Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Awali Puasa dengan Puasa

Awali Puasa dengan Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 1 Mar 2025
  • visibility 523
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Pada tulisan pertama ini, saya ingat pesan kiai saya “Nek pengen pasa Ramadanmu lancar ya pasa disek”. Artinya, jika ingin puasa Ramadanmu lancar, maka kamu harus berpuasa terlebih dahulu. Hal ini menegaskan bahwa puasa harus diawali dengan puasa. Apa maksudnya? Ya, normalnya sih mengawali sesuai itu dengan bacaan ta’awuz dan basmalah. Namun dalam konteks puasa Ramadan, saya menyebut berpuasa Ramadan perlu diawali dengan puasa.

 

Kabeh wong reti, bulan Ramadan penuh berkah. Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025, begitu pula dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Semua sepakat 1 Ramadan 1446 H jatuh pada 1 Maret 2025.

 

Umat Islam di seluruh dunia menyambutnya dengan suka cita dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, alangkah baiknya jika kita mempersiapkan diri, baik secara lahir maupun batin. Hakikatnya, ruasa Ramadan bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum. Lebih dari itu, puasa adalah kesempatan untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

 

Ramadan telah tiba, mari kita gunakan waktu yang ada untuk merenungi diri, introspeksi atas segala perbuatan yang telah kita lakukan. Mohon ampunan kepada Allah atas segala khilaf dan dosa yang mungkin pernah kita perbuat. Selain itu, kita juga perlu membersihkan hati dari segala penyakit hati, seperti iri, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya. Dengan hati yang bersih, kita akan lebih mudah menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan.

 

Awali Puasa dengan Puasa

Puasa Ramadan sebagai ibadah yang dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, hakikatnya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan sarana penyucian diri, baik lahir maupun batin. Namun, sebelum memasuki bulan suci ini, ada baiknya kita merenungkan sebuah konsep mendalam: mengawali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu. Ngono! Artinya, sebelum Ramadan tiba, kita sudah mulai menyiapkan diri dengan berbagai bentuk puasa, baik secara fisik maupun spiritual.

 

Pertama, persiapan lahir dan batin. Puasa yang sejati bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan segala bentuk hawa nafsu dan perilaku yang tidak terpuji. Oleh karena itu, persiapan menjelang Ramadan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual.

 

Secara fisik, tubuh perlu dibiasakan untuk berpuasa agar tidak terkejut ketika memasuki bulan Ramadan. Puasa sunah, seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (pertengahan bulan Hijriyah), dan puasa Sya’ban, menjadi latihan yang baik sebelum Ramadan tiba. Selain melatih tubuh agar terbiasa, puasa sunah juga menjadi ladang pahala yang dapat meningkatkan kualitas ibadah kita di bulan suci nanti.

 

Sementara itu, persiapan batin lebih dari sekadar niat. Hati harus dibersihkan dari segala bentuk penyakit hati seperti iri, dengki, dan sombong. Kita harus menahan diri dari perkataan yang menyakiti, menahan amarah, dan memperbanyak zikir serta doa. Membersihkan diri secara spiritual ini adalah bagian dari puasa sebelum puasa, karena sejatinya, ibadah Ramadan tidak akan sempurna jika hati masih terkotori oleh kebencian dan kedengkian.

 

Kedua, menahan puasa yang sejati. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering beranggapan bahwa puasa hanya berarti menahan makan dan minum. Padahal, puasa sejati lebih dari itu. Puasa sejati adalah kemampuan menahan diri dari segala hal yang bisa merusak ibadah dan hubungan kita dengan Allah serta sesama manusia.

 

Menjelang Ramadan, kita bisa mulai berpuasa dari kebiasaan buruk. Misalnya, menahan diri dari bergunjing, menunda pekerjaan, atau bahkan dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Dengan demikian, ketika Ramadan tiba, kita sudah terbiasa mengontrol diri dan lebih fokus dalam menjalankan ibadah.

 

Ketiga, membersihkan diri sebelum Ramadan. Nah iki sing penting. Mengawali puasa dengan puasa juga berarti membersihkan diri dari dosa-dosa sebelumnya. Islam mengajarkan kita untuk selalu memperbaiki diri, dan Ramadan adalah momentum terbaik untuk itu. Namun, agar Ramadan benar-benar membawa keberkahan, kita perlu bertaubat dan meminta maaf kepada sesama sebelum bulan suci ini dimulai.

 

Salah satu cara untuk membersihkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan shalat sunah, seperti shalat taubat dan salat hajat. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan sesama, meminta maaf atas kesalahan, dan memberi maaf kepada orang lain akan membuat hati lebih tenang dan bersih dalam menyambut Ramadan.

 

Keempat, berpuasa sebelum berpuasa Ramadan. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadan adalah dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban, bulan yang berada sebelum Ramadan. Rasulullah SAW sendiri sering melakukan puasa di bulan Sya’ban. Puasa di bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai persiapan menyambut Ramadan, puasa ini juga dapat melatih diri kita untuk lebih kuat menahan lapar dan haus saat menjalankan puasa Ramadan.

 

Ramadan bukan hanya soal puasa, tetapi tentang bagaimana kita menjadikan bulan suci ini sebagai sarana peningkatan spiritual yang hakiki. Oleh karena itu, sebelum memasuki Ramadan 1446 H, marilah kita awali puasa dengan berpuasa terlebih dahulu, baik itu puasa dalam arti fisik melalui puasa sunah, maupun puasa dalam arti batin dengan menahan diri dari segala keburukan dan membersihkan hati. Jika sudah terlanjur, ada kesempatan pada Ramadan 1447 H mendatang. Dengan begitu, kita dapat menyambut Ramadan dengan jiwa yang lebih bersih, siap untuk meraih keberkahan dan ampunan dari Allah SWT. Amin.

 

Jika tidak mau berpuasa sebelum puasa, la arep ngapa awakem leh?

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education (Scopus Q1), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    LI Dirobohkan, NU Berterimakasih kepada Pemda

    • calendar_month Kam, 3 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati (ke dua dari kanan) menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Pemerintah dan Ormas yang telah berusaha keras merealisasikan perobohan LI PATI – Penantian selama 23 tahun akhirnya terwujud. Lokalisasi terbesar Kabupaten Pati, Lorok Indah telah berhasil dirobohkan, Kamis (3/4) tadi.  Perobohan bangunan ini merupakan kerja keras beberapa Organisasi Masyarakat (Ormas) yang […]

  • PCNU PATI - Iluistrasi NU dan Wirausaha Masyarakat. Photo by Álvaro Serrano on Unsplash.

    Wirausaha di Masyarakat NU

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Sejak didirikan oleh Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan beberapa Kiai karismatis di Surabaya pada tahun 1926, Nahdlatul Ulama telah menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, […]

  • PCNU-PATI

    NU Jakenan Peduli Bagikan 2.450 Paket untuk Korban Banjir

    • calendar_month Jum, 13 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id JAKENAN – NU Jakenan Peduli, Jumat (13/1/23) pagi ini, membagikan 2.450 paket bantuan kepada korban bencana banjir di wilayah kecamatan Jakenan.  NU Jakenan Peduli merupakan gerakan yang diinisiasi oleh MWCNU Kecamatan Jakenan melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah NU (LAZISNU) yang bekerja sama dengan PAC […]

  • PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    PCNU Ajak Warga Pati Sholat Ghoib untuk Mbah Maimun

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    PATI-Indonesia dirundung duka mendalam atas kabar berpulangnya KH. Maimun Zubair, pengasuh Pindok Pesantren Al Anwar Sarang, Rembang. Berita duka ini mulai beredar Selasa (6/8) pagi dari edaran di grup What’sapp. Awalnya banyak yang tidak percaya, namun konfirmasi resmi dari keluarga akhirnya memastikan bahwa KH. Maimun Zubair benar-benar telah berpulang. Imbauan sholat ghoib untuk Mbah Maimun […]

  • LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    LPP NU : Konsumsi Padi Organik, Cara Sehat Bersahabat dengan Covid

    • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

     ‘Kelompok Kadang Tani Sarowotulus’ sedang memamerkan hasil panen padi organik SEMARANG-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah mengajak Nahdliyin untuk merubah sikap dalam menghadapi ancaman Covid-19. Dari yang semula acuh terhadap keberadaan wabah ini menjadi peduli dan mengembangkan pola hidup sehat. Selain itu, PWNU juga mengajak warganya untuk berperan aktif dalam memotong mata rantai penyebaran Covid-19 dengan […]

  • Ketua PWNU Jateng Akan Beri Sambutan Sosialisasi Majalah Ma’arif

    Ketua PWNU Jateng Akan Beri Sambutan Sosialisasi Majalah Ma’arif

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 715
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah akan menggelar Sosialisasi Majalah Ma’arif / Majalah Mopdik edisi Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Rabu, 18 Juni 2025 pukul 08.30 WIB melalui platform Zoom Meeting. Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa kegiatan […]

expand_less