Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
  • visibility 391
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., berbagi strategi menulis artikel ilmiah agar diterima atau tembus di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Hal itu terungkap melalui Webinar Nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal Internasional Bereputasi” yang digelar Perkumpulan Dosen PGMI Indonesia Wilayah  VIII Jawa Tengah – DIY pada Senin (26/2/2024) secara daring.

Disampaikan Ibda, bahwa selama ini ia mempraktikkan sejumlah strategi, cara, atau tips agar tulisan yang dikirim di jurnal terindeks Scopus bisa diterima dan diterbitkan. Pertama, naskah harus berkualitas. “Maksud berkualitas adalah dari sisi temuan yaitu artikel harus memiliki novelty, aneh, unik karena belum ada sama sekali, dampak keilmuan, dan berpotensi laku disitasi. Kualitas ini dari sisi konten, bahasa, metode jelas, rinci, dan kontemporer, gunakan tools terkini, referensi minimal 50, 90 persen artikel jurnal dan lengkap dengan URL, dan ingat jangan lupa menyitasi artikel karya editor in chief, reviewer, tulisan yang telah terbit di jurnal sasaran/jurnal jaringannya,” beber pria kelahiran Pati tersebut.

Kedua, sesuaikan naskah dengan AG atau Author Guidelines, kaidah selingkung, template, dan tulislah sesuai kebutuhan/keinginan editor. “Kadang artikel ditolak itu karena tidak sesuai kebutuhan editor,” beber Ibda yang merupakan reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus tersebut.

Ketiga, kolaborasi. “Kolaborasi sangat penting. Karena kita bukan malaikat. Setidaknya kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing lintas negara, dengan penulis pakar, penulis yang karyanya banyak, penulis yang h-index Scopus tinggi, dan kita kalau bisa menghindari penulis tunggal. Apalagi ada jurnal yang menyaratkan kolaborasi itu wajib bukan single author,” beber Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas FKPT Jawa Tengah tersebut.

Keempat, gunakan penerjemah profesional, proofreader native/internasional. “Kita bisa berkolaborasi dengan penulis asing juga yang intinya membantu kemasan naskah agar bahasanya bagus. Selain hemat, ini juga membantu bahwa posisi kolaborasinya jelas,” kata dia.

Kelima, lengkapi administrasi di OJS. “Administrasi yang dimaksud adalah kita melengkapi prakata saat mengirim. Kita perlu melengkapi juga metadata di OJS dengan isian lengkap, termasuk URL GS, WoS/Publons, Orcid dan lainnya, termasuk Supplementary File, dan dokumen similarity report di bawah 10 persen,” imbuh dia.

Keenam, revisi cepat dan berkualitas. “Ketika sudah dapat notifikasi berupa editor decision, sebaiknya kita revisi secepatnya. Kalau saya biasanya sehari setelah mendapatkan email langsung saya submit,” lanjut dia.

Ketujuh, pahami indikator penilaian reviewer. “Ini penting. Karena penilaian dan masukan reviewer ini menjadi pertimbangan dan dasar editor menerima atau menolak artikel kita meski sudah proses in review. Bukan berarti yang status papers kita in review itu jaminan accepted, bisa juga ditolak. Maka solusinya kita harus memahami aspek apa saja yang menjadi indikator penilaian reviewer. Jumlah reviewer bergantung jurnalnya, ada yang satu, bahkan saya pernah direview lima sampai tujuh orang lintas negara,” paparnya.

Kedelapan, pilih jurnal yang volume terbitnya banyak. “Semakin banyak edisi dan volume terbitan, semakin potensial artikel kita diterima karena mereka membutuhkan naskah. Tapi harus dipastikan jurnalnya aman, tidak predator, tidak discontinued atau potensi discontinued dari Scopus,” tegas doktor Pendidikan Dasar UNY tersebut.

Kesembilan, istikamah, sabar dan pasrah. “Menulis artikel di jurnal Scopus itu membutuhkan konsisten, sabar dan memasrahkan semua kepada Tuhan setelah kita berusaha maksimal. Kan semua bergantung kehendak Allah to. Kadang agak gaib juga. Tapi ingat, editor dan reviewer jurnal itu juga manusia. Asalkan kita menuruti apa masukan, saran, dan kebutuhan mereka, insyaallah dipermudah untuk accepted,” imbuh dia.

Di sisi lain, Ibda juga membocorkan strategi pasca Editor Decision setelah submit. “Hampir 70 persen lebih, penulis gagal di jurnal Scopus karena malas merevisi. Malas dan lambat merespon hasil keputusan editor. Padahal di sini awal kita membuktikan keseriusan merevisi dan keseriusan agar naskah kita layak diterima dan diterbitkan. Maka ya harus ada strategi setelah ada keputusan editor ketika revision required ataupun resubmit,” papar Ibda.

Pertama, revisi cepat, berkualitas, dan sesuai masukan. Kedua, saat merevisi, beri warna teks yang sudah direvisi. Ketiga, lampirkan Cover Letter / lembar Response to Reviewers. Keempat, jika revisi via email, beri penguatan yang meyakinkan agar diterima oleh reviewer/editor.

“Semua yang saya sampaikan ini hanya strategi saja. Kita harus fokus pada kualitas naskah. Kalau kualitas naskah bagus, mau kita kirim di jurnal mana saja insyaallah diterima jika sesuai ketentuan dan utamanya kebutuhan editor,” imbuh Ibda.

Sebagai akademisi, Ibda sendiri telah memiliki 10 dokumen terindeks Scopus dengan H-Index 4, dan ia aktif menjadi reviewer pada 16 jurnal internasional terindeks Scopus Q1-Q4 lintas negara yaitu Turki, Britania Raya, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, Mauritius, London (UK), Serbia, Italia, Pakistan, Nigeria, Spanyol, Brazil, dan Indonesia.

Acara tersebut dibuka oleh Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., yang mewakili Ketua Umum PD PGMI Indonesia. Pihaknya berharap acara tersebut dimanfaatkan peserta untuk belajar tentang publikasi ilmiah. Pihaknya juga berharap, akan ada jurnal PGMI di Indonesia yang terindeks Scopus. Sementara Ketua PD PGMI Wilayah VIII Jateng-DIY yang diwakili Hj. Zulaikha, M.Ag., M.Pd., juga berharap agar para peserta turut aktif dalam penulisan ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari unsur dosen, mahasiswa, guru, dan akademisi dari berbagai daerah.

Narasumber pertama, dosen PGMI IAINU Kebumen Siti Fatimah, M.Pd., menyampaikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis naskah berkualitas. Pertama, topik riset yang solutif di bidang kajian. Kedua, metode riset yang tepat dan kompleks. Ketiga, memiliki novelty. Keempat, terjemahan dan proofread yang berstandar. Kelima, uji similaritas naskah. Keenam, pemilihan jurnal target yang tepat. Ketujuh, analisis jurnal target. Kedelapan, layout sesuai dengan jurnal target. Kesembilan, submit artikel.

“Sedangkan tips publikasi di jurnal internasional bereputasi yaitu rencanakan alur penulisan jurnal, menulis bersama tim, miliki referensi yang cukup, perhatikan tujuan dan ruang lingkup jurnal, dan hindari jurnal predator,”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.632
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Modernisasi Bangsa

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan terbebesar di Indonesia, bahkan menurut Gus Dur NU adalah sebuah organisasi terbesar di dunia. Sedangkan enurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban. Karena karakteristik NU sebagai organisasi Islam tradisional adalah […]

  • Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    Kapolres Baru Sowani Ulama-Ulama NU

    • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Sambangan AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si, Kapolres Baru Pati di rumah K. Yusuf Hasyim (Ketua PCNU Pati)  WINONG-Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, SIK, MH.M.Si mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, Rabu (14/7). Dalam sambangannya tersebut, Kapolres baru ini mendiskusikan beberapa hal.  Selain memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di lingkungan Polres Pati AKBP Christian Tobing […]

  • Organisasi Thoriqoh Mahasiswa Gelar Maulid di Gedung DPD DIY

    Organisasi Thoriqoh Mahasiswa Gelar Maulid di Gedung DPD DIY

    • calendar_month Kam, 9 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Ketua DPD DIY, Gus Hilmy menyatakan dukungannya kepada organisasi MATAN YOGYAKARTA – Mahasiswa Ahli Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (MATAN) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar acara perkenalan di Gedung DPD DIY, Senin (6/12). Hal ini ditujukan agar anggota mereka yang baru bergabung semakin mendalami organisasi buatan Maulana Habib Luthfi Bin Yahya ini.  Dalam agenda […]

  • Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme. Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU […]

expand_less