Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

Abu Bakar: Membenarkan Isra’ Mi’raj dengan Logika

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Feb 2024
  • visibility 130
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Shalihin*
Sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah hingga bertahun-tahun setelahnya, penulis selalu dihinggapi kegelisahan ketika menjelang peringaan isra’ mi’raj. Hal ini berkaitan dengan rasionalitas para Sahabat Khususnya Abu Bakar RA.
Mengapa Abu Bakar percaya begitu saja dengan cerita isra’ mi’raj Nabi Muhammad yang di luar nalar. Padahal, dilihat dari latar belakang keilmuan, Abu Bakar termasuk kalangan terpelajar.
Sebagai notice saja, alat transportasi pada masa itu belum secanggih sekarang. Kendaraan tercepat mereka adalah kuda, yang bias menempuh perjalanan Makkah ke Yerussalem selama 20 hari bahkan lebih. Teori relatifitas yang kabarnya bisa membuat objek berpindah dengan cepat pun belum dirumuskan. Jadi sangat berat bagi sekalangan sahabat untuk mengiyakan peristiwa malam 27 Rajab itu.
Banyak asumsi timbul mengapa Abu Bakar mempercayai nabi. Sebagian ustadz menjawab dengan jawaban yang agak absurd: karena Nabi Muhammad tidak pernah bohong sekalipun, sehingga Abu Bakar yakin. Adapula muballigh yang memberi tanggapan lain: karena yang bercerita adalah seorang nabi.
Hemat penulis pada waktu itu, hanya ada dua opsi: jika jawaban para muballigh ini benar total, maka penulis mempertanyakan intelektualitas Abu Bakar, namun jika sahabat nabi yang terpelajar ini menggunakan kecerdasannya sebagai pembenar—penulis yakin—pasti ada jawaban lain.
Yaps, opsi kedua terbuka! Seorang kiai alim allamah ‘menampar’ peulis melalui ceramahnya pada peringata isra’ mi’raj sekitar 2016 lalu. Beliau menjabarkan bahwa, Abu Bakar RA. gercep membenarkan isra’ mi’raj ialah karena didukung rasio yang kuat. Padahal pendapatnya ini berrisiko tinggi, sebab kontradiksi dengan logika manusia kebanyakan.
Begini! Rasulullah menjelaskan peristiwa isra mi’raj yang dialaminya itu menggunakan bumper QS. Al Isra’ ayat pertama, yang menyatakan bahwa beliau digerakkan oleh Allah.
Sahabat yang lain nggak ngeh, kalau yang memperjalankan Nabi Dzat yang maha suci yang bisa segalanya, sehingga mereka menolak mentah-mentah dongeng Nabi Muhammad itu bahkan dengan umpatan kasar. Tapi Abu Bakar tanggap dengan dawuh Nabi. Ia tak mau terkecoh dengan logika serampangan kebanyakan temannya.
Logikanya berkata bahwa, Kalau Muhammad bin Abdullah melakukan perjalanan sunyi itu atas dirinya sendiri dengan mengandalkan kemampuan fisiknya, maka mustahil isra’ m’raj terjadi. Namun karena Nabi Muhammad mengakui bahwa yang menggerakkannya adalah Allah SWT., tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.
Sejak saat itu, selain bisa tidur pulas, penulis juga semakin mengagumi sosok Sayyidina Abu Bakar Radhiyallahu ‘anhu sebagai sahabat sejati Rasul sekaligus sebagai seseorang yang mempu menggunakan kejernihan fikiran meski ditengah chaos. Wallahu a’lam.

*Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr PCNU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    Lagi, KMPP Yogyakarta Lakukan Gebrakan di Bidang Sosial

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Susur Sungai Silugonggo Desa Kedungpancing, Juwana oleh para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP Yogyakarta. Langkah ini merupakan babak awal Program Bina Desa KMPP Yogyakarta tahun 2021 PATI – Para mahasiswa yang tergabung dalan KMPP (Keluarga Pelajar-Mahasiswa Pati) Yogyakarta kembali menggelar aksi sosial. Mengambil tema besar Bina Desa KMPP Yogyakarta Tahun 2021, dengan tajuk utama ‘Lentera […]

  • Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    Naharul Ijtima” PCNU dan LTMNU Kab. Pati

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Naharul Ijtima’ merupakan forum silaturahmi, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus dan jama’ah Nahdlatul ‘Ulama yang dilaksanakan setiapsebulan sekali. Nahar artinya siang, sedangkan Ijtima’ artinya pertemuan. Pertemuan ini dilaksanakan pada waktu siang hari, biasanya waktunya ba’dal jum’at.  Kegiatan Naharul Ijtima’ ini sebagai pengganti tradisi Lailatul Ijtima’ yang dilaksanakan pada malam hari. Awalnya ini adalah kebiasaan para kiai […]

  • PCNU-PATI Photo by papazachariasa

    Superbrand

    • calendar_month Rab, 24 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saat saya sedang menikmati secangkir kopi dan sambil njagong kesana kemari dengan tema yang tak terarah layaknya talkshow yang ada di televisi nasional atau pun chanel chanel YouTube yang di arahkan untuk branding atau menonjolkan sosok seseorang untuk meraih sebuah simpatisan dari orang lain dan sebagian orang yang mempunyai pengaruh […]

  • Kaji Filantropi Kreatif Islam, BRIN Gelar FGD Filantropi NU

    Kaji Filantropi Kreatif Islam, BRIN Gelar FGD Filantropi NU

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 101
    • 0Komentar

      Jakarta – Melalui platform Zoom Meeting, Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan FDG atau Sharing Session bertajuk “Filantropi Nahdlatul Ulama” pada Selasa (26/3/2024) yang dihadiri puluhan periset, dosen/akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan rangkaian riset […]

  • Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    Pemkab – PCNU Pati Gelar Tahlil Doa 40 Hari Wafatnya Mbah Moen

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 131
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bekerja sama dengan PCNU Pati menggelar acara Tahlil dan Doa 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair, Kamis (12/9/2019) malam. Acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Pati ini menggandeng juga perkumpulan Santri Sarang yang tergabung dalam Santri Gayeng. KH Abdul Ghofur Maimoen dalam Acara Memperingati 40 Hari Wafatnya KH. Maimun Zubair yang […]

  • Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    Muhammad Hasyim Santri Pejuang Kemerdekaan

    • calendar_month Kam, 26 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Sebagai santri yang juga putra kiyai, masyarakat biasa memanggil dengan sebutan Gus Hasyim, nama lengkap beliau adalah Muhammad Hasyim putra Mbah Mahfudh Salam Kajen (w-1944)lahir di Kajen pada tahun 1929 M. Beliau adalah putra kedua dari enam bersaudara yaitu : 1.    Hj.  Muzayyanah, istri KH Mansyur Lasem  (ibu dari Gus Qoyyum) 2.    Muhammad Hasyim 3.    […]

expand_less