang sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering beranggapan bahwa puasa hanya berarti menahan makan dan minum. Padahal, puasa sejati lebih dari itu. Puasa sejati adalah kemampuan menahan diri dari segala hal yang bisa merusak ibadah dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

 

Menjelang Ramadan, kita bisa mulai berpuasa dari kebiasaan buruk. Misalnya, menahan diri dari bergunjing, menunda pekerjaan, atau bahkan dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengontrol diri dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

 

Ketiga, membersihkan diri sebelum Ramadan. Nah iki sing penting. Mengawali puasa dengan puasa juga berarti membersihkan diri dari dosa-dosa sebelumnya. Islam mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk itu. Namun, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan, kita perlu bertaubat dan meminta maaf kepada sesama sebelum bulan suci ini dimulai.

 

Salah satu cara untuk membersihkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan shalat sunah, seperti shalat taubat dan salat hajat. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf atas kesalahan, dan memberi maaf kepada orang lain akan membuat hati lebih tenang dan bersih dalam menyambut Ramadan.

 

Keempat, berpuasa sebelum berpuasa Ramadan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, bulan yang berada sebelum Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sering melakukan puasa di bulan Sya’ban. Puasa di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai persiapan menyambut Ramadan, puasa ini juga dapat melatih diri kita untuk lebih kuat menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa Ramadan.

 

Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi tentang bagaimana kita menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual yang hakiki. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadan 1446 H, marilah kita awali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu, baik itu puasa dalam arti fisik melalui puasa sunah, maupun puasa dalam arti batin dengan menahan diri dari segala keburukan dan membersihkan hati. Jika sudah terlanjur, ada kesempatan pada Ramadan 1447 H mendatang. Dengan begitu, kita dapat menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, siap untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

 

Jika tidak mau berpuasa sebelum puasa, la arep ngapa awakem leh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education (Scopus Q1), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.277
    • 0Komentar

      Semarang, 15102026. LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Pearson Indonesia dalam program pendampingan Bahasa Inggris bagi guru-guru sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah. Program ini diikuti oleh 29 guru dari 26 sekolah dan madrasah. Kegiatan diawali dengan pelatihan tatap muka yang dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026 di […]

  • INDONESIA BUTUH NU

    INDONESIA BUTUH NU

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    NU merupakan satu organisasi sosial keagamaan yang—bisa dibilang—unik. Keunikan ini sebenarnya lahir dari berbagai aktivitas keorganisasian yang lebih bersifat kultural. Tradisionalisme yang melekat pada organisasi ini, merupakan satu bagian yang sering menjadi buah bibir khalayak. Secara struktural, organisasi NU telah cukup maju dalam penataan kepengurusannya. Hanya saja, esensi yang ‘duduk’ di dalamnya masih sarat dengan […]

  • KH. Imron Jamil Bakal Buka Ngaji Rutin al Hikam di Gembong

    KH. Imron Jamil Bakal Buka Ngaji Rutin al Hikam di Gembong

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.120
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Imron Jamil yang begitu populer dengan pengajian al Hikamnya, berencana akan membuka kajian rutin di Gembong. Lebih tepatnya, Ngaji Hikam tersebut bakal diselenggarakan setiap Sabtu Pahing di Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Dukuh Sentul, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pengasuh PPSA, Gus Faiz Aminuddin Shofwan mengorfimasi hal ini kepada pcnupati.or.id, Jumat (31/10). […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.758
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • Perkuat Publikasi dan Informasi, LTN NU Temanggung Rapatkan Barisan

    Perkuat Publikasi dan Informasi, LTN NU Temanggung Rapatkan Barisan

    • calendar_month Rab, 16 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Temanggung – Bertempat di Lawoek Coffee Temanggung, jajaran calon pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) PCNU Kabupaten Temanggung menggelar rapat perdana dalam rangka konsolidasi kelembagaan pada Selasa malam (15/4/2025). Dijelaskan Ketua LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung Faiz Syauqi, bahwa LTN NU adalah lembaga Nahdlatul Ulama di bidang kepenulisan dengan tugas utama […]

  • Foto: Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) anggota Banser Pati. (PCNU Pati)

    Gembleng Kader, Ansor Pati Gelar PKD dan Diklatsar

    • calendar_month Sab, 18 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati terus menggembleng para kader agar menjadi tangguh. Mereka menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar). PKD dan Diklatsar ini digelar selama tiga hari, Jumat (17/1/2025) hingga Minggu (19/1/2025) besok. Seratusan peserta tampak antusias mengikuti pelatihan di Gedung Yayasan Pendidikan Islam […]

expand_less