Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
  • visibility 979
  • comment 0 komentar

 

pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa.

Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib.

Kita ketahui bersama, kalau di negara-negara eropa mereka kenal dengan istilah zodiak. Kemudian bangsa China ada Shio, negara Timur Tengah lebih ke Falak. Begitu juga Jawa yang mempercayai petungan weton.

Jikalau membincang sejarah adanya petungan Jawa ini tentunya akan panjang. Maka kita lanjut saja apa saja sebenarnya petungan di Jawa itu.

Petungan weton Jawa yakni ada di 5 hari pasaran, yakni Pahing (9), Wage (5), Pon (7), Kliwon (8) dan legi (5). Kemudian 7 hari hijriah yang masing-masing juga memiliki jumlah angka, yang diantaranya Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8) Jumat (6), Sabtu (9) dan Ahad/Minggu (5)

perhitungan Jawa seperti Pahing = 9, Wage = 5, Pon = 7, Kliwon = 8 dan Legi = 5, begitu pula perhitungan hari-hari dalam kalender Hijriah, hari Ahad 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6 dan Sabtu 9.

Tak jarang bahkan bisa dibilang hampir sering terjadi, petungan jawa ini pula yang menghalangi dua sejoli untuk menjalin bahtera rumah tangga. Mereka dipaksa untuk pisah karena satuan yang tak cocok. Kalau anak muda bilang bahwa “cinta itu buta”, maka rasanya ini tak akan tepat bagi orang muda Jawa. Karena dipastikan mereka harus cocok secara weton agar mendapatkan restu orang tuanya.

Sempat viral di awal tahun lalu seorang dokter asal Salatiga, Jawa Tengah yang diceraikan suaminya. Ceritanya cukup pilu, karena diketahui sang dokter diselingkuhi oleh suaminya, yang kemudian diusir dari rumahnya. Dimana sang suami beralasan karena ketidakcocokan weton. Ini naas atau kemudian lucu, tapi begitulah berita yang beredar.

Petungan Jawa ini juga diyakini berasal dari primbon atau buku kuno Jawa, yang mana banyak dari masyarakat Jawa menjadi weton sebagai patokan dalam bertindak dan menjalankan agenda-agenda penting. Mulai dari membangun rumah hingga menanam di sawah, dari berangkat merantau hingga membuka toko, dari membuat hajatan hingga bepergian, mulai dari beli hewan hingga memulai pekerjaan. Hampir semua dikaitkan dengan petungan jawa.

Kembali lagi menyoal seputar perjodohan, dimana ini menjadi objek yang paling sering menjadi korban Wotan itu sendiri. Contoh perhitungan yang tidak cocok dalam perjodohan lebih sering dikenal dengan istilah “pegat”, dimana berdasarkan hitungan weton yang menghasilkan sisa 1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, dan 36 saat dibagi 4.

Selain itu juga ada istilah lain yang diantaranya adalah Pati besan, yaitu weton yang menghasilkan sisa 5 saat dibagi 4. Weton ini dipercaya akan membawa kesialan berupa kematian mertua.
Yang lain Kala tinantang, yaitu weton yang menghasilkan sisa 2 saat dibagi 5. Weton ini dipercaya akan membawa banyak rintangan dan cobaan dalam rumah tangga. Kemudian juga ada Satrio wirang, yaitu weton yang menghasilkan sisa 5 saat dibagi 7. Weton ini dipercaya akan membawa aib atau masalah yang dapat mencoreng nama baik keluarga. Lebu katiup angin, yaitu weton yang menghasilkan sisa 7 saat dibagi 7. Weton ini dipercaya akan sulit mempertahankan rumah tangga.
Melihat hal ini, sudahkan anda menghitung weton anda bersama calon pasangan anda. Lantas sejauh mana itu menghambat anda? (Anang/LTN)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • Haul Kyai Sahal Mahfudz dipadati Ribuan Jama’ah dari Berbagai Penjuru

    Haul Kyai Sahal Mahfudz dipadati Ribuan Jama’ah dari Berbagai Penjuru

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 683
    • 0Komentar

    Kajen Pati–Selasa 13 Januari 2015 Dalam memperingati Haul Kyai Sahal yang pertama ribuan pengunjung memadati halaman Pesantren Maslakul Huda. Acara dimulai pukul 19.30 dengan di barengi hujan, tidak membuat para pengunjung mengurungkan niatnya untuk mengikuti acara tahlil haul pertama Kyai Sahal. Mereka berbondong-bondong untuk mendapatkan barokah. Tercatat ada lima ribu pengunjung yang memadati kediaman Kyai Sahal, […]

  • Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

      Para peserta pelatihan kerajinan tangan yang digagas oleh PAC IPPNU Kayen  KAYEN – PAC IPPNU Kecamatan Kayen baru saja mengadakan acara ‘Rekanita Talk’ di TPQ Al-Hidayah Dukuh Mbuloh Desa kayen. Kegiatan tersebut berupa pelatihan kerajinan tangan dalam bentuk pembuatan Bros cantik, Sabtu (4/9). Sri Wahyuni, Waka Departemen OSB PAC IPPNU Kayen mengungkapkan, tema yang […]

  • Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    Sosialisasi Zakat, Infak dan Sedekah, Ketua Lazisnu Gembong Ungkap Permasalahan Lapangan

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    KH. Jamal Makmur (kiri) dalam acara Sosialisasi Lazisnu di wilayah kerja MWC NU Gembong. GEMBONG – NU Care Lazisnu Kecamatan Gembong, menyelenggarakan Sosialisasi zakat, infaq dan sedekah kepada semua Pengurus Ranting Lazisnu.  Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (18/3), mulai pukul 13.00 WIB., hingga sore di MTs. Al Ma’arif Gembong. Ahmad Shodiq, Ketua NU Care Lazisnu […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. […]

  • Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    Pendaftaran PKD PMII Joyo Kesumo Mulai Dibuka Hari ini

    • calendar_month Kam, 1 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo (Jokes) Pati kembali membuka pendaftaran Pelatihan Kader Dasar (PKD). Hal ini disampaikan oleh ketua panitia PKD, Agus Ulinnuha. Flyer Pendaftaran PKD PMII Komisariat Joyo Kesumo “Pendaftaran kita buka mulai tanggal 1 sampai 25 Agustus 2019. Kami sudah menyebarkan flyer dan ada contact person-nya juga” tegas Agus, Kamis […]

expand_less