Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 633
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., berbagi strategi menulis artikel ilmiah agar diterima atau tembus di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Hal itu terungkap melalui Webinar Nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Internasional Bereputasi” yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia Wilayah  VIII Jawa Tengah – DIY pada Senin (26/2/2024) secara daring.

Disampaikan Ibda, bahwa selama ini ia mempraktikkan sejumlah strategi, cara, atau tips agar tulisan yang dikirim di jurnal terindeks Scopus bisa diterima dan diterbitkan. Pertama, naskah harus berkualitas. “Maksud berkualitas adalah dari sisi temuan yaitu artikel harus memiliki novelty, aneh, unik karena belum ada sama sekali, dampak keilmuan, dan berpotensi laku disitasi. Kualitas ini dari sisi konten, bahasa, metode jelas, rinci, dan kontemporer, gunakan tools terkini, referensi minimal 50, 90 persen artikel jurnal dan lengkap dengan URL, dan ingat jangan lupa menyitasi artikel karya editor in chief, reviewer, tulisan yang telah terbit di jurnal sasaran/jurnal jaringannya,” beber pria kelahiran Pati tersebut.

Kedua, sesuaikan naskah dengan AG atau Author Guidelines, kaidah selingkung, template, dan tulislah sesuai kebutuhan/keinginan editor. “Kadang artikel ditolak itu karena tidak sesuai kebutuhan editor,” beber Ibda yang merupakan reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.

Ketiga, kolaborasi. “Kolaborasi sangat penting. Karena kita bukan malaikat. Setidaknya kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing lintas negara, dengan penulis pakar, penulis yang karyanya banyak, penulis yang h-index Scopus tinggi, dan kita kalau bisa menghindari penulis tunggal. Apalagi ada jurnal yang menyaratkan kolaborasi itu wajib bukan single author,” beber Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah tersebut.

Keempat, gunakan penerjemah profesional, proofreader native/internasional. “Kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing juga yang intinya membantu kemasan naskah agar bahasanya bagus. Selain hemat, ini juga membantu bahwa posisi kolaborasinya jelas,” kata dia.

Kelima, lengkapi administrasi di OJS. “Administrasi yang dimaksud adalah kita melengkapi prakata saat mengirim. Kita perlu melengkapi juga metadata di OJS dengan isian lengkap, termasuk URL GS, WoS/Publons, Orcid dan lainnya, termasuk Supplementary File, dan dokumen similarity report di bawah 10 persen,” imbuh dia.

Keenam, revisi cepat dan berkualitas. “Ketika sudah dapat notifikasi berupa editor decision, sebaiknya kita revisi secepatnya. Kalau saya biasanya sehari setelah mendapatkan email langsung saya submit,” lanjut dia.

Ketujuh, pahami indikator penilaian reviewer. “Ini penting. Karena penilaian dan masukan reviewer ini menjadi pertimbangan dan dasar editor menerima atau menolak artikel kita meski sudah proses in review. Bukan berarti yang status papers kita in review itu jaminan accepted, bisa juga ditolak. Maka solusinya kita harus memahami aspek apa saja yang menjadi indikator penilaian reviewer. Jumlah reviewer bergantung jurnalnya, ada yang satu, bahkan saya pernah direview lima sampai tujuh orang lintas negara,” paparnya.

Kedelapan, pilih jurnal yang volume terbitnya banyak. “Semakin banyak edisi dan volume terbitan, semakin potensial artikel kita diterima karena mereka membutuhkan naskah. Tapi harus dipastikan jurnalnya aman, tidak predator, tidak discontinued atau potensi discontinued dari Scopus,” tegas doktor Pendidikan Dasar UNY tersebut.

Kesembilan, istikamah, sabar dan pasrah. “Menulis artikel di jurnal Scopus itu membutuhkan konsisten, sabar dan memasrahkan semua kepada Tuhan setelah kita berusaha maksimal. Kan semua bergantung kehendak Allah to. Kadang agak gaib juga. Tapi ingat, editor dan reviewer jurnal itu juga manusia. Asalkan kita menuruti apa masukan, saran, dan kebutuhan mereka, insyaallah dipermudah untuk accepted,” imbuh dia.

Di sisi lain, Ibda juga membocorkan strategi pasca Editor Decision setelah submit. “Hampir 70 persen lebih, penulis gagal di jurnal Scopus karena malas merevisi. Malas dan lambat merespon hasil keputusan editor. Padahal di sini awal kita membuktikan keseriusan merevisi dan keseriusan agar naskah kita layak diterima dan diterbitkan. Maka ya harus ada strategi setelah ada keputusan editor ketika revision required ataupun resubmit,” papar Ibda.

Pertama, revisi cepat, berkualitas, dan sesuai masukan. Kedua, saat merevisi, beri warna teks yang sudah direvisi. Ketiga, lampirkan Cover Letter / lembar Response to Reviewers. Keempat, jika revisi via email, beri penguatan yang meyakinkan agar diterima oleh reviewer/editor.

“Semua yang saya sampaikan ini hanya strategi saja. Kita harus fokus pada kualitas naskah. Kalau kualitas naskah bagus, mau kita kirim di jurnal mana saja insyaallah diterima jika sesuai ketentuan dan utamanya kebutuhan editor,” imbuh Ibda.

Sebagai akademisi, Ibda sendiri telah memiliki 10 dokumen terindeks Scopus dengan H-Index 4, dan ia aktif menjadi reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus Q1-Q4 lintas negara yaitu Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, Mauritius, London (UK), Serbia, Italia, Pakistan, Nigeria, Spanyol, Brazil, dan Indonesia.

Acara tersebut dibuka oleh Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., yang mewakili Ketua Umum PD PGMI Indonesia. Pihaknya berharap acara tersebut dimanfaatkan peserta untuk belajar tentang publikasi ilmiah. Pihaknya juga berharap, akan ada jurnal PGMI di Indonesia yang terindeks Scopus. Sementara Ketua PD PGMI Wilayah VIII Jateng-DIY yang diwakili Hj. Zulaikha, M.Ag., M.Pd., juga berharap agar para peserta turut aktif dalam penulisan ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur dosen, mahasiswa, guru, dan akademisi dari berbagai daerah.

Narasumber pertama, dosen PGMI IAINU Kebumen Siti Fatimah, M.Pd., menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah berkualitas. Pertama, topik riset yang solutif di bidang kajian. Kedua, metode riset yang tepat dan kompleks. Ketiga, memiliki novelty. Keempat, terjemahan dan proofread yang berstandar. Kelima, uji similaritas naskah. Keenam, pemilihan jurnal target yang tepat. Ketujuh, analisis jurnal target. Kedelapan, layout sesuai dengan jurnal target. Kesembilan, submit artikel.

“Sedangkan tips publikasi di jurnal internasional bereputasi yaitu rencanakan alur penulisan jurnal, menulis bersama tim, miliki referensi yang cukup, perhatikan tujuan dan ruang lingkup jurnal, dan hindari jurnal predator,”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konferensi Gabus Ketua Lama Memimpin Kembali

    Konferensi Gabus Ketua Lama Memimpin Kembali

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Senin, 30/11/15 Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Gabus mengadakan Konferensi hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisi.             Setelah ketua lama Saifullah memberikan laporan pertanggung jawaban baik secara administrasi atau pun yang lainnya, maka selanjutnya sidang akan di pimpin oleh […]

  • Bahtsul Masail Jakenan Bahas Status Anak Hasil Perkawinan Beda Agama

    Bahtsul Masail Jakenan Bahas Status Anak Hasil Perkawinan Beda Agama

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    JAKENAN – Bahtsul Masail al Diniyah yang digelar MWC NU Kecamatan Jakenan akan membahas status anak hasil dari perkawinan berbeda agama. Bagaimana status anak hasil perkawinan seorang lelaki beragama Kristen yang menikah dengan perempuan Islam? Dimana dalam prosesi perkawinan keduanya memakai tata cara Islam tetapi dalam kenyataannya yang kristen tetap kristen dan yang islam tetap […]

  • PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    PWNU Sambangi NU Pati untuk Bahas SISNU

    • calendar_month Sab, 22 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    Bimtek Sisnu di aula PCNU Pati bersama tim Sensus warga NU dari PW-NU Jateng PATI-PC NU Kab. Pati bersama PW NU JATENG, melaksanakan Bimbingan Teknis (BIMTEK) mengenai sensus warga NU berbasis SISNU di Aula PCNU Pati, Sabtu (22/8).  Sedikitnya 21 orang delegasi MWC NU se-kabupaten Pati beserta perwakilan oprator dari ranting NU di masing-masing MWC […]

  • a microphone that is sitting on a stand

    Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 698
    • 0Komentar

      Berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, selain menyimak, membaca, dan menulis. Keempatnya ibarat empat pilar komunikasi yang efektif. Namun, berbicara memiliki peran khusus karena merupakan cara kita menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara langsung kepada orang lain. Ketika kita berbicara tanpa pikir panjang, risiko kesalahpahaman pun muncul, yang bisa menimbulkan masalah […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ramadan dan Perjumpaan Budaya Lokal

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.088
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ada banyak perjumpaan budaya lokal sebelum, saat, dan setelah Ramadan alias Lebaran Idulfitri. Saya saja banyak menulis soal nyadran, dugeran, dandangan, seperti Penguatan Tasawuf Sosial Lewat Nyadrani (2018), Nyadran dan Penguatan Nasionalisme (2018), Nyadran Jelang Ramadan, Bukan Kemusyrikan (2018), Penguatan Nilai-Nilai Sufisme dalam Nyadran sebagai Khazanah Islam Nusantara (2018), Dugderan: Ekspresi Warga Semarang Sambut Ramadan (2025), dan Nyadran, Dugeran, […]

  • Mojo Bersholawat dalam Rangka Sedekah Bumi

    Mojo Bersholawat dalam Rangka Sedekah Bumi

    • calendar_month Rab, 31 Agu 2016
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    Pati. Perangkat Desa Mojo berkerjasama dengan Pengurus NU Ranting Mojo Cluwak Pati, Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat dan Pemuda Dermo Wongsho mengadakan Sholawat bersama yang bertempat di Balai Desa Mojo,  19/8 kemarin.             “Acara sholawatan bersama di daerah kami memang belum populer akan tetapi kami akan terus berusaha mengadakannya sedikit demi sedikit, ini adalah kali pertama […]

expand_less